Diare: Mengenal Penyebab, Jenis, dan Gejala Utama

Diare adalah kondisi umum yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar (lebih dari tiga kali sehari) dengan konsistensi tinja yang lebih cair atau encer. Diare bukanlah penyakit, melainkan gejala dari masalah mendasar, biasanya infeksi pada saluran pencernaan. Kondisi ini sangat penting untuk diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama dehidrasi.
Penyebab Umum Diare
-
Infeksi Viral: Rotavirus dan Norovirus adalah penyebab paling umum, terutama pada anak-anak.
-
Infeksi Bakteri: Bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Shigella sering didapatkan dari makanan atau air yang terkontaminasi.
-
Intoleransi Makanan: Tidak mampu mencerna zat tertentu (misalnya laktosa atau gluten).
-
Efek Samping Obat: Terutama penggunaan antibiotik yang mengubah keseimbangan flora usus.
Gejala Diare yang Perlu Diperhatikan
Gejala utama adalah tinja yang cair dan frekuensi BAB yang tinggi. Namun, perhatikan gejala penyerta:
-
Kram Perut dan Rasa Kembung
-
Mual dan Muntah
-
Demam: Menunjukkan adanya infeksi.
-
Tanda Dehidrasi: Ini krusial pada anak. Tanda-tandanya meliputi mulut dan kulit kering, jarang buang air kecil, mata cekung, dan air mata berkurang saat menangis.
Diare merupakan respons umum tubuh terhadap iritasi atau infeksi pada saluran pencernaan yang menyebabkan usus besar gagal menyerap cairan secara efektif. Memahami bahwa mayoritas diare disebabkan oleh agen infeksi (virus atau bakteri) membantu kita berfokus pada pencegahan melalui kebersihan yang ketat. Gejala utama seperti frekuensi BAB yang tinggi disertai tinja cair harus segera direspons dengan memantau tanda-tanda dehidrasi, yang merupakan risiko terbesar diare. Jika diare berlangsung lebih dari 48 jam, disertai demam tinggi, atau jika tinja mengandung darah atau nanah, ini menandakan adanya infeksi yang lebih serius yang membutuhkan evaluasi medis segera untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Kewaspadaan dini terhadap gejala adalah kunci keselamatan.

