MACAM-MACAM SIMULASI SENSORIK PLAY UNTUK BAYI

Permainan sensorik merupakan kegiatan yang dapat memperkuat panca indera bayi di usia muda, terutama sentuhan (kulit), rasa (mulut), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), dan penciuman (hidung). Namun, permainan sensorik dapat membantu anak mengembangkan dua indera lagi: sensitivitas vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (gerakan). Permainan sensorik untuk bayi terbukti memiliki manfaat sebagai berikut:
- Meningkatkan fungsi motorik
Aktivitas sensorik merangsang dua sistem: sistem proprioseptif dan vestibular. Sistem proprioseptif adalah sensasi yang ada pada otot dan persendian manusia. Sistem ini memengaruhi kepekaan tubuh anak Anda terhadap keberadaannya di dalam ruangan dan bagaimana berbagai bagian tubuhnya berinteraksi satu sama lain.
Sedangkan sistem vestibular memberikan sensasi keseimbangan dan pergerakan. Hasilnya, saat melakukan berbagai aktivitas, anak Anda menunjukkan keseimbangan dan koordinasi yang baik. Setelah mengembangkan keterampilan proprioseptif dan vestibular ini, anak Anda akan mampu mengelola kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya secara efektif. - Meningkatkan fungsi kognitif
Pada fase eksplorasi ini, anak Anda akan dihadapkan pada beragam pengalaman baru, seperti mempelajari tekstur kain yang lembut dan kasar, memahami dinginnya suhu es, mendengarkan suara-suara indah binatang dari buku suara, dan lain sebagainya. - Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
Saat bermain sensorik, ibu secara tidak langsung akan mendorong Si Kecil untuk memecahkan berbagai jenis permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar, menjelaskan cara kerja suatu benda, melakukan eksperimen singkat, dan menganalisis keadaan. - Meningkatkan perhatian anak
Ibu dapat membantu anak mengendalikan emosinya dengan memberikan kesempatan bermain sensorik. Karena anak Anda akan “sibuk” dengan rangsangan sensorik baru, ia akan belajar fokus pada satu tugas. Demikian pula, permainan sensorik dapat digunakan untuk memotivasi anak-anak yang terlihat tidak tertarik dalam menyelesaikan tugas.
Permainan sensorik dibedakan menjadi lima kategori tergantung pada kepekaan panca indera yang akan dikembangkan, yaitu:- Tacticle
Permainan taktil adalah aktivitas sensorik yang membantu anak Anda mengembangkan indera perabanya. Para ibu dapat mendorong anak-anak mereka untuk mengeksplorasi berbagai benda dengan tangan mereka. Permainan taktil mengajarkan anak-anak tentang beragam tekstur, tekanan, suhu, dan getaran suatu benda. - Auditory
Meski bersuara keras, permainan sensorik pendengaran sangat penting untuk mengembangkan kemampuan pendengaran anak dalam membedakan suara yang berbeda. Ketika bakat pendengaran anak tumbuh, ia dapat membedakan suara keras dan pelan, suara televisi, suara Ibu, mobil Ayah, suara orang asing, dan lain sebagainya. - Visual Play
Permainan sensorik visual adalah stimulasi yang mengenalkan anak pada berbagai warna, tingkat kecerahan cahaya, pergerakan benda, dan rangsangan visual lainnya. Hasilnya, penglihatan anak membaik. - Vestibular
Dimanfaatkan untuk meningkatkan keseimbangan anak. Sistem vestibular adalah mekanisme berbasis telinga bagian dalam untuk mengoordinasikan gerakan tubuh. Untuk membuatnya lebih kuat dan sensitif, sebaiknya ibu merencanakan berbagai aktivitas fisik yang mengharuskan anak menggerakkan kepalanya dalam berbagai posisi. Tummy time, misalnya, melibatkan mendorong anak-anak untuk berguling. - Proprioseptif
Proprioception, atau kesadaran tubuh Permainan sensorik membantu anak Anda mengembangkan kepekaan terhadap lingkungannya serta kekuatan fisik yang diperlukan untuk tugas-tugas seperti mendorong, menarik, dan mengangkat benda.
- Tacticle
Ada beberapa pilihan latihan sensorik untuk bayi baru lahir berdasarkan usia dan keuntungan melakukannya. Bakat sensorik penting untuk perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Selain menyediakan nutrisi yang tepat, meningkatkan kapasitas ini juga penting dalam meningkatkan kehidupan anak-anak.

