Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
artikel-2024-04-30T094409.114.png
30/Apr/2024

• Manfaat mengomsumsi buah-buahan :
Buah membantu menjaga kenaikan berat badan ibu hamil karena memberikan rasa kenyang yang lebih lama.Karena buah mengandung gula, ibu hamil disarankan untuk makan 2-4 porsi buah setiap hari, tetapi jangan makan terlalu banyak karena dapat menyebabkan diabetes gestasional.Selama kehamilan, ibu hamil lebih baik makan buah daripada camilan yang tidak sehat dan kurang nutrisi. Pastikan buahnya segar dan bersih.

• Beberapa Buah yang di rekomendasikan Untuk Ibu Hamil :

  1. Jeruk
  2. Pisang
  3. Mangga
  4. Alpukat
  5. Buah Berry

• Terdapat banyak saran penyajian yang dapat di gunakan :
1. Dimasukkan sebagai Topping :
Beberapa buah yang baik untuk ibu hamil, seperti anggur, jeruk, atau berry, bagus untuk ditambahkan ke sereal, roti, atau pancake. Anda bisa makan makanan ini saat sarapan pagi untuk menambah selera.
2. Membuat Salad Buah :
Campuran saus salad buah tidak hanya dapat memberikan kesegaran dari  potongan buah, tetapi juga dapat memberikan rasa manis dan asam yang berbeda. Untuk memberi ibu hamil lebih banyak nutrisi, Anda juga dapat menambahkan yogurt rendah gula.
3. Disaring menjadi Jus :
Selain itu, Anda dapat mengolah buah-buahan di atas menjadi jus. Anda dapat membuat jus dari satu jenis buah atau lebih tanpa gula untuk membuatnya lebih kaya rasa. Menggabungkan beberapa buah dalam satu jus dapat membantu ibu hamil mendapatkan lebih banyak mineral dan vitamin


artikel-2024-04-30T093655.025.png
30/Apr/2024

  • Apa itu Soft Parental Yoga ?

Prenatal yoga, juga disebut sebagai yoga hamil, adalah gerakan hatha yoga yang disesuaikan untuk ibu hamil. Tujuan dari yoga hamil ini adalah untuk mempersiapkan fisik, mental, dan spiritual ibu hamil untuk persalinan.

  •  Keuntungan apa saja yang di peroleh ?

Untuk membantu ibu hamil yang membutuhkan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah meluncurkan program kelas ibu hamil. Kelas ibu hamil adalah kelas tatap muka yang mengajarkan ibu tentang kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular, dan akte kelahiran (Depkes RI, 2009).

  • Informasi Yang di dapatkan :

Data HDSS tahun 2021 menunjukkan bahwa sebanyak 15% anak di Kapanewon Minggir terlahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Menurut data kondisi ibu hamil berisiko di Puskesmas Minggir, masih ada ibu hamil di Kelurahan Sendangmulyo yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan komplikasi kehamilan, yang keduanya dapat menyebabkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), salah satu faktor risiko stunting.


artikel-2024-04-30T092930.192.png
30/Apr/2024

• Apa itu Kesehatan Ibu dan Anak ?
Perawatan dan pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak
balita, dan anak prasekolah dikenal sebagai pelayanan kesehatan ibu dan anak.

• Apa tujuan pelayanan ibu dan anak ?
Tujuan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah mencapai kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan ibu dan keluarganya untuk mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) dan peningkatan derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang yang optimal, yang merupakan landasan untuk peningkatan kualitas manusia seutuhnya.

• Jenis pelayanan apa saja yang tersedia ?
Jenis layanan kesehatan ibu dan anak termasuk pengobatan anak dan balita, pemeriksaan kehamilan, konsultasi kesehatan reproduksi, dan imunisasi.


artikel-2024-04-30T092323.241.png
30/Apr/2024

• Apa itu program hamil ?
Program yang dirancang untuk pasangan yang berencana untuk memiliki anak disebut program hamil. Pasangan yang melakukan hubungan seksual dapat kehamilan secara normal. Namun, melakukan program kehamilan yang tepat dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan yang sehat.

• Bagaimana cara melakukan program Hamil ?
Pastikan pasangan berbicara dengan dokter kandungan tentang apa yang mereka lakukan sebelum konsepsi karena dokter akan memeriksa riwayat kesehatan mereka secara menyeluruh dan menanyakan masalah medis saat ini yang mungkin memengaruhi kehamilan.

• Kapan saatnya melakukan program kehamilan ?
Sebelum pembuahan atau segera setelah mengetahui kehamilan, program hamil dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan racun pada janin.

• Cara meningkatkan kesuburan saat menjalani program hamil ?
Untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan, pasangan harus menjaga kesehatan mereka selama program hamil. Untuk wanita, beberapa cara untuk meningkatkan kesuburan selama program hamil adalah:

  1. Perhatikan apa yang anda makan dan minum
  2. Rutin berolahraga
  3. Hindari stress yang berlebihan
  4. Memperhatikan berat badan
  5. Dimana Program Kehamilan bias dilakukan

artikel-2024-04-30T084952.189.png
30/Apr/2024

Beberapa Tips yang dapat menjaga Kesehatan Kandungan :

1. Memakan Makanan Yang Bergizi :

Kesehatan ibu hamil sangat bergantung pada gaya hidup yang sehat. Untuk mendukung kesehatan Anda sendiri dan janin dalam kandungan, isi piring Anda dengan berbagai makanan sehat dan bergizi tinggi. Makan makanan yang sehat dapat membantu ibu hamil merasa lebih segar, mengurangi
risiko komplikasi kehamilan, dan mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan lebih baik.

Makanan mengandung nutrisi yang Disarankan agar kesehatan ibu hamil terjaga adalah :

  • Makanan dan minuman yang mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau; makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji, dan stroberi; dan gandum utuh, seperti roti gandum dan beras merah.
  • Makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan dan brokoli, makanan yang mengandung lemak sehat, seperti salmon (dimasak matang) dan buah alpukat, dan makanan yang mengandung asam folat, seperti bayam dan kuning telur.

2. Meminum Vitamin Prenatal :
Asam folat dari vitamin B adalah komponen utama dari vitamin hamil, yang memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan mengurangi risiko bayi lahir cacat.Sangat disarankan untuk mengonsumsi vitamin ini sejak sebelum hamil. Jika Anda ingin tahu jenis vitamin yang benar-benar diperlukan untuk hamil, konsultasikan dengan dokter Anda. Jika ibu merasa mual saat minum vitamin hamil, coba minumnya di malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.

3. Rajin Berolahraga :
Olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen, memperkuat otot, dan mengurangi stres selama kehamilan. Olahraga juga membantu perkembangan kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, usahakan untuk berolahraga selama 30 menit setiap hari. Untuk ibu hamil, ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk dilakukan.

4. Tidak Merokok dan meminum minuman beralkohol :
Saat hamil, merokok dan minum alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, mati, cacat, atau dengan berat badan rendah. Jadi, jika Anda sedang hamil, pastikan untuk menjalani gaya hidup yang sehat dan menghindari konsumsi alkohol dan rokok.

5. Menjaga berat badan supaya tetap ideal :
Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan selama hamil hingga 11,5–16 kg; sebaliknya, jika Anda sangat kurus sebelum hamil, berat badan Anda harus meningkat antara 13 dan 18 kg. Kesehatan ibu hamil dan bayi sangat dipengaruhi oleh kenaikan berat badan. Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa pertambahan berat badan menunjukkan status gizi ibu hamil yang
baik dan perkembangan janin.

6. Hindari stress :
Salah satu alasan mengapa tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil adalah karena salah satu manfaat pentingnya adalah meredakan stres. Jika stres yang signifikan mengganggu pikiran dan tubuh ibu hamil, perkembangan bayi yang sedang dikandung dapat terpengaruh.

7. Mencukupi Kebutuhan Air Putih :
Sangat penting bagi ibu hamil untuk minum cukup air putih setiap hari untuk tetap sehat. Ini membantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke rahim, untuk menerima janin. Selain itu, minum air putih secara teratur membantu ibu hamil menjaga sistem imunnya tetap sehat.

8. Tidur yang cukup :
Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidur lebih lama dari biasanya dan banyak tidur untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan menjaga kesehatannya. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya.

9. Biasakan Mencuci Tangan :

Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidur lebih lama dari biasanya dan banyak tidur untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan menjaga kesehatannya. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya.


artikel-2024-04-27T121223.699.png
27/Apr/2024

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  1. Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  2. Pada usia 6-12 bulan, orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  3. Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  4. Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  5. Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  1. Gigi berlubang.

Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.

  1. Radang gusi

Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.

  1. Infeksi Gusi

Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.

4) Sariawan

Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.

  1. Gigi Patah

Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.


artikel-2024-03-27T143130.525.png
27/Mar/2024

Imunisasi adalah suatu metode pencegahan penyakit menular dengan pemberian “vaksin” yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang membuatnya kebal terhadap penyakit tertentu. Imunisasi pada bayi/anak memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Melindungi terhadap penyakit bakteri/virus dan mencegah tertularnya.
  • Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan kesehatan bayi dan anak, mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

Dengan melakukan imunisasi, maka anak-anak akan terhindar dari penyakit berbahaya. Imunisasi dapat mencegah beberapa penyakit, termasuk Hepatitis B, Tuberkulosis, DPT (difteri, pertusis, tetanus), Poliomielitis, dan Campak. Pemerintah mewajibkan imunisasi pada bayi baru lahir dan anak, dan imunisasi tersebut adalah :

  1. Imunisasi BCG digunakan untuk mencegah penyakit TBC berat.
  2. Imunisasi Hepatitis B melindungi bayi dengan memberi kekebalan dalam tubuhnya terhadap penyakit Hepatitis B.
  3. Imunisasi polio adalah vaksinasi yang digunakan untuk mencegah penyakit poliomielitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.
  4. Vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
  5. Imunisasi campak secara rutin.

Setiap bayi/anak menerima vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk memastikan perlindungan dan kekebalan maksimal. Jadwal imunisasi pada bayi baru lahir dibagi menjadi dua tahap, yang meliputi:

  • Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 1
    Tahap imunisasi ini terjadi saat bayi berusia antara 0 hingga 6 bulan.
  • Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 2
    Tahap imunisasi yang diberikan kepada anak antara 6 dan 12 bulan.

Banyak anak/bayi yang mengalami efek samping setelah imunisasi, dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Berikut cara mengurangi dampak buruk imunisasi tersebut adalah

  1. Jika bayi masih menyusu, ibu dapat mempraktikkan pemberian ASI langsung agar bayi lebih nyaman.
  2. Berikan obat anti nyeri sesuai dosis dan petunjuk dokter.
  3. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, ibu dapat mengompres bekas suntikan dengan air hangat.
  4. Biarkan anak berendam sebentar di air hangat.
  5. Memenuhi syarat istirahat anak.
  6. Berikan makanan bergizi seimbang. Jika gejalanya menetap selama beberapa hari, sebaiknya bawa anak ke rumah sakit sesegera mungkin.

 

Tiga alasan mengapa Imunisasi pada bayi/anak sangat penting

  1. Bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindungi dari berbagai penyakit mematikan. Imunisasi akan meningkatkan kekebalan bayi, sehingga memungkinkannya melawan infeksi yang dapat dicegah dengan vaksinasi.
  2. Imunisasi melindungi dan mencegah bayi baru lahir dari berbagai penyakit. Bayi tidak akan menularkan infeksi ke lingkungannya. Hal ini mengartikan bahwa imunisasi tidak hanya baik bagi Anda, namun juga membantu mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  3. Hanya karena bayi telah diimunisasi tidak menjadikan mereka kebal terhadap penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir masih mempunyai risiko terkena atau tertular kuman penyakit, namun imunisasi membuat penyakit ini jauh lebih ringan dan tidak berbahaya dibandingkan dengan anak yang tidak atau belum diimunisasi.

artikel-2024-02-26T105258.243.png
26/Feb/2024

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  • Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  • Pada usia 6-12 bulan, orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  • Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  • Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  • Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

 

Penyakit Gigi yang Bisa Menyerang Anak

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  • Gigi berlubang
    Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.
  • Radang gusi
    Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.
  • Infeksi Gusi
    Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.
  • Sariawan
    Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.
  • Gigi Patah
    Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.


artikel-2024-02-23T131327.006.png
23/Feb/2024

Permainan sensorik merupakan kegiatan yang dapat memperkuat panca indera bayi di usia muda, terutama sentuhan (kulit), rasa (mulut), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), dan penciuman (hidung). Namun, permainan sensorik dapat membantu anak mengembangkan dua indera lagi: sensitivitas vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (gerakan). Permainan sensorik untuk bayi terbukti memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan fungsi motorik
    Aktivitas sensorik merangsang dua sistem: sistem proprioseptif dan vestibular. Sistem proprioseptif adalah sensasi yang ada pada otot dan persendian manusia. Sistem ini memengaruhi kepekaan tubuh anak Anda terhadap keberadaannya di dalam ruangan dan bagaimana berbagai bagian tubuhnya berinteraksi satu sama lain.
    Sedangkan sistem vestibular memberikan sensasi keseimbangan dan pergerakan. Hasilnya, saat melakukan berbagai aktivitas, anak Anda menunjukkan keseimbangan dan koordinasi yang baik. Setelah mengembangkan keterampilan proprioseptif dan vestibular ini, anak Anda akan mampu mengelola kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya secara efektif.
  • Meningkatkan fungsi kognitif
    Pada fase eksplorasi ini, anak Anda akan dihadapkan pada beragam pengalaman baru, seperti mempelajari tekstur kain yang lembut dan kasar, memahami dinginnya suhu es, mendengarkan suara-suara indah binatang dari buku suara, dan lain sebagainya.
  • Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
    Saat bermain sensorik, ibu secara tidak langsung akan mendorong Si Kecil untuk memecahkan berbagai jenis permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar, menjelaskan cara kerja suatu benda, melakukan eksperimen singkat, dan menganalisis keadaan.
  • Meningkatkan perhatian anak
    Ibu dapat membantu anak mengendalikan emosinya dengan memberikan kesempatan bermain sensorik. Karena anak Anda akan “sibuk” dengan rangsangan sensorik baru, ia akan belajar fokus pada satu tugas. Demikian pula, permainan sensorik dapat digunakan untuk memotivasi anak-anak yang terlihat tidak tertarik dalam menyelesaikan tugas.
    Permainan sensorik dibedakan menjadi lima kategori tergantung pada kepekaan panca indera yang akan dikembangkan, yaitu:

    • Tacticle
      Permainan taktil adalah aktivitas sensorik yang membantu anak Anda mengembangkan indera perabanya. Para ibu dapat mendorong anak-anak mereka untuk mengeksplorasi berbagai benda dengan tangan mereka. Permainan taktil mengajarkan anak-anak tentang beragam tekstur, tekanan, suhu, dan getaran suatu benda.
    • Auditory
      Meski bersuara keras, permainan sensorik pendengaran sangat penting untuk mengembangkan kemampuan pendengaran anak dalam membedakan suara yang berbeda. Ketika bakat pendengaran anak tumbuh, ia dapat membedakan suara keras dan pelan, suara televisi, suara Ibu, mobil Ayah, suara orang asing, dan lain sebagainya.
    • Visual Play
      Permainan sensorik visual adalah stimulasi yang mengenalkan anak pada berbagai warna, tingkat kecerahan cahaya, pergerakan benda, dan rangsangan visual lainnya. Hasilnya, penglihatan anak membaik.
    • Vestibular
      Dimanfaatkan untuk meningkatkan keseimbangan anak. Sistem vestibular adalah mekanisme berbasis telinga bagian dalam untuk mengoordinasikan gerakan tubuh. Untuk membuatnya lebih kuat dan sensitif, sebaiknya ibu merencanakan berbagai aktivitas fisik yang mengharuskan anak menggerakkan kepalanya dalam berbagai posisi. Tummy time, misalnya, melibatkan mendorong anak-anak untuk berguling.
    • Proprioseptif
      Proprioception, atau kesadaran tubuh Permainan sensorik membantu anak Anda mengembangkan kepekaan terhadap lingkungannya serta kekuatan fisik yang diperlukan untuk tugas-tugas seperti mendorong, menarik, dan mengangkat benda.

Ada beberapa pilihan latihan sensorik untuk bayi baru lahir berdasarkan usia dan keuntungan melakukannya. Bakat sensorik penting untuk perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Selain menyediakan nutrisi yang tepat, meningkatkan kapasitas ini juga penting dalam meningkatkan kehidupan anak-anak.


artikel-2024-02-22T140620.923.png
22/Feb/2024

Melahirkan adalah pengalaman terpenting dalam hidup. Metode melahirkan juga merupakan keputusan pribadi yang dibuat oleh seorang wanita berdasarkan apa yang terbaik bagi dirinya dan bayinya. Seiring berjalannya waktu, banyak metode alternatif  melahirkan yang tersedia untuk di pilih oleh ibu hamil.

Namun, apapun cara kelahirannya, persiapan persalinan yang matang harus dimulai jauh hari sebelumnya. Nah, berikut beragam pilihan persalinan bagi ibu hamil menjelang melahirkan:

  • Lotus Birth
    Lotusbirth adalah cara melahirkan yang melibatkan membiarkan tali pusar bayi menempel pada plasenta. Strategi ini disebut dapat meningkatkan imunitas bayi secara alami. Bayi sudah melekat pada plasenta selama 9 bulan, dan melepasnya hanya akan menimbulkan stres. Lebih baik membiarkan plasenta pecah dengan sendirinya; Hal ini memungkinkan bayi bertransisi dari dalam perut ibu ke memasuki dunia luar.
  • Water Birth
    Sesuai dengan namanya, waterbirth adalah proses melahirkan di dalam air. Prosedur ini disebut dapat menghilangkan trauma bayi baru lahir yang baru saja dikeluarkan dari rahim ibu. Prosedurnya juga dilakukan di dalam air, yang dikatakan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit ibu selama proses persalinan. Namun penelitian menunjukkan bahwa masih ada 5% kemungkinan proses persalinan terhambat. Hal ini terjadi ketika bayi baru lahir menghirup air atau tali pusar putus secara tidak sengaja sehingga menyebabkan bayi kehilangan oksigen.
  • Vaginal Birth
    Persalinan ini sering juga disebut dengan persalinan normal yaitu, proses melahirkan melalui vagina ibu. Jenis kelahiran ini biasanya disarankan karena fase pemulihannya cepat. Selain itu, metode persalinan ini tidak terlalu sulit karena ibu bisa langsung menggendong dan menyusui bayinya.
  • Gentle Birth
    Metode persalinan ini mengasumsikan bahwa bayi akan menemukan jalan keluarnya sendiri. Sebenarnya, melahirkan tidak ada bedanya dengan harus buang air besar atau kecil tanpa bantuan medis. Tanggung jawab ibu adalah membantu bayi menemukan jalan keluar yang tidak memerlukan kekerasan. Wanita hamil tidak harus melahirkan sambil tidur; sebaliknya, mereka dapat berdiri, jongkok, atau duduk sebagian senyaman yang mereka pilih.
  • Caesar
    Metode persalinan ini sering digunakan ketika ada masalah yang menghalangi bayi untuk keluar secara normal. Pendekatan ini melibatkan pemotongan perut ibu untuk memberikan jalan keluar bagi bayinya. Jumlah maksimal operasi caesar adalah tiga kali. Lebih dari jumlah tersebut menimbulkan risiko bagi ibu. Wanita yang pernah menjalani operasi caesar sebaiknya tidak melahirkan secara normal karena alasan yang sama.

 

Ibu dapat mempraktikkan metode pernapasan selama proses persalinan sebagai bagian dari persiapan prenatal mereka. Jika diperlukan, para ibu dapat melakukan berbagai aktivitas yang mendorong induksi persalinan alami atau mengonsumsi makanan agar dapat melahirkan dengan cepat. Jangan lupa untuk mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan saran terbaik bagi ibu dan bayi dalam kandungan.


3DPotret 2022. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!