Pentingnya Bonding Antara Ibu dan Anak: Bagaimana Memperkuat Hubungan Emosional?

Ikatan emosional antara ibu dan anak adalah fondasi penting untuk perkembangan anak, baik secara emosional maupun sosial. Bonding ini dimulai sejak bayi lahir dan berlanjut hingga mereka dewasa. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi yang memiliki ikatan kuat dengan ibu mereka cenderung lebih percaya diri dan mampu membangun hubungan yang sehat di kemudian hari. Contoh nyata dari pentingnya bonding adalah bagaimana bayi yang sering dipeluk dan dibelai cenderung lebih tenang dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.
Membangun bonding ini bisa dimulai dengan hal-hal sederhana seperti sentuhan, pelukan, dan berbicara dengan bayi. Misalnya, seorang ibu bisa memulai hari dengan memeluk dan menyapa bayinya dengan suara lembut. Bayi merespon positif terhadap suara dan sentuhan ibu, yang dapat membantu mereka merasa aman dan dicintai. Ini juga merupakan kesempatan bagi ibu untuk memahami bahasa tubuh bayi, seperti tangisan atau ekspresi wajah yang menunjukkan kebutuhan tertentu.
Selain itu, menyusui adalah salah satu cara alami untuk memperkuat bonding. Ketika ibu menyusui bayi, hormon oksitosin dilepaskan, yang tidak hanya membantu proses menyusui tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Dalam banyak kasus, ibu yang merasa terhubung secara emosional dengan bayinya selama menyusui juga cenderung lebih responsif terhadap kebutuhan bayinya di luar sesi menyusui.
Namun, penting untuk diingat bahwa bonding tidak hanya terbatas pada masa bayi. Seiring bertambahnya usia anak, ibu harus terus berusaha untuk membangun hubungan yang erat. Contoh nyata adalah meluangkan waktu berkualitas bersama anak, seperti bermain, membaca, atau hanya berbicara tentang aktivitas sehari-hari. Aktivitas sederhana ini membantu memperkuat hubungan dan membuat anak merasa dihargai.
Ada juga tantangan dalam membangun bonding, terutama bagi ibu yang bekerja atau mengalami stres. Dalam situasi ini, penting untuk mencari keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Ibu yang sibuk bisa mencoba memanfaatkan waktu-waktu singkat bersama anak, seperti saat sarapan atau sebelum tidur, untuk berbicara dan menunjukkan perhatian. Contoh lain adalah melibatkan anak dalam aktivitas rumah tangga, seperti memasak bersama atau merapikan rumah, yang juga bisa menjadi waktu bonding.
Teknologi juga bisa menjadi alat untuk memperkuat ikatan jika digunakan dengan bijak. Misalnya, ibu yang bekerja bisa tetap berhubungan dengan anak melalui panggilan video atau pesan singkat. Ini membantu anak merasa terhubung meskipun secara fisik mereka terpisah. Namun, penting untuk memastikan bahwa waktu bersama anak secara langsung tetap menjadi prioritas.

