Jawabannya: boleh, ibu menyusui tetap bisa menikmati kopi. Meski begitu, ada beberapa aturan penting yang perlu diperhatikan agar aktivitas ngopi tetap aman dan nyaman.
Berapa Batasan Kafein yang Aman?
Kafein yang dikonsumsi ibu memang dapat masuk ke dalam ASI, tetapi jumlahnya tergolong sangat kecilβkurang dari 1% dari total kafein yang diminum.
- Batas Maksimal: Organisasi kesehatan seperti World Health Organization (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan batas aman asupan kafein bagi ibu menyusui adalah 200β300 mg per hari.
- Setara Dengan: Sekitar 2 cangkir kopi hitam sedang atau 1β2 cangkir espresso-based coffee (seperti latte atau cappuccino)
Catatan penting: Kafein tidak cuma ada di kopi. Cokelat, teh, minuman berenergi, dan beberapa jenis obat juga mengandung kafein. Jadi, hitung total asupan harianmu, ya.
Dampak Kopi pada ASI dan Bayi
Hanya sekitar 1% kafein dari kopi yang diminum busui yang akan masuk ke dalam ASI. Meski sedikit, sistem pencernaan dan organ hati bayi (terutama yang berusia di bawah tiga bulan) belum matang sempurna untuk memproses kafein.
Jika busui minum kopi berlebihan, bayi bisa menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Rewel dan gampang gelisah
- Susah tidur atau pola tidurnya terganggu
- Masalah pencernaan (seperti perut kembung)
Tips Aman Ngopi Saat Menyusui
- Atur waktu minum: Minumlah kopi segera setelah menyusui atau memompa ASI. Ini memberi jeda waktu beberapa jam bagi tubuhmu untuk mencerna kafein sebelum jadwal menyusui berikutnya.
- Perhatikan reaksi bayi: Setiap bayi punya sensitivitas kafein yang beda-beda. Kalau si kecil langsung rewel setelah kamu ngopi, coba kurangi takarannya.
- Cukupi air putih: Kopi bersifat diuretik ringan. Pastikan tetap minum air putih yang cukup agar produksi ASI tidak terganggu dan kamu tidak dehidrasi.
- Pilih alternatif decaf: Jika ingin menikmati rasa kopi tanpa khawatir kafein, pilih kopi decaffeinated (bebas kafein).