Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Gejala Khas Varian omicron Pada Anak

March 26, 2022 by admin ku
Untitled-design-6.png

COVID-19 varian Omicron belakangan ini semakin ‘ngegas’ di Indonesia. Sama seperti varian COVID-19 lainnya, Omicron tak hanya menyerang orang dewasa, lansia, dan komorbid, tetapi juga bisa menyerang anak-anak, termasuk balita dan bayi.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa ada salah satu gejala yang khas dari infeksi Omicron pada anak-anak, yaitu batuk parau atau croup. Berikut ini pembahasannya!

Batuk Parau Jadi Gejala Omicron pada Anak

Para peneliti menemukan total 401 pasien anak di UGD yang didiagnosis batuk parau atau croup selama gelombang Delta, dan 107 selama gelombang Omicron. Selama lonjakan Omicron, kasus croup meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Dalam studi sebelumnya yang diterbitkan pada 21 Desember 2021, peneliti menemukan bahwa 2,4 persen anak-anak berusia 13 tahun ke bawah yang dirawat di rumah sakit di satu daerah Afrika Selatan karena COVID-19 yang disebabkan oleh Omicron juga memiliki diagnosis batuk parau atau croup.

Batuk parau atau croup biasanya disebabkan oleh virus pernapasan parainfluenza. Ini terjadi ketika saluran udara bagian atas mengalami peradangan, sehingga sulit untuk bernapas. Karena anak-anak memiliki saluran udara yang lebih kecil daripada orang dewasa, ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Peradangan di kotak suara, tenggorokan, dan saluran bronkial ini menyebabkan anak mengalami batuk khas yang keras. Beberapa orang menyebut suara batuk ini seperti anjing laut yang menggonggong. Ketika anak bernapas, ia juga bisa mengeluarkan siulan bernada tinggi yang dikenal sebagai stridor.

Dalam beberapa kasus, gejala Omicron pada anak ini bisa hilang setelah sekitar lima hari. Namun, beberapa anak lainnya juga bisa mengalami yang lebih parah, sehingga gejalanya tidak hilang hanya dengan perawatan rumahan.

Waspadai Gejala Lainnya

Selain batuk parau, ada beberapa gejala Omicron pada anak lainnya yang juga perlu diwaspadai, yaitu:

  • Demam.
  • Pilek.
  • Batuk yang terdengar lebih biasa.
  • Ruam.

Gejala Omicron pada anak juga bisa mirip seperti gejala pada orang dewasa. Oleh karena itu, waspadai juga beberapa gejala berikut:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung tersumbat.
  • Mual atau muntah.
  • Diare.

Tips Perawatan Rumahan untuk Batuk Parau

Batuk parau atau croup sebagai gejala Omicron pada anak tentu dapat membuat ibu khawatir. Namun, jika dokter menyatakan bahwa gejala infeksi yang dialami ringan hingga sedang, biasanya cukup dengan perawatan rumahan.

Berikut beberapa tips perawatan rumahan saat anak mengalami batuk parau akibat Omicron:

  • Bawa anak ke udara yang sejuk. Ini dapat membantu menenangkan saluran pernapasan dan memudahkan mereka untuk bernapas.
  • Gunakan alat penguap di kamar anak di malam hari.  Udara hangat dan lembap yang dihasilkan oleh alat penguap membantu mengendurkan pita suara.
  • Mandi air hangat. Uap dari air hangat dapat membantu meringankan gejala batuk yang dialami.
  • Cobalah untuk membuat anak tetap tenang. Anak-anak biasanya dapat bernafas lebih baik saat tidak menangis.

Itulah pembahasan mengenai gejala khas Omicron pada anak. Meski mungkin perlu penelitian lebih lanjut, saat ini diketahui bahwa batuk parau menjadi salah satu gejala khas yang perlu diwaspadai.

Jika anak terinfeksi COVID-19 varian Omicron, berdiskusilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. Jika dokter meresepkan obat untuk diminum di rumah, download aplikasi Halodoc saja untuk cek kebutuhan obat dan vitamin anak dengan mudah.

admin ku

3DPotret 2022. All rights reserved.