Cara Memperkuat Ikatan Ibu dan Anak

Anggapan bahwa anak perempuan cenderung lebih dekat dengan ibunya bukanlah mitos belaka. Terdapat sebuah penelitian yang bisa memperkuat klaim tersebut.
Orangtua memiliki pengaruh genetik dan lingkungan yang besar terhadap kognisi, perilaku, maupun otak anak.
Asosiasi antara ibu dan anak perempuan ini lebih besar jika dibandingkan dengan asosiasi yang dimiliki ibu dan anak laki-laki, ayah dan anak perempuan, serta ayah dan anak laki-laki.Dengan kata lain, hubungan ibu dengan anak perempuan lebih terikat secara emosional dan memahami satu sama lain.
Selain itu, anak perempuan umumnya menjadikan ibunya sebagai panutan. Mereka dapat melihat dan meniru apa yang ibunya lakukan.
Walaupun begitu, tak dapat dipungkiri jika mungkin timbul konflik-konflik di antara keduanya seiring berjalannya waktu. Supaya dapat diantisipasi, kenali lebih jauh seputar kemungkinan penyebab rusaknya hubungan anak dengan ibu.
Penyebab rusaknya ikatan ibu dan anak perempuan
Ikatan ibu dan anak perempuan memberi dampak yang besar pada kehidupannya. Jika ikatan tersebut dipenuhi perhatian, kasih sayang, cinta, dan batasan yang sesuai
Namun, ikatan ibu dan anak perempuan bisa rusak karena beberapa faktor, seperti:
- Mengendalikan anak secara berlebihan
- Tidak ada saat anak membutuhkan
- Selalu mengkritik apa yang dilakukan anak
- Melakukan kekerasan pada anak
- Bermusuhan dengan anak
- idak merasa dekat dengan anak.
Cara membangun ikatan ibu dan anak perempuan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikatan batin ibu dan bayi sudah terjalin bahkan sejak masih di dalam kandungan.
- Menjalin komunikasi yang terbuka
Anak sering kali merasa takut ketika ingin menyampaikan hal yang tak disukai dari ibunya. Jika hanya dipendam, masalah ini bisa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Biarkan anak mengatakan apa yang mereka tidak suka dari Anda. Misalnya, anak mengatakan bahwa mereka tidak menyukai sifat protektif Anda. Beri penjelasan kepadanya mengapa Anda melakukan hal tersebut dan cobalah introspeksi diri. - Mendengarkan ketika anak berbicara
Alih-alih selalu merasa benar, cobalah dengarkan baik-baik ketika anak berbicara.
Mereka mungkin akan mengungkapan apa yang dirasakan atau dipikirkannya. Ibu pun dapat mengajukan pertanyaan pada anak untuk menghindari kesalahpahaman.
Hal ini dapat membuat anak merasa didengar dan dihargai sehingga ikatan antara ibu dan anak perempuan dapat semakin kuat.
- Ada ketika anak membutuhkan
Berbicara dengan nada lembut
Menghadapi remaja perempuan dinilai sangat rentan bersinggungan dengan konflik.
Sebagai ibu, jangan merespons konflik dan percakapan yang memanas dengan nada bicara keras. Gunakan nada bicara lembut untuk menghindari konflik.
Penelitian pun mendukung hal ini dengan menyatakan bahwa berteriak sama berbahayanya dengan memukul anak.
- Saling memaafkan
Untuk menjaga ikatan ibu dan anak perempuan, penting untuk saling memaafkan saat mengalami konflik. Sebagai seorang ibu, Anda sebaiknya tidak berperilaku egois ketika berkonflik dengan anak.
Setelah saling memaafkan, Anda dapat menasehati anak jika mereka membuat kesalahan agar tidak diulangi lagi.
Selain itu, biarkan anak memberikan saran atau teguran jika memang Anda membuat kesalahan kepadanya.
- Ada ketika anak membutuhkan
Ketika anak membutuhkan Anda, pastikan Anda ada untuknya. Misalnya, jika mereka ada masalah dengan temannya, cobalah dengarkan curhatannya dan berikan solusi yang tepat.
- Menghabiskan waktu bersama sambil bersenang-senang
Baik anak maupun orangtua, tentunya memiliki kesibukan masing-masing. Namun, jangan biarkan kesibukan ini merusak hubungan orangtua dan anak perempuannya.
Cobalah untuk menjadwalkan 1-2 hari di mana Anda dan anak memiliki waktu bebas untuk jalan-jalan.
Ajak anak perempuan Anda untuk ke salon atau spa bersama. Hal ini dipercaya dapat membuat hubungan anak dan ibu menjadi lebih erat.
- Bersikap hormat terhadap anak
Ibu dan anak harus saling menghormati. Meski usia anak jauh di bawah Anda, tetap disarankan untuk menghargai dan bersikap hormat terhadapnya.
Jangan berteriak atau menggunakan kekerasan saat berusaha untuk mendisiplinkan anak. Hal tersebut bisa membuatnya merasa semakin jauh dari Anda dan memberontak.
Walaupun ikatan ibu dan anak perempuan begitu kuat, batasan tertentu antara orangtua dan anak tetap harus ada. Hal ini dapat membantu memelihara hubungan yang saling menghormati sehingga anak tidak bersikap kurang ajar.

