Bahaya Kejang Pada Bayi

Kejang demam pada bayi umumnya tidak memberikan efek yang berkepanjangan. Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak, keterbelakangan mental, atau ketidakmampuan belajar, dan tidak menyebabkan gangguan dasar yang lebih serius.
Kejang demam disebabkan karena peningkatan suhu secara singkat.
Infeksi
Umumnya demam yang memicu kejang demam disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
- Kejang setelah imunisasi
- Resiko kejang demam dapat meningkat setelah melakukan imunisasi saat masa anak-anak, seperti vaksin difteri, tetanus, atau campak. Umumnya seorang anak
- mengalami demam ringan setelah vaksinasi.
Sering kali ditemui anak bayi mengalami kejang ketika sedang mengalami peningkatan suhu tubuh. Pertanyaannya, seberapa bahayakah kejang yang dialami oleh bayi? Kejang yang disebabkan oleh demam umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami kenaikan suhu tubuh secara cepat. Umumnya kejang terjadi pada suhu diatas 390C. Kejang saat demam merupakan respon otak anak terhadap demam.
Kejang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, berikut beberapa tanda dan gejala kejang yang disebabkan oleh demam :
- Kejang terjadi satu kali selama 24 jam terakhir
- Durasi kejang terjadi kurang dari 15 menit
- Kejang terjadi pada seluruh tubuh dan bukan hanya satu bagian tubuh
- Kejang terjadi pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun
- Kejang terjadi pada anak yang tidak memiliki masalah pada sistem saraf pusat
- Kejang pernah terjadi ketika demam pada sebelumnya.
Kejang demam dapat terjadi pada beberapa jam awal demam selama peningkatan suhu badan.
Memberikan obat penurun panas sesuai dengan dosis untuk mencegah terjadinya kejang.
Berkonsultasi dengan dokter untuk cara pencegahan kejang demam agar tidak berulang.
Umumnya kejang demam berhenti sendiri dalam beberapa menit. Jika anak mengalami kejang lebih dari 10 menit atau jika anak mengalami kejang berulang maka segeralah meminta bantuan pada unit gawat darurat.
Jika anak mengalami kejang, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua :
- Tetap tenang dan tidak panik
- Letakkan pada tempat yang aman dengan anak dengan posisi tubuh miring
- Tetap berada didekat anak untuk mengawasi dan memberikan rasa nyaman
- Menyingkirkan benda keras atau tajam yang berada didekat anak
- Kendurkan pakaian anak
- Jangan menahan gerakan kejang pada anak atau mengganggu gerakan pada anak
- Jangan meletakkan apapun dimulut anak
- Hitung durasi kejang pada anak

