Pola Makan Sehat Bergizi dan Seimbang untuk Anak

Apa Manfaat Pola Makan Sehat Bergizi dan Seimbang?
Waktu paling kritis untuk mulai membiasakan pola makan sehat dan bergizi seimbang adalah di dua tahun pertama usia anak. Berikut adalah beberapa manfaatnya:
- Dukung Pertumbuhan Fisik
Gizi seimbang berarti berbagai nutrisi diberikan dalam jumlah yang tepat untuk tubuh membutuhkannya agar tumbuh dengan sehat dan sehat. Kelebihan atau kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi pertumbuhannya.
Sebagai contoh, konsumsi protein yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, sedangkan kekurangan protein meningkatkan risiko stunting pada anak.
Tulang tidak akan tumbuh memanjang jika anak kekurangan kalsium dan protein. Jika asupan mineral pembangun tulang, seperti vitamin D dan magnesium, tidak seimbang, juga akan sulit untuk tumbuh.
- Optimalkan Perkembangan Otak
Untuk otak anak berkembang, semua nutrisi penting diperlukan untuk membentuk dan mempertahankan strukturnya.
Nutrisi yang sehat adalah penting untuk perkembangan kognitif anak karena nutrisi dari makanan, seperti lemak, protein, dan zat besi, menyediakan energi untuk otak untuk menjalankan fungsinya.
Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup nutrisi selama prasekolah, termasuk omega-3 dan DHA dan EPA, lebih berisiko mengalami gangguan keterampilan kognitif.
- Memperkuat Sistem Imun
Pola makan yang sehat dan seimbang membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak secara optimal. Selain itu, pola makan yang sehat dan seimbang juga memperkuat sistem kekebalan anak, yang mencegah mereka sakit.
Untuk menjaga kekebalan tubuh, Anda harus mengonsumsi sejumlah nutrisi penting, termasuk vitamin (seperti vitamin A, vitamin C, D, dan E) dan mineral (seperti seng, selenium, dan zat besi).
Sebaliknya, kebiasaan makan yang mengandung banyak gula, garam, berminyak, dan lemak jahat (seperti yang ditemukan dalam makanan kemasan dan restoran fast food) dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan melemahkan pertahanan terhadap infeksi.
- Mencegah Kebiasaan Snacking dan Picky Eating
Membiasakan anak untuk makan makanan yang sehat sejak kecil akan membantu mereka mengembangkan kebiasaan makan yang sehat hingga mereka dewasa.
Di rumah, makan makanan yang beragam dan bergizi seimbang membantu si Kecil terbiasa dengan variasi makanan dan tidak mengalami kesulitan untuk makan.
- Menjaga Emotional Intelligence (EQ)
Untuk meningkatkan fungsi kognitif anak dan mempersiapkan mereka untuk belajar di sekolah, sangat penting untuk mereka makan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang.
Penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi anak yang bervariasi dan seimbang juga berpengaruh pada kecerdasan emosional dan kesejahteraan mental mereka.
Anak-anak yang mengikuti diet sehat cenderung lebih jarang mengalami pergeseran mood yang ekstrem yang mengganggu minat mereka dalam bermain dan belajar; sebaliknya, mereka lebih fokus.
Proses sintesis neurotransmitter tertentu yang mengatur suasana hati membutuhkan nutrisi seperti folat, vitamin B6, dan kolin. Kekurangan nutrisi ini sering dikaitkan dengan risiko gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi.
Panduan Pola Makan Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Anak
Anak memerlukan pola makan bergizi seimbang untuk bisa tumbuh dan berkembang optimal. Begini cara menerapkan pola makan bergizi dan seimbang bagi anak:
- Perbanyak Protein dan Zat Besi
Mengonsumsi protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot anak. Selain itu, protein mengandung zat besi yang penting untuk otak si Kecil.
Mama dapat memilih protein hewani seperti ayam, daging rendah lemak, ikan, seafood, dan telur, sementara protein nabati seperti tahu, kacang-kacangan, dan tempe.
- Optimalkan DHA & EPA
Studi menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen anak Indonesia berusia 4 hingga 12 tahun kekurangan DHA. Kekurangan DHA dan omega 3 dapat menyebabkan kesulitan konsentrasi dan fokus, serta potensi masalah belajar lainnya.
Asupan DHA dan EPA bersama-sama dapat meningkatkan kecerdasan dan sistem kekebalan anak.
Anak-anak harus mendapatkan DHA dan EPA dari makanan bergizi seperti makarel, salmon, teri, tahu, dan alpukat karena tubuh mereka tidak dapat membuat DHA dan EPA sendiri.
- Cukupi Kebutuhan Karbohidrat
Untuk anak-anak, pola makan yang sehat, bergizi, dan seimbang harus termasuk makanan tinggi karbohidrat karena karbohidrat adalah sumber energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas dan berfungsi.
Karbohidrat biasanya ada dalam nasi, kentang, jagung, sagu, roti, oatmeal, dan makanan lain yang membantu pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh.
- Minum Formula Pertumbuhan yang Tepat
Karena gizi susu lengkap dan bervariasi, susu dapat dimasukkan ke dalam pola makanan sehat dan seimbang.
Susu tidak hanya mengandung kalsium, tetapi juga mengandung karbohidrat, protein, fosfor, dan zat besi, serta vitamin (vitamin D, vitamin A, vitamin B12, vitamin B2, dan vitamin B3) yang baik untuk kesehatan.
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, Mama bisa memberinya formula pertumbuhan rendah gula seperti Nutrilon Royal 3, yang memiliki nutrisi penting yang ditambahkan.
Satu-satunya susu pertumbuhan yang diperkaya dengan Double Biotic FOS:GOS 1:9, DHA, dan EPA Nutrilon Royal 3 membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan intelegensi anak.
- Banyak Minum Air Putih
Anak-anak harus minum air putih jika mereka ingin mendapatkan hidrasi. Hindari jus kemasan, soda, dan minuman berenergi karena mengandung banyak gula dan tidak bergizi.
Selain meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, minuman tinggi gula akan menyebabkan peningkatan berat badan.
- Hindari Junk Food
Junk food dan makanan instan olahan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam jika ingin menerapkan pola makan sehat yang seimbang dan bergizi.
Burger, mi instan, ayam goreng, kentang goreng, pizza, keripik kentang, permen, donat, biskuit, dan coklat adalah beberapa contohnya.
- Batasi Gula dan Garam
Makanan olahan seperti permen, biskuit, soda, jus kemasan, sereal, dan desserts adalah sumber utama gula dan garam yang harus dibatasi untuk anak-anak. Gula alami yang ditemukan dalam buah tidak berbahaya bagi anak-anak.
Menurut Kemenkes, anak-anak tidak boleh mengonsumsi gula tambahan lebih dari 50 gram (4 sdm) atau garam lebih dari 5 gram (1 sdt) setiap hari. Oleh karena itu, sebelum membelinya, pastikan untuk memeriksa label di setiap kemasan makanan anak.
Kesimpulan
Untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, memperkuat sistem kekebalan, dan menjaga kecerdasan emosional (EQ) anak, sangat penting untuk mereka makan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang. Anak-anak akan lebih sehat dan berkembang lebih baik jika mereka mengonsumsi makanan alami yang kaya akan protein, zat besi, DHA, dan EPA, serta karbohidrat, gula, dan garam. Membiasakan anak-anak dengan pola makan sehat sejak kecil juga membantu mereka menghindari kebiasaan makan yang tidak sehat dan mempertahankan gaya hidup sehat hingga dewasa.

