Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

6 Gejala Super Flu yang Sudah Masuk ke Indonesia

January 9, 2026 by magang rpl
wow-1.png

Bunda tampaknya harus waspada di musim liburan kali ini. Sebab, varian Influenza A (H3N2) Subclade K yang mendapat julukan super flu dilaporkan telah masuk ke Indonesia.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Pihaknya menyebut bahwa penyebaran virus itu telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian RI, dr Prima Yosephine, menjelaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K memicu keparahan penyakit yang lebih tinggi dibanding varian influenza sebelumnya.

“Merujuk pada publikasi terbaru pada Desember 2025, influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus emerging yang pernah menyebabkan pandemi di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan flu pada 2024 hingga 2025, khususnya pada kelompok anak-anak,” ujar Prima, dikutip dari laman CNBC Indonesia, Kamis (1/1/2026).

Menurut peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, M.D., Subclade K sebenarnya merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang telah bersirkulasi selama puluhan tahun.

Para ilmuwan pertama kali mendeteksinya pada Juni 2025 dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan sangat cepat.

Gejala super flu

Super flu biasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari untuk menunjukkan gejala. Berikut beberapa gejala yang dapat Bunda kenali:

  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau badan
  • Kelelahan

Virus ini lebih berbahaya bagi orang lanjut usia, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan orang dengan tingkat kebugaran rendah. Kelompok-kelompok ini lebih rentan terhadap penyakit pembuluh darah dan memiliki risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

Kehadiran varian Influenza A (H3N2) Subclade K atau yang dijuluki sebagai “super flu” di Indonesia menuntut kewaspadaan ekstra dari keluarga, terutama bagi Bunda yang sedang menikmati masa liburan bersama anak-anak. Meskipun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan tingkat keparahan yang lebih ekstrem dibandingkan varian influenza sebelumnya, kecepatan penyebarannya yang sangat tinggi sejak pertama kali dideteksi pada Juni 2025 tidak boleh dipandang sebelah mata. Karakteristik virus ini yang mampu bermutasi dengan cepat menjadikannya tantangan baru dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan individu dengan imunitas rendah.

Memahami gejala awal seperti batuk, sakit tenggorokan, hingga nyeri otot yang muncul beberapa hari setelah paparan merupakan langkah krusial dalam melakukan penanganan dini. Bunda perlu diingatkan bahwa pencegahan tetap merupakan strategi terbaik; mulai dari menjaga kebugaran fisik, memperketat protokol kesehatan di tempat umum, hingga memastikan nutrisi yang cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh keluarga. Dengan tetap teredukasi melalui informasi resmi dari Kementerian Kesehatan dan tidak panik secara berlebihan, Bunda dapat melindungi orang-orang tersayang dari risiko komplikasi serius, seperti gangguan pembuluh darah atau masalah jantung yang mungkin dipicu oleh infeksi virus ini. Kesadaran untuk segera beristirahat dan mencari bantuan medis saat gejala muncul akan sangat membantu memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.

magang rpl

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak