Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
troy-t-CwR42s9tSuQ-unsplash-1200x800.jpg
admin ku
22/Oct/2021

Penyebab Anak Terlambat Bicara 

  • Kelainan pada rongga mulut atau kelinan pada lidah.Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (pengikat lidah) ini, lidah anak terhubung ke dasar mulut.Kondisi ini dapat mempersulit pembuatan suara tertentu, terutama: D L R S T Z th. 
  • Gangguan Pendengaran.
  • Kurangnya stimulasi.Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan bicara dan bahasa.
  • Gangguan spektrum autisme
  • Disabilitas intelektual

Cara Mengatasinya

1. Terapi wicara-bahasa Pengobatan lini pertama adalah terapi wicara-bahasa.

Jika bicara adalah satu-satunya keterlambatan perkembangan, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang diperlukan.Dengan intervensi dini, anak Anda mungkin memiliki kemampuan bicara yang normal pada saat mereka masuk sekolah. Terapi wicara-bahasa juga bisa efektif sebagai bagian dari keseluruhan rencana perawatan jika ada diagnosis lain. Terapis wicara-bahasa akan bekerja secara langsung dengan anak Anda, serta menginstruksikan Anda tentang cara membantunya.

2. Mengobati kondisi yang mendasarinya

Saat keterlambatan bicara terkait dengan kondisi yang mendasari, atau terjadi dengan gangguan yang hidup berdampingan, penting juga untuk mengatasi masalah tersebut.Seperti gangguan pendengaran,masalah pada mulut dan lidah.

Cara mendorong anak dalam berbicara yang dapat dilakukan oleh orang tua:

  • Ajak Si Kecil sering berbicara atau bercerita.Hal ini bisa membantu Si Kecil memahami objek tertentu melalui perkataan Bunda. Terapkanlah hal ini pada kegiatan lainnya, seperti saat mandi, memberikan makan, atau mengganti popok.
  • Belajar sambil bermain.Bermain adalah cara paling ampuh untuk mengajak Si Kecil berinteraksi sambil memberikan pelajaran agar lebih tanggap atas apa yang Anda ucapkan.
  • Nyanyikan lagu sederhana yang mudah diulang.
  • Ajak Sikecil Bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah.
  • Puji perkembangannya.Selalu beri pujian, senyuman, dan pelukan tiap kali Si Kecil mengeluarkan suara atau kosakata baru yang baik. Pada umumnya, bayi belajar berbicara dari reaksi orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga : Ini Alasannya Mengapa Membuat Mailing List Itu Penting!


admin ku
21/Oct/2021

1.Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik

Menyiasati sajian makanan juga bisa menjadi jalan tempuh sebagai cara mengatasi anak yang susah makan. Namun tetap perhatikan porsi makan anak sesuai dengan usianya.Seperti membuatnya lebih warna-warni ,membentuk nasi menjadi berbentuk wajah, kemudian menggunakan sayur dan lauk sebagai pemanisnya.Berkreasilah dengan cara Anda sendiri untuk menemukan variasi tampilan yang menarik di piring makan anak.

2. Buat waktu makan yang teratur

Buatlah jadwal makan yang tetap, yaitu 3 kali waktu makan utama dan 2 kali makan camilan setiap hari,berikan waktu Si Kecil makan selama 30 menit.Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas. Dengan begitu, anak tahu apa yang harus dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

3.Buat waktu makan senyaman mungkin

Cara lain yang mungkin bisa mengatasi anak susah makan adalah dengan mengundang beberapa temannya ke rumah untuk makan bersama.Biasanya, saat makan bersama teman, anak menjadi lebih bersemangat.Jauhkan anak dari televisi, hewan peliharaan, dan mainan saat makan agar ia lebih berkonsentrasi. Biarkan anak mengambil makanannya sendiri dengan tangannya jika ingin. Ini memberikannya kesempatan untuk belajar berbagai tekstur makanan.Anak juga akan merasa lebih nyaman untuk makan sendiri dan ini merupakan suatu pembelajaran tanggung jawab pada anak.

4.Perkenalkan makanan baru secara perlahan

Kadang kala, kondisi anak susah makan dikarenakan ia belum terlalu terbiasa dengan makanan yang Anda sajikan.Perkenalkan makanan baru dengan bertahap. Perkenalkan sedikit demi sedikit dahulu baru kemudian dilanjutkan ke porsi yang agak banyak setelah anak mulai terbiasa.

5.sabar

Ingatlah bahwa ternyata 30 persen anak-anak melalui fase tidak menginginkan makanan apapun. Banyak alasan seperti gigi tumbuh, perut tidak enak, hingga tidak suka dengan menu yang dihidangkan.

Baca Juga: Manfaat Virtual Account untuk Bisnis Toko Online Anda

 


caleb-woods-VZILDYoqn_U-unsplash-1200x800.jpg
admin ku
19/Oct/2021

Perilaku membentak anak hampir tak bisa lepas dari kehidupan orang tua.Walaupun marah adalah hal yang manusiawi, namun sebaiknya kita sebagai orang tua sedapat mungkin menahan diri untuk tidak melakukannya kepada anak.Terlebih jika luapan itu dikeluarkan dalam bentuk kata-kata kasar, omelan hingga membentak Si Kecil.

Menurut penelitian National Institutes of Health, berteriak atau membentak anak dapat membuat anak-anak lebih agresif, secara fisik dan verbal. Berteriak atau membentak anak adalah bentuk meluapkan emosi. Hal ini membuat takut anak-anak dan membuat mereka merasa tidak aman.

Dampak Buruk dari Perilaku Membentak Anak

dampak membentak anak:

  • Anak akan takut untuk mencoba hal yang baru
  • Anak akan mempunya pribadi yang tidak percaya diri
  • Memiliki sifat pemarah dan egois
  • Menjadi pribadi yang tertutup
  • Memiliki sifat yang keras kepalamdan suka membantah

Cara Menghindari Perilaku Membentak:

  • Kenali emosi dan perasaan.Agar terhindar dari bahaya membentak anak, pahamilah apa yang membuat Anda lepas kendali dan terbawa emosi. Misalnya, ketika merasa lelah sepulang kerja atau situasi lainnya di mana Anda menjadi lebih sensitif.
  • Ingat bahwa kepribadia anak adalah hasil dari didikan dan bimbingan orang tua,bahkan jika itu berbentuk bentakan.
  • Tarik napas dalam dalam

Baca Juga :4 Hal Harus Diperhatikan Pada Motor Setiap Bulan


hui-sang-FKwGPzwaGqc-unsplash-1200x800.jpg
admin ku
18/Oct/2021

MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu adalah makanan atau minuman bergizi seimbang yang diberikan kepada bayi berusia 6-24 bulan dengan takaran tertentu guna memenuhi kebutuhan gizi bayi. MPASI juga makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga namun tidak serta merta menggatikan peran ASI.Untuk mengolah MPASI pun tidak boleh sembarangan, karena pengolahannya berbeda dengan makanan orang dewasa.

Tanda-Tanda Bayi Siap Makan 

Bunda harus tau, MPASI wajib diberikan kepada bayi di atas usia enam bulan ya. Memasuki usia ini, anak membutuhkan nutrisi tambahan agar pertumbuhannya lebih optimal.Selain itu umumnya bayi menunjukkan beberapa tanda seperti duduk sendiri tanpa bantuan dan dapat menegakkan kepala. Si kecil menunjukkan 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Memulai Pemberian MPASI

1. Tepat waktu

ESPGHAN (Asosiasi Dokter Anak Khusus Nutrisi dan Pencernaan di Eropa) merekomendasikan pemberian MPASI paling cepat pada usia 12 minggu, dan tidak lebih lambat dari usia 26 minggu (6 bulan). Pemberian MPASI terlalu dini berisiko menyebabkan infeksi saluran cerna, alergi, dan obesitas. Sedangkan jika terlalu lambat akan menyebabkan kekurangan asupan gizi hingga stunting. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter anak untuk menilai apakah Si Kecil sudah boleh mulai diberikan makanan pendamping ASI.

2. Cukup (adequate)

Menu MPASI yang diberikan disarankan mengandung kebutuhan nutrisi yang tidak dapat dipenuhi lagi oleh ASI, terutama jumlah energi, protein, zat besi, dan zinc. Tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi semuanya. Oleh karena itu, berikan MPASI yang bervariasi dan mencukupi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, serta mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral. Menu seperti ini dikenal dengan menu lengkap. Kenalkan buah dan sayur dalam jumlah kecil dengan memerhatikan asupan dan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak pada MPASI. Berikanlah MPASI dari bahan makanan yang biasa keluarga makan. Contohnya ikan kembung, yang ternyata memiliki kandungan protein yang tidak jauh berbeda dari ikan salmon. Dan bahkan, kandungan zat besi dan DHA ikan kembung lebih tinggi dibanding ikan salmon yang cukup favorit menjadi menu MPASI.

3. Aman dan higienis (safe)

Perhatikan kebersihan tangan, bahan, dan peralatan MPASI selama proses persiapan, pembuatan, penyimpanan, dan penyajian MPASI. Pisahkan talenan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang. Cucilah tangan sebelum mempersiapkan MPASI, dan sebelum menyuapi Si Kecil.

Bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di makanan, simpan MPASI di kulkas dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius (kulkas bawah). Simpan daging dan ikan dalam plastik, dan letakkan terpisah dari makanan yang telah dimasak. Makanan yang disimpan dalam suhu ruang (5-60 derajat Celcius), hanya dapat bertahan selama 2 jam.

MPASI yang matang dapat disimpan di lemari es (dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius), untuk pemberian makan selama sehari setelah disimpan dalam wadah tertutup. Lama penyimpanan tergantung dari jenis bahan makanan yang digunakan. MPASI yang disimpan beku dapat dihangatkan dengan direndam air bersama plastik pembungkus makanan, dan pastikan mengganti air setiap 30 menit. MPASI dapat juga dihangatkan menggunakan microvawe, namun perlu diperhatikan bahwa panas yang dihasilkan tidak tersebar merata. Perlu diingat, makanan beku yang telah dihangatkan tidak baik untuk dibekukan kembali.

4. Diberikan dengan cara yang tepat (properly fed)

Pemberian MPASI diberikan dengan cara yang responsif (responsive feeding), artinya pemberian MPASI ini harus konsisten sesuai sinyal lapar dan kenyang dari Si Kecil. Walaupun diberikan dengan cara yang responsif, pemberian MPASI tetap perlu jadwal yang teratur, yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya, dengan waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.

Dalam memberikan MPASI, ciptakan suasana makan yang menyenangkan (tidak ada paksaan), serta tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik). Tawarkan selalu jenis makanan yang baru. Terkadang butuh pengenalan 10-15 kali agar makanan dapat diterima dan dimakan oleh Si Kecil. Sajikan jenis makanan baru bersama dengan makanan yang disukai Si Kecil.

Baca Juga: Modal Usaha: Pengertian,Jenis,Hingga Cara Mendapatkannya


zachary-kadolph-Hl_o1K6OPsA-unsplash-1200x800.jpg
admin ku
16/Oct/2021

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan.

Baca Juga: Tips Agar Bayi Cepat Berbicara

Seorang psikolog perkembangan anak, Belden, tantrum adalah hal yang normal terjadi pada setiap anak sebagai bagian dari proses perkembangannya.Namun, orangtua perlu mengetahui tanda tantrum pada anak yang sudah melebihi batas. Berikut tandanya:

  • Memiliki frekuensi mengamuk yang sering.
  • Mengamuk dalam waktu yang lama.
  • Saat mengamuk, melakukan kontak fisik dengan orang lain.
  • Marah sampai melukai diri sendiri.

Tanda di atas bisa menjadi risiko gangguan emosional pada anak. Oleh sebab itu, jika sudah dirasa berlebihan Anda bisa berkonsultasi pada dokter.

Penyebab Tantrum pada Anak

1.Lingkungan

Tantrum bisa saja disebabkan karena anak merasa kewalahan oleh sesuatu. Jadi, bila Si Kecil sering tantrum ketika berada di lingkungan tertentu, berhentilah sejenak dan perhatikan hal apa di lingkungan tersebut yang menyebabkan anak mengamuk. Apakah mungkin karena tempat tersebut terlalu banyak orang? Atau lingkungan tersebut terlalu berisik? Terlalu sempit? Terlalu banyak warna? Atau apakah anak mengamuk karena terlalu sering disentuh orang lain?

2.Ketakutan

Kemungkinan lain penyebab tantrum pada anak adalah ketakutan. Bila kamu takut laba-laba, coba bayangkan bagaimana perasaanmu bila suatu hari nanti bertemu dengan laba-laba? Tentunya kamu akan merasa takut yang luar biasa bukan? Bila penyebab tantrum pada anak kamu adalah rasa takut, pikirkanlah cara bagaimana kamu dapat membantu anak untuk belajar mengendalikan rasa ketakutannya saat melihat bahaya.

3.Orang Tertentu

Tantrum pada anak kadang-kadang juga dapat dipicu oleh orang tertentu. Misalnya, Si Kecil mungkin baru saja bertengkar dengan saudaranya. Pada kebanyakan kasus, anak-anak yang tantrum karena hal ini dapat membaik dengan sendirinya tanpa campur tangan orangtua. Namun, bila amarahnya tidak kunjung membaik dan malah memburuk, segeralah lakukan sesuatu untuk menenangkan anak.

4.Waktu Tertentu

Perhatikan juga apakah tantrum anak terjadi pada waktu-waktu tertentu? Bila iya, kemungkinan anak bergumul dengan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang terjadi pada waktu itu. Misalnya, Si Kecil tantrum setiap kali ayah atau ibu akan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja. Bila demikian, cobalah memberi pengertian pada anak mengenai hal itu dan berilah waktu perpisahan yang sedikit lebih lama bagi anak.

5.Kata-Kata Tertentu

Coba pikirkan apakah ada kalimat yang ayah atau ibu ucapkan yang menjadi pemicu tantrum pada anak? Misalnya, ayah atau ibu mungkin melarang Si Kecil melakukan sesuatu dengan menakut-nakutinya atau mengancamnya, sehingga membuat anak mengalami tantrum. Bila kata-kata ayah atau ibu yang menjadi penyebab tantrum anak, cobalah untuk memikirkan kalimat atau cara mendisiplinkan anak yang lebih baik.

6.Ke-Plin-Plan-an Orangtua

Menjadi orangtua memang sangat menyibukkan dan melelahkan, sehingga wajar saja bila orangtua mudah kehilangan konsistensi alias menjadi plin-plan. Jadi, ketika ayah atau ibu mengatakan pada anak bahwa ia boleh bermain sekarang juga, lalu tiba-tiba berubah pikiran dan mengatakan pada anak bahwa ia baru boleh main setelah makan malam, hal ini bisa membuat anak marah dan akhirnya mengalami tantrum.

Baca Juga : Pentingnya marketing dalam bisnis!


mi-pham-ZcA4ai3bRSk-unsplash-1200x800.jpg
admin ku
14/Oct/2021

1. Orangtua selalu menganggap anak sebagai anak-anak

Tentu secara usia sebagai orangtua kamu lebih dewasa dibandingkan anak-anakmu. Akan tetapi, bukan berarti kamu bisa terus menganggapnya sebagai anak kemarin sore. Dia akan terus tumbuh dan menjadi remaja hingga dewasa.Memperlakukan dia seperti anak-anak terus hanya akan membuatnya tidak diakui. Kalau sudah begitu, mana bisa anakmu merasa nyaman untuk terbuka sama kamu?

2.Malas dan acuh terhadap cerita anak

Giliran anaknya lebih aktif dalam berkomunikasi, kamu sebagai orang tua jangan sampai malah menunjukan respon yang malas atau acuh saat mendengarkannya bercerita ya. Seaktif apapun anak, jika sering kamu cuekin saat ia sedang bercerita, jangan heran kalau anakmu tidak akan lagi mau bercerita.Jangan pula kecewa kalau kamu selalu jadi orang paling akhir yang mengetahui tentang masalah apapun tentang anakmu.

Baca Juga: Peran Orang Tua dalam Stimulasi Anak

3. Menyepelekan pendapat anak meskipun masukannya ada benarnya

Merasa superior hanya karena posisimu sebagai orang yang lebih dewasa, itu sih salah besar. Jika demikian kamu akan terus meremehkan pendapatnya. Padahal bisa saja apa yang dia sampaikan ada benarnya juga. Terus disepelekan oleh orangtuanya sendiri seperti itu, jangan heran kalau anakmu jadi semakin tertutup dan takut berpendapat. Lebih lanjut, efeknya bisa membuat kepribadian dia menjadi tidak percaya diri, lho. Fatal juga kan!

4. Kurangnya Afeksi Kepada Anak

Afeksi adalah keterkaitan emisi atau perasaan pada anggota keluarga, baik secara negatif maupun positif. Afeksi terbaik yang harus ditunjukkan adalah afeksi positif. Afeksi jenis ini berisi hubungan yang hangat, memiliki kasih sayang dan sensitivitas. Orangtua dapat menjaganya dengan melakukan skinship pada anak. Walaupun kebanyakan anak usia puber mulai tidak nyaman dengan hal ini, tapi memberikan sedikit pelukan dan ciuman akan membuat sang anak memahami bahwa dirinya sangat berarti. Berikan juga pujian bagi anak seusai ia berpendapat atau berkarya sehingga ia lebih termotivasi untuk meningkatkan performa kerjanya.

5.Negative thinking

Anak bercerita, bukan untuk mendapat penghakiman atau vonis bersalah darimu. Ia kerap sudah menyadari betul jika bersalah. Justru anak berbagi cerita dengan harapan ia akan mendapat keberanian saat mengakui kesalahan, dan mendapat ‘suntikan’ motivasi dari orang tuanya agar hatinya bisa merasa jauh lebih baik.

Baca Juga: Tips Sukses Digital Marketing


jonathan-borba-RWgE9_lKj_Y-unsplash-1200x800.jpg
admin ku
12/Oct/2021

Mempunyai anak yang bertumbuh dan berkembang secara optimal tentunya menjadi dambaan bagi orang tua, selain mencukupi kebutuhan nutrisi dan memantau tumbuh kembang anak setiap harinya,orang tua berperan dalam memberikan stimulasi untuk perkembangan anak, mulai dari stimulasi motorik halus, motorik kasar, bahasa, dan sosialnya. Anak yang secara konsisten diberikan stimulasi tepat sesuai usianya, tentu akan mencapai potensi tumbuh kembangnya secara optimal.

Lakukan stimulasi untuk perkembangan kemampuan kognitif, motorik, komunikasi, dan sosial, dengan cara:

  • Kognitif
    Kognitif merupakan kemampuan intelektual, seperti kemampuan membedakan suara, tekstur, mengingat, dan menganalisis masalah. Kemampuan kognitif dapat dilatih dengan mengajak anak bermain sambil belajar.
  • Motorik
    Motorik mencakup kemampuan bergerak dan keterampilan koordinasi anggota tubuh. Anak yang bermasalah dalam kemampuan motorik mungkin akan kesulitan dalam belajar menulis, berenang, menggambar, menari, berbicara, atau melakukan gerakan yang memerlukan ketepatan, seperti menangkap bola. Melatih kemampuan motorik juga dapat dilakukan sambil bermain.
  • Komunikasi
    Kemampuan komunikasi anak terkait dengan kemampuan menulis, membaca, dan menjalin hubungan interpersonal, baik saat ini maupun saat dewasa nanti. Cara melatih kemampuan ini yaitu dengan mengajak anak bicara, menyanyikan lagu, dan membacakan dongeng, bahkan sejak Si Kecil hanya mampu berkomunikasi dengan cara tersenyum atau menangis.
  • Sosial
    Merangsang kemampuan sosial anak bisa dilakukan dengan cara membiarkan anak bermain dengan anak lain, dan mengajarkan anak mengenali serta mengendalikan emosi. Berbagai permainan yang melibatkan imajinasi juga dapat menstimulasi kemampuan ini, misalnya bermain boneka dan masak-masakan.

di luar itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menstimulasi anak:

Baca Juga: Tips Agar Bayi Cepat Merangkak

1. Stimulasi bertahap sesuai umur

  • 0-3 bulan: paparkan dengan suara, misalnya lewat suara ibu dan ayah atau musik. Aktivitas menyusui, sentuhan, pelukan, kontak mata, dan senyuman juga akan membantu. Perlihatkan mainan berwarna terang atau hitam-putih yang bergerak/berputar.
  • 3-6 bulan: panggil nama anak, ajak bermain, ajak bercermin, dukung bayi untuk tengkurap, tarik tubuh bayi ke posisi duduk.
  • 6-9 bulan: ajari melambaikan tangan, tepuk tangan, bersalaman, menunjuk benda, duduk.
  • 9-12 bulan: ajari anak untuk mengucapkan kata-kata ‘mama’, ‘papa’, ‘bobo’, dan ‘mimi’. Ajak berdiri, memegang cangkir dan minum dari cangkir, atau meniru tindakan.
  • 12-18 bulan: ajari menunjuk gambar, mengombinasikan kata, menyusun kubus secara vertikal, menggunakan sendok. Ajak secara bertahap untuk berjalan, naik tangga,  berlari-menendang bola.
  • 18-24 bulan: ajari untuk menyebutkan nama gambar, nama bagian tubuh, serta nama aktivitas sehari-hari. Ajak mencuci dan mengeringkan tangan, memakai pakaian, menggosok gigi.
  • 2-3 tahun: anak distimulasi untuk dapat menyebutkan nama saudara atau temannya, menyebutkan warna, mengenal kata sifat, menghitung mainan, membuat garis vertikal mengikuti contoh, menggosok gigi, serta membantu pekerjaan rumah.
  • 3-5 tahun: toilet training, menggambar lingkaran/persegi mengikuti contoh serta mulai kenalkan pada huruf dan angka. Stimulasi untuk dapat menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai suatu hal sederhana, misalnya cerita pendek.

2. Observasi kemampuan anak.

memerhatikan perilaku dan kondisi anak ketika bermain. Hal ini penting karena bisa untuk memantau perkembangan kemampuan motorik anak. Jika nantinya membutuhkan bantuan, Moms dapat mendiskusikan dengan ahli melalui screening tumbuh kembang anak.

3. Waktu

Perkembangan otak terpesat terjadi sampai usia dua tahun. Pada masa ini stimulasi sangat penting. Stimulasi harus dilakukan setiap hari dan sesering mungkin. Lakukan saat anak dalam kondisi nyaman; misalnya: saat anak tidak sedang lapar, haus, atau mengantuk.

Baca Juga: 5 Kesalahan Penyebab Bisnis Gagal


v-10-1200x791.png
3d potret team
30/Mar/2021

Merangkak adalah salah satu tahap perkembangan pada bayi, sebelum mereka beranjak untuk berjalan, bertumpu dengan kedua kakinya yang mungil.

Proses belajar merangkak menjadi hal yang cukup rumit namun di saat yang sama juga terasa mudah.

Sebenarnya merangkak adalah perkembangan alami pada bayi yang terjadi saat bayi sudah siap.

Namun, perlu diketahui, perkembangan setiap bayi berbeda beda , jadi bunda tidak perlu terlalu khawatir dan membandingkan tahapan perkembangan si kecil dengan yang lainnya.

 

berikut beberapa tips and trik agar bayi cepat merangkak :

 

 

  1. Mainan

 

Bermain dengan mainan favoritnya

Ajaklah bayi bermain dengan mainan favoritnya, gunakan mainan kesukaan yang mempunyai warna yang mencolok. Bermainlah dengan bayi dengan cara menggeser-geser mainan hingga bayi bisa meraihnya sambil merangkak. Ini sangat berguna untuk melatih agar bayi bisa merangkak dengan lancar.

 

  1. Ajak bayi merangkak di lantai

 

Bayi lebih cepat mempelajari cara merangkak saat dia melihat orangtua atau saudaranya melakukannya. Bayi bisa meniru gerakan dan berusaha untuk merangkak. Orangtua juga bisa memancingnya dengan mainan agar dia mau bergerak ke arah mainan itu.

 

  1. Tummy time / latihan tengkurap

 

Saat bayi dalam keadaan bangun, biarkan ia tengkurap. Latihan tengkurap bisa dilakukan jauh sebelum bayi siap untuk merangkak.

 

Kemudian, bermainlah dengannya dalam posisi yang tersebut. Saat tengkurap sambil mengangkat kepala maupun kaki itulah secara otomatis bayi akan melatih otot perut yang berguna dalam tahapan merangkak nantinya.

 

  1. Sediakan ruang yang nyaman untuk merangkak

 

Atur ruangan yang cukup nyaman dan lantai yang bersih supaya dapat dijelajahi dengan aman oleh bayi bunda. Karpet yang lembut akan membantu bayi untuk bergerak lebih mudah.

 

  1. Melakukan pijat

 

Jika bayi Bunda sulit mendapatkan stimulasi untuk merangkak, ada baiknya bunda melakukan pijat seperti terapi okupasi, senam, dll. Jika ini tidak bekerja, langsung berkonsultasi dengan dokter yang ahli dibidangnya.

 

  1. Pancing dengan suara

 

Saat Si Kecil merangkak, ia juga mulai untuk mengeksplorasi segalanya, termasuk mulutnya. Bayi akan mencari apa saja untuk dimasukkan ke mulut dan ini adalah hal normal. Bayi akan mencoba mengenal ukuran, rasa, tekstur, lewat mulutnya. Jadi, siap-siap jika segala hal yang ada di rumah akan mengandung air liur si kecil .

 

Untuk mengimbangi eksplorasi mulutnya, latihlah pendengarannya dengan suara. Bisa dengan musik, panggilan, maupun tepuk tangan. Selain itu, memancing anak dengan benda berwarna mencolok juga bisa melatih matanya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

 

Untuk mengimbangi eksplorasi mulutnya, latihlah pendengarannya dengan suara. Bisa dengan musik, panggilan, maupun tepuk tangan. Selain itu, memancing anak dengan benda berwarna mencolok juga bisa melatih matanya untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.


39ac5ed9170214afea6287912b946cce4bcada90.jpg
3d potret team
29/Mar/2021

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan rasa tidak nyaman atau saat ia membutuhkan sesuatu. Oleh karena itu, bayi menangis atau rewel bisa disebabkan oleh berbagai hal.

 

Cara menenangkan bayi terkadang masih belum diketahui beberapa orang tua. Pada umumnya, bayi memang lebih sering menangis tiba-tiba .

 

Ada saat-saat tertentu ketika bayi cenderung banyak menangis dan tidak bisa ditenangkan ,  Umumnya ini terjadi di sore atau malam hari .

 

Tapi, tak perlu panik, karena biasanya bayi menangis untuk mencari kenyamanan, maka cobalah lakukan sesuatu yang bisa membuatnya nyaman .

 

Berikut beberapa  tips menenangkan bayi ketika rewel :

 

 

  1. Membedong bayi

 

Caranya adalah dengan menempatkan kain bedong atau selimut pada tubuh bayi, lalu lipat secara perlahan hingga ia merasa nyaman. Namun, membedong bayi baru lahir perlu dilakukan dengan teknik yang tepat agar bayi tidak merasa kesakitan.

 

Hindari kebiasaan membedong bayi terlalu kencang karena bisa membuatnya merasa kurang nyaman dan mengganggu pertumbuhan tulang tubuhnya, misalnya tulang panggul.

 

Perlu diingat pula bahwa membedong bayi sebaiknya mulai dihentikan ketika usianya sudah mencapai 2 bulan. Hal ini dikarenakan saat usia tersebut, bayi mulai belajar berguling sehingga ia bisa merasa kurang nyaman untuk bergerak apabila ia dibedong. Selain itu, bayi juga berisiko tercekik kain bedongnya ketika berguling .

 

  1. Menciptakan suara bising atau white noise

 

Di dalam rahim terdapat berbagai suara. Menciptakan suara bising kecil atau white noise dapat membantu bayi merasa seperti kembali ke dalam rahim.

Hal ini dapat dilakukan sebagai cara mendiamkan bayi menangis. Bunda dapat menciptakan suara bising dengan menyalakan kipas angin, penyedot debu, shower, keran air, atau radio.

Suara geraman penyedot debu mungkin terdengar mengganggu bagi bunda . Namun, banyak bayi yang tenang saat mendengar suara itu karena mirip dengan deru suara tubuh yang didengarnya dalam rahim.

 

  1. Mengayun bayi

 

Di dalam rahim, bayi terbiasa dengan banyak gerakan. Mengayun bayi dalam ayunan dapat membantunya tenang dan tertidur.

Selain itu, goyangan dalam kereta bayi, kursi goyang, atau mobil juga dapat membuatnya tenang karena mengingatkannya dalam rahim.

 

  1. Memijat lembut

 

Memijat bayi secara lembut dapat membuatnya merasa tenang dan berhenti menangis. Sebab, sebagian besar bayi senang disentuh.

Bunda mungkin merasa khawatir salah dalam memijat bayi. Selama dilakukan secara lembut dan pelan-pelan, ini biasanya tidak apa-apa dan akan memberi kenyamanan pada bayi.

Sebaiknya, hindari menggunakan minyak atau losion apapun hingga bayi berusia 1 bulan karena dikhawatirkan menyebabkan iritasi. Selain itu, bunda dapat meminta petunjuk pada bidan atau dokter anak untuk memijat bayi .

 

  1. Miringkan tubuh bayi

 

Miringkan tubuh bayi

Salah satu cara menenangkan bayi yang paling mudah dilakukan adalah dengan memposisikan bayi berbaring miring ke samping. Posisi tubuh ini menyerupai posisi bayi ketika ia masih berada di dalam rahim. Oleh karena itu, saat Si Kecil menangis, Bunda dan Ayah bisa coba memiringkan posisinya agar ia merasa lebih tenang dan nyaman.

 

Namun, Bunda dan Ayah tidak boleh meninggalkannya dalam posisi tersebut sendirian, apalagi bila Si Kecil sampai tertidur. Ketika tangisnya mulai mereda dan ia terlihat seakan mulai terlelap, baringkan ia kembali ke posisi telentang.

 

  1. Menghibur bayi

 

Bahkan bayi muda bisa bosan – dan jika mereka melakukannya, itu dapat menyebabkan mereka rewel. Untuk membuat si kecil terhibur, cobalah menceritakan tindakan bunda, penuh dengan suara-suara konyol dan ekspresi animasi. Anda juga dapat mencoba duduk di lantai dengannya dan menunjukkan kepadanya bagaimana mainannya berputar dan berputar.

 

Beberapa bayi suka melihat dan mendengarkan bunda membaca buku papan berima sederhana, sementara yang lain mendapatkan cekikikan jika bunda menyalakan beberapa lagu dan menari bersama mereka.

 

  1. Menyusui bayi

 

Menyusu bisa dilakukan sebagai cara menenangkan bayi menangis. Sebab, terkadang bayi menangis karena mereka lapar. Untuk itu, pemberian ASI mampu membuat mereka kenyang dan berhenti menangis.


8515_tindik-kuping-bayi.jpeg
3d potret team
29/Mar/2021

Tindik telinga bayi perempuan sudah jadi tradisi dalam masyarakat kita. Namun hal ini tidak bebas risiko.

Para orangtua memilih untuk menindik telinga bayi mereka dengan berbagai alasan , ada yang menganggap agar identifikasi jenis kelamin lebih mudah dilakukan, sehingga orang asing akan langsung tahu bahwa si bayi adalah perempuan.

 

Ada juga yang menganggapnya sebagai adat atau kebiasaan keluarga yang harus dilakukan.

 

Tidak dimungkiri, tindik bayi memang menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan sejak dahulu kala. Meski tidak ada larangan mengenai hal itu, setiap orang tua tetap perlu berhati-hati saat melakukannya. Selain itu, orang tua juga harus tahu cara merawat tindik bayi, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan .

 

Berikut tips and trik ketika hendak menindik telinga bayi :

 

 

  1. Kondisi bayi

 

Pastikan saat bunda hendak menindik bayi, tubuhnya dalam kondisi sehat dan bugar. Hal itu untuk mengurangi risiko iritasi atau rasa sakit yang bisa dirasakan bayi nantinya. Setiap kali menusuk kulit bayi,  ada kemungkinan si kecil terserang infeksi. Ini karena bayi masih mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga tubunya sebenarnya belum terlalu kuat.

 

  1. Memilih anting bayi

 

Untuk anting pertamanya, pilih yang bentuknya tusuk, bukan seperti cincin. Pilih yang ukurannya cukup kecil dan rata, sehingga nggak gampang disentuh dan ditarik oleh bayi. Pastikan bagian penutupnya terlindungi dengan baik. Disarankan agar bayi menggunakan anting-anting yang terbuat dari baja khusus (baja ini tidak mengandung nikel) atau emas setidaknya 14 karat. Hal ini untuk menghindari reaksi alergi.

 

  1. Usia

 

Sebagian dokter, akan menyarankan tindik telinga bayi, untuk mengurangi rasa sakit yang akan dirasakan anak, pendapat lainnya adalah bayi tidak mudah nggak berontak ketika ditindik, sehingga lebih aman dan tindik telinga pada anak akan mengurangi risiko tumbuhnya jaringan parut. Namun, di Amerika misalnya, American Academy of Pediatrics atau AAP, menyarankan anak ditindik telinganya ketika ia sudah bisa merawat dirinya sendiri, yaitu usia dua tahun. Atau setidaknya, menunggu hingga usia bayi dua sampai enam bulan. Saran lainnya adalah setelah bayi mendapatkan vaksin tetanus.

 

Pastinya, jika Anda ingin melakukan tindik telinga bayi, Anda mesti lebih dulu berkonsultasi dengan dokter, pastikan semua dilakukan di bawah arahannya.

 

  1. Vaksin tetanus

 

Banyak orangtua yang tidak sabar untuk menunggu sampai 2 tahun untuk menindik bayinya. Kalau bunda adalah salah satunya sebenarnya tidak dilarang. Asalkan bunda tunggu sampai bayi mendapatkan imunisasi pertamanya, yaitu imunisasi tetanus. Saran ini dikeluarkan langsung oleh AAP.

 

Biasanya, vaksin diberikan pada anak sebanyak 4 kali, yaitu di usia 2, 4, 6, dan 15 bulan. Tunggulah sampai usia bayi 2 bulan dan sudah disuntik vaksin, baru ditindik telinganya.

 

  1. Tindik keduanya

 

Meski masih bayi, si kecil sudah bisa merasakan sakit dan trauma, termasuk saat ditindik jarum. Untuk hindari itu, ketika hendak menindik telinga bayi, langsung saja tindik kedua teinganya jangan satu per-satu. Hal itu juga lebih hemat dan memudahkan bunda sehinga tidak perlu bolak-balik .

 

  1. Konsultasi pada tenaga ahli terpercaya

 

Menindik telinga bayi tidak boleh sembarangan. Ketika sudah memenuhi beberapa syarat di atas, ibu juga harus berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk masalah ini. Tenaga ahli di sini maksudnya selain dokter adalah orang yang sudah ahli dalam bidang menindik telinga anak. Jangan sekali-kali menindik sendiri telinga bayi .

 

Setelah semua proses menindik selesai , inilah yang perlu bunda terapkan seperti perawatan tindik bayi sebagai berikut :

 

 

  • Bersihkan Anting Anak Secara Rutin

Anda bisa membersihkan anting sebanyak satu sampai dua kali dalam seminggu. Caranya, lepas anting secara perlahan dari telinga anak, lalu bersihkan dengan alkohol atau cairan desinfektan.

 

Anda bisa menggunakan kapas atau cotton bud sebagai alat bantu untuk membersihkannya.

 

  • Perhatikan Kebersihan Telinga si Kecil

Selain membersihkan anting, Anda juga diminta untuk membersihkan telinga bayi secara berkala. Gunakan sabun khusus bayi atau sabun antibakteri yang dioleskan ke cotton bud, lalu bersihkan bagian telinga yang ditindik.

 

Setelah itu, bilas dengan air bersih dan seka menggunakan handuk yang lembut hingga kering sempurna. Lakukan kebiasaan ini secara rutin, agar telinga bayi tidak terinfeksi.

 

  • Waspada Tanda Bahaya

Segera lepas anting bayi jika telinganya terlihat memerah, berkerak, atau meruam. Bisa jadi, anak alergi dengan bahan anting yang digunakan.

 

Jika ruam bayi semakin parah, segera bawa si kecil ke rumah sakit agar infeksi tidak menyebar ke dalam telinga ataupun bagian tubuh lainnya.


3DPotret 2020. All rights reserved.