Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com

Memahami Alergi pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

July 29, 2025 by admin ku
Memahami-Alergi-pada-Anak-Gejala-Penyebab-dan-Penanganannya.png

Alergi pada anak merupakan kondisi yang kerap kali bersifat genetik. Artinya, risiko anak mengalami alergi akan meningkat jika salah satu atau kedua orang tuanya, atau bahkan anggota keluarga lainnya, memiliki riwayat alergi tertentu, seperti asma, eksim, atau rhinitis alergi. Faktor keturunan ini berperan besar dalam menentukan sensitivitas tubuh anak terhadap berbagai alergen.

Alergen sendiri merupakan zat pemicu alergi, dan pada anak-anak, jenisnya bisa sangat beragam. Beberapa jenis alergen yang umum memicu reaksi alergi antara lain:

  • Makanan tertentu seperti kacang-kacangan, susu, telur, ikan, dan makanan laut
  • Bahan iritan seperti debu, asap rokok, polusi udara, serta aroma menyengat dari parfum
  • Zat yang berasal dari hewan dan tumbuhan, seperti bulu hewan peliharaan, gigitan serangga, dan serbuk sari tanaman
  • Bahan kimia yang terdapat dalam detergen, pembersih rumah tangga, dan pestisida
  • Obat-obatan, terutama jenis antibiotik

 

Gejala Alergi pada Anak: Dari Ringan hingga Berat

Reaksi alergi pada anak bisa muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah terpapar alergen. Tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga yang berpotensi membahayakan nyawa atau dikenal sebagai syok anafilaktik.

 

Gejala alergi ringan biasanya meliputi:

  • Pembengkakan pada wajah, kelopak mata, atau bibir
  • Bersin, batuk, dan hidung berair
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Munculnya ruam dan bentol-bentol di permukaan kulit
  • Keluhan pencernaan seperti muntah, sakit perut, dan diare

 

Sementara itu, gejala alergi berat atau syok anafilaktik bisa dikenali melalui tanda-tanda seperti:

  • Nyeri pada dada
  • Tekanan darah yang menurun drastis
  • Pembengkakan di lidah atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas, napas berbunyi, atau sesak
  • Sulit berbicara atau suara berubah menjadi serak
  • Hilang kesadaran atau pingsan

Karena batuk dan pilek akibat alergi sering menyerupai gejala flu, penting untuk memperhatikan perbedaannya. Gejala alergi umumnya tidak disertai demam, tidak seperti flu yang sering kali disertai suhu tubuh meningkat. Pada kasus alergi berat, gejala ringan biasanya muncul terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh gejala yang lebih serius.

 

Cara Mengetahui dan Menangani Alergi Anak dengan Tepat

Untuk memastikan penyebab alergi, dokter akan merekomendasikan serangkaian pemeriksaan. Dua metode yang umum digunakan adalah tes darah dan uji tusuk kulit. Tes darah berfungsi untuk menilai tingkat respons antibodi IgE terhadap zat alergen. Sedangkan uji tusuk kulit dilakukan dengan meneteskan sejumlah kecil alergen ke kulit dan melihat reaksinya, biasanya dilakukan saat kondisi anak sedang stabil.

Selain pemeriksaan medis, orang tua juga dianjurkan untuk memperhatikan pola munculnya gejala setelah anak mengonsumsi makanan tertentu. Makanan laut, telur, susu, dan kacang adalah beberapa jenis yang perlu diwaspadai. Catatan mengenai reaksi tubuh anak terhadap jenis makanan ini dapat sangat membantu dalam proses diagnosis alergi.

Untuk mengatasi alergi ringan, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti:

  • Antihistamin, yang bekerja menghambat pelepasan histamin dalam tubuh, zat yang menyebabkan reaksi alergi
  • Kortikosteroid, yang membantu mengurangi peradangan
  • Dekongestan, untuk meredakan hidung tersumbat atau pilek yang berkaitan dengan alergi

 

Namun jika anak menunjukkan gejala alergi berat, tindakan medis segera sangat diperlukan. Keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal, terutama dalam kasus syok anafilaktik.

Selain memberikan penanganan ketika alergi muncul, upaya pencegahan juga memegang peranan penting. Orang tua perlu menjaga agar anak tidak kontak langsung atau tidak sengaja terpapar alergen pemicu, baik melalui makanan, udara, maupun benda-benda di sekitar rumah.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebab, gejala, dan cara penanganannya, orang tua dapat lebih sigap dalam melindungi anak dari risiko alergi yang mungkin muncul, sekaligus memastikan kualitas hidupnya tetap terjaga dengan baik.

admin ku

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak