Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Bolehkah Tetap Menyusui saat Hamil? Ini Kata Ahli

January 13, 2023 by admin ku
Desain-tanpa-judul-2023-02-06T090717.434.png

Momen kehamilan menjadi momen yang mengesankan dan membahagiakan buat setiap perempuan. Namun sayangnya, tidak jarang kehamilan terjadi di waktu yang tak direncanakan atau diinginkan. Misalnya yakni hamil saat kamu masih sibuk dan fokus mengASIhi.

Tidak sedikit orang yang hamil lagi ketika ia masih harus fokus mengASIhi. Alhasil, ia pun merasa khawatir dan kebingungan untuk menentukan. Apakah ia tetap harus memberi ASI pada buah hati sebelumnya, atau menghentikan pemberian ASI dan lebih fokus ke kehamilan selanjutya.

Mengutip dari laman liputan6.com, para ahli sejauh ini belum menemukan jika menyusui selama kehamilan bisa menyebabakan kontraksi apalagi keguguran. Para ahli sejauh ini memang tidak memberikan larangan bagi ibu yang ingin tetap menyusui selama kehamilannya. Namun dengan catatan, ibu hamil dan menyusui ini memiliki daya tahan tubuh serta kesehatan yang maksimal atau dalam artian tidak berisiko apapun.

Saat hamil, tubuh akan mengalami perubahan. Salah satu perubahan yang kerap terjadi adalah perubahan hormon. Inilah yang harus diperhatikan dengan sangat baik. Karena pada ahli percaya, perubahan hormon memengaruhi mood saat melakukan aktivitas harian termasuk menyusui.

Perubahan hormon karena kehamilan bisa menyebabkan morning sickness, suasana hati yang kurang nyaman dan rasa nyeri di puting selama menyusuhi. Jika kamu tetap ingin menyusuhi saat hamil, pastikan untuk mengonsultasikan hal ini dengan dokter atau bidan ahlinya. Cari dokter atau bidan yang benar-benar bisa memberi edukasi, seputar kehamilan dan proses menyusui secara bersamaan.

Jika seorang ibu berisiko mengalami persalinan prematur, ia tidak boleh menyusui saat hamil sampai bayi mencapai setidaknya usia kehamilan 37 minggu. Menyusui di masa hamil dibolehkan, tapi dalam sebagian kondisi rasa atau tekstur ASI akan berubah.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menyusui selama kehamilan umumnya aman dilakukan. Namun, ibu hamil sebaiknya berhenti menyusui jika mengalami beberapa kondisi berikut ini: Kehamilan berisiko tinggi. Terdapat risiko persalinan prematur.

Kesundulan adalah istilah lumrah yang dilekatkan pada kondisi jarak kehamilan atau kelahiran yang terlalu dekat, terutama di masa ibu masih menyusui bayinya.

Saat menyusui secara eksklusif, Ibu mungkin tidak mengalami menstruasi selama satu tahun atau bahkan lebih lama lagi setelah melahirkan Jadi, Ibu tetap memiliki kemungkinan untuk hamil lagi setelah lebih dari enam bulan menyusui.

Berapa besar kemungkinan hamil saat menyusui?
Pada tiga bulan usia awal bayi, kemungkinan ibu menyusui bisa hamil adalah 0%. Meski demikian, tetap ada kemungkinan ibu menyusui bisa hamil jika bayinya memasuki usia 3-6 bulan. Kemungkinan ibu menyusui bisa hamil pada usia buah hati tersebut pun naik menjadi 2%.

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak