Mendukung Hobi dan Minat Anak Bukan untuk Prestasi, Melainkan Perkembangan Diri
October 9, 2025 by admin ku

Hidup penuh dengan kompromi—mulai dari memilih film hingga menyelesaikan konflik di kantor. Keterampilan bernegosiasi adalah keterampilan sosial tingkat tinggi yang penting untuk hubungan yang sehat. Ibu dapat mengajarkan dasar-dasar negosiasi sejak anak usia dini melalui situasi sehari-hari.
Langkah-Langkah Mengajarkan Negosiasi
- Validasi Kebutuhan Anak: Mulailah dengan mengakui apa yang diinginkan anak. Jika anak ingin es krim sebelum makan malam, katakan, “Ibu tahu kamu sangat ingin es krim.” Ini membuat mereka merasa didengarkan.
- Tawarkan Pilihan Win-Win: Alih-alih hanya berkata “Tidak,” tawarkan solusi yang memenuhi kebutuhan kedua belah pihak. Misalnya, “Bagaimana kalau kita makan malam dulu, dan jika piringmu habis, kita boleh makan satu sendok es krim setelah itu?”
- Jelaskan Perspektif Orang Lain (Empati): Dalam konflik antar saudara, bantu mereka melihat sudut pandang saudaranya. Contoh: “Adikmu perlu tidur sekarang karena dia lelah. Jadi, kamu boleh main balok, tapi suaranya harus kecil.”
- Latih Keterampilan Tunggu: Negosiasi seringkali membutuhkan kesabaran. Ajak anak untuk menunggu giliran, entah itu giliran menggunakan mainan atau giliran berbicara saat bertengkar.
Mengajarkan negosiasi bukan berarti selalu mengalah pada anak, tetapi membimbing mereka menemukan solusi yang adil.

