Kekurangan Gizi pada Anak Kenali Gejalanya!!

Agar tumbuh kembangnya optimal, orangtua perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Bila berjalan cukup lama, hal tersebut bisa memicu timbulnya kekurangan gizi pada si kecil. Berikut penjelasan seputar kurang gizi pada anak yang perlu diperhatikan orangtua:
Kondisi Anak Kurang Gizi
kondisi ini dapat dimulai ketika bayi atau masih berada di dalam kandungan.
Kurang gizi adalah dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang telah berlangsung sejak lama.
Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bayi lahir pun pemenuhan gizi untuk anak masih perlu diperhatikan setidaknya sampai ia berusia 2 tahun.
Hal tersebut harus menjadi perhatian utama yang tidak boleh disepelekan.
Gejala Umum Anak Kekurangan Gizi
Gejala bayi kurang gizi
Bayi yang mengalami kurang gizi biasanya akan menunjukkan beberapa ciri-ciri atau tanda fisik.gejala yang tampak saat bayi kekurangan gizi, yaitu:
- Pertumbuhan bayi tidak berjalan seperti yang seharusnya, misalnya berat badan bayi tidak kunjung bertambah.
- Bayi mengalami perubahan perilaku, misalnya merasa gelisah dan sering rewel.
- Mudah merasa lelah karena persediaan energi kurang optimal ketimbang bayi seusianya.
- Penting juga untuk diketahui bahwa ada kekurangan gizi bisa dibagi menjadi dua, yakni kurang gizi sedang (moderate malnutrition) dan kurang gizi akut (severe acute malnutrition).
- Jika kurang gizi sedang pada bayi dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini bisa saja berkembang menjadi kekurangan gizi akut.
Gejala anak kurang gizi
Pada anak-anak yang mengalami kurang gizi berbagai tanda-tanda yang muncul, yakni:
- Nafsu makan rendah
- Anak mengalami gagal tumbuh (dilihat dari berat badan, tinggi badan, atau keduanya yang tidak sesuai dengan umurnya)
- Kehilangan lemak dan massa otot tubuh
- Kekuatan otot tubuh menghilang
- Sangat mudah untuk marah, terlihat lesu, bahkan dapat menangis secara berlebihan
- Mengalami kecemasan dan kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar
- Sulit berkonsentrasi dengan baik.
- Kulit dan rambut kering, bahkan rambut mudah sekali rontok
- Pipi dan mata tampak cekung
- Proses penyembuhan luka sangat lama
- Rentan terserang penyakit, dengan proses penyembuhan yang cenderung lama
- Bahkan, anak bisa sampai mengalami kesulitan belajar ketika asupan gizi dalam tubuhnya kurang.
- permasalahan kurang gizi pada anak
- Berat badan kurang
kondisi ini juga menunjukkan ketidakselarasan antara berat dan tinggi badan anak. Dalam arti, berat anak biasanya terlalu ringan untuk ukuran tinggi badan yang dimilikinya.
Anak dikatakan memiliki berat badan kurang ketika nilai pengukuran z score di grafik pertumbuhan berada di antara <-2 SD sampai -3 standar deviasi (SD).
Selain tubuh yang kurus, gejala khas lainnya yang muncul ketika berat badan anak kurang yakni rentan sekali terserang penyakit. Kondisi ini sulit ditentukan sendiri oleh orangtua. Butuh bantuan dokter gizi anak untuk mengeceknya.
Pendek
Stunting tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah terbentuk sejak lama karena tidak tercukupinya kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.
Selain asupan gizi, stunting juga disebabkan oleh penyakit infeksi berulang serta berat badan lahir rendah (BBLR).
Sejak anak berusia 3 bulan, kondisi stunting umumnya sudah mulai meningkat, hingga prosesnya semakin melambat saat anak berusia sekitar 3 tahun.
Mulai sejak inilah grafik pertumbuhan tinggi badan anak bergerak mengikuti grafik normal, tapi dengan penilaian yang berada di bawah normal.
Kurus
Berbeda dengan berat badan kurang (underweight), anak yang sangat kurus (wasting) memiliki berat yang sangat rendah dan tidak sesuai dengan tinggi badan.
Berat badan anak yang mengalami wasting biasanya jauh berada di bawah rentang normal yang seharusnya.
Indikator yang digunakan untuk menilai kemungkinan wasting pada anak yakni berat badan berbanding dengan tinggi badan (BB/TB).
Kondisi anak kurang gizi berat juga kerap digunakan untuk menggambarkan wasting.
Pasalnya, anak yang bertubuh sangat kurus biasanya sudah tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam waktu lama.
Bahkan, anak tersebut juga bisa saja mengalami penyakit yang berhubungan dengan kehilangan berat badan, misalnya diare.
Kekurangan vitamin dan mineral
Bukan anak kurang gizi saja yang bisa mengalami kekurangan vitamin dan mineral, tapi anak dengan berat badan normal pun punya risiko yang sama.
Tanda kekurangan vitamin menjadi salah satu kondisi anak kurang gizi.
Apabila anak Anda menunjukkan tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya, sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter.

