Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Bayi

Diskusi tentang kesehatan mental sering kali terfokus pada remaja dan orang dewasa, sehingga kesehatan mental bayi dan anak kecil jarang diperhatikan. Padahal, banyak masalah kesehatan mental memiliki akar sejak masa bayi, dan intervensi dini penting untuk mencegah gangguan di masa depan.
Kesehatan mental bayi mencakup kesejahteraan emosional dan sosial anak hingga usia 3 tahun. Banyak pengasuh baru, seperti orang tua dan kakek-nenek, menghadapi tantangan yang wajar. Namun, ketika tantangan ini menjadi terus-menerus, mereka bisa merasa cemas dan frustrasi. Mendapatkan dukungan dari pakar perkembangan anak dapat membantu mengurangi stres.
Tanda-tanda peringatan masalah kesehatan mental bayi meliputi:
- Pola tidur buruk
- Kesulitan menyusui
- Tangisan terus-menerus
- Gelisah
- Gangguan pencernaan
- Kecemasan dan ketegangan
- Tidak ada peningkatan berat badan atau gagal tumbuh
- Gagal mencapai tonggak perkembangan yang diharapkan
Hubungan antara bayi dan pengasuh sangat penting. Bayi lahir dengan sistem saraf yang peka dan bergantung pada pengasuh untuk mengatur kondisi fisik dan emosional mereka. Melalui perawatan yang responsif, bayi belajar mengatur diri dan merasa aman. Kesejahteraan ini membentuk keterikatan yang aman, yang menjadi dasar pembelajaran sosial dan emosional bayi.
Pertumbuhan sosial dan emosional yang sehat pada bayi mencakup kemampuan mengenali emosi diri sendiri, memahami emosi orang lain, mengelola emosi yang kuat, dan mengembangkan empati. Semua kemampuan ini memengaruhi masa depan anak dalam belajar, beradaptasi, membangun hubungan, serta mengelola emosi seperti marah dan cemas. Jika kemampuan ini tidak berkembang, masalah kesehatan mental bisa muncul.
- Hambatan untuk pengasuh dalam memberikan perawatan yang responsif bisa meliputi:
- Penyakit mental seperti depresi atau kecemasan
- Riwayat pengabaian dan kekerasan
- Kurangnya dukungan sosial
- Stres finansial atau konflik hubungan
- Penyalahgunaan alkohol atau narkoba
Meski menghadapi tantangan tersebut, pengasuh tetap bisa menciptakan lingkungan yang mendukung. Bantuan dari profesional yang terlatih dapat membantu pengasuh memperbaiki respons mereka terhadap bayi, memahami isyarat bayi, dan memperkuat ikatan sosial serta emosional.

