Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
3dpotret21.jpg
admin ku
22/Feb/2022

Meluangkan waktu bersama anak menjadi salah satu momen yang bisa membangun kesan baik untuk memori anak maupun orangtua.Quality time yang baik bersama keluarga juga akan membuat anak tumbuh serta berkembang menjadi anak yang lebih bahagia, percaya diri, mengesankan dan cerdas.berikut beberapa ide aktivitas seru untuk  meningkatkan quality time bersama anak.

1. Makan bersama

Makan bersama baik itu sarapan, makan siang atau makan malam akan menjadi aktivitas yang sangat mengesankan. Ini juga akan menjadi kebiasaan yang baik buat anak di mana ia bisa memiliki kebiasaan makan di waktu tepat. Di meja makan, orangtua dan anak bisa saling bercerita satu sama lain, saling bercanda dan menikmati kebersamaan yang ada secara sempurna.

2. Berbagi tugas

Saat mengerjakan tugas rumah tangga, mintalah anak-anak Anda untuk bergabung dan membantu Anda. Anda bisa mengajak mereka , merapikan garasi, membantu Anda di dapur, atau mengatur meja makan.

Dengan begini, Anda akan memiliki kesempatan untuk berbicara dengan anak-anak Anda. Selain itu, menyempatkan waktu untuk melakukan tugas rumah tangga bersama juga akan mengajarkan kepada anak tentang keterampilan hidup yang berharga bagi kehidupan mereka.

3.Membaca Buku Bersama

Sejak anak berusia dini, biasakan untuknya membaca buku. Agar anak tidak bosan, usahakan memberikan buku dengan banyak gambar, banyak warna dan banyak permainan di dalamnya. Sekedar membaca buku bersama anak membantu orangtua dan anak semakin dekat satu sama lain

4.Memasak

Salah satu aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama si Kecil adalah memasak. anda bisa memulai dengan mengajaknya ke supermarket atau pasar tradisional. Tanyakan ia ingin menu makan siang apa hari ini. Ajak si Kecil memilih berbagai macam bahan dan kemudian memasak bersama. 

5.Menonton Bersama

Ajak si kecil untuk memilih sendiri DVD kartun, animasi, atau film bertema keluarga yang disukainya. Luangkan waktu di akhir pekan untuk movie marathon, dan dampingi saat menonton.Dengan menonton tayangan-tayangan edukatif memberi manfaat untuk anak melatih daya tangkap anak, menanamkan nilai-nilai pada anak melalui movie dan melatih kreativitas anak.

6.Hiking

Aktivitas ini sangat menyenangkan dilakukan sebagai quality time bersama keluarga. Berjalan menyusuri hutan membuat anak-anak belajar untuk mencintai lingkungan, tidak membuang sampah di sungai, tidak mencoret pepohonan, dan tindakan tidak bertanggung jawab lainnya. Ajarkan mereka tentang tip sederhana bertahan di hutan. 


3dpotret20.jpg
admin ku
07/Feb/2022

Kecerdasan anak harus diasah sejak awal. Mengasah kecerdasan anak dapat dilakukan dengan menyediakan mainan anak yang edukatif.Ada banyak pilihan permainan edukasi yang bisa dimainkan bersama anak balita. Dengan bermain permainan yang edukatif, orang tua dapat mengajarkan anak dengan cara yang menyenangkan. Permainan edukatif juga dapat meningkatkan kecerdasan, imajinasi, dan keterampilannya.
Mainan anak yang edukatif ada banyak sekali jenisnya, mulai dari yang sederhana dan bisa dimainkan sendiri hingga yang dimainkan bersama anak-anak lainnya.Berikut beberapa rekomendasi permainan edukasi untuk anak.

1. Mainan Balok

Mainan edukasi yang terbuat dari kayu ini terdiri dari berbagai macam bentuk seperti kubus, persegi panjang, balok, segitiga, lingkaran dan lainnya.Mainan ini bisa disusun menjadi beragam bentuk bangunn seperti rumah-rumahan, gedung tinggi atau bentuk lainnya sesuai imajinasi dan kreatifitas anak. Mainan balok ini akan melatih saraf motorik halus pada anak sekaligus kreatifitas berpikirnya.

2. Kertas Lipat atau Origami

Dengan origami orang tua dapat mengajarkan membuat berbagai macam bentuk seperti bunga, binatang, dan sebagainya. Dengan bermain origami dapat merangsang kreatifitas dan keterampilan serta mengendalikan emosi anak.

3.Puzzle kubus

Permainan ini membuat si Kecil harus mencari cara untuk memecahkan kubus.Ini akan membantu mengembangkan memori, koordinasi tangan-mata, dan juga mengasah kemampuan analitis dan pemecahan masalah. Puzzle kubus ini dapat diberikan untuk anak-anak berusia tiga tahun ke atas

4.Rock-a-Stack

Permainan ini akan membantu anak belajar memilah dan menumpuk. Terlebih lagi, anak akan aktif bergerak.Untuk memulainya, warna cerah dan manik-manik yang berputar dapat merangsang perkembangan visual pada anak-anak, sementara menempatkan cincin di tiang memperkuat koordinasi tangan-mata. Mainan ini juga membantu anak-anak belajar membedakan warna.

5.Mainan Jenga

Jenga adalah mainan anak berupa blok-blok kayu berbentuk persegi panjang yang disusun seperti menara. Cara mainnya, blok harus diambil dan dipindahkan tanpa membuat menara kayu roboh. Permainan jenga akan menguji mental anak sekaligus mengajarinya agar berpikir strategis. 

6.Permainan Alphabet

Jenis permainan ini terdiri dari 25 huruf alphabet dengan warna-warni beragam yang sangat cocok digunakan untuk mengenalkan anak dengan abjad. Seiring dengan berjalannya waktu, permainan ini juga akan membantu anak mengeja beberapa huruf hingga akhirnya bisa menyusun kata dengan baik.

7.Permainan Angka

Sama halnya dengan mainan alphabet, mainan anak edukatif yang satu ini juga dapat digunakan untuk mengenalkan anak dengan angka. Di mana selanjutnya, permainan angka ini dapat mengasah kecerdasan berpikir anak dalam belajar menghitung dan menggunakan permainan angka tersebut. Sehingga diharapkan kedepannya anak memiliki kecakapan dalam matematika.


3dpotret2.jpg
admin ku
28/Jan/2022

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The British Journal of Developmental Psychology menemukan bahwa ibu lebih sering menggunakan kata-kata emosional dan topik pembahasan yang melibatkan perasaan saat berbicara dengan anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.

Penulis Ana Aznar dan Harriet Tenenbaum menemukan bahwa ibu cenderung menggunakan lebih banyak bahasa yang sarat perasaan kepada anak perempuan dibandingkan anak laki-lakinya, dan tanpa sadar telah sering menunjukkan stereotip gender pada anak-anak mereka.

Peneliti menguji pemahaman emosional antara anak-anak perempuan dan laki-laki yang berusia 4 tahun dari Spanyol dan menemukan bahwa anak-anak perempuan lebih paham konteks emosional dibandingkan anak laki-laki. Ternyata hal ini tidak lepas dari kebiasaan orangtua mereka yang memberikan perbedaan cara bicara pada anak perempuan dan laki-laki.

Harriet Tenenbaum mengatakan, “Kebanyakan orang tua mengatakan mereka ingin anak laki-laki mereka menjadi lebih ekspresif, tetapi tidak tahu bahwa mereka sendiri yang sebenarnya membentuk anak laki-laki jadi kurang ekspresif terhadap perasaannya.”

Padahal membicarakan perasaan kepada anak laki-laki, seperti layaknya pada anak perempuan, tidak akan membuat anak laki-laki kehilangan sisi maskulinnya. Justru ketika ibu secara merata mengajarkan sisi emosional pada anak perempuan maupun laki-laki, mereka akan tumbuh menjadi sosok yang seimbang secara logika dan perasaan.


3dpotret1.jpg
admin ku
26/Jan/2022

Menginjak masa pubertas, anak remaja pasti mengalami perubahan sosial dan emosional menuju kedewasaan.Sebagai orang tua, kamu memiliki peran besar dalam membantu dan mendampingi anak mengembangkan emosi dan keterampilan sosial mereka. Jaga agar hubungan tetap kuat dan sehat, sebab sangat penting untuk untuk mendukungnya melewati masa-masa penuh perubahan ini.

Selain itu, menghindarkan mereka agar tidak mudah terjerumus karena lingkungannya dan menjaga batasannya.

Lantas, bagaimana cara mendukung mendukung perkembangan sosial dan emosional anak remaja?

1. Jadilah panutan

Sebagaimana dilansir dari Raising Children Network (Australia), orang tua bisa menjadi panutan untuk hubungan positif dengan teman, anak, pasangan, dan kolega.Anak remaja akan belajar dari melihat hubungan yang memiliki rasa hormat, empati, dan cara-cara positif untuk menyelesaikan konflik.

Orang tua juga dapat menjadi panutan cara-cara positif dalam menghadapi emosi, suasana hati, dan konflik yang sulit.Misalnya, manajemen amarah dengan mengatakan, ‘Saya lelah dan kesal. Saya merasa tidak bisa bicara sekarang tanpa merasa kesal. Bisakah kita membicarakannya besok pagi?’.

2. Kenali teman anak 

Mengenal teman anak dan membuat mereka diterima di rumah akan membantu orang tua mengikuti hubungan sosial anaknya.Sesekali orang tua bisa memperhatikannya, dan saat mereka pulang tanyakan kepada anak remaja bagaimana temannya tersebut memberikan pengaruh atau kegiatan apa saja yang dilakukan bersama.

3. Dengarkan perasaan anak

Mendengarkan secara aktif dapat menjadi cara yang ampuh untuk memperkuat hubungan orang tua dan anak.Untuk mendengarkan secara aktif, orang tua perlu meluangkan waktu agar fokus pada topik pembicaraan.Hargai perasaan dan pendapat anak dan cobalah untuk memahami sudut pandang mereka, meskipun itu tidak sama denganmu.

4. Saling terbuka tentang perasaan

Memberi tahu anak bagaimana perasaan orang tua ketika mereka berperilaku dengan cara tertentu membantu anak belajar membaca dan merespons emosi.Cara ini sebagai contoh yang positif dan konstruktif untuk berhubungan dengan orang lain. Misalnya sesederhana dengan mengatakan, ‘Saya merasa sangat senang ketika kamu berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu.’

5. Bicara tentang hubungan dan seksualitas

Jika orang tua berbicara tentang hubungan dan seksualitas secara terbuka dan tidak menghakimi, hal itu dapat meningkatkan kepercayaan di antara kalian.Ketika momen-momen ini muncul, ada baiknya mencari tahu apa yang sudah diketahui oleh anak. Perbaiki informasi yang salah dan berikan fakta.Tentu saja, beri tahu mereka bahwa orang tua akan selalu siap untuk berbicara tentang pertanyaan atau masalah.


3dpotret11-1.jpg
admin ku
24/Jan/2022

Saat sedang merasa kesal, bosan, bahkan sedang lelah, anak-anak sering berubah menjadi pemarah. Ada banyak alasan hal tersebut bisa terjadi. Namun, hal yang paling memengaruhi adalah usia anak yang belum matang dan membuatnya belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi negatif alias amarah.

Meski terkesan buruk, anak-anak sebenarnya perlu untuk mengenali dan merasakan berbagai macam emosi, termasuk yang bersifat negatif. Namun tentu saja, perlu ada peran orangtua dalam mengontrolnya. Sebab, membiarkan anak “menikmati” emosi negatif bisa menjadi masalah pada kehidupan sosialnya kelak.Tidak mudah untuk mengendalikan emosi anak. Bahkan beberapa dari mereka lebih sering atau lebih mudah marah, Bunda

Bagaimana cara mengendalikan emosi pada anak?

1.Hindari memukul

Hindari memukul ataupun hukuman fisik lainnya apapun yang terjadi.Memukul akan mengajarkan anak-anak bahwa menyakiti orang lain itu diperbolehkan. Hal ini dapat menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan menggunakan kekerasan.

2.Berikan dia waktu

 Saat sedang marah, anak mungkin akan secara tidak sengaja melakukan hal-hal yang buruk. Misalnya, melemparkan barang-barang, memaki, atau bahkan menyalahkan anggota keluarga lain. Jika hal ini yang terjadi, orangtua harus mencoba untuk memberikan waktu pada anak untuk menyampaikan kemarahannya.Setelah itu, beritahu padanya bahwa apa yang sudah ia lakukan adalah hal yang salah dan pastikan untuk memberi pengertian pada Si Kecil bahwa hal itu tidak baik dan jangan sampai ia terbiasa dan terus menerus mengulanginya. 

3.Perhatikan nada bicara dan pemilihan kata

Semakin tenang berbicara, semakin mudah juga Anda menenangkan perasaan dan menahan emosi. Sebaliknya, kata makian atau bentakan akan membuat amarah akan semakin naik

4.Selesaikan Masalah

Setelah anak puas melampiaskan amarahnya, cobalah untuk mengajaknya berbincang dari hati ke hati sebagai cara mengendalikan emosi pada anak. Tanyakan apa yang sebenarnya sedang mengganggu dan membuatnya semarah itu. Sebagai salah satu cara mengatasi emosi pada anak, minta ia menceritakan semuanya dan cobalah untuk mendengarkan apa yang dia sampaikan tanpa menghakimi. 

5.Cukup tidur

Tidak sedikit anak yang mengalami kesulitan tidur. Ketika anak-anak tidak cukup tidur, mereka lebih mudah marah dan murung, lebih sulit mentoleransi stres, lebih mudah frustrasi. 


3dpotret8.jpg
admin ku
20/Jan/2022

Cinta dan hubungan keluarga sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Bagaimanapun, emosi dan kasih sayang dapat menjadi fondasi kebahagiaan dalam kehidupan seorang anak. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk melakukan Tindakan dan kata-kata untuk mengungkapkan rasa cinta kepada anak setiap hati.

Berikut beberapa hal sederhana yang dapat membantu Bunda memastikan si kecil mendapatkan cinta dan kasih sayang.

1.Meminimalisir bermain ponsel saat bersama Si kecil

Si kecil akan cenderung bosan ketika orangtua mereka selalu menggunakan ponsel atau pun laptop karena pekerjaan.Cobalah untuk memberikan perhatian penuh kepada si kecil,jangan sampai anda melewatkan masa tumbuh kembangnya.

2.Berikan sentuhan fisik

Biasakan untuk memeluk,mencim maupun membelai Si kecil .Selain membuat merasa dicintai,hal tersebut juga akan menghindarkannya dari depresi yang mungkin ia alami saat dewasa.

3.Dengarkan baik-baik cerita mereka

Anak-anak sering cenderung menceritakan kisah rumit yang jelas penting bagi mereka,meskipun menghabiskan banyak waktu bunda saat mereka bercerita.Namun, mendengarkan mereka dengan seksama adalah kunci membuat mereka merasa dicintai dan menegaskan kembali fakta bahwa mereka adalah bagian penting dari rumah tangga Anda.

4. Mintalah bantuannya

Sangat penting membuat anak merasa eksis dengan memperhitungkannya dalam sebuah pekerjaan. Libatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga. Mintalah bantuannya mengerjakan hal-hal sederhana seperti membuang sampah, mematikan televisi, atau merapikan mainannya sendiri.

5. Ungkapkan dengan kata-kata

Jangan pernah segan mengungkapkan perasaan Bunda kepada Sikecil. Amat penting bagi Sikecil untuk pernah mendengar orang tua mengatakannya secara langsung. Mengatakan secara langsung akan menegaskan dan meyakinkan anak bahwa semua perlakuan Anda terhadapnya selama ini adalah ungkapan kasih sayang.


3dpotret6-1.jpg
admin ku
17/Jan/2022

Anak-anak tidur bersama orang tua mungkin menjadi hal yang biasa kita jumpai.Namun banyak  dari orang tua yang tidak tahu sampai di titik mana mereka akan terus mengizinkan anak tidur bersama mereka.Ada banyak hal yang menjadi kekhawatiran, misalnya adanya mimpi buruk, takut si Kecil tak bisa tidur, dan lain sebagainya. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk anak tidur sendiri?

Sebagian berpendapat bahwa usia yang tepat dimulai sejak 8 tahun, namun ternyata sebaiknya sudah dimulai sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar (SD).Meski ada anak yang mampu beradaptasi dengan cepat, umumnya proses transisi ini akan cukup sulit dilakukan.Bunda bisa mulai menerapkannya secara perlahan dan bertahap.Berikan pengertian bahwa anak sudah besar dan belajar madiri.

Lalu apa saja manfaat membiasakan anak tidur sendiri?Berikut manfaat membiasakan anak tidur sendiri.

Melatih anak mandiri

Manfaat dari membiasakan anak tidur sendiri adalah menjadikannya lebih mandiri.Salah satu contoh yang paling simpel bisa dimulai dari mereka berani tidur sendiri di kamarnya.Kemudian nanti juga akan terlihat dan terbiasa saat mereka menata kamarnya sendiri. Meskipun mungkin tidak serapi Mama saat membereskannya, namun dari hal kecil ini ternyata berdampak sangat besar bagi tumbuh kembang anak, lho.

Meningkatkan kepercayaan diri anak

kebiasaan ini juga dapat sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak yang dimulai sejak mereka berani tidur sendiri. Terbentuknya kepercayaan diri ini nantinya akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak kelak. Terutama dalam hal bersosialisasi.

Melatih disiplin

ternyata membiasakan anak tidur sendiri juga akan membantu anak melatih disiplin. Maksud disiplin di sini adalah saat mereka bisa tahu dan belajar kapan jam tidur dan jam bangun pagi sendiri. Saat tidur sendiri si Kecil akan belajar menyesuaikan pola tidur dengan sendirinya.

Mengenal adanya privasi

Begitupun dengan ruang privasinya.kebiasaan ini akan mengenalkan mereka ruang privasi, baik untuk dirinya maupun orang lain.Menjadikan pembelajaran untuk si kecil menghargai privasi dan setiap orang memiliki privasi.


3dpotret5-1.jpg
admin ku
14/Jan/2022

Saat bayi baru Lahir, orangtua pada umumnya telah menyiapkan serangkaian perlengkapan bayi baru lahir, salah satunya kain bedong. Membedong bayi merupakan salah satu tradisi yang masih dipakai masyarakat luas. Banyak pendapat pro dan kontra mengenai pemakaian kain bedong pada bayi, lalu apa sih manfaat dari membedong bayi? Bagaimana cara bedong bayi yang benar? Yuk simak artikel nya!

Membedong bayi dengan cara yang benar dapat membantu bayi tidur lebih tenang dan lebih nyaman. Berikut beberapa manfaat membedong bayi:

  • Tidur Bayi Menjadi Lebih Nyenyak

Membedong bayi bermanfaat untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak, nyaman dan menenangkan bayi bila dilakukan dengan benar.

  • Mengurangi Risiko Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Membedong bayi bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi yang baru lahir. Namun dengan catatan bahwa bayi harus diletakkan pada posisi telentang menghadap atas.

Membedong bayi berguna untuk membatasi pergerakan bayi saat tidur, sehingga hal ini dapat melindunginya dari hal-hal berbahaya yang dapat menyebabkan SIDS saat tidur.

  • Waktu Tidur Bayi Menjadi Lebih Lama

Pada umumnya bayi mudah terbangun karena suatu hal kecil yang mengganggu dan mengagetkannya. Dengan membedong bayi, bayi bisa tidur menjadi lebih nyaman, tenang dan waktu tidur yang lama.

  • Membantu Menenangkan Bayi

Membedong bayi dapat membuat bayi merasa lebih hangat. Hal ini mengingatkan mereka pada saat berada didalam rahim.

Cara Bedong Bayi yang Benar

Ketika hendak membedong bayi, pastikan Bunda tahu bagaimana cara membedong yang benar. Berikut langkah-langkah dan cara membedong bayi yang benar:

  1. Letakkan kain di permukaan datar dan lipat sedikit salah satu sudutnya.
  2. Letakkan bayi pada lipatan selimut, bahu bayi berada tepat diatas lipatan tersebut
  3. Pastikan kedua tangan bayi berada di bawah mengapit tubuhnya
  4. Tarik sudut selimut dekat lengan kirinya menutupi lengan kiri dan dadanya, kemudian selipkan sudut selimut tersebut di bawah sisi kanan tubuhnya (berikan sedikit kelonggaran agar bayi dapat bebas bergerak).
  5. Tarik sudut selimut dekat lengan kanannya menutupi lengan kanan dan dadanya, kemudian selipkan sudut selimut tersebut di bawah sisi kiri tubunya (berikan sedikit kelonggaran agar bayi dapat bebas bergerak).
  6. Putar atau lipat ujung bawah selimut tersebut dan selipkan ke bagian belakang bayi. Pastikan kedua kakinya agak menekuk ke atas, serta kaki dan pinggulnya dapat bebas bergerak

Hindari membedong bayi terlalu ketat. Hal ini dapat menyebabkan persendian pada kaki bayi melonggar karena kaki terlalu diluruskan. Selain itu, cara ini juga dapat merusak tulang rawan lunak dari rongga pinggul yang mengarah pada hip dysplasia.ru


3dpotret6.jpg
admin ku
12/Jan/2022

Keamanan si kecil adalah hal utama yang perlu di perhatikan ketika memandikan si kecil. Apalagi jika Bunda baru pertama kali melakukannya, pasti akan terasa kaku dan bingung.Moms yang pertama kali melakukannya, pasti menjadi momen yang mendebarkan. Tak sedikit moms yang merasa gugup dan takut melukai bayi, mengingat tulang dan struktur tubuh mereka yang masih rapuh.

Sebelum memulai memandikan bayi, kumpulkan semua perlengkapan seperti handuk, sampo, shower gel, pelembap, pakaian, popok.Selain itu, berikut tujuh hal yang perlu dihindari saat memandikan bayi :

  1. Meninggalkan bayi sendirian

Bayi belum mampu menahan lehernya, sehingga air di dalam bak mandi bisa berbahaya bagi bayi yang baru lahir.Jika moms harus meninggalkan ruangan, gendonglah bayi atau minta seseorang untuk menemani dan mengawasi bayi sementara moms meninggalkannya.

  1. Tidak perlu air banyak

Jika bayi berusia di bawah tiga bulan, moms dapat memandikannya bergantian, sehari cukup dilap baru keesokannya dimandikan dengan air. Jangan menyiramkan terlalu banyak air pada bayi karena bisa membuatnya merasa tercekik.

  1. Mengabaikan rasa tidak nyaman pada bayi

Rasa tidak nyaman yang terkadang ditunjukkan ketika merasa tidak suka untuk dimandikan.Tips memandikan bayi baru lahir yang menangis saat akan mandi ini adalah dengan melakukan alternatif seperti mengusap mata dan wajah bayi dengan menggunakan waslap yang sebelumnya dicelupkan ke dalam air hangat. Setelah bagian wajah, Moms bisa melanjutkan untuk membasuh bagian tubuh bayi lainnya dengan trik yang sama.

  1. Cek temperature air

Supaya aman sangat penting untuk moms mengecek suhu air sebelum memasukan si bayi ke dalam air. Air untuk mandi sebaiknya jangan terlalu hangat, dan juga jangan terlalu dingin, cara untuk mengujinya yaitu dengan lengan atau siku Bunda. Jangan menuangkan air lagi setelah bayi sudah berada didalam air.

  1. Tidak Menggunakan Sabun Khusus Bayi

Hal ini tentunya harus moms hindari kalau tak mau kulit Si kecil gatal-gatal atau sampai iritasi. Menggunakan sabun seadanya atau sabun orang dewasa untuk memandikan bayi merupakan cara yang benar-benar salah. Hal ini karena kulit bayi tentunya sangat berbeda dengan orang dewasa, dimana masih sangat rentan dan sensitif terhadap benda yang masuk atau menempel pada kulitnya. Nah, moms harus memerhatikan betul penggunaan sabun yang digunakan untuk memandikan Si kecil yaa

  1. Tidak lama-lama

Bayi sebaiknya juga tidak dimandikan terlalu lama. Secara bertahap dengan bertambahnya usia, waktu mandi dapat diperpanjang hingga maksimal 10 menit. Mengingat waktu yang demikian pendek, maka sebelum memandikan tepatnya sebelum melepaskan baju bayi siapkanlah perlengkapan mandi terlebih dahulu.

  1. Jangan Memandikan Si Kecil Jika Ia Baru Selesai Makan

Sebisa mungkin, jangan memandikan si kecil jika ia baru saja selesai makan. Biasanya, bayi baru lahir akan muntah setiap kali selesai makan. Jika moms memandikannya selepas makan, bukan tidak mungkin si kecil akan muntah di dalam ember mandinya. Moms jadi harus memandikannya ulang dengan air hangat yang baru.

  1. Jangan biarkan bayi kedinginan

Setelah memandikan, segera tepuk-tepuk bayi Anda. Tutupi kepalanya dengan handuk kering baru agar bayi tidak kedinginan. Menutup kepala penting karena rambut di kepala lebih sedikit dan lebih cepat masuk angin.Ketika bayi mandi, mulailah dengan membasuh tubuh bayi terlebih dahulu baru diakhiri dengan mencuci rambut agar kepalanya tidak basah dalam waktu yang lama.


3dpotret7.jpg
admin ku
10/Jan/2022

Pada umumnya Ibu yang sedang mengandung tidak diperbolehkan Banyak Gerak karena beresiko pada Janin. Namun University of Montreal, Kanada , menunjukkan fakta sebaliknya. Hasil penelitian yang dijelaskan di konferensi Neuroscience di San Diego, Amerika Serikat,  pada tahun 2013  menyebutkan Ibu yang sedang mengandung / hamil harus lebih aktif untuk bergerak.

Penelitian yang melibatkan 60 Ibu  hamil ini dikelompokkan menjadi dua. Kelompok pertama adalah 30 Ibu  hamil yang berolahraga secara rutin seperti berjalan / Jogging lama 20 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Dan Kelompok kedua adalah Ibu hamil yang tidak melakukan Olahraga secara rutin seperti Kelompok pertama.

Setiap bulan, 2 kelompok ibu hamil tersebut  menjalani pemeriksaan di University of Montreal untuk bisa diukur tingkat kebugarannya. Enam bulan setelahnya di mana bayi telah lahir, penelitian pun melibatkan para bayi tersebut. Tepatnya,pada saat bayi berusia 8 – 12 hari.

“Kami mengukur aktivitas otak bayi yang berusia 8 – 12 hari setelah dilahirkan yang dilakukan secara langsung sehingga penelitian ini memiliki hasil lebih terperinci mengenai kemampuan kognitif janin,” ujar Elise Labonte-LeMoyne, dari University of Montreal. Kemudian para bayi dipakaikan alat menyerupai  topi yang dilengkapi monitor untuk merekam aktivitas elektrik di otaknya. Lalu para peneliti memutar bunyi-bunyian dengan volume suara yang rendah secara berulang kali. Sesekali, peneliti juga menyelingi bunyi-bunyian tersebut dengan suara bergemuruh.

“Bayi dengan perkembangan otak yang belum matang akan merespons suara ini dan terekam dalam grafiknya melonjak. Tetapi, bayi yang dilahirkan oleh Kelompok ibu hamil yang pertama yang rutin berolahraga cenderung memiliki grafik yang tumpul. Dapat  disimpulkan bahwa otak bayi tersebut lebih matang,” papar Labonte-LeMoyne.

Pada umumnya setelah bayi berusia 4 bulan, lonjakan pada grafik tersebut baru hilang. “Ibu yang hamil dan rutin berolahraga akan memproduksi zat-zat kimiawi. Zat ini  mengalir melalui darah dan akhirnya bersatu dengan darah bayi melalui plasenta. “Zat kimiawi yang dihasilkan saat berolahraga bermanfaat bagi kesehatan otak bayi. Pada akhir nya, bayi yang lahir dari Kelompok Ibu hamil  pertama yang bergerak aktif, ternyata memiliki perkembangan otak yang lebih optimal dibandingkan Kelompok Ibu hamil kedua yang tidak aktif bergerak,” ujar Labonte LeMoyne.

Dave Ellemberg, PhD., dari University of Montreal sekaligus pemimpin penelitian tersebut Berpendapat “Olahraga akan meningkatkan suplai oksigen ke otak bayi sehingga meningkatkan jumlah zat kimiawi yang memengaruhi tumbuh kembangnya janin. Bayi Anda pun memiliki kemampuan bahasa dan motorik yang lebih pesat.”

Selain berjalan dan Jogging, olahraga semacam aerobik juga menunjukkan hasil yang positif. Menurut spesialis obstetri dan ginekologi, Jennifer Ashton, MD., aerobik akan meningkatkan aktivitas di otak Ibu yang hamil sekaligus otak janin. “Alhasil, bayi Anda pun akan semakin pintar,” ucap Jacquez Moritz, MD., spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Luke’s-Roosevelt, New York.

Selain bermanfaat bagi otak bayi, American College of Obstetrics and Gynecologists juga memaparkan manfaat berolahraga bagi Ibu hamil. Para ahli di lembaga tersebut menyarankan agar Ibu yang sedang hamil berolahraga ringan selama 30 menit yang dilakukan setiap hari supaya memperkecil risiko sakit punggung dan diabetes gestasional serta membuat tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, sebelum memutuskan berolahraga, pastikan Ibu sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu.


3DPotret 2022. All rights reserved.