Kenali 7 Penyakit Kulit yang Umum Terjadi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan mengalami berbagai jenis penyakit kulit. Kulit anak yang masih sensitif membuatnya lebih mudah bereaksi terhadap berbagai pemicu seperti udara kering, infeksi, alergi, kuman, hingga iritasi. Reaksi ini dapat memicu berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan medis serius.
Sebagian penyakit kulit dapat sembuh dengan perawatan mandiri di rumah, tetapi ada pula yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan khusus dari dokter. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali jenis-jenis penyakit kulit yang sering menyerang anak serta cara mengatasinya.
- Eksim (Dermatitis Atopik)
Eksim merupakan peradangan kulit yang ditandai dengan ruam merah dan rasa gatal. Dalam beberapa kasus, ruam dapat disertai pembengkakan, luka terbuka, hingga infeksi kulit. Lokasi yang paling sering terdampak adalah wajah, siku, bagian belakang lutut, tangan, dan kaki.
Penanganan:
Biasanya dokter akan merekomendasikan penggunaan pelembap khusus dan sabun lembut yang diformulasikan untuk kulit sensitif. Namun, karena setiap anak memiliki kondisi kulit yang berbeda, perawatan yang cocok untuk satu anak belum tentu efektif untuk anak lain. Konsultasi medis tetap diperlukan agar penanganan sesuai dengan kebutuhan spesifik anak.
- Biduran (Urtikaria)
Biduran muncul dalam bentuk ruam merah yang terasa gatal dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti gigitan serangga, alergi, stres, infeksi, atau perubahan suhu.
Penanganan:
Pemberian antihistamin terbukti efektif meredakan gejala dalam waktu singkat. Namun, bila anak menunjukkan gejala serius seperti kesulitan bernapas, segera bawa ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan intensif.
- Infeksi Jamur
Kulit anak yang sering berkeringat atau lembap rentan terkena infeksi jamur. Gejalanya meliputi ruam merah disertai rasa gatal yang dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian.
Penanganan:
Dokter biasanya akan meresepkan krim antijamur dan jika diperlukan, obat dalam bentuk sirup. Kebersihan kulit anak harus selalu dijaga agar infeksi tidak kambuh kembali.
- Impetigo
Impetigo merupakan infeksi kulit menular akibat bakteri, yang ditandai dengan luka berisi cairan atau nanah dan keropeng kekuningan, terutama pada area wajah.
Penanganan:
Penggunaan antibiotik sangat diperlukan untuk mengatasi infeksi ini. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis dan jenis antibiotik yang tepat, serta pastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas guna mencegah resistensi antibiotik.
- Kutil
Kutil adalah benjolan kecil yang tumbuh di kulit akibat infeksi human papilloma virus (HPV). Kutil dapat muncul di berbagai bagian tubuh dan menyebar melalui kontak langsung.
Penanganan:
Sebagian besar kutil pada anak dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, jika tidak kunjung sembuh atau semakin mengganggu, konsultasikan ke dokter untuk tindakan medis lebih lanjut.
- Roseola
Roseola disebabkan oleh infeksi virus yang diawali dengan demam tinggi, kemudian diikuti munculnya ruam pada kulit, terutama di bagian lengan atas dan leher. Ruam ini biasanya tidak gatal dan memudar dalam waktu sekitar 24 jam.
Penanganan:
Untuk meredakan demam, orang tua dapat memberikan asetaminofen sesuai dosis yang dianjurkan. Ruamnya sendiri umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus karena akan hilang dengan sendirinya.
- Cacar Air (Varisela)
Cacar air adalah penyakit menular akibat virus varicella zoster. Gejalanya berupa ruam merah yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan, disertai rasa gatal, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.
Penanganan:
Dokter akan memberikan antivirus serta obat tambahan untuk meredakan gejala. Selama masa penyembuhan, anak perlu tetap di rumah untuk mencegah penularan ke orang lain.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Gejala seperti ruam, kemerahan, atau pembengkakan pada kulit anak memang umum terjadi. Namun, bila gejala berlangsung lama, memburuk, atau disertai tanda-tanda serius seperti demam tinggi atau gangguan pernapasan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis yang tepat dan penanganan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut serta mempercepat pemulihan anak.

