Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Tangan Berkeringat Identik dengan Jantung Lemah?

February 2, 2023 by admin ku
Desain-tanpa-judul-2023-02-27T085900.051.png

TELAPAK tangan berkeringat meski tidak sedang beraktifitas sering dikaitkan dengan gejala penyakit jantung.

Stigma ini rupanya tidak sepenuhnya benar. Ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dulu guna memastikan. Sebab, penyebab tangan berkeringat bisa jadi urea dalam tubuh berlebih.

Kondisi tangan berkeringat merupakan salah satu tanda hiperhidrosis, yakni kondisi ketika seseorang mengeluarkan keringat secara berlebih meskipun tidak sedang melakukan aktivitas ataupun kepanasan.

Kondisi tangan berkeringat berlebih ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu penyebab yang paling umum adalah kondisi psikologis, seperti rasa cemas atau stress.

Stress dan cemas dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta merangsang saraf tubuh yang dapat meningkatkan produksi keringat.

Area tangan, telapak kaki, ketika dan wajah merupakan lokasi yang sering mengalami keringat berlebih. Hal ini terjadi karena area-area tersebut memiliki kelenjar keringat paling banyak.

Namun, jika kondisi ini secara terus menerus terjadi disertai dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, dada sering berdebar dan penurunan berat maka hal ini perlu diwaspadai.

Untuk memastikan kondisi tersebut, maka diperlukan pemeriksaan yang lengkap oleh dokter. Pasalnya, jika kondisi keringat berlebih terbukti adanya penyakit, maka dibutuhkan penanganan atau obat-obatan yang harus dilakukan pasien.

  • Hiperhidrosis idiopatik primer

Hiperhidrosis idiopatik primer yaitu ketika hiperhidrosis tidak diketahui pasti penyebabnya. Idiopatik memiliki arti tanpa sebab yang diketahui. Jenis hiperhidrosis ini muncul sebagai focal hyperhidrosis, yaitu keringat berlebih terjadi pada telapak tangan atau telapak kaki.
Meski tidak diketahui penyebabnya, beberapa studi mengungkapkan jika hiperhidrosis ini terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Mayoritas penderita memiliki orang tua atau saudara kandung yang memiliki kondisi serupa.

  • Hiperhidrosis sekunder

Berbeda dengan hiperhidrosis primer, hiperhidrosis sekunder terjadi ketika seseorang memiliki kondisi medis tertentu. Seperti asam urat, diabetes melitus, obesitas, menopause, hipertiroid, dan tumor. Beberapa penyakit tersebut bisa menyebabkan munculnya keringat berlebih pada penderitanya.
Whenever you know, or suspect, that you have been in contact with someone or something infectious, you should wash your hands. One particular example is after visiting a hospital ward: failing to wash your hands means that you are putting yourself and your community at risk. The same principle also applies to handling unclean materials such as household rubbish or dirty nappies.

  • Stres atau gangguan kecemasan lainny

Jika telapak tangan berkeringat karena sedang stres, penat, gugup, dan cemas; sebaiknya Anda rileks dan menghindari hal-hal yang memicu stres. Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda merasa senang dan jauhkan pikiran yang menyebabkan stres.
Jika cara tersebut tidak berhasil, Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter untuk mendapat perawatan yang lebih baik.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi keringat berlebih:

  • Mengendalikan stres atau kondisi yang dapat memicu kecemasan
  • Melakukan aktivitas di tempat sejuk dan mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat
  • Menghindari hal-hal yang dapat merangsang aktivitas kelenjar keringat, merokok, mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan denyut jantung

Faktanya bahwa tidak ada kaitannya sama sekali antara tangan basah dengan fungsi jantung dalam tubuh. Kondisi telapak tangan yang basah ini disebabkan oleh produksi keringat berlebih dari kelenjar keringat kita atau biasa disebut Hiperhidrosis.

admin ku

3DPotret 2022. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!