Anemia Pada Ibu Hamil!!

Anemia merupakan keadaan tidak mencukupinya eritrosit untuk mengantarkan kebutuhan oksigen jaringan. Karena hal ini sulit diukur, maka anemia didefinisikan sebagai rendahnya konsentrasi hemoglobin (Hb), hitung eritrosit, dan hematokrit (Hct) dari nilai normal.
PENYEBAB ANEMIA
1. Anemia karena pendarahan (pada masa kehamilan dan masa nifas)
2. Anemia Hipoproliferatif (Anemia defisiensi besi dan defisiensi asam folat, vitamin B12, dan B6)
3. Anemia karena proses inflamsi
4. Anemia karena Penyakit ginjal
DAMPAK ANEMIA
Kondisi defisiensi besi yang parah akan merusak enzim yang memerlukan besi, seperti sitokrom di banyak jaringan pada tubuh. Hal ini akan terlihat paling signifikan pada kulit yang menjadi sangat tidak sehat. Di antaranya adalah :
- Koilonikia: kuku berbentuk cekung dan sangat rapuh
- Angular stomatitis: luka atau ulkus pada ujung mulut
- Glositis: peradangan pada mulut
- Antropik gastritis: inflamasi pada lambung
- Achlorydria: kekurangan asam hialuronat pada lambung
- Disfagia: sulit menelan (akibat plummer-vinson syndrome )
Risiko janin lambat atau janin tidak berkembang dalam kandungan:
- Bayi lahir prematur
- Memiliki berat badan rendah saat lahir (BBLR)
- Perdarahan post-partum atau perdarahan yang berlebihan setelah melahirkan
PENCEGAHAN ANEMIA
Berikut beberapa cara untuk mencegah anemia:
- Mengonsumsi suplemen asam folat dan zat besi. Dosisnya dianjurkan 60 mg zat besi dan 400 mcg asam folat.
- Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi : daging, ayam, ikan, telur, dan gandum.
- Memakan makanan yang kaya akan asam folat : kacang kering, gandum, jus jeruk, dan sayuran hijau.
- Mengonsumsi suplemen dan makanan yang mengandung vitamin C : buah dan sayur yang segar.

