Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Tips Merawat Gigi Anak Dimulai Sejak Bayi

May 30, 2024 by admin ku
artikel-2024-05-30T102558.753.png

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  • Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  • Pada usia 6-12 bulan: orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  • Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  • Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  • Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  • Gigi berlubang
    Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.
  • Radang gusi
    Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.
  • Infeksi Gusi
    Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.
  • Sariawan
    Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.
  • Gigi Patah
    Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak