Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Tips-Menjaga-Suhu-Tubuh-Bayi-1200x791.png
3d potret team
27/Feb/2021

Tubuh bayi yang baru lahir masih sangat rentan dengan perubahan suhu. Hal tersebut berbeda dengan kondisi saat ia masih di dalam kandungan yang masih mendapatkan kehangatan.

Bayi baru lahir umumnya memiliki suhu tubuh di sekitar angka 36,7 – 37,5 derajat Celcius. Karena masih berada dalam tahapan adaptasi dengan dunia di luar rahim sang ibu, bayi baru lahir perlu dijaga kehangatan tubuhnya.

 

Tips untuk menjaga suhu tubuh bayi yang baru dilahirkan tetap hangat antara lain :

 

1.Taruh bayi di kamar yang bersuhu ideal

 

Suhu ideal untuk kamar bayi Anda adalah suhu yang tidak membuatnya terlalu kepanasan atau kedinginan. Idealnya Anda harus menjaga suhu kamar bayi antara 18 dan 22 derajat Celsius. Jika Anda sendiri merasa kepanasan atau kedinginan saat berada di kamar Si Kecil, kemungkinan besar suhu kamar tersebut tidak sesuai untuk bayi Anda.Untuk mengetahui apakah Si Kecil kedinginan atau tidak. Selain memeriksa tengkuk dan telinga bayi, Moms bisa menyentuh tangan dan kakinya. Meski tangan dan kaki bayi baru lahir biasanya lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya, saat tangan dan kaki bayi sangat dingin, ini bisa menjadi indikator bahwa bayi Anda merasa kedinginan. Saat Si Kecil kedinginan, kulitnya juga mungkin akan terlihat lebih pucat daripada biasanya dan muncul bintik-bintik.

 

  1. Berusaha melakukan skin to skin

 

Menghangatkan tubuh si Kecil dari udara dingin bisa dilakukan dengan melakukan kontak skin to skin.

 

Untuk moms yang belum mengetahui istilah ini, kontak skin to skin adalah kondisi di mana si Kecil akan bersentuhan kulit secara langsung bersama orangtuanya. Skin to skin contact ini bisa dilakukan si Kecil bersama moms  atau papa.

 

Kontak kulit ini terjadi dengan sama-sama bertelanjang dada agar sentuhan kulit bisa secara langsung. Peluk dirinya, sehingga suhu tubuh moms yang hangat bisa mengalir ke si Kecil. Dengan memberikan kehangatan ini, suhu tubuhnya pun akan meningkat.

 

Namun, saat melakukan skin to skin contact perlu sekali menggunakan selimut tipis. Ini berguna untuk menutupi bagian atas agar si Kecil tidak merasa kedinginan saat proses skin to skin contact berlangsung.

 

Selain membantu menghangatkan suhu tubuh si Kecil yang kedinginan, skin to skin contact dapat memiliki manfaat lain seperti:

 

– mengurangi stres,

– meningkatkan bonding,

– membantu proses menyusui,

–  menyesuaikan kinerja tubuh,

– meningkatkan kualitas tidur,

– mempercepat perkembangan otak,

menjaga pengaturan terhadap suhu tubuh.

 

  1. Jangan tempatkan bayi di ruangan ber Ac

 

Sebagian besar moms akan meletakan bayinya pada ruangan ber-AC karena dianggap lebih sejuk dan nyaman. Namun tidaklah demikian, karena kulit bayi masih cukup sensitif pada suhu yang cukup ekstrem.

 

  1. Selimut

 

Saat berada di cuaca yang cukup dingin untuk bayi, dengan menggunakan selimut yang lembut cukup untuk menjaga tubuh bayi agar tetap hangat. Tutup tubuh bayi sebagian dengan selimut seperti dari ujung kaki hingga dadanya.

 

  1. Menghangatkan tubuh

 

Cara menghangatkan tubuh bayi bisa dengan memakaikan tutup kepala seperti kupluk, kemudian sebisa mungkin tempatkan bayi berada di antara kedua sisi payudara sang ibu. Kemudian palingkan wajah bayi ke salah satu sisi payudara ibu. Penting diketahui bahwa posisi perlu diperhatikan agar bayi tetap dapat bernafas dengan optimal.

 

Pastikan juga bayi hanya memakai popok, kaus kaki dan kupluk. Sederhananya, agar bayi dapat berkontak kulit langsung kepada ibunya dan dapat merasakan kehangatan langsung dari ibunya. Dan menghangatkan tubuh ala kangguru ini hanya boleh dilakukan minimal 60 menit karena bayi dapat merasa stres akibat perubahan posisi yang cepat.


Tips-Bayi-Tidur-Nyenyakk-1200x791.png
3d potret team
27/Feb/2021

Setelah si kecil lahir, kehidupan Bunda pun berubah, termasuk rutinitas harian, terutama waktu tidur. Ibu yang baru memiliki bayi mungkin merasa kesulitan mencari cara agar bayi tidur nyenyak sepanjang malam.

Bayi baru lahir belum memiliki pola tidur teratur. Seringkali di tengah malam, mereka terbangun karena popok yang basah atau kelaparan.

 

ada beberapa trik yang bisa Bunda terapkan untuk membuat Si Kecil terlelap sepanjang malam antara lain :

 

1.Menyusui bayi

 

“Salah satu penyebab bayi tidur gelisah di malam hari adalah dia lapar. Untuk itu, Bunda disarankan memberinya dream feed. Ini istilah untuk ibu menyusui bayinya di antara jam 10 malam sampai tengah malam. Cara membuat bayi tidur ini bisa dicoba karena dream feed dapat membuat bayi tidur lebih lama,” papar Young.

 

Saat menyusui bayi, bila dia ada di boks, tetap redupkan lampu dan angkat dia pelan-pelan dari boksnya. Lalu, posisikan dengan tepat sehingga bayi bisa melakukan pelekatan dengan baik. Dalam kondisi setengah mengantuk, Bunda bisa memastikan mulut bayi berada di puting, kemudian susui. Setelah itu, taruh bayi pelan-pelan di boksnya. Ini bisa jadi cara menidurkan bayi setelah menyusu di malam hari yang efektif buat Bunda.

 

  1. Atur waktu tidur

 

Bayi yang baru lahir membutuhkan pengasuhan dan sentuhan lembut. Bayi yang baru berusia sekitar 6-12 minggu diketahui memiliki waktu tidur malam hari yang lebih banyak, durasinya 8-10 jam.

 

Biasanya, bayi yang berusia sekitar 8 minggu tidur selama 6 jam di malam hari tanpa harus diberi makan. Fakta ini harus jadi panduan Mama untuk mengatur jam tidur si Kecil. Jadi, jika Mama ingin memiliki kualitas tidur yang cukup, kondisikan bayi mama untuk tidur pukul 22.00 berbarengan dengan Mama tidur. Ia akan tidur nyenyak sampai kira-kira jam 4 pagi.

 

Bagaimana cara menahan bayi untuk tidak tidur sebelum jam 22.00? Ajaklah ia beraktivitas, misalnya dengan mengajaknya mengobrol, membacakan cerita, atau mendengarkan musik. Dengan kegiatan-kegiatan itu, bonding berkualitas akan tercipta.

 

  1. Kenalkan rutinitas tidur yang baik

 

Mitos membiarkan bayi tidur sendiri dan mengabaikannya waktu ia menangis, akan membuat tidurnya nyenyak, adalah salah. Ada cara yang lebih lembut dibandingkan cara itu.

 

Mulailah dengan mengenalkan rutinitas tidur yang konsisten kira-kira dimulai sekitar 1 jam sebelum waktu tidurnya tiba. Gunakan ritual sederhana, seperti mengganti bajunya, mengelap tubuhnya, meredupkan lampu, dan menyanyikan lagu atau membacakan doa. Baiknya, lagu dan doa ini isinya sama setiap malam, untuk menandakan tibanya waktu tidur. Tetaplah di samping tempat tidurnya sambil menepuk-nepuk punggungnya hingga si Kecil lelap.

 

  1. Beri si bayi teman tidur

 

Selain mengantarkan tidur dengan nyanyian atau dongeng, mainan teman tidur bisa membantu si Kecil lebih nyenyak. Teman tidur ini membuatnya merasa lebih aman saat terbangun tanpa ada Mama di sisinya. Secara tidak langsung, ini juga menanamkan kemandirian pada anak.

 

Tapi, hati-hati ya Ma. Pilih teman tidur untuk si Kecil yang tetap aman untuknya. Jangan benda yang terlalu lembut, besar, dan berpotensi menghalangi jalan napas bayi jika tertutup benda itu.

 

  1. Gendong si kecil sebelum tidur

 

Bunda juga bisa membantu menidurkan Si Kecil dengan cara menggendongnya terlebih dahulu. Ketika sudah terlihat mulai mengantuk, segera letakkan Si Kecil di tempat tidur dan biarkan dia tidur dengan sendirinya. Hindari membiarkan Si Kecil terlelap di gendongan Bunda, karena bisa membuatnya terbiasa tidur saat digendong, dan akan membuat Si Kecil lebih sulit untuk tidur sendiri.

 

  1. Buatlah kebiasaan tidur yang membuat bayi nyaman

 

Setiap ibu memiliki cara dan teknik yang berbeda untuk membuat bayi nyaman sebelum tidur, misalnya memandikan bayi sebelum tidur lalu memakaikan baju tidur yang nyaman. Cara lain yang bisa Bunda coba adalah memberikan pijatan yang lembut pada punggung, lengan, dan tungkai Si Kecil.

 

Lakukanlah kebiasaan ini secara konsisten, meski pada akhir pekan. Menurut penelitian, bayi yang selalu menjalani kegiatan yang sama sebelum tidur akan lebih jarang menangis di malam hari, lebih mudah terlelap, dan tidurnya lebih nyenyak.


idealnya-bayi-minum-air-putih.jpg
3d potret team
26/Feb/2021

Bayi yang masih terlalu kecil belum boleh minum air putih?Minum air putih memang baik untuk kesehatan, bahkan sangat dianjurkan. Namun, anjuran ini tidak berlaku untuk bayi..jadi kapan bayi boleh minum air putih?

 

Walau air putih memiliki segudang manfaat, nyatanya pemberian air putih pada bayi ada aturannya. Sejak lahir hingga berusia 6 bulan, bayi hanya boleh mendapatkan pasokan cairan yang berasal dari ASI atau susu formula.

 

Kapan waktu terbaik minum air putih untuk bayi?

 

  • Memberikan air putih atau menambahkan air putih pada ASI atau susu formula kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan bisa menimbulkan risiko pada kesehatannya, meliputi perut kembung, kurangnya minat untuk menyusu, kekurangan gizi, diare, hingga hiponatremia.

jumlah air putih yang boleh diminum masih perlu diperhatikan ya moms , Takaran air putih untuk bayi berusia 6 bulan ke atas adalah sekitar 60 ml, sedangkan bayi berusia 12 bulan ke atas diperbolehkan minum air putih sebanyak 450 ml per hari. Takaran ini akan meningkat, seiring bertambahnya usia bayi.

Oleh karena itu, Bunda baru boleh memberikan air putih kepada Si Kecil jika ia sudah berusia 6 bulan atau sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Sejak usia ini, bayi memang sudah membutuhkan lebih banyak energi dan cairan dari makanan atau minuman selain ASI.Moms juga tidak dianjurkan terlalu banyak memberikan air. Hal ini dikarenakan badan bayi yang kecil lebih berisiko mengalami kelebihan air dan ketidakseimbangan elektrolit

Gejala yang timbul bila bayi mengalami keracunan air adalah muntah tanpa mual, kejang, penurunan kesadaran, mengantuk, dan kebingungan. Tanda-tanda ini disertai dengan lebih sering buang air kecil (> 8 kali), warna urine putih seperti air saja, dan pembengkakan pada wajah, lengan, atau kaki.

Memberikan air putih kepada bayi boleh-boleh saja, tapi pastikan moms memperhatikan takarannya yaa..


Penyebab-Diare-Pada-Bayi-dan-Cara-Mengatasinya-2-1200x791.png
3d potret team
26/Feb/2021

kenaikan berat badan pada bayi bukanlah satu-satunya patokan dari kondisi bayi sehat.

Bayi yang gemuk memang tampak menggemaskan, dan sering menjadi patokan bayi sehat, padahal belum tentu. Kondisi bayi sehat bisa diukur dari berbagai macam hal. Mulai dari kenaikan berat badan bayi, hingga kemampuan sosial dalam berinteraksi dengan orang lain.

 

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengenali ciri-ciri bayi sehat :

 

  1. Bayi dapat menahan berat badannya sendiri

 

Pada usia 1 bulan, umumnya bayi sehat sudah bisa menahan kepalanya sendiri,lalu bayi usia 3 bulan, kemampuan mengangkat kepala akan semakin berkembang.  Saat ini sudah bisa dilakukan, otot-otot bayi sebenarnya sedang mengalami peregangan untuk berkembang. Tahap ini merupakan tahap perkembangan bayi sebelum bisa tengkurap, berguling, duduk dan juga berdiri.

 

  1. Bisa berinteraksi dengan orang lain

 

Bayi usia 1 bulan, sudah bisa melakukan kontak mata dengan orang lain, termasuk meniru beberapa gerakan yang Anda lakukan. Kemampuan bayi sehat ini akan terus berkembang. Kemudian pada bayi usia 2 bulan, ia mulai tersenyum saat diajak berbicara atau bercanda. Pada usia 4 bulan, perkembangan bayi sudah sampai tahap merespons dengan ekspresi tertawa. Lalu ketika ia menginjak 7 bulan, Anda akan mendapati Si Kecil sudah bisa berinteraksi dengan bayi lain, seperti merebut sesuatu yang dipegang atau meniru suara bayi lainnya. Semua interaksi yang dilakukan bayi tersebut merupakan tanda bayi sehat dan sudah lebih mengenal akan kondisi lingkungan sekitarnya.

 

  1. Mengalami kenaikan berat badan

 

Kenaikan berat badan memang menjadi pertanda bayi tumbuh sehat. Secara bertahap, berat badan bayi akan terus bertambah seiring dengan pertambahan usia. Anda harus rutin memeriksakan kesehatan ke dokter guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik, termasuk informasi kenaikan berat badannya. Sejak dilahirkan hingga berusia 6 bulan, kenaikan berat badan bayi yang diharapkan berkisar 150-200 gram per minggu, dan 85-140 gram per minggu untuk bayi usia 6-12 bulan.

 

  1. Tenang saat berada di dekat orangtua

 

Intensitas menangis bayi baru lahir terbilang sering, karena menangis merupakan salah satu cara komunikasi paling mudah bagi bayi. Saat bayi menangis, berikan sentuhan lembut dan ajak bayi untuk berbicara layaknya saat masih berada di dalam kandungan. Hal ini dapat membuat bayi merasa lebih tenang karena mengetahui ada Anda di sampingnya.

 

  1. Menyimak / mendengarkan suara yang didengar

 

Sebenarnya bayi sehat sudah bisa mendengar sejak lahir, namun butuh beberapa minggu baginya untuk menyaring suara yang didengarnya. Saat pendengarannya sudah mulai berkembang, bayi akan mulai memilih mana suara yang menarik perhatiannya dan tidak. Suara kakak atau ayah yang tertawa riang dan suara musik, kemungkinan suara yang dapat menarik perhatian bayi. Jika Anda melihat bayi bereaksi terhadap suara tertentu dan mencari sumber suaranya, ini pertanda bahwa pendengarannya bekerja dengan baik.

 

  1. Tertarik dengan dunia sekelilingnya

 

Saat bayi baru lahir, setidaknya 16 jam waktunya hanya dihabiskan untuk tidur dan 2 jam sekali untuk menyusu. Kebiasaan ini akan berubah seiring bertambahnya usia. Saat memasuki usia 1 bulan, bayi sudah mulai sering terbangun dan mulai tertarik dengan apa yang ada di sekitarnya. Ia akan terlihat diam dan mulai memperhatikan wajah ataupun benda yang sedang Anda pegang. Sebenarnya bayi sedang mencoba untuk mengenal dunia baru dan mencerna informasi baru yang dilihatnya. Ketertarikan bayi ini terjadi saat otot matanya mulai dapat terkontrol dan melihat sesuatu dengan lebih jelas.


Penyebab-Diare-Pada-Bayi-dan-Cara-Mengatasinya-1-1200x791.png
3d potret team
25/Feb/2021

Salah satu gangguan pencernaan pada anak adalah diare. Hal tersebut kerap terjadi karena usus pada anak lebih lemah dan sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Tidak semua jenis makanan dapat masuk ke perut dan dicerna oleh usus. Akibatnya, anak-anak rentan terkena diare. Kondisi ini dapat terjadi selama beberapa hari dan akan menghilang dengan sendirinya. Selain itu, kondisi ini juga dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan.

 

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Sebagian kasus diare pada bayi juga berisiko mengalami komplikasi yang berbahaya, jika diare yang dialaminya tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

 

Penyebab diare pada bayi antara lain :

 

– Gastroenteritis dan infeksi usus akibat virus, bakteri, dan parasit

– Keracunan makanan, khususnya pada bayi yang sudah – mengonsumsi MPASI

Terlalu banyak – mengonsumsi jus buah

Alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu

– Intoleransi susu sapi

(Bayi yang sudah mulai mengonsumsi MPASI dan sedang mengalami diare, disarankan untuk menghindari makanan berminyak, berserat tinggi, mengandung banyak gula, dan susu sapi .)

 

Diare bisa menyebabkan tubuh bayi banyak kehilangan cairan dan elektrolit, sehingga dapat memicu dehidrasi. Jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa membahayakan nyawa bayi.

 

Oleh karena itu, moms perlu lebih waspada dan segera membawa Si Kecil ke dokter jika ia mengalami diare beserta tanda dan gejala dehidrasi pada bayi berikut ini:

 

– Mulut kering

– Tidak mengeluarkan air mata saat menangis

– Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau justru tidak berkemih sama sekali

– Kulit terlihat lebih kering

– Terlihat sangat lemas dan sering mengantuk

 

Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan diare pada bayi yang dapat moms lakukan di rumah :

 

  1. Memberikan probiotik

 

Beberapa riset menunjukkan bahwa pemberian probiotik bisa mendukung proses penyembuhan dan mempercepat pemulihan bayi yang mengalami diare. Oleh karena itu, moms dapat memberikan Si Kecil suplemen atau makanan yang mengandung probiotik saat ia terkena diare.

 

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, moms perlu melakukan tindakan pencegahan diare pada bayi dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mencuci tangan sebelum menyiapkan susu dan makanan bayi serta setelah mengganti popoknya
  • Mencuci tangan Si Kecil, terutama setelah ia bermain, menyentuh benda kotor, atau setelah buang air kecil dan buang air besar
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, termasuk mainan dan benda lain yang sering disentuh Si Kecil
  • Memberikan ASI eksklusif secara rutin

Memastikan kebersihan dan kesterilan botol susu yang digunakan, jika Si Kecil mengonsumsi ASI perah atau susu formula

 

  1. Memberikan suplemen zinc

 

Suplemen zinc dapat diberikan untuk mengatasi diare pada balita. Menurut WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang mengalami diare akut dapat diberikan suplemen zinc selama 10–14 hari.

 

Dosis pemberian suplemen zinc pada bayi berusia di bawah 6 bulan adalah sekitar 10 mg per hari, sedangkan pada balita 20 mg per hari. Untuk menentukan dosis dan cara pemberian suplemen yang benar, moms bisa berkonsultasi ke dokter anak.

 

  1. Memberikan ASI dan cairan elektrolit

 

Bayi berusia di bawah 6 bulan yang mengalami diare dapat diatasi dengan pemberian ASI lebih sering. Hal ini karena ASI mengandung nutrisi yang diperlukan untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama BAB.

 

Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi melawan bakteri atau virus penyebab diare. Pada bayi berusia di atas 6 bulan, pemberian ASI boleh dilanjutkan sambil diselingi pemberian cairan rehidrasi oral, seperti oralit atau pedialit, setiap kali ia BAB dan muntah.


Cara-Memijat-Bayi-yang-Benar-1-1200x791.png
3d potret team
25/Feb/2021

Pijatan dari tangan moms yang lembut dapat memberikan banyak manfaat untuk bayi.Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memijat bayi agar tidak menyakiti tubuh mungil nya .

 

Memijat bayi harus dilakukan dengan penuh kelembutan. Sembari memijat, moms juga dapat mengajak si bayi berbicara atau bernyanyi agar dia lebih menikmati masa-masa berdua dengan moms.

 

Waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi adalah ketika dia sedang terbangun atau tidak sedang dalam kondisi tidur , namun dengan kondisi yang tenang.  Pastikan bayi tidak dalam kondisi terlalu lapar atau kenyang saat moms memberinya pijatan.

 

Hindari memijatnya sewaktu dia akan terlelap di waktu tidur siang. Moms boleh memijatnya dan menjadikannya kegiatan rutin sebelum tidur pada malam hari. Hal ini berguna untuk membuatnya tidur lebih pulas. Menjadwalkan memijat bayi usai mandi juga bisa di coba.

 

Agar si bayi menikmati kegiatan pijat bayi ini dengan maksimal, perhatikan segala isyarat yang dikeluarkan olehnya. Isyarat ini bisa menjadi sinyal apakah dia suka dengan pijatan moms atau tidak. Segera hentikan pijatan jika si bayi mulai menangis karena itu pertanda bahwa dia sudah merasa cukup dengan pijatannya .

 

Jika moms ragu atau tidak biss untuk memijat si bayi moms bisa mengikuti kelas khusus pijat bayi untuk mengetahui cara memberikan pijatan yang bermanfaat bagi bayi lebih jauh. Tanyakan pada perawat anak atau bidan moms mengenai lokasi klinik terdekat yang memiliki jadwal kelas pijat bayi yang bisa moms ikuti.

 

  • Persiapan Sebelum Memijat Bayi

 

Pastikan moms menyediakan ruangan bersuhu hangat (sekitar 24 derajat Celcius), dengan suasana tenang dan nyaman. Lalu siapkan segala perangkat yang moms butuhkan saat memijat bayi, seperti handuk atau alas bayi (kain bedong atau perlak), minyak untuk memijat. (disarankan memakai baby oil atau minyak zaitun), pakaian bersih, dan popok. Cuci tangan sebelum melakukan pijat bayi.

 

Setelah semua perlengkapan siap ,moms bisa mulai memijat bayi dimulai dari :

 

Pertama : Kaki

Mulailah memberi pijatan dari tungkai, yaitu pangkal paha hingga ke bawah. Area ini dianggap kurang sensitif sehingga bagus untuk memulai sebuah pijatan. Tuang sedikit minyak ke telapak tangan, lalu gosok-gosok hingga terasa hangat di tangan moms. Setelah itu mulai pijat lembut bagian paha ke arah bawah dan turun ke area betis.

 

Setelahnya moms bisa mulai memijat punggung kakinya dengan gerakan memutar. Moms dapat memberi sedikit usapan saat memijat bagian pergelangan kaki sampai ke jari kaki. Kemudian beralihlah ke bagian telapak kakinya. Gunakan ibu jari moms saat memijat area ini, lakukan gerakan memutar untuk memijat.

 

Selanjutnya moms  bisa memijat jari-jemarinya. Ambil tiap jari memakai ibu jari dan jari telunjuk moms, lalu tarik dengan lembut. Lakukan pada kesepuluh jarinya.

 

Kedua : Lengan

Usai memijat bagian tungkai, beralihlah ke bagian lengan. Mulai pijatan dari lengan bagian atas hingga ke pergelangan tangannya. Sesampainya di pergelangan tangan, putar lembut bagian ini beberapa kali.

 

Lalu pijat telapak tangannya memakai ibu jari moms. Akhiri sesi ini dengan memijat lembut jari-jemarinya.

 

Ketiga : Dada

Letakkan kedua tangan moms di atas dada si bayi. Lalu pijat lembut ke arah luar dengan menekan lembut dadanya menggunakan telapak tangan moms. Ulangi gerakan ini beberapa kali. Kemudian, letakkan satu tangan moms di bagian atas dadanya, lalu pijat lembut ke arah paha.

 

Keempat : Punggung

Posisikan Si Kecil dalam keadaan tengkurap, kemudian pijat area tulang belakang, dari leher hingga pantat, memakai ujung jari moms. Akhiri pijat bayi ini dengan pijatan panjang dari bahu hingga kakinya.

 

Setelah selesai, moms bisa memakaikan popok dan baju, serta memeluknya. Moms juga bisa melanjutkan dengan memberinya makan. Usai dipijat, si bayi mungkin akan terlelap dengan cepat.

 

Pijatan demi pijatan yang moms berikan tidak hanya mendekatkan ikatan  dengan buah hati. Ada banyak manfaat pijat bayi yang dapat dirasakan oleh si bayi, seperti:

 

– Membantunya tidur pulas.

– Dapat membuatnya rileks. Efek ini juga bisa dirasakan oleh moms.

– Membuat bayi jarang menangis dan meredakan tangisan bayi.

– Mengurangi rasa sakit gigi saat gigi si Kecil tumbuh.

– Meningkatkan sirkulasi darah.

– Meningkatkan berat badan.

– Melancarkan pencernaan.

– Mendukung kekuatan otot dan tulang si Kecil.

– Mendukung perkembangan mental, fisik, dan sosial.

– Jika si Kecil terlahir dengan penyakit kuning, pijatan mungkin dapat membuatnya pulih lebih cepat.


Tips-Merawat-Bayi-Baru-Lahir-2-1200x791.png
3d potret team
24/Feb/2021

pijat bayi memang memberikan beragam manfaat. Manfaat pijat bayi tidak hanya bisa didapatkan dari pemijatan oleh tenaga profesional di pusat perawatan bayi atau spa bayi, tapi juga bisa diperoleh dari pemijatan yang Anda lakukan sendiri di rumah.

Cara memijat bayi harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati.

Memijat bayi bisa memperbaiki mood Ibu dan membantu mengatasi depresi postnatal/ baby blues. Gerakan memijat menstimulasi Ibu dan si Kecil mengeluarkan hormon oksitoksin yang memberikan perasaan hangat dan bahagia, sehingga membuat Ibu dan buah hati lebih tenang dan jauh dari stres.

 

berikut manfaat pijat bayi :

 

  1. Membuat Bayi Merasa Lebih Tenang

 

Tidak ada salahnya ibu mencoba melakukan pijatan sederhana di rumah pada bayi. Proses pijat yang dilakukan ibu bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ikatan kedekatan antara ibu dan anak. Gunakan minyak yang aman untuk kulit bayi, lakukan pijatan saat ibu dalam keadaan nyaman dan tenang. Sentuhan dari ibu bisa membuat otak bayi meningkatkan hormon endorfin dan serotonin. Kedua hormon ini dapat membuat bayi lebih tenang, bahagia, dan nyaman.

 

  1. Membuat tidur lebih nyenyak

Penelitian menunjukkan bahwa pijatan pada bayi dapat membuat siklus tidurnya lebih teratur. Ini artinya bayi akan tidur lebih banyak di malam hari dan lebih aktif di siang hari.

Bayi yang rutin dipijat diketahui memiliki kadar melatonin yang lebih tinggi. Secara alami, tubuh akan memproduksi hormon melatonin ketika hari mulai gelap. Melatonin inilah yang membuat tubuh mengantuk. Semakin nyenyak tidur di malam hari, semakin banyak melatonin yang dilepaskan.

Selain itu, pijat bayi juga bermanfaat membuat tubuh bayi rileks, sehingga ia lebih mudah tidur nyenyak.

 

  1. Meningkatkan sistem imunitas bayi

“Ketika dipijat bayi jadi lebih tenang karena produksi hormon-hormon negatif ditekan dan ini membuat metabolisme tubuh bekerja lebih baik. Alhasil, sistem kerja imun bayi pun jadi lebih optimal,” kata dr. Bernie.

 

  1. Melancarkan pencernaan

 

Pijat bayi bisa membuat sistem pencernaannya menjadi lebih nyaman dan bergerak lebih lancar. Ketika bayi rewel karena gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sembelit, atau mengalami kolik, ia akan merasa lebih nyaman setelah mendapatkan pijatan.

Membantu kerja sistem pencernaan dalam melakukan penyerapan nutrisi. “Pada bayi yang diberikan pijatan, penelitian menunjukkan terjadi peningkatan berat badan, karena ternyata ini menstimulasi enzim dalam pencernaan,” jelas dr. Bernie yang merupakan spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

 

  1. Mengurangi kadar bilirubin

Beberapa hari setelah lahir, bayi bisa menjadi kuning. Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kadar bilirubin.

Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa bayi kuning yang mendapatkan pijatan selama 15-20 menit dan fototerapi terlihat mengalami perbaikan yang lebih cepat daripada bayi yang hanya mendapatkan fofoterapi. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pijat pada bayi juga turut berpengaruh pada penurunan kadar bilirubinnya.

 

  1. Menambah berat badan

Pijat menstimulasi saraf vagus yang menghubungkan otak dengan bagian penting tubuh. Stimulasi yang diberikan ke saraf tersebut dapat memperlancar pencernaan, membantu bayi untuk menambah berat badan.

 

  1. Memperkuat hubungan antara orang tua dan bayi

Memijat bayi merupakan cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan bayi. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa pijat bayi dapat mengurangi gejala  depresi pascamelahirkan dan meningkatkan kepekaan orang tua terhadap kebutuhan bayinya.


Tips-Merawat-Bayi-Baru-Lahir-1-1200x791.png
3d potret team
24/Feb/2021

Tips Merawat Bayi Baru Lahir

 

Sebagai calon ibu , merawat bayi yang baru lahir mungkin tidak mudah..banyak orang tua, terutama yang baru pertama kali memiliki anak, masih kebingungan dalam merawat bayi baru lahir.

Berikut tips untuk merawat bayi baru lahir :

 

  1. Memandikan bayi

 

Hindari memandikan bayi baru lahir sebelum tali pusatnya copot dan area pusarnya kering.

Alasan di balik bayi baru lahir tidak perlu mandi terlalu sering karena bisa membuat kulit bayi kering. Kondisi kulit yang terlalu kering ini bisa membuat bayi tidak nyaman karena kulitnya masih sangat sensitif.  Cukup seka Si Kecil dengan waslap. Setelah tali pusatnya copot, mandikan Si Kecil dengan sampo dan sabun yang diformulasikan khusus untuk bayi. Jika perlu, tanyakan kepada dokter mengenai produk yang cocok untuk bayi baru lahir. Selain itu, siapkan juga peralatan yang sesuai untuk memandikan bayi baru lahir, seperti bak mandi bayi dan handuk yang lembut.Saat mengelap bayi, baringkanlah si kecil di atas permukaan yang empuk dan rata seperti kasur. Basahi waslap dengan air hangat dan usap tubuh bayi dari wajah hingga ke kaki.

 

Namun, Ibu juga bisa memandikan si Kecil di bak air hangat. Mandikanlah si Kecil dengan sabun dan sampo khusus bayi Setelah itu keringkan area tali pusat dengan benar.

 

  1. Menggendong bayi

 

Kebanyakan orangtua baru mungkin merasa takut atau ragu untuk menyentuh bayi mereka yang baru lahir, apalagi menggendongnya. Namun,menggendong bayi merupakan salah satu cara membangun ikatan batin dengan buah hati Anda.

 

Anda sebetulnya tidak perlu takut membuat bayi jadi tidak nyaman, terlebih mencederainya, selama cara menggendongnya tepat. Usahakan untuk membuat diri sendiri serileks mungkin sebelum mengangkat bayi.

 

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat menggendong bayi, yaitu:

 

– Mencuci tangan sebelum menggendongnya.

 

– Menopang kepala dan leher bayi saat menggendongnya karena otot dan tulangnya belum kuat untuk menyangga kepalanya.

 

– Tidak disarankan untuk mengguncang tubuh bayi terlalu kencang karena bisa menyebabkan perdarahan di otak

 

  1. Perawatan mata

 

Mata bayi baru lahir sangat halus dan sensitif. Dalam 1 jam setelah kelahiran, dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata untuk memastikan mata bayi bebas dari infeksi.

 

Nah Bunda, pastikan menjaga mata bayi tetap bersih setiap saat. Gunakan kain lembap dan air bersih untuk menyeka mata bayi.

 

  1. Menimbang bayi

 

Kebanyakan bayi baru lahir memiliki berat antara 2-4 kilogram (kg). Bayi baru lahir biasanya turun bobotnya selama seminggu pertama pasca melahirkan karena banyak cairan tubuh yang hilang selama waktu itu. Namun Bunda akan melihat peningkatan berat badan bayi setelah satu minggu atau lebih.

 

Pertambahan berat badan penting untuk perkembangan fisik dan mental bayi. Jika Bunda merasa bahwa bayi tidak naik bobotnya, maka bisa berkonsultasi dengan dokter anak dan sediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk berkembang

 

  1. Mengganti popok

 

Salah satu perawatan bayi baru lahir yang dianggap sulit adalah memasang popok. Anda mungkin akan mengganti popok Si Kecil hingga 10 kali dalam sehari, tergantung asupan yang diterimanya. Umumnya, bayi yang diberikan susu formula sejak lahir akan lebih sering pipis dan buang air besar dibandingkan bayi yang diberi ASI.

Perlu Anda ketahui, bayi biasanya pertama kali buang air besar 1–2 setelah lahir. Kotoran bayi baru lahir berupa mekonium berwarna hitam. Mekonium sendiri terdiri dari lendir, cairan ketuban, dan segala sesuatu yang ditelan bayi saat berada di dalam rahim.

 

  1. Tes APGAR

 

Tes APGAR merupakan tes pertama yang akan dilakukan oleh dokter pada anak untuk memastikan bayi normal. APGAR meliputi Activity, Pulse, Grimace, Appearance, dan Respiration.

 

Semua itu diuji dan akan akan diberikan skor, yang disebut dengan APGAR Score. Jika semuanya normal, tidak ada alasan Bunda untuk khawatir. Skore 7 ke atas dianggap normal, sedangkan skor 4-6 dianggap relatif rendah, sedangkan di bawah 3 dinilai sangat rendah. Jika dokter menentukan bahwa skor bayi terlalu rendah, maka kemungkinan perlu mendapat perhatian medis, Bunda.

 

  1. Tali pusat

Tali pusat menjadi urutan pertama dalam daftar cara merawat bayi baru lahir, karena banyak ibu baru yang bingung dengannya.

 

Perawatan tali pusat harus hati-hati, karena mudah terkena infeksi. Jika tali pusat terkena air saat bayi dimandikan, keringkan dengan cotton buds atau kasa steril.

 

Jangan bubuhi ramuan apa pun pada pangkal tali pusat. Biasanya, tali pusat akan putus antara 1-2 minggu setelah kelahiran, tapi bisa juga lebih cepat atau lambat.


Peran-orangtua-dalam-mengembangkan-bahasa-bayi-2-1200x791.png
3d potret team
23/Feb/2021

Tips agar bayi cepat berbicara

 

Seiring dengan bertambahnya usia anak, salah satu kemampuan yang akan mulai terlihat perkembangannya adalah kemampuan berbicara.

Tumbuh kembang setiap anak memang berbeda. Namun jika anak terasa sangat terlambat berkembang bahkan usia yang sudah seharusnya, bisa jadi ada hal yang salah.

Keterlambatan bicara tersebut bisa jadi disebabkan oleh hambatan pendengaran, hambatan perkembangan otak, minimnya komunikasi dan lain-lain.

 

Maka dari itu, disarankan orangtua bisa lebih dulu mengecek kesehatannya ke dokter. Orangtua juga harus senantiasa menstimulasinya melalui makanan maupun percakapan.

 

Orangtua bisa mencoba langkah-langkah berikut untuk menstimulasi kemampuan berbicaranya:

 

  1. Sering-sering Mengajak Bayi Berbicara

 

Tingkatkan interaksi ibu dengan si kecil dengan sering-sering mengajaknya berbicara. Ibu dapat membicarakan hal apa saja, mulai dari hal-hal yang sedang terjadi, apa yang sedang ibu lakukan, dan menyebutkan benda-benda yang ditemui. Walaupun bayi belum dapat mengerti apa yang ibu bicarakan, tapi lambat laun, bayi akan mengenal kata-kata yang sering ibu ucapkan.

 

  1. Makanan yang Dapat Menstimulasi Anak Bicara

 

Apa saja jenis makanan yang dapat menstimulasinya untuk berbicara?

 

Berikut beberapa daftarnya:

 

– Makanan manis

Bagian titik ujung lidah bertugas untuk menangkap rasa manis sehingga bisa menstimulasi ucapan dan artikulasi konsonan ‘t’, ‘d’, ‘m’, ‘l’, dan ‘r’.

 

Beberapa makanan yang bisa diberikan pada si Kecil antara lain madu, cokelat, atau es krim.

 

– Makanan asam

Bagian titik samping kanan dan kiri berfungsi menangkap sensor rasa asam yang mampu menstimulasi ucapan dan bunyi konsonan ‘c’ dan ‘j’.

 

Untuk merangsangnya, si Kecil bisa diberikan jenis makanan seperti buah jeruk.

 

– Makanan asin

Bagian titik tengah lidah bertugas menangkap sensor rasa asin serta menstimulasi ucapan huruf konsonan ‘c’, ‘j’, dan konsonan ganda (sengau) ‘ny’.

 

Jenis makanan yang bisa membantu adalah keju parut dan mentega.

 

– Makanan pahit

Bagian titik pangkal (bagian belakang) lidah menangkap rasa pahit dan menstimulasi ucapan konsonan ‘k’, ‘g’, ‘x’, dan konsonan ganda ‘ng’.

 

Makanan yang bisa menstimulasi bunyi ini seperti sawi atau sayur-sayuran hijau lain yang terasa pahit.

 

– Makanan pedas

Seluruh bagian permukaan lidah memiliki titik sensor yang seluruhnya dapat menangkap rasa pedas. Maka dari itu, bagian tersebut dapat merangsang lafal konsonan ‘f’, ‘ch’, ‘sh’, dan ‘s’.

 

  1. Giat Ajak Si Kecil Berkomunikasi

 

Sejak bayi, orangtua harus sudah mulai senang mengajak si kecil berinteraksi dan berbicara kapanpun dan dimanapun. Saat si kecil sedang memegang benda ajak ia berbicara dengan memberi tahu benda tersebut. Ajak juga si kecil untuk mengetahui nama-nama benda di sekelilingnya, dengan cara menunjuk dan memberi tahu nama benda tersebut.

 

Dengan seringnya ibu mengajak si kecil mengobrol ini akan membantu agar si kecil menjadi lebih komunikatif.

 

  1. Mengulang kata berkali-kali

 

Pilih beberapa kata sederhana untuk diulangi beberapa kali. Jika Bunda ingin mendorong si kecil berbicara, libatkan kata-kata dalam rutinitas sehari-hari ya, Bun. Pilihlah beberapa kata atau frasa yang mudah untuk anak Bunda ketahui, selama mereka melewati rutinitas harian.

 

Ucapkan kata-kata tersebut setiap hari karena semakin banyak pengulangan akan semakin baik. Kuncinya, temukan kata-kata atau barang-barang yang Bunda tahu kalau anak Bunda sering perhatikan.

 

  1. Mengajukan pertanyaan

 

Jangan ragu-ragu bertanya kepada Si Kecil tentang benda yang Anda tunjuk. Coba minta ia untuk mendeskripsikan benda tersebut, misalnya bunga, daun, pohon, meja, kursi, pesawat terbang, atau kopi. Tanyakan pada Si Kecil, “Itu namanya apa, ya?”

Anda juga dapat mengajak anak mengunjungi museum, taman bermain, atau kebun binatang, untuk membuka cakrawala pengetahuan Si Kecil dan mengajarinya hal-hal baru. Rasa penasaran akan memancingnya untuk mulai berani bertanya.

 

6 . Mengajak Bernyanyi

 

Bernyanyi bisa menjadi cara agar bayi dapat mengenal banyak kosa kata. Sambil bernyanyi, ibu bisa sambil memeragakan kata-kata dalam lagu tersebut untuk membantu si kecil memahaminya. Jadi ibu, sering-seringlah bernyanyi untuk si kecil ya. Misalnya, ibu bisa bernyanyi lagu tentang hujan ketika sedang turun hujan.

 

  1. Membacakan Buku Cerita

Pilihlah buku cerita bergambar agar sambil bercerita, ibu dapat menunjuk gambar sambil menyebutkan nama benda yang ditunjuk. Ibu juga sebaiknya membaca dengan intonasi nada yang bervariasi agar si kecil tertarik mendengarkan ibu dan mengingat kata-kata yang ibu tekankan.


Peran-orangtua-dalam-mengembangkan-bahasa-bayi-1-1200x791.png
3d potret team
23/Feb/2021

Peran orangtua dalam mengembangkan bahasa bayi

 

Bayi berbicara kepada ibu sepanjang waktu, tetapi kebanyakan ibu tidak menyadari apa yang dikatakan.

 

Nyatanya, arti bahasa bayi biasanya hanya akan diketahui ibu karena ibu yang biasanya lebih sering mengajaknya berbicara.

 

Dengan bayi, biasanya ibu beralih ke mode komunikatif khusus yang dikenal sebagai “bahasa ibu” atau “bahasa bayi,” yaitu biasanya agak berlebihan saat berbicara dan agak musikal karena memiliki nada berbeda-beda dan terdengar tampak menyenangkan.

 

Walaupun mungkin terdengar konyol bagi orang dewasa, penelitian menunjukkan bahwa cara itu memainkan peran penting dalam pembelajaran bahasa, melibatkan emosi bayi dan menyoroti struktur dalam bahasa, untuk membantu bayi memecahkan teka-teki suku kata dan kalimat.

 

Dalam hal ini, orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan bahasa anak. Terutama bagi anak yang masih berusia 9 hingga 13 bulan. Para peneliti mengungkapkan bahwa usia ini merupakan waktu loncatan bahasa karena sang anak akan mengeluarkan kata atau kalimat pertamanya.

 

Perlu adanya beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua dalam perkembangan sang anak sebagai berikut :

 

1.Memahami bahasa bayi

 

Profesor psikologi, Rachel Albert menambahkan, belajar mengoceh atau babbling yang sampai saat ini dianggap hanya sebagai praktik motorik, sebenarnya adalah sesuatu yang dilakukan bayi untuk melatih mulut mereka.

 

Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai kosakata sendiri. Jika bayi mulai babbling, penting untuk memberikan respons kepadanya.

 

“Bagi orang tua, perhatikanlah. Semua suku kata berulang itu merupakan sinyal penting. Mereka memberi tahu kita bahwa bayi menempatkan diri mereka dalam kondisi optimal untuk siap belajar. Mengoceh menciptakan peluang untuk mendapatkan umpan balik sosial yang kita kenal sebagai percakapan,” jelasnya.

 

2.Mengidentifikasi Usia Anak

 

Seelum orang tua mengajarkan suatu hal pada anak. Hendaknya kita mengetahui terlebih dahulu perkembangan yang sedang terjadi pada anak. Pada setiap usia anak memiliki kemampuan berbicaranya masing-masing. Misalnya pada saat anak berusia 10 hingga 18 bulan anak mampu mengucapkan satu kata. Sedangkan untuk anak berusia 24 hingga 30 bulan, ia sudah bisa menggunakan dua frasa kata.

 

Hal ini penting diketahui oleh orang tua agar kita bisa mendidik anak sesuai dengan perkembangan usia dan kemampuan sang anak. Sehingga kemampuan tersebut bisa berjalan secara optimal. Jika kita tidak tahu mengenai hal tersebut, misalnya kita mengajari anak usia 10 hingga 18 tahun dengan mengatakan dua frasa, maka sang anak akan sedikit kesulitan. Karena memang kemampuannya belum sampai disitu.

 

3.Menggunakan gerakan,musik dan ritme

 

Sebenarnya, saat bayi menggerakan tubuhnya dan mulai babbling, bayi sedang menjalin ikatan dengan Moms yang juga akan mengikuti Si Kecil.

 

Penelitian berjudul Fourteen-month-old infants use interpersonal synchrony as a cue to direct helpfulness, menemukan bahwa bayi berusia 14 bulan yang merasa memiliki ikatan dengan seseorang yang dalam hal ini adalah Moms, biasanya cenderung membuat Moms tergerak mengambil benda yang tidak terjangkau oleh bayi.

 

Musik dan ritme menciptakan koneksi karena gerakan sinkron adalah jenis bahasanya sendiri.

 

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa kita tidak bisa bertanya kepada mereka apa yang mereka pikirkan. Kita harus menemukan cara yang cerdas untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan.

 

4.Berbicara dengan bahasa yang benar

 

Saat usia anak, terkadang kita mendengarkan mereka berceloteh dan mengeluarkan kata-kata yang lucu. Pengucapan mereka belum bisa dilakukan dengan benar atau kita sering menyebutnya dengan bahasa kebayi-bayian. Hal ini mungkin dipandang lucu oleh sebagian besar orang. Bahkan, mereka sering mengikuti kata-kata anak tersebut. Misalnya saat anak ingin mengatakan kodok, tapi kata yang keluar adalah todok.

 

Dalam hal ini, orang tua ataupun orang dewasa hendaknya membenarkan perkataan anak yang salah tersebut. Bukan justru mengikutinya. Karena hal ini akan mengajarkan pada sang anak kesalahan dan bisa berdampak pada kepribadiannya. Ia merasa bahwa orang tuanya tidak konsisten karena saat berbicara dengannya mereka menggunakan bahasa kebayi-bayian. Sedangakan pada waktu tertentu mereka juga menggunakan bahasa orang dewasa yang benar. Saat anak mengeluarkan kata yang salah hendaknya kita membenarkan dengan mengulang-ulang kata yang benar. Selain itu, kita harus menjaga perkataan kita, karena sang anak akan dengan cepat meniru apa yang telah kita katakan.

 

5.Memberikan buku bergambar

 

Selain  dengan pengalaman konkret, orang tua dapat memberikan fasilitas berupa buku bergambar. Melalui buku ini, anak bisa melihat segala hal yang mungkin belum pernah ia lihat sebelumnya. Saat ia menunjuk salah satu gambar yang ada di buku tersebut, maka katakanlah itu gambar apa. Selain untuk perkembangan kosa kata anak, hal ini dapat mendekatkan orang tua dengan anaknya.

 

6.Menyebutkan nama nama benda atau orang sekitar

 

pengalaman konkret dapat memudahkan anak dalam pembelajaran. Hal ini pula yang berlaku pada perkembangan bahasa anak. Masih banyak hal yang perlu diketahui oleh anak. Untuk itu sering-seringlah mengajak anak berbicara. Bisa dengan menyebutkan nama-nama benda atau orang di sekitar. Sebagai contohnya adalah saat berada di ruang makan tunjuklah benda-benda yang ada di depannya seperti piring, sendok, garpu atau yang lain, kemudian sebutkanlah nama benda tersebut dan minta sang anak untuk mengulanginya. Tapi hal ini tidak perlu dipaksakan. Atau bisa juga saat Pamannya datang maka katakanlah pada anak jika orang itulah adalah Pamannya. Hal ini dapat membantu anak berlatih dalam mengenal benda atau orang di sekitarnya.

 

7.Bercerita sebelum tidur

 

Kebiasaan bercerita orang tua sebelum anak tidur merupakan salah satu kebiasaan yang baik. Kita harus memilih cerita yang sesuai dengan usia anak. Kemudian dongengkanlah cerita tersebut dengan gaya bahasa yang menarik ditambah dengan ekspresi. Hal ini tidak hanya berguna untuk mengenalkan suatu kisah pada sang anak, namun jalinan kasih akan semakin kuat antara orang tua dan anak.


3DPotret 2020. All rights reserved.