Lindungi Diri dan Janin dengan Waspadai Tanda Bahaya Kehamilan Ini

Kehamilan adalah masa yang penuh dengan harapan dan kegembiraan, jadi diperlukan perhatian ekstra untuk kesehatan ibu dan janin. Meskipun kebanyakan kehamilan berjalan lancar, ada beberapa gejala bahaya yang harus diwaspadai karena dapat menunjukkan komplikasi yang serius. Sangat penting bagi ibu hamil untuk mengetahui tanda-tanda bahaya ini sejak dini agar mereka segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tanda bahaya kehamilan yang harus diperhatikan dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga ibu dan bayi agar tetap aman.
Tanda bahaya yang perlu diwaspadai
-
Mual dan muntah terlalu sering
Salah satu gejala kehamilan yang paling umum di trimester pertama adalah muntah dan mual. Namun, jika gejala ini muncul terlalu sering, dalam jangka waktu yang lama atau dalam jumlah yang signifikan, atau jika jumlahnya sangat besar saat hamil muda, ini harus menjadi perhatian khusus. Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang menyebabkan mual dan muntah yang berlebihan selama trimester pertama kehamilan. Beberapa gejala hiperemesis gravidarum termasuk mual dan muntah yang parah dan berlangsung lama:
- Jantung berdebar-debar.
- Konstipasi, atau sembelit.
- Keluarnya air liur yang berlebihan
- Kepala sakit dan pusing.
- Sangat sensitif terhadap bau.
Aktivitas sehari-hari pasti akan terganggu oleh muntah dan mual. Muntah dan mual dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan yang signifikan, yang tentu saja berbahaya bagi ibu dan janinnya.
-
Demam yang tinggi
Jika demam lebih dari 38,3 derajat Celcius, itu merupakan tanda yang perlu diwaspadai karena dapat disebabkan oleh infeksi yang dapat membahayakan janin. Infeksi seperti toxoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit di hewan seperti kucing dan babi, dapat menyebabkan demam saat hamil, ruam, dan nyeri sendi.
-
Pendarahan
Perdarahan memiliki arti yang berbeda selama kehamilan. Jika perdarahan yang sangat banyak disertai dengan gejala kram perut dan gejala seperti ingin pingsan pada trimester pertama, maka perdarahan tersebut dapat menunjukkan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berada di luar rahim. Hal ini dapat membahayakan ibu hamil. Selain itu, perdarahan adalah salah satu tanda dari keguguran. Jika anda mengalami perdarahan, segera hubungi dokter.
-
Kurangnya gerakan janin
Jika gerakan janin berkurang selama trimester ketiga, itu adalah tanda bahaya kehamilan lain yang harus diwaspadai oleh ibu. Kekurangan oksigen atau kekurangan gizi janin dapat menyebabkan kondisi ini. Untuk “memancing” pergerakan janin, anda bisa memberinya sesuatu yang dingin atau mengelus perut secara perlahan, kemudian berbaring dan melihat apakah dia bergerak atau tidak. Jika dalam dua jam, janin tidak bergerak lebih dari sepuluh kali, ibu harus khawatir. Anda dapat segera berkonsultasi dan cek ke dokter jika hal ini terjadi.
-
Bengkak pada tangan dan wajah
Sebenarnya, mengalami kenaikan berat badan dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh adalah hal yang normal bagi ibu hamil. Namun, jika pembengkakan disertai dengan gejala seperti kejang, pandangan kabur, sakit kepala parah, atau nyeri ulu hati, anda harus waspada. Ini bisa saja menjadi pertanda bahwa anda mengalami preeklampsia. Komplikasi kehamilan yang berbahaya yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah yang signifikan dikenal sebagai preeklampsia. Di Indonesia, penyebab kematian ibu hamil terbanyak disebabkan oleh hipertensi atau preeklampsia.
-
Pecahnya air ketuban sebelum waktunya
Salah satu tanda bahaya kehamilan adalah air ketuban pecah sebelum waktunya. Hal ini dapat membahayakan ibu dan janin karena mempermudah penyebaran infeksi dan bahkan dapat menyebabkan persalinan prematur. Sangat mungkin sulit untuk membedakan cairan ketuban dari urin. Karena itu, agar bisa mendapatkan informasi yang lebih pasti, anda dapat langsung mengunjungi bidan atau dokter segera.
Cara menghindari risiko pada kehamilan
-
Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi
Selama kehamilan, selalu makan makanan yang sehat dan seimbang. Jangan makan makanan yang dapat membahayakan janin anda. Pastikan untuk mencuci dan memasak sayuran hingga matang, masak daging sampai benar-benar matang, dan hindari telur setengah matang. Hindari juga susu dan keju yang tidak dipasteurisasi.
-
Kurangi stres
Salah satu penyebab komplikasi kehamilan adalah pola makan yang tidak sehat dan tingkat stres yang tinggi. Oleh karena itu, cobalah untuk mengurangi tingkat stres anda dengan melakukan lebih banyak istirahat selama kehamilan dan berolahraga ringan seperti yoga hamil atau jalan pagi.
-
Rutin melakukan pemeriksaan
Periksa kondisi kehamilan anda secara rutin ke bidan atau dokter untuk melihat detak jantung, pertumbuhan, dan kesehatan janin. Pemeriksaan selama kehamilan ini juga bertujuan untuk memberi tahu anda tentang masalah medis atau tanda-tanda bahaya kehamilan.
-
Jauhi asap rokok
Asap rokok dapat membahayakan janin dalam kandungan, jadi ibu hamil harus menghindari asap merokok. Karena rokok mengandung karbon monoksida, yang dapat mengganggu pasokan hemoglobin ke seluruh tubuh, janin mungkin kekurangan oksigen, yang dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak.
Untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Jika anda menemukan gejala yang tidak biasa, anda dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dengan konsultasi kedokter, jalani pola hidup sehat, dan menghindari hal-hal yang sudah dijelaskan diatas. Selalu perhatikan kesehatan anda, dan selalu lakukan pemeriksaan kehamilan. Ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman dan tenang jika mereka menerima perawatan dan perhatian yang tepat. Ini akan menjamin keselamatan mereka dan bayi yang sedang dikandung.

