Cara Ibu Mendampingi Menghadapi Anak yang Memasuki Masa Pubertas

Saat anak memasuki masa pubertas, mereka akan mengalami banyak perubahan fisik dan mental. Beberapa anak bertahan dengan baik, tetapi yang lain kewalahan dengan semua perubahan itu. Sebagai orang tua, peran ibu sangat penting untuk memberikan dukungan dan perhatian untuk membantu anak melewati masa pubertas dengan baik dan positif. Namun, ibu mungkin bingung bagaimana mendampingi anak remaja melalui perubahan fisik, psikologis, dan emosional yang mereka alami. Jangan khawatir, ibu dapat melakukan banyak hal untuk membantu anak remaja mereka. Salah satunya adalah dengan meyakinkan anak bahwa ibu adalah orang yang mereka bisa hubungi saat mereka perlu teman bicara. Baca lebih lanjut tentang cara mendampingi anak memasuki masa pubertas di sini.
Cara Mendampingi Anak Remaja Melalui Masa Pubertas
Masa pubertas biasanya dimulai pada usia 7 dan 13 tahun pada anak perempuan dan sekitar usia 9 hingga 15 tahun pada anak laki-laki. Beberapa anak memulai pubertas lebih awal daripada yang lain. Sejumlah perubahan fisik yang terjadi pada anak remaja biasanya menandai masa pubertas. Misalnya, anak perempuan akan mengalami menstruasi, pertumbuhan payudara, dan pertumbuhan rambut di beberapa bagian tubuhnya, sedangkan anak laki-laki akan bertambah tinggi, memiliki jakun, jerawat, dll.
Tidak semua anak dapat menyesuaikan diri dengan semua perubahan fisik tersebut. Mereka mungkin merasa malu atau khawatir tentang hal-hal seperti bentuk tubuh mereka, suara mereka, perasaan seksual mereka, atau ketertarikan romantis, dan sebagainya. Ditambah lagi, anak remaja mungkin menjadi lebih sensitif karena perubahan hormon yang cukup besar. Itu sebabnya anak-anak terkadang sulit untuk “didekati”.Namun, tidak perlu khawatir; berikut adalah beberapa cara ibu dapat mendampingi anak mereka melalui masa pubertas:
-
Membantu anak memahami perubahan yang terjadi
Perubahan fisik yang terjadi pada tubuh anak remaja ibu mungkin merupakan tanda pubertas yang paling jelas. Mulai dari bintik jerawat, rambut, dan bau tubuh, hingga perubahan bentuk tubuh dan perkembangan organ seksual, perubahan suara, ereksi, menstruasi bulanan, dan masih banyak lagi, perubahan fisik bisa sangat banyak dan sulit untuk dipahami.Oleh karena itu, ibu dapat membantu anak remaja ibu dengan memberi tahu mereka apa yang terjadi dan bagaimana merawat tubuh mereka saat mereka menjadi remaja. Beritahu anak bahwa perubahan tersebut adalah normal dan akan terjadi pada semua anak, jadi dia tidak perlu malu. Selain itu, ajarkan anak-anak tentang penggunaan deodoran dan perawatan kulit yang tepat; ajarkan anak laki-laki cara mencukur; dan berikan penjelasan tentang cara menjaga kebersihan selama menstruasi. Bantu mereka mengembangkan rutinitas harian baru di rumah dan menemukan solusi profesional yang masuk akal untuk masalah yang sangat sulit.
-
Bersabar dan siap menjadi teman bicara
Pikiran dan tubuh anak dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi selama masa pubertas. Ini berarti bahwa anak remaja ibu tidak hanya akan menghadapi perubahan fisik, tetapi mereka juga akan menghadapi kesulitan dengan pikiran dan perasaan mereka. Mereka mungkin mengalami emosi yang kuat atau kebingungan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Mereka juga mungkin terlalu sensitif, mudah marah, dan cemas dengan bagaimana mereka terlihat. Anggota keluarga biasanya adalah yang pertama terkena dampak dari perubahan mood remaja. Oleh karena itu, saat anak remaja ibu meledak dengan amarah, cobalah untuk bersabar dan tetap tenang. Tunggu sampai anak tenang sebelum mengajaknya berbicara. Kemudian, yakinkan anak remaja dan ibu bahwa emosi yang beragam adalah normal selama pubertas. Pastikan anak-anak Anda tahu bahwa ibu mereka akan mendukung dan memahami mereka dalam mengajarkan mereka bagaimana mengatur emosi mereka. Yang terpenting, pastikan mereka tahu bahwa mereka dapat berbicara dengan ibu mereka tentang hal-hal apa pun.
-
Beri edukasi seks
Proses di mana anak laki-laki dan perempuan menjadi dewasa secara seksual dikenal sebagai pubertas. Jadi, mengajarkan anak remaja tentang seks ketika mereka memasuki masa pubertas sangat penting. Anak-anak harus memahami sistem reproduksi untuk memahami perubahan fisik yang mereka alami dan dampak dari berhubungan seks tanpa kondom. Anak laki-laki dan anak perempuan keduanya harus diketahui bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengandung.
-
Membangun citra diri yang baik dan positif
Kehidupan remaja dipengaruhi oleh media sosial. Hal itu dapat membuat mereka tidak percaya diri karena membuat mereka membandingkan diri dengan teman-teman atau orang-orang terkenal. Jika anak perempuan ibu merasa dirinya jelek, berjerawat, atau bertanya-tanya mengapa payudara mereka tidak membesar seperti anak perempuan lain, yakinkan mereka bahwa mereka cantik sebagaimana adanya. Bantu anak-anak memahami bahwa mereka akan mengalami perubahan fisik yang sama seperti anak-anak lain, hanya saja mereka akan terjadi dalam waktu yang berbeda. Yakinkan anak bahwa tubuhnya akan berkembang secara seimbang pada akhirnya.
-
Mendorong anak menerapkan hidup sehat
Anak-anak dan ibu-ibu harus didorong untuk mengonsumsi makanan sehat, tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, dan menemukan cara sehat untuk mengurangi stres.
Sebagai kesimpulan, masa pubertas adalah fase penting dalam perkembangan anak yang penuh dengan perubahan, baik fisik maupun emosional. Meskipun setiap anak akan mengalami pubertas dengan cara yang berbeda, peran ibu dalam mendampingi, memberi pemahaman, serta menjadi tempat anak berbagi sangatlah vital. Dengan memberi dukungan yang penuh kasih sayang, membangun komunikasi yang terbuka, serta memberikan pendidikan yang tepat mengenai perubahan tubuh dan kesehatan reproduksi, ibu dapat membantu anak-anak melewati masa ini dengan lebih percaya diri dan positif. Pubertas bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan bagi anak untuk berkembang menjadi individu yang dewasa dan sehat, dengan dukungan penuh dari orang tua.

