Demam pada anak sering kali membuat orang tua panik dan langsung ingin membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Padahal, demam sebenarnya adalah mekanisme pertahanan alami tubuh anak untuk melawan infeksi (seperti virus atau bakteri), bukan penyakit itu sendiri.

Sebelum terburu-buru pergi ke IGD, mari kenali panduan kapan demam pada anak bisa ditangani di rumah dan kapan harus segera dibawa ke fasilitas medis.

1. Kapan Sebenarnya Harus ke IGD?

Tidak semua demam memerlukan penanganan darurat. Anda harus segera membawa anak ke IGD jika menunjukkan tanda-tanda bahaya (red flags) berikut:

  • Usia di bawah 3 bulan: Bayi berusia kurang dari 12 minggu dengan suhu tubuh 38Β°C atau lebih (diukur lewat dubur) harus langsung dibawa ke IGD atau dokter, meskipun belum ada gejala lain.
  • Kesulitan bernapas: Napas terlihat sangat cepat, cuping hidung kembang-kempis, dada tampak tertarik ke dalam saat bernapas, atau terdengar suara mengorok/mengi yang berat.
  • Tanda-tanda dehidrasi berat: Anak tidak buang air kecil selama 6–8 jam, menangis tanpa air mata, bibir sangat kering, dan sangat lemas hingga sulit dibangunkan.
  • Kejang demam: Anak mengalami kejang untuk pertama kalinya, atau kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Ruam yang tidak hilang: Muncul bintik-bintik merah keunguan di kulit yang tidak memudar saat ditekan dengan gelas kaca.
  • Perilaku sangat tidak biasa: Anak sangat rewel secara terus-menerus (menangis histeris tanpa henti) atau justru sangat lesu, bingung, mengantuk berlebihan, dan tidak responsif saat diajak bicara.
  • Kondisi medis penyerta: Anak memiliki riwayat penyakit kronis (seperti kelainan jantung, gangguan kekebalan tubuh, atau kanker).

2. Cara Aman Menangani Demam di Rumah

Jika anak Anda berusia di atas 3 bulan, aktif, masih mau minum, dan tidak menunjukkan tanda-tanda darurat di atas, Anda bisa merawatnya di rumah dengan langkah-langkah berikut:

  • Pantau Suhu Tubuh: Gunakan termometer digital yang akurat. Suhu diukur secara berkala untuk melihat perkembangannya.
  • Cukupi Cairan Tubuh: Berikan ASI lebih sering (untuk bayi) atau air putih, kuah sup, dan jus encer (untuk anak lebih besar) guna mencegah dehidrasi.
  • Pakaian yang Nyaman: Pakaikan baju yang tipis dan selimuti dengan selimut tipis saja agar panas tubuh bisa keluar dengan mudah. Jangan pakaikan pakaian berlapis tebal.
  • Kompres Air Hangat: Letakkan kompres air hangat di bagian lipatan tubuh (seperti dahi, ketiak, atau selangkangan). Hindari kompres air dingin atau alkohol karena bisa membuat anak menggigil dan suhu tubuh justru makin naik.
  • Gunakan Penurun Panas Jika Perlu: Paracetamol atau ibuprofen dapat diberikan sesuai dengan dosis berat badan dan usia anak (selalu baca petunjuk pada kemasan atau konsultasikan dengan dokter/apoteker). Hindari memberikan aspirin pada anak karena risiko sindrom Reye yang berbahaya.

Catatan Penting

Ingatlah bahwa angka pada termometer bukanlah satu-satunya penentu. Perhatikan bagaimana kondisi umum anak Anda. Jika anak masih ceria, mau bermain, dan aktif merespons, biasanya demam tersebut tidak berbahaya meskipun suhunya cukup tinggi.