Kenali dan Cegah Anemia Defisiensi Besi pada Balita
September 30, 2025 by admin ku

Anemia defisiensi besi (kekurangan zat besi) adalah masalah gizi yang umum terjadi pada balita. Zat besi sangat vital karena berperan dalam membentuk hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, serta mendukung perkembangan otak dan fungsi imun. Kekurangan zat besi dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif anak.
Tanda-tanda Anemia yang Perlu Diwaspadai
- Pucat: Terlihat jelas pada kelopak mata bagian dalam, kuku, dan bibir.
- Cepat Lelah: Anak menjadi lesu, kurang aktif, dan kurang bersemangat bermain.
- Nafsu Makan Menurun: Enggan makan, yang memperburuk asupan zat gizi.
- Daya Tahan Tubuh Menurun: Lebih sering sakit atau terkena infeksi.
Peran Ibu dalam Pencegahan
- Pemberian ASI Eksklusif: ASI mengandung zat besi yang mudah diserap, namun setelah 6 bulan, asupan tambahan diperlukan.
- Pilih MPASI Kaya Zat Besi: Sejak awal MPASI (6 bulan), pastikan anak mendapat sumber protein hewani tinggi zat besi, seperti daging merah, hati ayam, dan telur.
- Gabungkan Vitamin C: Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Sajikan makanan kaya zat besi bersama dengan buah-buahan atau sayuran tinggi vitamin C (jeruk, stroberi, brokoli).
- Hindari Teh dan Kopi: Hindari minuman ini saat makan karena zat tanin di dalamnya dapat menghambat penyerapan zat besi.
- Konsultasi Rutin: Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika anak menunjukkan gejala anemia.

