Manfaat Terapi Musik bagi Anak-anak dengan Kebutuhan Khusus

Kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh musik. Musik dapat secara signifikan memengaruhi suasana hati seseorang dan membantu orang menggali lebih dalam kesadaran mereka untuk memproses berbagai macam emosi. Musik juga dapat membangkitkan berbagai perasaan. Otak manusia dipengaruhi oleh musik dengan cara yang sangat kompleks. Otak dapat memproses semua elemen musik, seperti nada, tempo, dan melodi. Banyak orang menggunakan musik sebagai terapi psikologis karena setiap orang dapat merespon musik.
Psikoterapi yang menggunakan musik untuk membantu orang mengatasi berbagai masalah yang mengganggunya disebut terapi musik.Terapi musik dapat meningkatkan kesehatan seseorang, membantu mereka mengelola stres, mengurangi rasa sakit, meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi, menurunkan tekanan darah, memperbaiki suasana hati dan mood, mengurangi ketegangan otot, Membantu orang mengatasi trauma, meningkatkan rasa aman, menurunkan impulsif, menjadi lebih rileks (relaksasi), mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri, pelampiasan emosi non-verbal, mengurangi depresi, meningkatkan konsentrasi, mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa lelah, meningkatkan kesadaran diri, mengubah detak jantung dan laju pernapasan, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan tekanan darah dan laju pernapasan, dan meningkatkan rasa gembira.
Orang yang menjalani terapi musik tidak harus mahir bermusik, menari, bernyanyi, atau berbicara. Teknik yang biasanya digunakan dalam terapi musik adalah:
-
Mendengarkan Musik
Orang yang mendengarkan musik tertentu dapat merasa lebih santai, tenang, dan aman. Mereka juga dapat mengeluarkan atau melepaskan berbagai emosi, seperti sedih, senang, marah, takut, gelisah, atau kuatir.
-
Bernyanyi
Dengan bernyanyi dengan atau tanpa mengikuti rekaman lagu tertentu, seseorang dapat mengekspresikan seluruh perasaannya. Ini sangat bermanfaat untuk proses katarsis. Semua emosi yang ia alami, baik positif maupun negatif, dapat disalurkan dengan tepat.
-
Bergerak sesuai Musik
Ketika orang mendengarkan musik, mereka dapat melakukan berbagai gerakan secara spontan, seperti bergerak-gerak, mengayun-ayunkan kaki, menggoyang-goyangkan kepala, mengetuk jari ke meja, melompat, atau menari. Musik bergema dengan gerakan yang dilakukan. Gerakan-gerakan ini biasanya membuat orang senang dan nyaman. Tarian juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengekspresikan berbagai perasaan dan membantu orang menjadi lebih tenang dan tenang. Selain itu, gerakan yang membutuhkan energi yang besar, seperti menari dan melompat-lompat, dapat membuat orang merasa segar dan bugar.
-
Memainkan Alat Musik
Alat musik yang dimainkan orang dalam proses terapi musik tidak selalu alat musik yang dapat dimainkan dengan benar sesuai dengan ketentuan bermusik. Dalam proses terapi musik, orang dapat memainkan alat musik dengan perlakuan sederhana, seperti memukul jimbe atau tagading, menggerakkan tamborin, dan sebagainya. Alat musik tersebut sudah menghasilkan suara yang indah dengan usaha sederhana. Orang dapat menjadi lebih santai dan merasakan emosi positif seperti senang, kagum, dan lain-lain setelah mendengar suara ini.
-
Analisis Lirik Lagu
Analisis lirik lagu adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui pesan apa yang disampaikan penulis lirik. Melakukan analisis lirik lagu juga dapat membantu orang yang menjalani terapi musik memahami cara mereka berpikir. Lirik lagu juga dapat menimbulkan emosi seperti optimisme, semangat, dan bahagia.
Terapi musik untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat dilakukan secara individual (satu orang) atau dalam kelompok kecil. Banyak ABK memiliki kesulitan berkomunikasi secara verbal, jadi terapi musik tidak bergantung pada komunikasi verbal. Terapi musik juga dapat meningkatkan rasa musik pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Terapi musik juga dapat menumbuhkan minat dan keterampilan baru pada ABK, seperti bernyanyi, menari, bermain musik, menulis lirik lagu, dan menciptakan musik. Terapi musik juga dapat membantu psikoterapi.

