Menghadapi anak yang susah BAB (buang air besar) atau mengalami konstipasi tentu bisa membuat orang tua cemas. Namun, Anda tidak perlu langsung panik, karena sebagian besar kasus konstipasi pada anak tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan penanganan rumahan yang tepat.
Berikut adalah informasi lengkap, penyebab, serta langkah awal yang bisa Anda coba di rumah:
Penyebab Umum Anak Susah BAB
Sebelum mencoba mengatasinya, penting untuk mengetahui apa yang memicu kondisi ini:
- Kurang Serat dan Cairan: Kurangnya konsumsi buah, sayur, air putih, serta terlalu banyak makanan cepat saji atau produk olahan susu.
- Menahan BAB: Anak sering kali menahan BAB karena terlalu asyik bermain, takut ke toilet, atau pernah mengalami pengalaman BAB yang nyeri sebelumnya.
- Transisi Makanan: Perubahan pola makan, seperti saat mulai toilet training, peralihan ke susu formula, atau makanan padat.
- Kurang Aktivitas Fisik: Kurang bergerak dapat membuat kerja sistem pencernaan melambat.
Jangan Panik! Coba Cara Ini Dulu di Rumah
Jika anak Anda mengalami susah BAB ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu melancarkan pencernaannya:
1. Perbanyak Asupan Cairan (Air Putih)
- Pastikan anak minum air putih yang cukup sepanjang hari sesuai usianya.
- Cairan membantu melunakkan tinja sehingga lebih mudah dikeluarkan tanpa rasa sakit. Anda juga bisa memberikan sedikit jus buah alami (seperti jus apel, pir, atau prune) yang dikenal membantu melancarkan pencernaan.
2. Tingkatkan Konsumsi Makanan Berserat
- Perbanyak porsi sayuran hijau, buah-buahan segar (terutama pepaya, alpukat, pir, dan buah beri), serta biji-bijian utuh dalam menu harian anak. Serat berfungsi menambah volume dan melembutkan tekstur tinja.
3. Ajak Anak Aktif Bergerak
- Ajak anak berolahraga ringan atau bermain aktif di luar ruangan. Aktivitas fisik membantu merangsang kontraksi otot usus (peristaltik), sehingga proses pencernaan menjadi lebih lancar.
4. Lakukan Pijatan Lembut pada Perut
- Lakukan pijatan lembut dengan arah melingkar searah jarum jam di sekitar pusar anak. Anda bisa menggunakan minyak telon atau baby oil. Pijatan ini membantu merangsang gerakan usus dan mengurangi kembung.
5. Mandi Air Hangat
- Mandi dengan air hangat dapat membantu mengendurkan otot-otot di sekitar perut dan anus anak, sehingga rasa tegang atau nyeri saat ingin BAB bisa berkurang.
6. Atur Rutinitas ke Toilet (Toilet Time)
- Biasakan anak duduk di toilet selama 5β10 menit setiap hari, terutama setelah makan (karena waktu ini usus sedang aktif bergerak). Gunakan bangku kecil di bawah kakinya agar posisi lutut lebih tinggi dari panggul, yang merupakan posisi fisiologis terbaik untuk BAB.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Meskipun sebagian besar bisa diatasi di rumah, segera konsultasikan ke dokter anak jika anak menunjukkan gejala berikut:
- Susah BAB disertai demam, muntah, atau perut membuncit/keras.
- Adanya darah pada tinja atau celana dalam anak.
- Anak merasa sakit luar biasa atau menangis kesakitan setiap kali ingin BAB.
- Konstipasi sudah berlangsung lebih dari 2 minggu dan tidak membaik dengan perubahan pola makan.
- Penurunan berat badan atau hilangnya nafsu makan secara drastis.