Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Obesitas Pada Kehamilan

January 17, 2023 by admin ku
Desain-tanpa-judul-2023-02-06T093149.450.png

Mitos mengatakan ibu hamil sudah sewajarnya jika gendut. Faktanya, penambahan berat badan hingga obesitas tidak mengartikan bahwa ibu dan bayi sehat. Obesitas selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan lemak tubuh melebihi normal dan beresiko mengalami penyakit jantung dan diabetes ketika dewasa.

Obesitas dapat mempengaruhi tingkat kesuburan dengan menghambat ovulasi normal. Obesitas juga dapat mempengaruhi terjadinya pembuahan pada rahim.

Mengalami obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti :

  • Diabetes gestasional. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena diabetes melitus.
  • Pre-eklampsia. Perempuan yang mengalami obesitas memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada siste organ yang lain.
  • Infeksi. Perempuan yang mengalami obesitas selama kehamilan akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih. Obesitas juga dapat meningkatkan resiko infeksi setelah melahirkan secara normal atau operasi.
  • Terlambat melahirkan. Obesitas dapat meningkatkan resiko kehamilan terus berlanjut melebihi tanggal melahirkan yang ditetapkan dokter.
  • Obesitas dapat menyebabkan terganggunya pemberian obat penghilang rasa sakit.
  • Operasi caesar. Obesitas selama kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya operasi caesar darurat. Obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya komplikasi
  • operasi caesar, seperti infeksi luka.
  • Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran.

Walaupun kehamilan yang sedang dijalani memiliki resiko, namun seseorang yang mengalami obesitas dapat memiliki kehamilan yang sehat. Untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi atau masalah kesehatan selama kehamilan dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan bayi dan diri sendiri. Beberapa langkah yang dapat dilakukan :

  • Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang kesehatan dan berat badan sebelum melakukan program kehamilan. Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menormalkan berat badan sebelum mengalami kehamilan.
  • Berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk membantu memantau kesehatan ibu dan bayi. Selama berkonsultasi sebaiknya selalu menjelaskan kondisi tubuh sebenarnya agar dokter dapat memberikan pengarahan dan pengontrolan, terutama jika memiliki diabetes melitus, tekanan darah tinggi, atau sleep apnea.
  • Mengkonsumsi makanan sehat untuk mempertahankan berat badan dan mencegah kenaikkan berat badan. Selama kehamilan tubuh memerlukan lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi, dan nutrisi penting lainnya. Mengkonsumsi vitamin sebelum kehamilan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
  • Melakukan aktifitas fisik atau olahraga secara rutin selama masa kehamilan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk jenis olahraga yang boleh dilakukan. Memulai olahraga dengan durasi 5 menit setiap hari dan tambahkan 5 menit setiap minggu. Tujuan penambahan 5 menit setiap minggu adalah agar tetap aktif selama 30 menit setiap hari. Jenis olahraga yang dapat dilakukan seperti berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mencegah peningkatan berat badan dan menghindari cedera dan ketegangan otot.
  • Menghindari zat-zat yang beresiko pada kehamilan seperti asap rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.

Untuk mencapai berat badan normal setelah melahirkan dapat dilakukan untuk menjaga kebiasaan makan dan melakukan olahraga. Menyusui dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan, selain untuk memberi makan bayi. Perempuan yang menyusui mengalami penurunan berat badan lebih cepat daripada perempuan yang tidak menyusui.

 

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak