Cara Mengatasi Anak 1 Tahun yang Susah Makan

Menginjak usia 1 tahun, anak terkadang jadi susah makan sehingga membuat Bunda khawatir dan bertanya-tanya. Apakah si Kecil bosan dengan menu-menu yang itu saja atau jangan-jangan, ia justru sedang sakit sehingga tidak mau makan?
Jangan panik dulu, Bun. Sebetulnya, sangat normal, kok, anak mengalami fase menolak makan. Sebetulnya, selama energi anak masih tinggi, dalam artian ia masih aktif bermain dan kurva pertumbuhannya stabil, Bunda sebetulnya tidak usah terlalu khawatir.
Terlebih, setelah melalui lonjakan pertumbuhan yang sangat cepat (growth spurt) di tahun pertama kehidupannya, berat badan anak perlahan mulai bertambah lambat.
Biasanya, anak yang susah makan akan menunjukkan reaksi atau perilaku sebagai berikut:
- Si Kecil akan menjauhkan wajahnya dari sendok.
- Memalingkan kepalanya dan menjauhi makanan.
- Menutup mulut saat Bunda hendak menyuapi atau menyendoki makanan.
- Menumpahkan atau memuntahkan makanannya.
- Menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
- Tidak mau mengunyah atau menelan makanan.
- Menolak mengonsumsi makanan tertentu berdasarkan warna atau teksturnya.
- Memilih jenis makanan baru dan hanya mau mengonsumsi makanan tersebut.
- Tidak mau mencoba makanan baru.
- Tidak tertarik lagi pada makanan yang sebelumnya jadi favorit.
- Hanya mau makan dengan sendok atau garpu.
Merasa “Asing” dengan Makanan yang Baru
Pada bayi yang berusia 1 tahun, penyebab anak susah makan paling utama bisa jadi karena ia masih merasa “asing” dengan makanan yang mungkin masih baru baginya, baik dari segi aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan.
Anak-anak di usia ini mungkin masih terbiasa dengan makanan lunak atau yang dicincang halus dari MPASI-nya. Padahal di usia 1 tahun, anak bayi sudah harus mulai dibiasakan dengan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.
Bukan berbentuk bubur halus (puree) atau makanan yang dilunakkan (mashed), tetapi makanan padat yang kaya gizi.
Sebagai cara menaikkan tekstur makanannya, Bunda bisa membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar dalam beberapa minggu pertamanya mencoba makanan keluarga.
Terlalu Sering Dipaksa Makan
Misalkan, mungkin karena tampilan makanan yang kurang menarik, rasa yang kurang enak di lidah, aroma yang mengganggu, atau si Kecil pernah mencobanya tapi tidak suka.
Selain itu, alasan lain yang mungkin juga menjadi penyebab anak 1 tahun susah makan adalah karena Bunda memberi makan bayi dengan cara marah-marah.
Frustrasi adalah emosi yang sangat wajar dialami setiap orang tua ketika melihat anaknya menolak makan, tapi emosi Bunda yang terlalu tinggi juga bisa membuat si Kecil jadi takut sehingga menghubungkan waktu makan dengan hal yang menyeramkan.
Latar belakang kebiasaan keluarga itu sendiri juga bisa berpengaruh, Bun. Sebagai contoh, bayi terus-terusan diberikan minum jamu-jamuan yang dipercaya dapat menambah nafsu makan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hal ini justru bisa menimbulkan trauma mendalam pada psikologis anak yang berakibat semakin sulit makan.
Anak Tidak Nyaman
Bukan hanya orang dewasa yang bisa stres, Bun. Bayi juga bisa stres terutama karena ia merasa tidak nyaman berlama-lama berada lingkungan yang berisik atau terlalu panas dan gerah.
Stres juga bisa terjadi ketika bayi merasa kesepian, bosan, atau ketakutan bertemu dengan orang baru. Tanda bayi sedang mengalami stres salah satunya adalah kesulitan makan.
Anak Sedang Sakit
Penyebab anak 1 tahun susah makan bisa jadi karena ia sedang merasakan sesuatu pada tubuhnya, Bun.
Misalnya, mengantuk, merasa lelah setelah bermain, alergi makanan, sedang tumbuh gigi, mengalami masalah pencernaan, atau bosan dengan makanan yang Bunda sajikan.
Anak Teralihkan dengan Hal Lain
Anak yang dibebaskan untuk makan sambil main HP atau menonton televisi akan lebih mudah terpecah perhatiannya. Alhasil, ia akan menjadi lebih susah makan dan cenderung mengemut makanannya karena lebih tertarik kepada gawai atau televisi.
Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun yang bisa Bunda lakukan di rumah.
1. Buat Jadwal Makan yang Teratur dan Konsisten
Salah satu cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun adalah dengan menerapkan jadwal makan yang teratur. Hal ini dilakukan agar si Kecil bisa belajar dan memahami kapan ia merasakan lapar dan kenyang dalam satu hari.
Jadi, Bunda hanya perlu lebih telaten membantu bayi terbiasa makan sesuai dengan jadwal. Umumnya, dalam sehari anak perlu makan 3 kali sehari dengan 1-2 kali makanan selingan (snack), dan ASI atau susu sesuai dengan kebutuhan usianya.
Langkah ini juga sekaligus mengajarkannya tentang rutinitas sehari-hari. Dengan demikian, anak jadi tahu kapan waktunya untuk makan, tidur, bermain, dan lainnya.
Pastikan Bunda memberi anak makan sesuai jadwal, ya. Sebab, jika anak terlalu lelah berkegiatan, mungkin ia akan menolak makan dan memilih untuk tidur. Alhasil, anak bisa jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang.
2. Beri Makanan dalam Porsi Kecil Tapi Sering
Daripada menyajikan makanan langsung dalam porsi besar dan memaksa si Kecil untuk menghabiskannya dalam satu kali duduk, cobalah sajikan porsi yang lebih sedikit tapi diberikan lebih sering.
Setelah anak berhasil menghabiskan makananya sendiri, pantau sebentar dan berikan sekali lagi jika si Kecil masih terlihat lapar dan masih mau makan.
3. Jangan Berlama-Lama Menyuapi Anak Makan
IDAI juga menyarankan untuk membiasakan memberi makan maksimal 30 menit saja, karena terlalu lama ditakutkan akan membuat anak bosan dan semakin tidak mau makan.
Coba dulu beri jeda sekitar 10-15 menit. Jika anak masih belum mau makan lagi, lebih baik segera sudahi memberi makanan, Bun.
Jangan pula biasakan anak ngemil di luar jadwal makan camilannya karena hal ini akan menyebabkan anak tidak merasa lapar saat waktu makan tiba.
4. Sajikan Makanan dengan Tampilan Menarik
Menyajikan makanan dengan tampilan menarik juga bisa menjadi cara mengatasi anak yang susah makan. Jadi, jika selama ini Bunda selalu memberikan anak makan dengan tampilan biasa, cobalah cara lain untuk menyajikannya.
Misalnya, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan menarik dengan membentuk bulatan nasi goreng menjadi bentuk wajah. Kemudian, gunakan sayuran dan lauk pauk menjadi rambut atau potongan tubuh.
Mama bisa membentuk selada hijau sebagai sebuah mahkota atau rambut, serta wortel, tomat, atau mentimun sebagai badan atau tangan.
5. Variasikan Makanan Sekreatif Mungkin
Ketika anak sedang sakit dan tidak mau makan, Bunda bisa meningkatkan nafsu makannya dengan memberikan makanan-makanan favoritnya. Lalu, campur atau kombinasikan makanan favoritnya tersebut dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.
Misalnya, Bunda bisa memberikan makanan dengan tekstur yang mirip dengan makanan favoritnya. Contoh, kentang atau ubi yang dihaluskan.
Berikan juga berbagai variasi jenis makanan bergizi dan biarkan si Kecil memilih dan mengeksplor makanan yang diinginkan.
Jangan memaksa ia untuk mencicipi makanan baru sebagai cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun. Bunda mungkin perlu beberapa kali menawarkan makanan baru sebelum si Kecil mau mencobanya.
6. Berikan Makanan dengan Varian Rasa Berbeda
Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.
Nah, Bunda bisa memberi variasi makanan dengan rasa yang beragam saat menyajikan makanan atau camilan sehat di siang dan sore hari. Coba berikan rasa makanan yang gurih, atau yogurt, dessert, dan buah-buahan yang manis.
Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak, serta anak bisa mencoba rasa makanan lain yang belum pernah dicicipinya.

