Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Kenakalan Remaja

January 24, 2023 by admin ku
Desain-tanpa-judul-2023-02-13T090354.923.png

Masa remaja idealnya adalah masa yang penuh tantangan, karena banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk masa depannya. Namun, jika salah melangkah, remaja bisa terjebak dalam pergaulan yang salah dan tentu saja akan memiliki banyak dampak negatif.

Hamil diluar nikah, adalah satu dampak terburuk yang bisa dialami oleh remaja atau seseorang yang terlalu bebas dalam pergaulan atau dikenal dengan istilah terjebak pergaulan bebas. Jika sudah demikian, tentu masa depan mereka sudah tidak menarik lagi. Masa depan yang suram, depresi, bahkan yang paling memburuk bias menyebabkan bunuh diri.

Pergaulan bebas merupakan satu fenomena yang marak muncul dikalangan remaja. Umumnya bukan hanya bagi remaja di perkotaan, namun hingga ke daerah terpencil sekalipun, pergaulan bebas telah lekat dengan dunia remaja.

Masa remaja memang identik dengan pergaulan. Kata orang-orang yang santer didengar, remaja kalau tidak bergaul, tidak menikmati hidup. Namun yang perlu dikaji adalah penyebab remaja butuh pergaulan. Apakah merupakan satu kebutuhan, keinginan atau hanya sekedar ikut-ikutan saja agar tidak ketinggalan dan dicap sebagai remaja yang tidak gaul.

remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Jadi istilahnya masih dalam masa transisi, identik dengan orang yang masih mencari jati dirinya. Bagi orang yang sedang mencari jati diri, tentu saja mereka melakukan apa saja yang menurut mereka memuaskan dan memenuhi keinginannya, termasuk dalam hal bergaul. Bergaul bagi remaja kini menjadi satu kebutuhan untuk mengeksistensikan dirinya.

Meningkatnya minat remaja pada masalah seksual saat ini karena remaja sedang berada dalam potensi seksual yang aktif. Akibatnya remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman- teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.

Dampak negatif yang mungkin muncul tersebut diantaranya hamil diluar nikah dan berujung pada tindakan aborsi. Fakta mengejutkan pernah tercatat bahwa sedikitnya ada 700 ribu remaja Indonesia setiap tahunnya melakukan aborsi. Padahal tindakan aborsi pun beresiko menjadi kematian. Akibat-akibat lain dari seks bebas dikalangan remaja ini pun berbagai macam, terkena HIV/AIDS, PMS (Penyakit Menular Seksual), KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga aborsi yang dapat menyebabkan cacat permanen atau berujung pada kematian.

Menjadi remaja yang berkualitas salah satu poinnya harus cerdas dan memiliki bekal pengetahuan agama yang cukup. Hal tersebut bisa menjadi satu filter agar seorang remaja tidak terjebak kedalam pergaulan bebas. Ada banyak tawaran yang bisa dilakukan remaja dalam mengisi kegiatannya sehari-hari sehingga tidak terjebak dalam pergaulan bebas di antaranya agar mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang positif di antaranya dengan berorganisasi.

Seseorang yang secara psikologisnya telah merasa depresi dan tidak berharga tentu secara otomatis akan berdampak terhadap terhadap seluruh aktivitasnya. Biasanya mereka tidak ingin melakukan aktivitas apapun juga dan yang difikirkannya hanya rasa bersalah yang terjadi dalam dirinya. Remaja yang sudah terjebak dalam pergaulan bebas itu kebanyakan hanya termenung setiap harinya dan sangat lamban dalam merespon stimulus lainnya dari lingkungan, dan yang terparah bisa berhenti sekolah atau kuliah.

Penyebab Kenakalan Remaja

Faktor internal:

a.Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

b.Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:

  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
  • Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi
  • penyebab terjadinya kenakalan remaja
  • Teman sebaya yang kurang baik
  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

 

Untuk mengatasi/mencegah agar tidak terjadi kenakalan remaja bisa dilakukan dengan cara :

  • Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.karena dengan adanya rasa kasih sayang dari orang tua maka anak akan merasa diperhatikan dan
  • dibimbing.dan dengan kasih sayang itu pula akan mudah mengontrol remaja jika ia mulai melakukan kenakalan.
  • Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti TV, Internet, Radio, Handphone dan lain- lain.
  • Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
  • Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini seperti beribadah dan mengunjung tempat ibadah sesuai dengan iman dan kepercayaannya

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak