Jaga Kesehatan Ibu dan Janin dengan Menghindari Makanan ini Saat Kehamilan

Agar tetap sehat selama kehamilan, anda harus mengonsumsi makanan yang sehat dan menghindari makanan tertentu yang dapat membahayakan ibu dan janin. Infeksi, keracunan, atau masalah kesehatan lainnya dapat memengaruhi perkembangan bayi jika anda mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk memahami jenis makanan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis makanan yang harus dihindari, serta alasan mengapa mereka tidak aman bagi ibu dan janin.
Makanan yang harus dihindari saat hamil
-
Makanan laut bermekuri tinggi
Beberapa jenis makanan laut yang mengandung banyak merkuri adalah ikan todak (swordfish), tenggiri, hiu, tuna, dan kerang. Ibu hamil dapat mengalami masalah saraf, ginjal, dan gangguan sistem kekebalan tubuh jika terlalu banyak mengonsumsi. Janin juga dapat mengalami gangguan pertumbuhan atau kecacatan lainnya. Jika anda ingin makan makanan laut tersebut, disarankan mengonsumsinya maksimal dua porsi per minggu, atau 300 gram.
-
Keju atau susu yang tidak dipasteurisasi
Pasteurisasi adalah proses pemanasan untuk membunuh bakteri dalam makanan atau minuman tanpa mengurangi nilai nutrisi mereka. Oleh karena itu, anda harus menghindari susu yang belum diproses karena dapat mengandung bakteri yang dapat membahayakan kesehatan bayi.
-
Sayuran dan buah yang belum dicuci
Jangan lupa untuk selalu mencuci buah dan sayuran sebelum anda memakannya. Jika tidak, kuman dan parasit yang tersisa dapat menyebabkan infeksi. Toxoplasma adalah parasit yang dapat mengontaminasi buah atau sayuran dan menyebabkan kebutaan dan gangguan pada otak janin. Anda juga dapat mengolah sayuran dengan cara direbus sebentar untuk menghilangkan kuman dan membuatnya lebih sehat.
-
Ikan yang belum dimasak atau mentah
Jika ibu hamil suka makan sushi, sebaiknya hindari dulu makanan ini selama hamil. Karena makan ikan dan kerang mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko terkena infeksi. Anda boleh mengonsumsi ikan dan kerang selama dapat dipastikan benar-benar matang.
-
Daging yang belum matang
Sangat penting bagi ibu hamil untuk memastikan bahwa daging yang mereka makan sudah matang karena daging yang belum matang dapat mengandung kuman yang dapat menyebabkan penyakit, seperti listeria, yang dapat membahayakan janin dan ibu hamil sendiri.
-
Telur mentah
Makanan yang dibuat dari telur mentah, seperti mayones, dan telur mentah sendiri dapat terkontaminasi oleh bakteri Salmonela. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan muntah-muntah, demam, diare, dan kram perut pada ibu hamil. Dalam beberapa kasus, kram perut yang disebabkan oleh infeksi ini bahkan dapat menyebabkan kelahiran prematur.
-
Jeroan
Makanan jeroan, yang memiliki banyak nutrisi, tidak boleh dikonsumsi ibu hamil lebih dari sekali seminggu dengan porsi yang secukupnya. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan janin dan menyebabkan gangguan hati.
-
Alkohol
Konsumsi alkohol, meskipun hanya dalam jumlah kecil, dapat mengganggu perkembangan janin dan menyebabkan masalah kesehatan seperti fetal alcohol syndrome. Konsumsi alkohol juga meningkatkan kemungkinan keguguran.
-
Kafein
Karena kafein yang ada di dalam kopi, teh, dan cokelat dapat berpotensi mengganggu perkembangan janin, mengonsumsi kafein saat hamil harus dibatasi. Konsumsi berlebihan kafein bahkan bisa menyebabkan keguguran. Konsumsi kafein setiap hari selama kehamilan tidak boleh melebihi 200 mg, atau sekitar 2 hingga 3 gelas kopi, terutama selama trimester pertama kehamilan.
Sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan dengan menghindari makanan yang berpotensi berbahaya. Ibu hamil dapat membuat pilihan makanan sehari-hari yang lebih tepat dengan mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari dan risikonya. Selalu periksa label makanan, masak dengan benar, dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika anda ragu tentang keamanan makanan tersebut. Dengan cara ini, anda dapat menjalani kehamilan yang sehat dan mempersiapkan diri untuk melahirkan bayi dengan kesehatan yang optimal.

