Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Panduan Gizi untuk Balita Usia 1-5 Tahun

February 5, 2025 by magang rpl
WhatsApp-Image-2025-02-05-at-09.20.46.jpeg

Memenuhi kebutuhan gizi anak tidak hanya saat dia mulai MPASI tetapi juga saat dia sudah masuk usia balita. Balita mulai memahami apa yang ia sukai dan tidak sukai saat mereka tumbuh lebih besar. Saat ini, ibu harus mencari cara agar anak mereka tetap mau makan, tetapi dengan nutrisi yang baik untuk balita. Untuk memastikan bahwa perkembangan balita berjalan dengan baik, berikut panduan tentang kebutuhan gizi seimbang.

Kebutuhan gizi balita usia 1-3 tahun

Sebagai acuan, menurut angka kecukupan gizi tahun 2013, status kebutuhan gizi makro harian balita usia satu sampai tiga tahun meliputi:

  • Energi: 1125 kilo kalori (kkal)
  • Protein: 26 gram
  • Karbohidrat: 155 gram
  • Lemak: 44 gram
  • Air: 1200 milimeter (ml)
  • Serat: 16 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

Jenis vitamin yang perlu didapatkan oleh anak usia 1-3 tahun yaitu:

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg

Sementara takaran dan jenis mineral yang beri diperoleh si kecil usia 1-3 tahun, seperti:

Mineral

  • Kalsium: 650 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Besi: 8 mg

Kebutuhan gizi makro dan mikro balita dari satu tahun hingga tiga tahun harus dipenuhi dengan berbagai mineral di atas untuk menjaga kesehatan mereka.

Panduan untuk menu dan pola makan yang sehat untuk balita 1 – 3 Tahun

Menurut Healthy Children, anak-anak berusia antara satu dan tiga tahun harus mengonsumsi makanan sehat tiga kali sehari dan dua kali sehari. Namun, anak-anak harus tetap makan makanan yang sehat. Menu makanannya dapat disesuaikan dengan anggota keluarga lainnya. Di usia dua tahun, balita mulai berbicara lebih banyak dan membutuhkan nutrisi yang seimbang.

Karbohidrat

Makanan mengandung karbohidrat kompleks dan sederhana. Menurut Kids Health, karbohidrat sederhana adalah nama lain untuk gula yang ada di gula putih, buah, susu, madu, permen, dan sebagainya. Karbohidrat kompleks, di sisi lain, adalah jenis karbohidrat yang lebih sulit dicerna dan menyebabkan anak kenyang lebih cepat. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah umbi-umbian (kentang dan ubi), roti, pasta, jagung, gandum, dan singkong. Makanan-makanan di atas tidak hanya mengandung karbohidrat yang membantu balita makan, tetapi juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu pencernaan.

Protein

Dalam kadar yang berbeda, berbagai jenis makanan, yaitu produk hewani dan nabati, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein balita.Produk hewani memiliki tingkat protein yang lebih tinggi; beberapa jenisnya termasuk susu, telur, daging, ayam, dan makanan laut. Di sisi lain, produk nabati, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran, memiliki jumlah protein yang lebih rendah. Berikut adalah penjelasan tentang jenis protein mana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

Lemak

Untuk meningkatkan asupan lemak balita, pastikan untuk meningkatkan kualitas lemak dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kalori mereka. Selain itu, pastikan sumber lemaknya sehat. American Heart Association menyarankan anak usia dua hingga tiga tahun mengonsumsi sekitar tiga puluh hingga tiga puluh lima persen dari kalorinya berupa lemak. Anak-anak berusia 4-18 tahun mengonsumsi 25-35 persen kalori setiap hari. Minyak sayur, ikan, dan kacang-kacangan adalah beberapa sumber lemak tak jenuh.

Serat

Beberapa jenis makanan mengandung serat, tetapi survei yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics menemukan bahwa 95% orang dewasa dan balita tidak mengonsumsi cukup serat. Bahkan anak-anak dan balita seringkali tidak memenuhi kebutuhan serat harian mereka. Meskipun demikian, pilihan makanan yang kaya serat dapat membantu mengontrol rasa lapar, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan menjaga berat badan balita pada tingkat yang ideal. Sesuaikan menu Anda dengan porsi makan si kecil, seperti pisang, apel, wortel, oatmeal, atau roti gandum, yang mengandung banyak serat. Untuk meningkatkan nafsu makan balita Anda, tambahkan jenis makanan yang mengandung berbagai nutrisi lainnya.

Cairan

Usia, ukuran tubuh anak, kesehatan, tingkat aktivitas, dan kondisi cuaca memengaruhi jumlah cairan yang diperlukan balita, menurut laman kesehatan anak. Ketika anak balita bergerak aktif, seperti bermain permainan atau berolahraga, mereka biasanya minum lebih banyak. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, anak-anak berusia 2-5 tahun membutuhkan jumlah cairan berikut:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1200 ml
  • Balita usia 4-6 tahun: 1500 ml

Jumlah cairan yang diperlukan anak balita di atas tidak harus berasal dari air putih atau air mineral; mereka dapat menggunakan susu UHT atau formula yang mereka konsumsi setiap hari. Anda dapat memberi mereka air putih setelah makan, saat bangun pagi, atau setelah berolahraga. Anak memerlukan cairan untuk mengisi kembali keringatnya yang hilang saat beraktivitas atau berolahraga. Ketika si kecil ingin tidur atau sebagai selingan, susu bisa diberikan. Anak balita berusia 1-5 tahun sangat aktif dan membutuhkan banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka. Karena balita sering mengabaikan rasa haus saat bermain, mereka lebih cenderung mengalami dehidrasi.

Zat besi

Menurut Angka Kecukupan Gizi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat besi harus dipenuhi anak usia 1-5 tahun:

  • 1 – 3 tahun sebesar 7 mg/hari
  • 4– 6 tahun 10 mg/hari

Tanpa zat besi, tubuh tidak mampu membuat hemoglobin dan tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup. Ini berarti sel-sel di dalam tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Kalau sudah begini, anak bisa mengalami anemia atau kurang darah.Gizi penting yang mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah anemia adalah zat besi. Menurut ICHWB 2023, anak yang memenuhi kebutuhan zat besi setiap harinya mengalami peningkatan tinggi 0,5 cm. Ini dapat dicapai melalui asupan gizi yang seimbang, terutama protein hewani yang tinggi zat besi. Salah satu pilihan makanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan zat besi Anak adalah susu. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian si Kecil, berikan susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan zat besi dan vitamin C. Untuk mencegah anemia defisiensi besi, kombinasi zat besi dan vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.

Kebutuhan gizi balita usia 4-5 tahun

Berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi 2013 status kebutuhan gizi makro harian balita usia pra sekolah (4-5 tahun) meliputi:

  • Energi: 1600 kilo kalori (kkal)
  • Protein: 35 gram
  • Karbohidrat: 220 gram
  • Lemak: 62 gram
  • Air: 1500 milimeter (ml)
  • Serat: 22 gram

Sementara kebutuhan zat gizi mikro harian anak, meliputi:

Vitamin

Jenis vitamin yang perlu didapatkan oleh anak prasekolah usia 4-5 tahun yaitu:

  • Vitamin A: 450 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 7 miligram (mg)
  • Vitamin K: 20 mcg

Sementara takaran dan jenis mineral yang beri diperoleh anak prasekolah usia 4-5 tahun, seperti:

Mineral

  • Kalsium: 1000 gram
  • Fosfor: 500 gram
  • Magnesium: 95 mg
  • Natrium: 1200 mg
  • Besi: 9 mg

Kebutuhan gizi makro dan mikro balita harus dipenuhi jika mereka ingin tetap sehat. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter anak Anda.

magang rpl

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak