Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
39ac5ed9170214afea6287912b946cce4bcada90.jpg
3d potret team
29/Mar/2021

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan rasa tidak nyaman atau saat ia membutuhkan sesuatu. Oleh karena itu, bayi menangis atau rewel bisa disebabkan oleh berbagai hal.

 

Cara menenangkan bayi terkadang masih belum diketahui beberapa orang tua. Pada umumnya, bayi memang lebih sering menangis tiba-tiba .

 

Ada saat-saat tertentu ketika bayi cenderung banyak menangis dan tidak bisa ditenangkan ,  Umumnya ini terjadi di sore atau malam hari .

 

Tapi, tak perlu panik, karena biasanya bayi menangis untuk mencari kenyamanan, maka cobalah lakukan sesuatu yang bisa membuatnya nyaman .

 

Berikut beberapa  tips menenangkan bayi ketika rewel :

 

 

  1. Membedong bayi

 

Caranya adalah dengan menempatkan kain bedong atau selimut pada tubuh bayi, lalu lipat secara perlahan hingga ia merasa nyaman. Namun, membedong bayi baru lahir perlu dilakukan dengan teknik yang tepat agar bayi tidak merasa kesakitan.

 

Hindari kebiasaan membedong bayi terlalu kencang karena bisa membuatnya merasa kurang nyaman dan mengganggu pertumbuhan tulang tubuhnya, misalnya tulang panggul.

 

Perlu diingat pula bahwa membedong bayi sebaiknya mulai dihentikan ketika usianya sudah mencapai 2 bulan. Hal ini dikarenakan saat usia tersebut, bayi mulai belajar berguling sehingga ia bisa merasa kurang nyaman untuk bergerak apabila ia dibedong. Selain itu, bayi juga berisiko tercekik kain bedongnya ketika berguling .

 

  1. Menciptakan suara bising atau white noise

 

Di dalam rahim terdapat berbagai suara. Menciptakan suara bising kecil atau white noise dapat membantu bayi merasa seperti kembali ke dalam rahim.

Hal ini dapat dilakukan sebagai cara mendiamkan bayi menangis. Bunda dapat menciptakan suara bising dengan menyalakan kipas angin, penyedot debu, shower, keran air, atau radio.

Suara geraman penyedot debu mungkin terdengar mengganggu bagi bunda . Namun, banyak bayi yang tenang saat mendengar suara itu karena mirip dengan deru suara tubuh yang didengarnya dalam rahim.

 

  1. Mengayun bayi

 

Di dalam rahim, bayi terbiasa dengan banyak gerakan. Mengayun bayi dalam ayunan dapat membantunya tenang dan tertidur.

Selain itu, goyangan dalam kereta bayi, kursi goyang, atau mobil juga dapat membuatnya tenang karena mengingatkannya dalam rahim.

 

  1. Memijat lembut

 

Memijat bayi secara lembut dapat membuatnya merasa tenang dan berhenti menangis. Sebab, sebagian besar bayi senang disentuh.

Bunda mungkin merasa khawatir salah dalam memijat bayi. Selama dilakukan secara lembut dan pelan-pelan, ini biasanya tidak apa-apa dan akan memberi kenyamanan pada bayi.

Sebaiknya, hindari menggunakan minyak atau losion apapun hingga bayi berusia 1 bulan karena dikhawatirkan menyebabkan iritasi. Selain itu, bunda dapat meminta petunjuk pada bidan atau dokter anak untuk memijat bayi .

 

  1. Miringkan tubuh bayi

 

Miringkan tubuh bayi

Salah satu cara menenangkan bayi yang paling mudah dilakukan adalah dengan memposisikan bayi berbaring miring ke samping. Posisi tubuh ini menyerupai posisi bayi ketika ia masih berada di dalam rahim. Oleh karena itu, saat Si Kecil menangis, Bunda dan Ayah bisa coba memiringkan posisinya agar ia merasa lebih tenang dan nyaman.

 

Namun, Bunda dan Ayah tidak boleh meninggalkannya dalam posisi tersebut sendirian, apalagi bila Si Kecil sampai tertidur. Ketika tangisnya mulai mereda dan ia terlihat seakan mulai terlelap, baringkan ia kembali ke posisi telentang.

 

  1. Menghibur bayi

 

Bahkan bayi muda bisa bosan – dan jika mereka melakukannya, itu dapat menyebabkan mereka rewel. Untuk membuat si kecil terhibur, cobalah menceritakan tindakan bunda, penuh dengan suara-suara konyol dan ekspresi animasi. Anda juga dapat mencoba duduk di lantai dengannya dan menunjukkan kepadanya bagaimana mainannya berputar dan berputar.

 

Beberapa bayi suka melihat dan mendengarkan bunda membaca buku papan berima sederhana, sementara yang lain mendapatkan cekikikan jika bunda menyalakan beberapa lagu dan menari bersama mereka.

 

  1. Menyusui bayi

 

Menyusu bisa dilakukan sebagai cara menenangkan bayi menangis. Sebab, terkadang bayi menangis karena mereka lapar. Untuk itu, pemberian ASI mampu membuat mereka kenyang dan berhenti menangis.


8515_tindik-kuping-bayi.jpeg
3d potret team
29/Mar/2021

Tindik telinga bayi perempuan sudah jadi tradisi dalam masyarakat kita. Namun hal ini tidak bebas risiko.

Para orangtua memilih untuk menindik telinga bayi mereka dengan berbagai alasan , ada yang menganggap agar identifikasi jenis kelamin lebih mudah dilakukan, sehingga orang asing akan langsung tahu bahwa si bayi adalah perempuan.

 

Ada juga yang menganggapnya sebagai adat atau kebiasaan keluarga yang harus dilakukan.

 

Tidak dimungkiri, tindik bayi memang menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan sejak dahulu kala. Meski tidak ada larangan mengenai hal itu, setiap orang tua tetap perlu berhati-hati saat melakukannya. Selain itu, orang tua juga harus tahu cara merawat tindik bayi, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan .

 

Berikut tips and trik ketika hendak menindik telinga bayi :

 

 

  1. Kondisi bayi

 

Pastikan saat bunda hendak menindik bayi, tubuhnya dalam kondisi sehat dan bugar. Hal itu untuk mengurangi risiko iritasi atau rasa sakit yang bisa dirasakan bayi nantinya. Setiap kali menusuk kulit bayi,  ada kemungkinan si kecil terserang infeksi. Ini karena bayi masih mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga tubunya sebenarnya belum terlalu kuat.

 

  1. Memilih anting bayi

 

Untuk anting pertamanya, pilih yang bentuknya tusuk, bukan seperti cincin. Pilih yang ukurannya cukup kecil dan rata, sehingga nggak gampang disentuh dan ditarik oleh bayi. Pastikan bagian penutupnya terlindungi dengan baik. Disarankan agar bayi menggunakan anting-anting yang terbuat dari baja khusus (baja ini tidak mengandung nikel) atau emas setidaknya 14 karat. Hal ini untuk menghindari reaksi alergi.

 

  1. Usia

 

Sebagian dokter, akan menyarankan tindik telinga bayi, untuk mengurangi rasa sakit yang akan dirasakan anak, pendapat lainnya adalah bayi tidak mudah nggak berontak ketika ditindik, sehingga lebih aman dan tindik telinga pada anak akan mengurangi risiko tumbuhnya jaringan parut. Namun, di Amerika misalnya, American Academy of Pediatrics atau AAP, menyarankan anak ditindik telinganya ketika ia sudah bisa merawat dirinya sendiri, yaitu usia dua tahun. Atau setidaknya, menunggu hingga usia bayi dua sampai enam bulan. Saran lainnya adalah setelah bayi mendapatkan vaksin tetanus.

 

Pastinya, jika Anda ingin melakukan tindik telinga bayi, Anda mesti lebih dulu berkonsultasi dengan dokter, pastikan semua dilakukan di bawah arahannya.

 

  1. Vaksin tetanus

 

Banyak orangtua yang tidak sabar untuk menunggu sampai 2 tahun untuk menindik bayinya. Kalau bunda adalah salah satunya sebenarnya tidak dilarang. Asalkan bunda tunggu sampai bayi mendapatkan imunisasi pertamanya, yaitu imunisasi tetanus. Saran ini dikeluarkan langsung oleh AAP.

 

Biasanya, vaksin diberikan pada anak sebanyak 4 kali, yaitu di usia 2, 4, 6, dan 15 bulan. Tunggulah sampai usia bayi 2 bulan dan sudah disuntik vaksin, baru ditindik telinganya.

 

  1. Tindik keduanya

 

Meski masih bayi, si kecil sudah bisa merasakan sakit dan trauma, termasuk saat ditindik jarum. Untuk hindari itu, ketika hendak menindik telinga bayi, langsung saja tindik kedua teinganya jangan satu per-satu. Hal itu juga lebih hemat dan memudahkan bunda sehinga tidak perlu bolak-balik .

 

  1. Konsultasi pada tenaga ahli terpercaya

 

Menindik telinga bayi tidak boleh sembarangan. Ketika sudah memenuhi beberapa syarat di atas, ibu juga harus berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk masalah ini. Tenaga ahli di sini maksudnya selain dokter adalah orang yang sudah ahli dalam bidang menindik telinga anak. Jangan sekali-kali menindik sendiri telinga bayi .

 

Setelah semua proses menindik selesai , inilah yang perlu bunda terapkan seperti perawatan tindik bayi sebagai berikut :

 

 

  • Bersihkan Anting Anak Secara Rutin

Anda bisa membersihkan anting sebanyak satu sampai dua kali dalam seminggu. Caranya, lepas anting secara perlahan dari telinga anak, lalu bersihkan dengan alkohol atau cairan desinfektan.

 

Anda bisa menggunakan kapas atau cotton bud sebagai alat bantu untuk membersihkannya.

 

  • Perhatikan Kebersihan Telinga si Kecil

Selain membersihkan anting, Anda juga diminta untuk membersihkan telinga bayi secara berkala. Gunakan sabun khusus bayi atau sabun antibakteri yang dioleskan ke cotton bud, lalu bersihkan bagian telinga yang ditindik.

 

Setelah itu, bilas dengan air bersih dan seka menggunakan handuk yang lembut hingga kering sempurna. Lakukan kebiasaan ini secara rutin, agar telinga bayi tidak terinfeksi.

 

  • Waspada Tanda Bahaya

Segera lepas anting bayi jika telinganya terlihat memerah, berkerak, atau meruam. Bisa jadi, anak alergi dengan bahan anting yang digunakan.

 

Jika ruam bayi semakin parah, segera bawa si kecil ke rumah sakit agar infeksi tidak menyebar ke dalam telinga ataupun bagian tubuh lainnya.


v-9-1200x791.png
3d potret team
27/Mar/2021

Popok memang menjadi perlengkapan yang tidak bisa dipisahkan dari bayi  ataupun balita. Bagaimana tidak, dalam sehari saja bayi bisa berganti popok hingga 10 kali atau bisa lebih dari itu.

 

Memang harus diakui jika popok tidak bisa lepas dari balita. Popok menjadi kebutuhan utama yang harus ada setiap harinya.

 

Pemasangan popok pada balita memang terlihat gampang dan mudah dilakukan, tapi siapa sangka masih banyak persepsi masyarakat Indonesia yang salah paham dalam pemakaian popok pada balita.

 

Selain itu, mengganti popok secara rutin harus diperhatikan Moms secara benar-benar. Jika tidak, kulit balita akan timbul iritasi karena kulit balita lebih sensitif.

 

berikut kesalahan yang sering dilakukan saat mengganti / menggunakan popok bayi :

 

  1. Jarang mengganti popok bayi

 

Berdasarkan hasil riset, rata-rata orang Indonesia mengganti pokok nyaantara 3-6 kali sehari. Namun ternyata frekuensi pergantian popok tersebut masih dikatakan jarang.

 

Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, dokter spesialis anak mengungkapkan bahwa popok harus diganti setiap kali terisi. Hal ini disebabkan struktur kulit balita sangatlah tipis karena ikatan antar yang masih lemah dan halus. Di Jepang, pergantian popok minimal dilakukan 8 kali sehari.

 

  1. Popok terlalu ketat

 

Seringkali bunda memakaikan popok terlalu ketat agar tidak berceceran saat buang kotoran. Namun siapa sangka jika popok yang terlalu ketat, dapat membuat balita merasa tidak nyaman.

 

Selain itu, timbul guratan pada kulit bagian perut balita. Jika hal itu terjadi, Moms dapat meregangkan perekat popok agar lebih longgar dan pas.

 

  1. Tidak menyesuaikan ukuran popok

 

Bunda, pilihlah popok sesuai dengan berat badan si kecil ya. Karena si baby terus tumbuh dan berkembang, beratnya pun juga akan terus bertambah. Karena itulah, jangan membeli popok yang sama tanpa mengetahui dengan pasti berat badannya.

 

  1. Salah memilih popok

 

Memilih popok untuk bayi bukan perkara yang mudah! Bunda memang harus teliti dalam membelinya dan memperhatikan kenyamanan si Kecil saat memakainya sebab tak semua popok cocok untuk digunakan.

 

Karena itu, jika bunda melihat adanya ruam pada area perut atupun kaki, ada baiknya segera mengganti popok yang digunakan. Sebab, ada kemungkinan  kulit  bayi sensitive terhadap bahan yang digunakan oleh popok tersebut.

 

  1. Membersihkan dengan cara yang salah

 

Kesalahan yang sering dilakukan dalam mengganti popok bayi berikutnya adalah mengenai membersihkan kemaluan bayi sebelum menggunakan popok baru. Bunda harus membersihkan area kemaluan bayi dengan tisu atau kapas basah hingga benar-benar bersih.

 

Pada bayi perempuan misalnya, perhatikan cara membersihkannya dengan baik. Disarankan untuk membersihkan kemaluan bayi dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya. Sebab membersihkan dari area anus ke kemaluan bisa meningkatkan risiko bayi terkena infeksi saluran kemih.

 

Untuk bayi laki-laki, jika belum disunat, bunda harus membuka kulit kemaluannya dan membersihkan sela-selanya agar tidak meninggalkan kuman dan menyebabkan infeksi .

 

  1. Lupa cuci tangan

 

Hal yang paling sering dilupakan saat mengganti popok adalah cuci tangan. Jangan hanya peduli dengan kesehatan balita, pedulilah juga dengan kesehatan diri sendiri.

 

Saat mengganti popok, bunda terpapar kuman. Jika tidak cuci tangan yang kotor tersebut bisa mengenai benda lain yang bisa berakibat buruk bagi kondisi bunda dan orang lain karena penyebaran kumannya.


v-9-1200x791.png
3d potret team
26/Mar/2021

Kalau membahas produk perawatan bayi, pasti bunda akan memberikan yang terbaik untuk si buah hati kan? Termasuk saat memilih popok bayi yang aman dan nyaman untuknya.

 

Popok merupakan kebutuhan dasar bayi. Biasanya banyak orangtua memilih popok sekali pakai karena lebih praktis. Meski terbilang mudah, bunda perlu memperhatikan bahan dan ukuran yang cocok utuk si kecil.

 

Banyak orang tua yang memilih popok bayi sekali pakai karena dinilai lebih praktis dan mudah digunakan. Namun, di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang meragukan keamanan jenis popok bayi tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis popok yang aman agar bayi terhindar dari risiko ruam popok.

 

Berikut tips penggunaan popok bayi yang aman :

 

  1. Bahan penyerap pada popok bayi

 

Bagian tengah popok mengandung olahan ampas kayu yang diberi pemutih dan penyerap polimer. Bahan-bahan tersebut memiliki daya serap tinggi.

 

Akan tetapi, beberapa popok bayi ada yang mengandung senyawa kimia dioksin atau klorin untuk memutihkan ampas kayu. Bahan kimia tersebut sempat menjadi perhatian karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kanker.

 

Meski demikian, kadar senyawa dioksin yang terdapat pada popok bayi umumnya sangat rendah, sehingga dianggap aman untuk bayi.

 

Bagian popok yang memiliki daya serap tinggi juga biasanya mengandung bahan polimer, yaitu natrium poliakrilat. Walaupun tidak beracun dan tidak menyebabkan iritasi kulit, bahan ini bisa mengganggu pernapasan bila terhirup.

 

Selain itu, bahan penyerap pada popok bayi sekali pakai juga ada yang mengandung phthalate. Bunda sebaiknya tidak memilih produk popok bayi sekali pakai yang mengandung zat kimia tersebut karena berisiko menimbulkan gangguan pada kesehatan Si Kecil.

 

  1. Parfum

 

Popok sekali pakai ada yang mengandung bahan pewangi atau parfum. Reaksi alergi terhadap bahan pewangi jarang terjadi, namun mungkin saja dialami oleh beberapa bayi yang kulitnya sensitif terhadap parfum.

 

Sebagai alternatif, Bunda dapat menggunakan popok sekali pakai yang terbukti bebas klorin atau menggunakan kapas organik. Selain itu, Bunda juga bisa memilih popok sekali pakai yang bebas lateks, parfum, dan pewarna.

Namun, jika Bunda khawatir dengan popok sekali pakai yang digunakan saat ini, mungkin Bunda bisa beralih ke popok kain. Walau kurang mampu menyerap urine bayi, popok kain memiliki keunggulan, yaitu bebas pewarna dan bahan kimia lainnya.

 

  1. Pilih popok sesuai ukuran bayi

 

Menentukan ukuran popok yang tepat sangat penting. Bila memilih memakaikan popok sekali pakai, pilihlah popok yang sesuai dengan ukuran bayi. Karena popok yang terlalu ketat akan membuat bayi tidak nyaman, dan bisa membuat pantat menjadi lebih lembab. Inilah yang berisiko membuat iritasi pada kulitnya.

 

Bila bunda menemukan ada bekas karet popok pada kulit si kecil, itu menandakan ukuran popoknya terlalu kecil. Cobalah utuk menggantinya dengan ukuran yang lebih besar, atau melonggarkan ikatan karetnya.

 

  1. Sesuaikan harga popok dengan anggaran

 

Soal harga tentu bunda akan mempertimbangkan dengan seksama untuk memilih harga yang cukup ekonomis. Pasalnya, keperluan popok bayi akan meningkat seiring pertumbuhan si kecil.

Untuk itu, pilihlah popok yang sesuai dengan anggaran, namun cocok untuk si kecil.

 

  1. Bahan lapisan popok bayi

 

Lapisan luar biasanya dilapisi dengan plastik yang terbuat dari film polietilena atau bioplastik. Sementara itu, bagian dalam popok yang bersentuhan dengan kulit terbuat dari polipropilena. Kedua bahan tersebut dianggap aman untuk kulit bayi.

 

  1. Pilih bahan popok yang aman bagi kulit si kecil

 

Beberapa bayi mungkin lebih sensitif terhadap merek popok tertentu. Ini bisa ditandakan dengan munculnya kemerahan atau ruam pada kulitnya, seperti di area pantat, dan selangkangan.

 

Disarankan untuk menggunakan popok sekali pakai yang tidak mengandung pewangi apa pun. Jika memilih popok kain, disarankan untuk tidak mencucinya menggunakan detergen yang mengandung pewangi. Sebab, pewangi dapat menyebabkan ruam pada kulit bayi, terlebih pada kulit bayi yang sensitif.


cover-obesitas-pada-anak-3ba83f46ab0094796b5d8bd279fc1c5f.jpg
3d potret team
26/Mar/2021

Melihat bayi yang gemuk, tentu saja membuat siapapun merasa gemas. Tangan dan kaki yang empuk, pipi yang gembul, orangtua mana yang tak bangga dengan si kecil yang lucu. Tetapi, di balik gemuknya si kecil, bukan hanya rasa bangga yang muncul, melainkan juga ada bahaya kesehatan yang mengintainya.

 

Obesitas merupakan kondisi yang ditandai dengan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Tak hanya orang dewasa, anak-anak / bayi juga bisa terkena obesitas.

 

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bayi obesitas, mulai dari faktor keturunan, penyakit tertentu, hingga pola makan tidak sehat. Kondisi ini perlu diperhatikan oleh setiap orang tua, karena obesitas pada anak – anak atau bayi yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu berbagai penyakit serius.

 

berikut ini tips mencegah obesitas pada bayi :

 

  1. Beri makanan padat yang sehat

 

Segera setelah bayi bunda siap makan makanan padat, perkenalkan ia dengan buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, ikan, dan daging. Percayalah, bayi bunda sebetulnya mau kok mencoba semuanya. Manfaatkan momen ini sebaik-baiknya sebelum nanti tiba masanya ia mulai menjadi picky eater dan membangun preferensinya sendiri terhadap makanan yang disukainya.

 

Meskipun bubur bayi fortifikasi dinilai sehat, jangan berlebihan pula memberikannya dan tetap variasikan dengan bahan makanan lain .

 

  1. . Memberi makan sebelum diminta

 

Kadang beberapa ibu harus menunggu sampai si bayi memberi sinyal lapar. Solusi terbaik untuk menghindari obesitas adalah dengan mengatur waktu makan. Berilah bayi bunda ayahmakan secara teratur.

 

Mengontrol nafsu makan anak menjadi cara terbaik untuk mengatasi obesitas. Ini tentu bukan masalah sepele. Obesitas memiliki banyak efek buruk terhadap kesehatan bayi dan bunda .

 

  1. Kontrol porsi susu formula

 

Beberapa bayi mungkin merasa enggan untuk minum ASI. Dalam hal ini, para orang tua biasanya memberi susu formula sebagai alternatif susu bayi.

 

bayi minum susu formula sebenarnya tidak ada masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika porsi susu formula yang dikonsumsi bayi sudah berlebihan.

 

Oleh karena itu, sebagai orang tua, bunda tetap harus mengontrol porsi susu formula demi menjaga kesehatan bayi dan menghindari bayi dari kegemukan

 

  1. Memantau berat badan bayi ideal

 

Buat para orang tua, rutin memantau status gizi dan tingkat pertumbuhan anak dengan menimbang berat badan si kecil penting dilakukan setiap bulan.

 

Alasan mengapa memantau berat badan bayi secara teratur sangat penting dilakukan karena memberi manfaat, di antaranya :

 

– Menjadi gambaran umum perkembangan fisik bayi

– Mencegah kekurangan gizi atau gizi buruk pada anak

– Mengetahui kelengkapan imunisasi anakMendeteksi gangguan atau penyimpangan tumbuh kembang anak sejak dini

– Mencegah obesitas pada bayi

– Memastikan bayi mendapatkan cukup ASI

 

  1. Hindari merespon tangisan dengan makanan

 

Bayi menangis karena berbagai alasan. Kadang karena lapar, kadang juga karena alasan lain yang mungkin tidak bisa dimengerti langsung oleh bunda. Apabila bayi menangis setelah menyusu, cobalah menghiburnya dengan cara lain, bukan dengan memberikannya susu lagi. Sebab, tidak selamanya bayi menangis karena lapar. Dengan cara ini, bunda dapat menciptakan hubungan yang sehat antara anak dengan makanan, yang akan dibawanya hingga dewasa nanti.

 

  1. Perbanyak aktivitas fisik

 

Ajak bayi bergerak sejak dini. Tidak hanya tiduran sepanjang hari. Bawa si Kecil ke lantai, lakukan tummy time, dorong ia agar bergerak. Buat tempat yang aman bagi mereka untuk menjelajah, belajar berjalan, dan berlari. Ketika ia nanti mulai belajar berjalan, ajak mereka jalan-jalan sesering mungkin, bahkan jika itu hanya mengelilingi penjuru rumah.

 

Jika bunda membangun kebiasaan aktif secara fisik, apalagi didukung oleh seluruh anggora keluarga, anak akan merasa bahwa kegiatan fisik adalah bagian dari keseharian yang normal.

Tidak hanya membantu anak mengelola berat badan yang seimbang, tetapi juga membangun kebiasaan aktif bergerak sampai dewasa nanti.

 

Memulai gaya hidup sehat tak perlu menunggu batas umur tertentu. Sedini mungkin, bayi perlu dibiasakan. Ini tidak hanya membantu anak-anak di masa sekarang, tetapi juga selamanya .


Manfaat-Memijat-Bayi-1-1200x1200.png
3d potret team
25/Mar/2021

Salah satu faktor paling penting untuk perkembangan bayi yang sehat dan bahagia adalah sentuhan penuh kasih dari ibu. Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan pijat bayi rutin dari orang tua atau pengasuh adalah faktor yng krusial untuk pertumbuhan, komunikasi, serta proses belajar si kecil .

 

Pijatan lembut terbukti memberikan banyak manfaat baik bagi bayi, apabila dilakukan secara tepat dan rutin.

 

Tidak hanya melalui pijatan, bayi juga dapat merasakan manfaat pijat bayi saat ia bersentuhan langsung atau mendapatkan kontak kulit dengan orang yang memijatnya. Sentuhan fisik ini dapat membuat bayi merasa senang dan nyaman.

 

Waktu yang tepat untuk memijat bayi adalah saat si Kecil tidak terlalu kenyang dan tidak terlalu lapar. Bila si Kecil sedang dalam mood yang baik, ini merupakan waktu yang tepat untuk berinteraksi melalui pijatan.

Memijat sebelum waktu tidur malam juga baik untuk menenangkan dan membuatnya rileks sebelum waktu tidur.

 

Beberapa hal yang perlu bunda siapkan sebelum memijat :

 

– Ruangan yang nyaman dan bebas gangguan untuk melakukan aktivitas pijat bayi.

– Menyiapkan segala keperluan: krim/minyak pijat, handuk, baju ganti.

Memainkan musik yang rileks untuk stimulasi.

 

Berikut manfaat memijat bayi :

 

  1. Membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman

 

Pijatan pada bayi dapat merangsang sistem saraf pusat. Sentuhan fisik pada bayi akan mengirim sinyal ke otaknya untuk memproduksi lebih banyak endorfin dan serotonin, yaitu hormon yang dapat membuat perasaan lebih bahagia dan nyaman.

Kedua hormon ini juga bermanfaat dalam membantu mengurangi nyeri yang dirasakan bayi.

 

  1. Membuat Bayi Merasa Lebih Tenang

 

Tidak ada salahnya bunda mencoba melakukan pijatan sederhana di rumah pada bayi. Proses pijat yang dilakukan bunda bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ikatan kedekatan antara ibu dan anak. Gunakan minyak yang aman untuk kulit bayi, lakukan pijatan saat bunda dalam keadaan nyaman dan tenang. Sentuhan dari bunda bisa membuat otak bayi meningkatkan hormon endorfin dan serotonin. Kedua hormon ini dapat membuat bayi lebih tenang, bahagia, dan nyaman.

 

  1. Melancarkan Pencernaan

 

Pijat untuk bayi dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi yang dialami oleh bayi-bayi yang baru dilahirkan. Sebelum melakukan pijatan pada bagian perut bayi, sebaiknya bunda mencari tahu informasi mengenai proses pemijatan bayi yang baik dan aman.

 

  1. Mengurangi risiko bayi mengalami kolik dan kembung.

 

Efek pijatan bagi perut bayi lainnya adalah mengurangi risiko bayiv mengalami kolik dan kembung. Keduanya merupakan gangguan yang sering dialami oleh bayi baru lahir yang disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna. Pijatan akan melancarkan pergerakan usus dan pencernaan. Dengan begitu, bayi mengalami kembung dan kolik pun dapat diminimalisir.

 

  1. Melatih indra dan sensitivitas.

 

Pijat bayi juga dapat melatih indra peraba dan sensitivitas berkat sentuhan lembut dan berirama yang ia terima. Bayi akan mampu membedakan mana sentuhan yang tepat dan yang terlalu keras.

 

  1. Menaikkan berat badan.

 

Berdasarkan sebuah penelitian, bayi yang mendapatkan pijatan menunjukkan kenaikan berat badan dibandingkan dengan bayi yang tidak pernah mendapatkan pijatan. Manfaat ini dapat lebih optimal jika diiringi dengan penggunaan minyak pijat, karena adanya efek hangat yang diberikan minyak tersebut mampu membuat bayi mencerna ASI secara lebih maksimal.

 

  1. Meningkatkan kepadatan tulang.

 

Bagi bayi prematur, pijat bayi dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, pijatan lembut juga akan membuat otot-otot bayi menjadi lebih fleksibel dan kuat.


shutterstock_1077910352_1.jpg
3d potret team
25/Mar/2021

Kuku bayi memang masih sangat lembut dan rapuh. Namun, penting untuk bunda ketahui bahwa pertumbuhan kuku bayi yang lembut dan juga rapuh itu tergolong sangat cepat.

 

Mungkin banyak orang tua yang takut memotong kuku bayi, khususnya yang baru lahir. Meski begitu, kuku bayi harus tetap dipotong, karena bila terlalu panjang, kukunya bisa melukai kulit yang tidak sengaja tergaruk .

 

Tak hanya karena kukunya yang kecil dan lunak, memotong kuku bayi juga dapat menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena bayi bisa saja tiba-tiba bergerak saat kukunya dipotong, sehingga tak sengaja terluka .

 

Untuk mencegah kuku bayi terluka berikut tips  memotong kuku bayi :

 

 

  1. Gunakan gunting kuku khusus

 

Agar lebih aman dan tidak mencederai kuku si Kecil yang masih lembut dan rapuh, sebaiknya bunda menggunakan gunting kuku khusus bayi. Gunting yang baik memiliki bentuk yang unik, ujungnya dibuat membulat sehingga tidak akan melukai kulit di sekitar kuku.

 

Ukuran dan bentuk gunting kuku khusus bayi ini sudah disesuaikan dengan ukuran jemari bayi yang kecil. Dengan begitu, kemungkinan bunda tidak akan membuatnya terluka.

 

Selain itu, perlu bunda ingat alangkah lebih baik bila bunda membersihkan terlebih dahulu segala peralatan yang akan digunakan untuk memotong kuku si Kecil. bunda bisa membersihkannya dengan menggunakan alkohol 70 persen, agar peralatan yang digunakan untuk memotong kuku itu menjadi steril dan higienis.

 

Bersihkan gunting setelah dipakai dengan alkohol kemudian simpan di tempat khusus yang tertutup agar tidak kotor atau tercecer.

 

  1. Cari posisi dan tempat yang nyaman

 

Saat menggunting kuku bayi baru lahir, carilah posisi yang aman dan nyaman untuk melakukannya. Posisi yang dapat dikatakan ideal adalah posisi yang memudahkan Bunda untuk mencapai tangan Si Kecil.

 

Salah satu posisi yang dapat dipilih adalah menggunting kuku bayi sambil menempatkannya di atas pangkuan. Selain itu, pastikan juga Bunda menggunting kuku Si Kecil dengan penerangan yang cukup. Hal ini untuk mencegah jari Si Kecil cedera akibat tergunting atau tertusuk secara tidak sengaja.

 

  1. Cari momen yang tepat

 

Hindari memotong kuku bayi ketika mereka sedang terjaga dan banyak bergerak. Tunggu hingga bayi merasa mengantuk, lebih tenang, atau bahkan tertidur. Pada momen-momen ini, bunda bisa memotong kuku bayi dengan lebih tenang dan hati-hati.

 

  1. Tekan bantalan jari

Saat gunting kuku bayi

 

Tekan bantalan jari menjauh dari kuku untuk mengurangi risiko cedera. Apalagi, kuku bayi masih sangat lembut dan rentan menempel pada bantalan kuku.

 

  1. Jaga jarak dengan mata

 

Sebisa mungkin, potong kuku bayi jauh dari matanya. Jika bayi tidak sedang tidur, sebaiknya posisi tubuh bayi tegak sehingga potongan kuku tidak rentan mengenai matanya.

 

  1. Pastikan bayi rileks

 

Memotong kuku bayi baru lahir membutuhkan kewaspadaan yang lebih. Bayi pasti mengepalkan jari mereka. Ini akan membuat potong kuku lebih sulit. Jadi, pastikan memotong kuku ketika bayi sedang rileks.

 

Waktu yang tepat untuk memotong kuku bayi adalah setelah dia mandi. Bayi akan lebih santai dan kukunya lebih lunak setelah mandi.

 

Kalau bayi tegang dan rewel, biarkan dia istirahat dulu supaya tenang. Bunda juga bisa bersenandung untuk membantunya lebih tenang.

 

  1. Jangan panik saat menggunting kuku

 

Apabila tidak sengaja melukai ujung jari Si Kecil, Bunda tidak perlu panik. Segera bersihkan lukanya dengan air dingin, lalu balut dengan tisu, dan berikan sedikit tekanan pada lukanya. Dalam hitungan menit, perdarahannya akan berhenti.

 

Hindari menempelkan plester pada luka di jari bayi, karena bayi sering memasukkan jarinya ke mulut. Bila plester pembalut luka terlepas dan tertelan, bayi dapat tersedak.

 

Bunda dapat melakukan beberapa tips di atas untuk memotong kuku bayi dengan aman. Mengingat kuku bayi tumbuh dengan cepat, disarankan untuk menggunting kuku setidaknya seminggu sekali.


bedak-untuk-bayi.jpg
3d potret team
24/Mar/2021

Bedak bayi adalah produk yang tidak terpisahkan dari perawatan bayi . Meski ada yang meragukan manfaat dan keamanannya, sebenarnya jika digunakan dengan benar dan bunda pun pandai dalam memilih bedak bayi yang aman, maka bedak bayi dapat memberikan manfaat yang baik bagi perawatan kulit si bayi .

 

Membedaki bayi sehabis mandi merupakan hal yang sering dilakukan oleh para orang tua. Meski sudah menjadi kebiasaan, nyatanya masih banyak orang tua yang belum paham cara yang benar untuk memakaikan bedak ke tubuh bayi.

 

Seperti penggunaan produk perawatan bayi lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memakaikan bedak pada bayi

 

Berikut tips memakaian bedak yang benar untuk bayi :

 

 

  1. Pilih bedak bayi yang tidak mengandung talc atau free talc

 

sebaiknya cari yang berbahan utama alami dan organik, sebab cenderung lebih aman seperti Cornstarch.

 

  1. Pastikan kulit bayi kering sebelum menggunakan bedak

 

Biasanya, bedak diaplikasikan ke tubuh bayi setelah mandi. Ibu memakaikan bedak supaya kulit bayi lembut dan wangi. Sayangnya, ibu sering menggunakannya saat kulit bayi masih basah dan lembap. Akibatnya, bedak menempel di kulit bayi dan menjadi lengket. Hal ini dapat membuat kulit si kecil gatal-gatal, bahkan iritasi.

 

Untuk itu, pastikan kuliit bayi sudah kering dengan sempurna saat mengaplikasikan bedak. Terutama di bagian lipatan-lipatan tubuh bayi. Tepuk-tepuk handuk ke seluruh bagian tubuh si kecil secara perlahan. Tunggu sekitar 5 menit hingga kelembapannya berkurang. Cara ini lebih efektif untuk mengeringkan kulit bayi.

 

  1. Jangan beri bedak saat bayi berkeringat.

 

Memakaikan  bedak ketika kulit bayi tengah berkeringat dikhawatirkan dapat memicu biang keringat. Sehingga tunggu sesaat sampai keringat bayi menghilang dahulu sebelum memakaikan bedak pada bayi .

 

  1. Hindari daerah selaput lender dan wajah

 

Prinsip pemberian bedak bayi yang aman adalah tidak boleh mengenai daerah selaput lendir, yaitu seperti area kelamin. Untuk lebih amannya, hindari penggunaan di area popok. Begitupun dengan penggunaan di bagian wajah, karena dikhawatirkan akan terhirup.

 

  1. Taburkan Bedakbke tangan bunda

 

Taburkan sedikit bedak ke tangan bunda, lalu usapkan pada tubuh bayi yang ingin dibedaki, seperti di bagian perut, dada, punggung, ketiak, dan leher. Tak perlu berlebihan dan tak perlu ditepuk-tepuk dengan spons agar bedak tidak berterbangan.

 

  1. Hindari juga menggunakan bedak bayi di area luka

 

Terkadang, kulit bayi mudah sekali terkena luka karena masih tipis dan sensitif. Umumnya, luka terjadi karena garukan ataupun gesekan pakaian yang dialami si kecil. bunda zaman dulu berpikir bedak bayi bisa meredakan luka-luka tersebut. Padahal, kenyataannya justru terjadi sebaliknya.

 

Ketika bagian yang luka ditaburi bedak, si kecil akan merasa perih dan gatal. Bahkan, bayi bisa mengalami peradangan. Ini karena residu bedak bayi yang tersisa membuat kuman-kuman ikutan mengendap. Sebaiknya, bila bayi terluka, bunda bisa memberikan krim anti-ruam untuk meredakan rasa nyeri dan perihnya.

 

  1. Bersihkan dengan saksama

 

Bagian tubuh yang dipakaikan bedaki (terutama di bagian lipatan) harus digosok dengan lembut hingga bersih saat bayi dimandikan.

 

Jangan lupa untuk  selalu menutup wadah bedak dengan rapat setiap selesai digunakan dan simpan di tempat yang sejuk dan kering.


69867-ilustrasi-bayi-mandi-di-bathtub.jpg
3d potret team
24/Mar/2021

Keramas  mungkin bukan kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian bayi .  Mereka bisa berteriak-teriak bahkan menangis saat bunda mencoba mengeramasi dan membilas rambutnya. Penyebab paling umum hal ini adalah rasa tidak nyaman saat sampo atau air bilasan mengenai mata si kecil. Beberapa sampo bisa menyebabkan mata si kecil pedih .

 

 

Rambut bayi sangat lembut dan memerlukan perawatan sedari dini. Banyak orang tua merasa cemas tentang seberapa sering harus mencuci rambut bayi atau keramas dalam seminggu.

 

Rambut bayi mungkin saja tampak sehat dan tidak menimbulkan keluhan, namun hal itu bukan berarti bunda bisa mengabaikan kondisi rambutnya,  Perawatan rambut bayi dimulai dengan keramas. Bunda harus mencuci rambut bayi secara teratur.

 

Berikut tips keramas yang benar dan nyaman untuk bayi :

 

  1. Hindari penggunaan air panas untuk keramas

 

Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga tidak disarankan untuk menggunakan air panas saat mandi. Sebaiknya, gunakan air hangat atau suam-suam kuku untuk keramas bayi.

 

Menurut National Health Service, bunda bisa menguji air dengan siku atau bagian dalam pergelangan tangan. Jika terlalu panas untuk bunda , maka juga akan terlalu panas untuk bayi.

 

  1. Atasi cradle cap atau kerak di kulit kepala bayi

 

Cradle cap pada bayi mirip kerak yang besar, berminyak, dan berwarna kuning atau kecokelatan yang menempel di kulit kepala. Seiring waktu berjalan, kerak akan rontok sedikit demi sedikit dan meninggalkan bekas kemerahan. Terkadang, rambut ikut rontok bersama serpihan kerak tersebut.

 

Ini disebabkan oleh kelenjar sebaceous bayi yang distimulasi oleh hormon bunda selama kehamilan, sehingga mengakibatkan terlalu banyak sebum di kepala. Cradle cap mungkin tidak enak dipandang mata tapi ini tidak membahayakan bagi bayi.

 

Ketika mandi, bersihkan kulit kepala dengan shampo khusus bayi dalam gerakan memijat berputar secara lembut selama dua sampai tiga menit sebelum dibilas dengan air bersih. Sisa kulit yang menempel di rambut dapat disisir secara perlahan. Kerak dari cradle cap akan berangsur-angsur menghilang seiring dengan waktu.

 

Bunda juga bisa menggunakan baby oil untuk memijat kepala bayi dengan lembut sehingga keraknya melunak dan lepas.

 

Dr. Fenny D’Silva dari IDAI memaparkan bahwa rambut yang sehat tidak terlepas dari pemenuhan nutrisi lengkap seimbang. Ketika bayi mulai diberi makanan pendamping ASI penting untuk memperhatikan kecukupan makro dan mikronutrien. Dengan mencukupi kebutuhan nutrisi dan perawatan kulit kepala yang baik, bayi dapat memiliki rambut yang sehat pula.

 

 

  1. Jangan keramas berlebihan

 

Rambut bayi tidak perlu dicuci setiap hari ya bunda , Mencuci rambut terlalu sering dapat menyebabkan kulit kering dan menjadikan bayi tidak nyaman.

 

bunda harus mencuci rambut bayi 2-3 kali seminggu .

 

  1. Aktivitas harian bayi juga menentukan aturan keramas pada bayi

 

Bayi dengan aktivitas harian yang lebih aktif, tentu lebih banyak mengeluarkan keringat disertai produksi kelenjar sebum atau kelenjar minyak yang meningkat. Apabila bayi masih banyak tidur, dan belum banyak beraktivitas, bayi tidak perlu dikeramas setiap hari menggunakan shampoo.

 

Apabila bunda memandikan bayi, cukup gunakan air hangat untuk membilas kepala bayi tanpa menggunakan shampoo. Membilas kepala bayi dengan air hangat tanpa shampoo untuk bayi yang belum banyak beraktivitas dan berkeringat dinilai cukup efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit kepala bayi.

 

  1. Aturan keramas bayi berdasarkan tebal tipisnya rambut

 

Bayi dengan rambut yang lebih tebal perlu dikeramas lebih sering. Apabila bayi belum banyak beraktivitas, bayi dengan rambut tebal dapat dikeramas dua kali seminggu. Namun apabila bayi sudah banyak beraktivitas atau bertempat tinggal di lingkungan dengan suhu lebih panas dan lembab, bayi dapat dikeramas tiga kali seminggu atau bahkan setiap hari; apalagi apabila bayi bunda sudah aktif berjalan atau bermain.

 

  1. Aturan keramas bayi untuk bayi berambut ikal

 

Rambut bayi yang ikal cenderung lebih kering daripada rambut bayi yang lurus. Sehingga pada bayi berambut ikal, keramas sebaiknya dilakukan lebih jarang. Rambut yang ikal apabila dikeramas terlalu sering akan membuat rambut menjadi terlalu kering dan rapuh.

 

Pemilihan shampoo dan hair lotion untuk bayi berambut ikal juga sebaiknya yang mengandung bahan yang bersifat melembabkan rambut dan kulit kepala, seperti minyak almond, avocado, minyak zaitun, atau madu. Frekuensi keramas pada bayi berambut ikal dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.


v-5-1200x791.png
3d potret team
23/Mar/2021

Banyak orang mengira jilbab sebagai pelindung rambut. Pasalnya, rambut tidak akan terkena paparan matahari, angin, hujan, dan asap polusi .

 

Meski melindungi dari paparan panas dan asap polusi, rambut yang ditutupi kain sepanjang hari justru lebih rentan berkeringat. Hal ini tentu meningkatkan produksi sebum (minyak) berlebih, sehingga memudahkan bakteri dan kuman menumpuk.

 

Berikut tips menjaga kesehatan rambut untuk wanita berhijab :

 

 

  1. Ketahui jenis rambut

 

Setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda. Apakah itu lurus, keriting atau bergelombang, dan sangat penting untuk memahami kebutuhan mahkota tersebut.

 

Jenis rambut akan menentukan seberapa sering perlu mencucinya dan produk yang tepat untuk digunakan.

 

Bagi yang memiliki rambut lurus, mungkin bisa mencuci rambut setiap hari dan tentunya dengan memastikan tetap menggunakan kondisioner setiap empat atau lima hari.

 

Sementara yang memiliki rambut keriting atau bergelombang, memiliki cara merawat rambut yang berbeda lagi.

 

Rambut bergelombang disarankan untuk dicuci tiga kali seminggu dan memberikan kondisioner setiap satu atau dua kali sehari.

 

 

  1. Pakai shampo sesuai jenis rambut

 

Umumnya, wanita berhijab cenderung memiliki rambut berminyak dan lembab. Itu sebabnya, usahakan memilih produk sampo dan kondisioner rambut berbahan ringan, terutama untuk kulit kepala yang sensitif.

 

Sampo dan kondisioner berbahan ringan biasanya dapat membantu mengurangi rambut gatal karena berhijab. Sementara itu, produk perawatan rambut dengan bahan yang terlalu keras dapat merusak rambut dan kulit kepala.

 

Perlu diingat bahwa Anda disarankan untuk tidak mencuci rambut dengan sampo dan kondisioner setiap hari.

 

Terlalu sering keramas dapat mengakibatkan minyak alami di kulit kepala berkurang, sehingga membuatnya semakin kering. Kulit kepala yang terlalu kering juga berpotensi memicu munculnya gatal-gatal .

 

  1. Tetapkan Rutinitas Sampo yang Tepat

 

Hindari untuk mencuci rambut setiap hari. Terlalu sering mencuci rambut akan membuat minyak alami yang ada di rambut menjadi hilang. Hindari mandi dengan air panas karena dapat merusak kulit kepala. Mandi dengan air dingin akan meratakan folikel rambut dan dapat mengurangi kerontokan rambut.

 

  1. Pastikan rambut benar-benar kering sebelum menggunakan hijab

 

Jangan pernah menggunakan hijab saat kondisi rambut basah. Karena kelembapan pada rambut bisa memicu ketombe dan rasa gatal yang tidak nyaman.

 

Selama periode work from home seperti sekarang, mengeringkan rambut cukup dengan diangin-anginkan saja. Tetapi bagi kamu yang harus keluar rumah, gunakan pengering rambut sebelum mengenakan hijab .

 

  1. Gunakan masker rambut secara rutin

 

Cara merawat rambut berhijab selanjutnya adalah dengan menggunakan masker rambut secara rutin. Meskipun rambut wanita berhijab tidak terlihat, bukan berarti wanita berhijab tidak perlu melakukan perawatan rambut. Menggunakan masker rambut secara rutin bisa membuat rambut Anda tidak hanya lembut berkilau, tapi juga lebih kuat, sehat, dan tidak mudah mengalami kerusakan.

 

Cara merawat rambut untuk wanita berhijab yang satu ini bisa Anda lakukan di salon maupun di rumah. Anda bisa menggunakan berbagai jenis minyak seperti minyak zaitun, minyak almond, atau minyak kelapa untuk merawat rambut Anda. Selain itu Anda juga bisa memilih lidah buaya ataupun menggunakan masker rambut yang banyak beredar di pasaran. Gunakan masker rambut 1 hingga 3 kali seminggu.

 

  1. Jangan terlalu kencang mengikat rambut

 

Wanita berhijab, terutama yang berambut panjang, tentunya diharuskan untuk selalu mengikat rambutnya agar rambut tidak berantakan dan keluar-keluar dari hijab. Kebiasaan mengikat rambut ini juga harus Anda perhatikan. Mengikat rambut terlalu kencang bisa membuat rambut menjadi rapuh dan jadi mudah rontok.

 

Ikatlah rambut secukupnya saja, tidak perlu hingga menjadi kaku. Jangan lupa juga melepas ikatan rambut Anda ketika sudah melepas hijab agar rambut dapat bernapas .

 

  1. Sesekali biarkan rambut terurai

 

Biarkan rambut terurai sesekali di rumah dan duduk di bawah sinar matahari – pastikan tidak ada yang melihat Anda, terutama pria. Jepit rambut agar tetap sedikit terurai atau biarkan rambut terbuka. Cara merawat rambut untuk wanita berhijab ini akan memberi ruang bernapas pada rambut dan akan membantu pertumbuhan rabut Anda. Cara ini juga dapat membantu menghilangkan stres apa pun yang Anda rasakan di kepala atau kulit kepala.

 

  1. Rutin potong rambut

 

Rutin memotong rambut tentu sudah menjadi salah satu cara mengatasi ujung rambut bercabang dan kering. Meski tidak ada orang yang dapat melihat rambut Anda, jangan mengabaikan kesehatan rambut.

 

Usahakan untuk tetap memotongnya secara teratur sebagai cara merawat rambut wanita berhijab agar tetap tumbuh dengan sehat.


3DPotret 2020. All rights reserved.