Bedak tabur bayiĀ biasanyaĀ terbuatĀ dariĀ bubuk talcum atau tepung jagung.Pemakaian bedak tabur dapatĀ menjaga kulit bayiĀ tetapĀ kering,halus,dan wangi. Orang tuaĀ jugaĀ biasanyaĀ memakaiĀ bedak bayiĀ untuk mencegah risiko biang keringat danĀ Ā ruam popokĀ Ā diĀ sekitarĀ bokongĀ danĀ area kelamin bayi.Ā 

Risiko Pemakaian Bedak Bayi

-Iritasi Kulit

BayiĀ yangĀ masihĀ dalamĀ masa perkembanganĀ mempunyaiĀ kulitĀ yang masih sensitif.KondisiĀ kulitĀ yangĀ masih rentanĀ dan sensitif ditambah pemakaian bedak bayi berisiko mengakibatkan iritasi kulit.Penggunaan bedak yangĀ takĀ diiringiĀ denganĀ usahaĀ menjaga kebersihanĀ dengan baik akanĀ menyebabkanĀ atau memperparah ruam popok.

-Gangguan PernapasanĀ 

Partikel bedakĀ yangĀ kecilĀ denganĀ teksturĀ yangĀ sangat halusĀ bisaĀ denganĀ mudah mengepul pada udara dan mudahĀ terhirupĀ oleh bayi.Partikel yang terhirupĀ dapatĀ memicu iritasiĀ diĀ saluran pernapasan bayiĀ sertaĀ menyebabkanĀ gangguan pernapasan,Ā sepertiĀ batuk-batuk, sesak napas,hinggaĀ problemĀ pernapasanĀ yangĀ cukupĀ serius

-Kanker

Bedak taburĀ yang berasal dari bubuk talcum dinilaiĀ bisaĀ memicu risiko kanker,sebabĀ bedak tabur talcumĀ umumnyaĀ mengandung zat berbahaya bernama asbes, yaituĀ zat karsinogenikĀ yangĀ mengakibatkan pertumbuhan sel kanker. SaatĀ zat asbes ini terhirupĀ dalamĀ jangkaĀ waktuĀ lama,bayi akan beresiko terkenaĀ kanker paru-paru.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih memperbolehkan penggunaannya dengan beberapa syarat berikut:

  • Pilih bedak yang terbuat dari bahan talkum.
  • Tuang bedak pada telapak tangan Anda, kemudian usapkan tipis dan merata sebelum menggunakannya pada bayi Anda.
  • Utamakan bagian lipatan tubuh bayi yang sudah kering.
  • Hindari penggunaan bedak bayi pada sekitar wajah karena berisiko terhirup.
  • Hindari penggunaan bedak dengan kapas atauĀ puff powderĀ karena menyebabkan partikel bedak beterbangan dan berisiko terhirup.
  • Bedak cair dapat menjadi pilihan.