Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Penyebab Bayi Susah Makan dan Cara Mengatasinya

November 11, 2021 by admin ku
hui-sang-rdqsFGtTbg4-unsplash-1200x800.jpg

Apa Penyebab Bayi Susah Makan?

Bayi susah makan tentu saja hal itu membuat para ibu merasa tidak tenang.Penyebab bayi tidak mau makan bisa berasal dari berbagai faktor. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui penyebab umum bayi susah makan karena kondisi ini ditakutkan dapat membuat kebutuhan gizi bayi tidak tercukupi dengan baik.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah makan dan cara mengatasinya:

Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi adalah penyebab paling sering bayi kehilangan nafsu makan.Rasa nyeri di gusi anak biasanya akan bertambah ketika ia makan langsung atau minum dari botol. Jadi wajar saja kalau ia merasa tidak nyaman makan saat tumbuh gigi.Pada saat tumbuh gigi, gusi anak akan bengkak dan menyebabkannya susah makan.

Memilih-milih makanan

memilih-milih makanan atau fase picky eating merupakan salah satu penyebab bayi susah makan yang paling umum terjadi. Kemungkinan bayi  masih merasa asing dengan rasa atau tekstur dari  makanan yang baru diperkenalkan sehingga menolak untuk diberi makan.Memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil memang butuh waktu, kadang beberapa hari, minggu, bahkan bulan.Selain itu bisa juga bayi menolak makan karena belum siap untuk makan makanan padat, atau tidak selera.

Diare

Ketika mengalami  diare, bayi dapat mengalami demam, muntah, lemas, susah makan, atau kurang mau menyusu dan bunda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan memberikannya ASI atau susu formula serta air putih lebih sering untuk mencegah dehidrasi.Namun, jika hal itu terajadi dalam waktu yang cukup lama sebaiknya segera periksakan kondisinya ke dokter

Alergi dan Intoleransi Makanan

Hampir 88% bayi mengalami problem alergi makanan dengan gejala gatal, diare, muntah, atau sakit perut sampai masalah pernapasan serta pembengkakan pada wajah atau area tubuh lain. Beberapa makanan yang berisiko memicu alergi mencakup susu, gandum, kacang-kacangan,dan kerang-kerangan.

Sedangkan intoleransi makanan lebih sering terjadi daripada alergi makanan.Gejalanya bisa berupa kembung, perut terasa penuh, dan sakit perut ringan. Kondisi ini bahkan bukan hanya mengakibatkan bayi susah makan tapi juga menjadikannya lebih rewel.

 Kolik

Sekitar 2 dari 5 bayi akan menderita kolik atau penyakit menangis secara terus menerus tanpa penyebab yang jelas.Saat bayi terus menerus menangis, maka akan terjadi refluks, gumoh atau muntah karena kembung.Tetapi jika bayi menunjukkan gejala  seperti muntah, diare, demam, penurunan berat badan, atau buang air besar berdarah. Ini bukan merupakan gejala kolik umum dan bisa menjadi pertanda penyakit lain.

Cara Mengatasi Bayi Susah Makan

  • Buat menu makanan yang bervariasi: Variasi makanan yang diberikan pada bayi dapat mencegahnya bosan dengan menu MPASI yang berikan, sehingga napsu makannya dapat meningkat.
  • Menyuapinya pada waktu yang tepat: Bayi cenderung menolak untuk makan ketika dia merasa ngantuk. Oleh karena itu, perhatikan waktu yang tepat dan terapkan jadwal makan yang teratur
  • Jauhkan dari makanan pemicu alergi: usahakan untuk menghindari makanan pemicu alergi pada bayi Anda. Makanan pemicu alergi itu bisa berupa susu, kacang, kedelai, gandum, seafood, atau telur.
  • Ciptakan suasana makan yang menyenangkan: Ciptakan suasana makan yang menyenangkan agar si Kecil tidak menghindari aktivitas tersebut. Untuk bisa membuat waktu makan menjadi dinanti-nanti, Anda bisa mengajak bayi makan sambil bermain.

 

 

 

 

admin ku

admin ku

3DPotret 2020. All rights reserved.