Kenali Obesitas Anak Sejak Dini

Bukan cuma masalah kekurangan berat badan, bunda juga perlu waspada jika si kecil mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas anak termasuk kondisi medis serius, karena dapat meningkatkan si kecil terserang berbagai penyakit.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi obesitas anak, seperti faktor pemicu, risiko, serta cara mencegahnya, simak penjelasan berikut ini.
Mengidentifikasi Kondisi Obesitas Anak
Kondisi obesitas diartikan jika si kecil memiliki berat badan di atas normal. Namun perlu diketahui, tidak semua anak yang mengalami kelebihan berat badan langsung dinyatakan obesitas.
Status berat badan pada anak-anak ditentukan oleh Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan perhitungan BMI. Anak memiliki kecenderungan obesitas ketika persentil BMI mereka berada pada rentang 23-29,9 sementara jika hasil perhitungan BMI nya lebih dari 30, artinya anak tersebut sudah mengalami obesitas.
Faktor Penyebab Obesitas pada Anak
Makanan dan Minuman
Terlalu sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seperti makanan cepat saji, makanan yang mengandung banyak penyedap rasa, zat pemis dan pewarna, dapat memicu obesitas pada anak.
Jarang Melakukan Aktivitas Fisik
Anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri seperti duduk menonton televisi atau bermain video game dan tidak berolahraga akan lebih mudah terkena obesitas.
Faktor Genetik
Apabila Parents maupun pasangan mengalami kelebihan berat badan, ini berpotensi menurun kepada si kecil. Atau jika Parents suka mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan tidak banyak melakukan aktivitas fisik, hal ini juga membuat anak ikut meniru kebiasaan tersebut, hingga akhirnya ia mengalami obesitas.
Faktor Psikologi
Stres yang terjadi dapat meningkatkan risiko obesitas. Beberapa anak bahkan cenderung makan berlebihan untuk mengatasi berbagai masalah emosinya, misalnya melawan kebosanan atau rasa suntuk yang menghampiri.
Faktor Sosial Ekonomi
Di beberapa daerah tertentu ternyata masih ada anak-anak yang sulit mendapatkan makanan sehat. Dampaknya, membuat mereka lebih sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan mengandung banyak bahan pengawet.
Risiko Penyakit Akibat Kondisi Obesitas
Kolesterol Tinggi dan Tekanan Darah Tinggi
Pola makan buruk yang mengakibatkan obesitas pada anak dapat menyebabkan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Hal ini juga berkontribusi pada penumpukan plak di arteri, sehingga arteri menyempit dan mengeras.
Menyebabkan Gangguan Tidur
Obesitas dapat menyebabkan gangguan serius pada pernapasan anak, termasuk saat ia tidur. Selama tidur, napas si kecil bisa saja berulang bisa berhenti dan terganggu. Inilah yang menyebabkan anak tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Risiko Asma
Anak yang mengalami obesitas akan lebih besar kemungkinannya untuk menderita asma.
Cara Mencegah Obesitas pada Anak
Konsumsi Makanan Sehat
Jika Parents selalu menyediakan makanan sehat di rumah, ini dapat mengurangi kemungkinan anak untuk mengonsumsi makanan tidak sehat. Parents juga bisa menyiapkan camilan alami, seperti yoghurt, buah, kacang-kacangan, telur rebus atau sayuran.
Hindari Makanan Olahan
Makanan olahan sering ditambahkan lemak, kalori, dan gula berlebih. Ini juga cenderung menyebabkan kecanduan pada anak untuk membuatnya makan sebanyak-banyaknya.
Jadi, sebisa mungkin hindari makanan olahan, ya. Lebih baik memasak makanan sendiri, karena lebih terjamin dan higienis.
Minum Air Putih yang Cukup
Air putih berguna untuk membantu proses metabolisme tubuh dan mencegah lapar yang berlebihan. Mengonsumsi air putih dapat menggantikan minuman lain yang tinggi kalori dan gula, sehingga baik untuk menurunkan berat badan ataupun menjaga berat badan ideal.
Meskipun obesitas anak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, tetapi kondisi ini masih bisa dicegah. Hal yang paling penting adalah tetap memerhatikan pola makan dan aktivitas anak agar obesitas tidak terjadi atau kondisinya tidak semakin parah.

