Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Manfaat Imunisasi untuk Anak

September 7, 2024 by admin ku
Sayur-Sehat-untuk-Anak-Instagram-Post.jpg

Manfaat dan tujuan imunisasi bagi anak

Imunisasi adalah proses pembuatan antibodi dalam tubuh setelah pemberian vaksin untuk memperkuat sistem imun.

Ada beberapa manfaat imunisasi, yakni:

  • melindungi anak dari risiko penyakit dan kematian.
  • mencegah penyakit dengan efektif.
  • memberikan perlindungan kepada orang lain.
    Kekebalan kelompok, atau herd immunity, dapat dicapai ketika imunisasi diberikan pada anak.

Ini adalah situasi di mana vaksin tidak hanya melindungi orang yang telah diimunisasi, tetapi juga bermanfaat bagi anak yang tidak diimunisasi. Ketika banyak anak menerima perlindungan vaksin, ini akan melindungi beberapa anak yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi penyebaran penyakit.

Jumlah anak yang divaksinasi mengurangi penyebaran penyakit. Akibatnya, mereka yang tidak divaksinasi juga dapat terlindungi.

Pada dasarnya, vaksinasi adalah kewajiban untuk dilakukan sejak bayi baru lahir jika mereka ingin tetap sehat.

Ini wajib untuk semua bayi karena tiga alasan penting:

  • Sejauh ini, vaksinasi dianggap aman, cepat, dan efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.
  • Setelah anak diberi vaksin, tubuhnya setidaknya telah terlindungi dari penyakit.
  • Jika tidak, anak berisiko lebih tinggi terkena penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah.

Selain itu, bayi yang tidak divaksinasi atau yang divaksinasi terlambat dapat memiliki efek fatal pada kesehatannya di kemudian hari.

Peringatan dan larangan imunisasi pada anak

Meskipun vaksinasi umumnya dianggap aman, ada beberapa peringatan dan larangan yang harus diperhatikan, terutama ketika diberikan kepada anak-anak.

Beberapa peringatan di bawah ini harus diperhatikan sebelum anak divaksinasi.

  • Alergi: Anak-anak yang pernah alergi terhadap salah satu bagian vaksin harus berbicara dengan dokter mereka sebelum menerima vaksin.
  • Reaksi sebelumnya: Anak harus melaporkan kepada dokter jika mereka pernah mengalami reaksi serius setelah vaksinasi sebelumnya. Beberapa pengobatan mungkin perlu diubah atau dihindari.
  • Penyakit jangka panjang atau imunosupresi: Anak-anak dengan penyakit jangka panjang atau sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin memerlukan penilaian khusus sebelum menerima vaksin tertentu

Selain itu, ambil perhatian pada beberapa larangan di bawah ini untuk memastikan bahwa pemberian vaksinasi aman untuk anak Anda.

  • Kontraindikasi medis: Anak-anak mungkin tidak boleh menerima vaksin tertentu jika mereka memiliki kondisi medis tertentu. Misalnya, anak-anak yang memiliki masalah kekebalan tubuh yang serius mungkin perlu menunda atau menghindari beberapa vaksinasi.
  • Alergi berat atau reaksi sebelumnya: Anak-anak yang pernah mengalami alergi berat atau reaksi vaksinasi yang parah mungkin tidak boleh menerima vaksin tertentu.
  • Kondisi medis saat ini Anak-anak yang saat ini menderita penyakit seperti demam tinggi atau penyakit akut lainnya mungkin tidak dapat divaksinasi sampai mereka lebih baik.
  • Usia yang tidak sesuai Ada batas usia untuk menerima vaksin tertentu. Misalnya, bayi yang belum mencapai usia tertentu mungkin tidak menerima vaksin tertentu.

Persiapan sebelum imunisasi pada anak

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum merencanakan untuk divaksinasi.

Beritahu dokter tentang riwayat kesehatan anak Anda, termasuk alergi atau reaksi terhadap vaksin sebelumnya.

Dokter akan memberi tahu Anda jenis vaksin yang dibutuhkan dan menjawab pertanyaan Anda.

Sebelum memberikan vaksinasi, pastikan anak sehat. Sebaiknya tidak memberikan vaksinasi kepada anak sampai mereka sembuh jika mereka sakit atau menderita demam.

Beri anak makanan dan minuman sebelum melihat dokter. Anak-anak yang cukup makan dan minum biasanya lebih nyaman selama dan setelah divaksinasi.

Jenis dan efek samping imunisasi untuk bayi

Kementerian Kesehatan RI menetapkan jenis vaksinasi untuk anak yang harus diberikan beberapa kali sepanjang hidup si Kecil.

Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, ada beberapa vaksinasi dasar atau wajib untuk bayi baru lahir sampai sebelum berusia 1 tahun.

Vaksinasi ini biasanya diberikan secara gratis oleh layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit.

Berikut adalah daftar jenis imunisasi beserta KIPI-nya masing-masing. Penuhi jenis-jenis vaksinasi di bawah ini sesuai jadwal imunisasi bayi dan anak:

  1. Hepatitis B

Untuk mencegah infeksi virus Hepatitis B (HBV), vaksin hepatitis B diberikan. Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin meliputi hal-hal berikut.

  • Nyeri atau pembengkakan di tempat suntikan
  • Demam ringan
  • kelelahan atau kelelahan
  • sakit kepala
  • Mual atau masalah pencernaan ringan.
  1. Polio

Ada dua jenis vaksin polio: vaksin polio oral (VPO) dan vaksin polio inaktif (VPI). Tujuan vaksin polio adalah untuk melindungi orang dari infeksi virus poliovirus, yang menyebabkan polio.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menerima vaksinasi polio adalah sebagai berikut:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Muntah atau diare.
  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit atau gatal.
  • Sakit kepala.
  1. BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) diberikan untuk mencegah tuberkulosis (TB), terutama pada anak-anak. Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin BCG adalah sebagai berikut:

  • Reaksi lokal seperti kemerahan, pembengkakan, atau nyeri di tempat suntikan.
  • Abses, atau benjolan nanah di tempat suntikan.
  1. Tifoid

Vaksin tifoid melindungi Anda dari penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Jika Anda diberi vaksin ini, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping berikut:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Demam ringan. • Kelelahan atau kelelahan.
  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal.
  1. Rotavirus

Imunisasi rotavirus melindungi Anda dari infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan gastroenteritis atau peradangan saluran pencernaan.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menerima vaksin rotavirus adalah sebagai berikut:

  • Masalah pencernaan ringan, seperti muntah, diare, atau kembung.
  • Demam ringan.
  1. PCV

Untuk melindungi dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, vaksin Pneumokokus (PCV) diberikan.

Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin ini termasuk:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Demam ringan.
  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal-gatal.
  • Kejang demam.
  1. Campak

Untuk mencegah infeksi virus campak, orang diberi vaksin campak.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah anak diberi vaksin campak adalah sebagai berikut:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Demam ringan.
  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal.
  • Demam tinggi.
  • Kejang demam (konvulsi febril).

Apakah vaksinasi pasti membuat anak kebal?

Anak-anak yang sudah divaksinasi memiliki sistem kekebalan yang kuat berkat obat-obatan ini, jadi mereka hampir tidak pernah sakit. Orangtua harus menyadari bahwa kemungkinan anak terkena penyakit tersebut tetap kecil setelah anak divaksinasi.

Studi epidemiologi di Indonesia dan negara lain telah menunjukkan manfaat perlindungan vaksinasi, menurut laman IDAI. Anak-anak yang telah mendapat vaksinasi lengkap sangat jarang tertular campak, difteri, atau polio saat wabah terjadi.

Anak-anak yang tidak divaksinasi secara wajib biasanya mengalami sakit yang lebih parah, komplikasi, atau bahkan kematian. Sebaliknya, kondisi anak yang tertular penyakit biasanya tidak akan terlalu parah sampai membahayakan nyawa.

Kesimpulan

Untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang serius dan berbahaya, imunisasi sangat penting. Penyebaran penyakit dapat dicegah dengan vaksinasi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan melindungi individu yang belum divaksinasi melalui kekebalan kelompok. Meskipun vaksinasi umumnya aman, ada beberapa peringatan dan kontraindikasi yang perlu diperhatikan sebelum diberikan, terutama untuk anak-anak yang memiliki kondisi medis tertentu. Efek samping dapat dikurangi dengan persiapan yang tepat, seperti konsultasi dengan dokter dan memastikan kesehatan anak sebelum divaksinasi. Risiko anak terkena penyakit serius dapat dikurangi secara signifikan jika vaksinasi diberikan secara lengkap dan sesuai dengan jadwal yang dianjurkan.

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak