Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Mengatasi Perut Kembung pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Solusi yang Bisa Dilakukan di Rumah

June 5, 2025 by admin ku
Mengatasi-Perut-Kembung-pada-Bayi-Penyebab-Gejala-dan-Solusi-yang-Bisa-Dilakukan-di-Rumah.jpg

Perut kembung merupakan salah satu masalah pencernaan yang sangat umum dialami oleh bayi, bahkan menjadi keluhan yang sering dikeluhkan oleh orang tua dari berbagai usia anak. Meskipun terlihat sepele, kondisi ini dapat membuat bayi merasa sangat tidak nyaman, mereka menjadi lebih rewel, mengalami penurunan nafsu makan, bahkan kesulitan untuk tidur dengan nyenyak. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah banyaknya peluang bagi bayi untuk menelan udara, baik saat menyusu langsung dari payudara, menggunakan botol susu, maupun ketika mereka menangis dengan intensitas tinggi.

Perut kembung paling sering dialami oleh bayi pada dua rentang usia, yaitu saat mereka berusia 0–3 bulan dan 6–12 bulan. Pada masa awal kehidupan, sistem pencernaan bayi belum berkembang secara sempurna, sehingga lebih rentan mengalami gangguan seperti kembung. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, masalah ini kerap muncul kembali, kali ini sebagai respons tubuh terhadap proses adaptasi sistem pencernaan dalam mencerna makanan padat atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Tak jarang, kembung juga muncul bersamaan dengan gangguan lain seperti muntah, diare, konstipasi, atau nyeri perut. Pada banyak kasus, bayi yang mengalami kembung akan lebih mudah muntah.

Apa Saja Penyebab Kembung pada Bayi?

  1. Makan atau Minum Sambil Bermain

Memberi makanan atau minuman kepada bayi ketika ia sedang aktif bermain bisa menyebabkan bayi menelan makanan dengan tergesa-gesa. Akibatnya, udara yang ikut tertelan dalam jumlah besar dapat masuk ke lambung dan meningkatkan risiko kembung, bahkan tersedak.

  1. Menangis Terlalu Lama

Menangis secara terus-menerus membuat bayi banyak menelan udara. Udara ini kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan, menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman.

  1. Terlalu Banyak Makan atau Minum Susu

Memberikan susu atau makanan dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan kembung. Hal ini disebabkan oleh kemampuan sistem pencernaan bayi yang masih terbatas dalam mencerna volume besar. Makanan atau susu yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri di sana, menghasilkan gas yang menyebabkan perut bayi terasa begah.

  1. Intoleransi Laktosa

Beberapa bayi mengalami kesulitan mencerna laktosa dalam susu karena tubuhnya belum menghasilkan cukup enzim laktase. Ketika laktosa tidak tercerna, ia akan turun ke usus besar dan mengalami fermentasi oleh bakteri, menghasilkan gas dan menyebabkan kembung. Kondisi ini dikenal sebagai *transient lactose intolerance* dan sering terjadi karena perkembangan usus yang belum matang.

  1. Kelainan Kongenital

Dalam kasus yang lebih serius, kembung bisa menjadi gejala dari kelainan bawaan sejak lahir. Beberapa di antaranya meliputi kondisi di mana usus mengalami puntiran (volvulus), masuknya bagian atas usus ke dalam bagian bawahnya (invaginasi), kelainan pada sistem saraf usus bawah (Hirschsprung), atau bahkan tidak terbentuknya bagian usus tertentu (atresia).

 

Cara Efektif Mengatasi Perut Kembung pada Bayi di Rumah

Untungnya, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana namun efektif di rumah untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat perut kembung pada bayi. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:

  1. Posisi Menyusui yang Tepat

Saat menyusui baik secara langsung maupun melalui botol usahakan posisi kepala bayi sedikit lebih tinggi daripada perutnya. Hal ini memungkinkan susu mengalir ke dasar lambung, sedangkan udara naik ke atas, sehingga bayi lebih mudah bersendawa. Menggunakan bantal menyusui juga dapat membantu menjaga posisi ini tetap stabil dan nyaman.

  1. Membantu Bayi Bersendawa

Sendawa adalah cara alami untuk mengeluarkan udara dari lambung. Lakukan sendawa setelah dan bahkan selama sesi menyusui. Jika bayi belum bersendawa, coba posisikan bayi telentang selama beberapa menit, lalu angkat dan coba kembali. Bersikaplah sabar karena terkadang dibutuhkan beberapa kali percobaan.

  1. Memberikan Pijatan Lembut

Pijatan pada area perut bayi bisa membantu melancarkan pergerakan gas di dalam usus. Lakukan gerakan memutar secara perlahan dengan tangan yang hangat. Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda saat bayi berbaring telentang juga bisa merangsang pengeluaran gas. Selain itu, posisi tengkurap sambil digosok punggungnya atau mandi air hangat juga bisa membantu meredakan kembung.

  1. Memilih Peralatan Menyusui yang Tepat

Jika menggunakan botol susu, penting untuk memilih dot dengan lubang yang sesuai. Ukuran lubang yang terlalu besar dapat menyebabkan bayi menelan terlalu cepat, sedangkan yang terlalu kecil membuat bayi harus mengisap terlalu kuat, yang juga bisa menyebabkan tertelannya udara. Lakukan uji coba sederhana: teteskan susu formula dingin dari dot, dan pastikan tetesannya keluar satu kali setiap detik.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Langkah-langkah penanganan di atas umumnya cukup efektif untuk meredakan perut kembung pada bayi. Namun, apabila kondisi bayi tidak membaik, atau kembung disertai dengan gejala lain seperti demam, muntah hebat, atau diare, maka segera konsultasikan dengan tenaga medis. Penanganan profesional diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi yang lebih serius di balik keluhan tersebut.

Menjaga kenyamanan pencernaan bayi adalah bagian penting dari tumbuh kembangnya. Dengan memahami penyebab dan cara penanganan perut kembung, orang tua dapat memberikan perhatian dan penanganan yang tepat sejak dini.

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak