Cara Menghadapi Anak Tantrum Menenangkan Badai Emosi dengan Kasih Sayang
September 12, 2025 by magang rpl

Tantrum adalah ledakan emosi yang umum terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Perilaku ini bisa membuat orang tua frustrasi, namun penting untuk diingat bahwa tantrum adalah bagian normal dari perkembangan. Anak-anak tantrum karena mereka belum bisa mengekspresikan emosi besar yang mereka rasakan. Menghadapi tantrum dengan tenang dan penuh kasih sayang adalah kunci.
Langkah-Langkah Menghadapi Tantrum:
- Tetap Tenang dan Jangan Panik: Reaksi pertama orang tua sangat menentukan. Jika Anda ikut emosi, anak akan merasa semakin tidak aman. Ambil napas dalam-dalam dan usahakan suara Anda tetap tenang.
- Validasi Perasaan Anak: Alih-alih melarang, akui perasaannya. Katakan, “Ibu tahu kamu kesal karena tidak bisa membeli mainan itu,” atau “Kamu sedih sekali ya?” Ini menunjukkan Anda memahami perasaannya, sehingga ia merasa didengar.
- Alihkan Perhatian: Jika tantrum disebabkan oleh keinginan yang tidak terpenuhi, coba alihkan perhatiannya ke hal lain. Misalnya, “Lihat burung di luar sana! Indah sekali, ya?” atau tawarkan aktivitas lain.
- Berikan Pelukan dan Rasa Aman: Jika anak bersedia, peluk dia. Kontak fisik dapat menenangkannya dan mengingatkan bahwa ia aman, meskipun perasaannya sedang kacau.
- Hindari Memenuhi Permintaan: Jika tantrum adalah cara anak untuk mendapatkan apa yang ia mau, jangan menyerah. Jika Anda memenuhi permintaannya, ia akan belajar bahwa tantrum adalah cara yang efektif. Beri batasan dengan tegas, namun tetap penuh kasih.
- Diskusikan Setelah Tenang: Setelah anak tenang, ajak ia bicara tentang apa yang terjadi. Tanyakan mengapa ia marah dan jelaskan dengan sederhana mengapa permintaannya tidak bisa dipenuhi. Beri alternatif yang dapat ia terima di kemudian hari.
Ingatlah, tantrum bukan tanda kegagalan orang tua. Ini adalah kesempatan untuk mengajarkan anak cara mengelola emosi dan membangun kepercayaan bahwa Anda akan selalu ada untuknya.

