Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
nebulizer-videoblockscom-1-edited-a5f2bfbe3bc21d36ee431a82d137c330_600xauto.jpg
02/Mar/2021

Paru-paru dan hidung bayi masih beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan di dalam rahim. Maka dari itu, organ pernapasannya tersebut harus mulai terbiasa dengan lingkungan yang kering dan menghirup udara.

 

Napas bayi berbunyi yang terlihat mirip seperti sesak napas ini kemungkinan akan terjadi selama beberapa minggu dan tidak perlu dirisaukan.Umumnya napas berbunyi pada Si Kecil terjadi akibat adanya penumpukan lendir di saluran pernapasan. Kondisi ini memang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir, karena saluran pernapasannya belum berkembang sempurna. Namun seiring bertambahnya usia Si Kecil, keluhan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

 

Jenis suara yang normal terjadi pada bayi antara lain:

 

– Suara seperti kumur-kumur, terjadi karena air liur yang terkumpul di bagian mulut dan tenggorokannya.

– Suara seperti mengendus, terjadi saat bayi sedang tidur nyenyak.

– Suara cegukan. Bayi yang baru lahir rentan mengalami cegukan ketika ia minum susu terlalu banyak atau cepat, atau menelan banyak udara.

– Suara seperti siulan, terjadi karena saluran hidung bayi masih sempit sehingga mengeluarkan suara siul ketika menarik napas.

 

Namun jika keluhan napas berbunyi disertai dengan napas tersengal-sengal dan cepat, demam, ata batuk terus-menerus, bisa jadi Si Kecil mengalami pneumonia, asma, bronkitis, atau sumbatan saluran napas oleh benda asing. Kondisi-kondisi ini sering berlanjut menjadi sesak napas.

 

Lakukan penanganan awal sebelum membawa bayi ke dokter , lakukan beberapa hal berikut ini :

 

  1. Memberikan ASI lebih banyak

 

Berikan ASI lebih sering karena ASI mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh yang dapat mencegah Si Kecil terkena infeksi. Pemberian ASI yang cukup juga dapat mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.

 

Moms perlu waspada dan segera bawa Si Kecil ke dokter atau IGD terdekat bila napasnya berbunyi disertai dengan tanda-tanda berikut ini:

 

– Bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit.

– Tampak kesulitan bernapas. Tandanya adalah jika ia mendengus terus-menerus dan lubang hidungnya – kembang kempis saat bernapas.

– Mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk terus-menerus.

– Otot-otot di dada dan leher tampak naik turun atau tertarik kencang saat bernapas.

– Napasnya terhenti selama lebih dari 10 detik.

– Bibir, mulut, dan kulitnya tampak kebiruan. Ini menandakan bahwa kadar oksigen dalam tubuhnya mulai berkurang.

– Tidak nafsu makan

– Terlihat lesu

– Demam

 

  1. Menjaga Kelembapan Udara

 

Moms dapat meletakkan humidifier di ujung ruangan untuk menjaga kelembapan udara, sehingga mukosa hidung dan bibir si Kecil tidak mudah kering. Tidak hanya untuk alasan tersebut, humidifier juga berguna untuk menjaga kualitas udara yang ada.

 

Jangan lupa untuk mengganti air humidifier setiap hari dan selalu buka jendela, agar terjadi sirkulasi udara yang optimal. Hindari merokok di dalam ruangan karena paparan asap rokok dapat memperburuk kondisi si Kecil.

 

  1. Longgarkan pakaian bayi

Cobalah untuk melonggarkan pakaian bayi. Dengan melonggarkan pakaiannya, si Kecil pun bisa merasa lebih nyaman dan juga napasnya bisa lebih lancar dan lega.

 

Bukan hanya itu, cara ini juga bisa membantu si Kecil melonggarkan pernapasannya, sehingga gangguan pernapasan yang dialaminya bisa teratasi dengan mudah.

 

  1. Usapkan minyak penghangat di perut bayi

 

Salah satu cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas pada bayi adalah dengan mengusapkan sedikit minyak telon atau kayu putih di bagian perut.

 

Dengan bantuan minyak kayu putih, bayi pun akan merasa lebih hangat dan nyaman.

 

Mama juga bisa mengoleskan sedikit minyak penghangat di bagian bawah hidungnya, agar sistem pernapasannya bisa menjadi lebih lancar dan lega.

 

  1. Bimbing Si Kecil untuk bernapas dengan mulutnya

 

Bila Si Kecil sudah cukup besar, Moms bisa memintanya untuk bernapas melalui mulut. Bila perlu, berikan contoh. Teknik pernapasan ini dapat meringankan sesak napas yang dialami Si Kecil, serta membantunya untuk bernapas lebih dalam dan lebih efektif.


Bayi-Tabung-1-1200x791.png
01/Mar/2021

Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan menikah. Sudah berbagai program kehamilan dilakukan sesuai dengan saran dokter. Namun, ada juga yang masih belum bisa memiliki seorang anak.

 

Program bayi tabung merupakan salah satu metode untuk pasangan suami istri yang menginginkan kehamilan dan biasanya metode ini merupakan pilihan  terakhir karena telah melakukan berbagai hal pengobatan kesuburan selama beberapa tahun, namun tidak kunjung berhasil. Pahami proses bayi tabung sebelum mengambil keputusan.

 

Apa itu bayi tabung?

Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh perempuan, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur sudah berhasil dibuahi dan menghasilkan embrio, maka akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF).

 

Prosedur bayi tabung digunakan untuk mendapatkan kehamilan bagi pasien yang mengalami masalah kesuburan. Namun biasanya, sebelum prosedur bayi tabung dipilih, dokter akan terlebih dulu menyarankan metode lain, seperti pemberian obat-obatan penyubur kandungan dan inseminasi buatan.

 

Selain untuk mendapatkan kehamilan, prosedur bayi tabung juga dapat dilakukan untuk mencegah kelainan genetik yang diderita oleh orang tua menurun kepada janin.

 

Prosedur ini juga dapat dilakukan pada pasien wanita yang akan menjalani pengobatan, seperti radioterapi dan kemoterapi. Melalui prosedur bayi tabung, pasien bisa menyimpan sel telur yang sehat sebelum menjalani pengobatan tersebut.

 

beberapa kondisi yang kemungkinan menyebabkan sulit hamil dan disarankan menggunakan prosedur bayi tabung, seperti:

 

– Gangguan pada tuba falopi atau rahim berupa kerusakan atau sumbatan jalur sel telur.

– Gangguan ovulasi yang membuat produksi sel telur minimal.

Endometriosis.

– Produksi sperma dengan kuantitas yang rendah.

– Masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sel telur atau sperma.

– Sperma yang tidak mampu melewati cairan leher rahim.

– Alasan dari masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui.

– Memiliki risiko penyakit keturunan

 

Bagaimana proses bayi tabung ?

 

  1. Induksi ovulasi

 

Induksi ovulasi adalah pemberian hormon sintetis dan obat-obatan, seperti:

 

– Follicle-stimulating hormone (FSH),luteinizing hormone (LH), atau kombinasi keduanya untuk merangsang ovarium (indung telur)

– Human chorionic gonadotropin (hCG), umumnya diberikan 8–14 hari setelah suntikan perangsang ovarium, untuk membantu proses pematangan sel telur jika sel telur sudah siap untuk diambil

– Obat penekan ovulasi prematur, untuk mencegah sel telur lepas terlalu cepat dari indung telur

– Suplemen hormon progesterone yang diberikan pada hari pengambilan sel telur, untuk mempersiapkan dinding rahim menjadi tempat penempelan embrio

Induksi ovulasi umumnya memerlukan waktu 1–2 minggu sebelum sel telur dapat diambil. Selama proses ini, pasien juga akan menjalani USG transvaginal untuk memastikan sel telur tumbuh, serta tes darah guna memastikan hormon estrogen dan progesteron dalam kadar yang tepat.

 

2.Pengambilan telur

 

Proses pengambilan telur dilakukan 34–36 jam setelah suntikan hormon terakhir dan sebelum ovulasi. Sebelum prosedur ini dilakukan, pasien akan diberikan suntik obat penenang dan antinyeri untuk mengurangi rasa sakit yang muncul selama proses pengambilan telur berlangsung.

 

Berikut ini adalah tahapan dalam proses pengambilan telur:

 

Sel telur akan diambil dari rahim menggunakan jarum kecil, dengan panduan USG transvaginal. Jika tidak memungkinkan, dokter akan membuat sayatan sebesar lubang kunci di dinding perut dan memasukkan jarum kecil dengan bantuan USG abdomen.

Beberapa sel telur akan disedot melalui jarum tersebut selama kurang lebih 20 menit. Telur yang sudah matang akan disimpan di inkubasi yang berisi cairan khusus, untuk dibuahi sperma. Namun perlu diingat, proses pembuahan tidak selalu berhasil.

 

  1. Pengambilan sperma

Untuk mengambil sampel sperma, dokter akan meminta pasien pria melakukan masturbasi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengambil sampel sperma langsung dari testis dengan menggunakan jarum.

 

4.Pembuahan

 

Proses pembuahan dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu:

 

– Inseminasi

Proses ini dilakukan dengan mencampur sperma dan sel telur yang sehat dalam waktu semalaman hingga menjadi embrio.

– Intracytoplasmic sperm injection (ICSI)

ICSI dilakukan dengan menyuntikkan satu sperma sehat ke masing-masing sel ICSI umumnya dilakukan ketika kualitas sperma buruk atau proses pembuahan dengan cara inseminasi gagal dilakukan. Perlu diingat, tidak semua embrio dapat bertahan setelah proses pembuahan terjadi.

 

  1. Transfer Embrio

 

Tahap terakhir ini dilakukan 3–5 hari setelah proses pengambilan telur, di mana embrio sudah mulai berkembang. Akan tetapi, sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim, dokter akan menjalankan tes untuk memeriksa apakah terdapat kelainan kromosom atau penyakit menular tertentu.

 

Tahapan dalam proses transfer embrio adalah sebagai berikut:

 

– Pasien akan diberikan bius ringan untuk meredakan nyeri, meskipun beberapa pasien mungkin akan merasakan kram perut ringan.

– Dokter memasukkan selang fleksibel (kateter) ke dalam rahim melalui vagina.

– Satu atau beberapa embrio akan disuntikkan ke dalam rahim melalui kateter.

Proses ini dinyatakan berhasil jika embrio tertanam di dinding rahim dalam waktu 6–10 hari setelah embrio ditransfer.

 

Risiko lain dari prosedur bayi tabung, yaitu:

 

– Risiko keguguran

– Kehamilan kembar, jika embrio yang ditanamkan ke dalam rahim lebih dari satu.

– Kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

– Kehamilan ektopik atau di luar rahim.

– Bayi lahir dengan cacat fisik.

– Stres karena prosedur bayi tabung dapat menguras tenaga, emosi dan keuangan.


mengatasi-pilek-pada-bayi-baru-lahir-1.jpg
01/Mar/2021

Sistem daya tahan tubuh yang belum sempurna, membuat bayi rentan mengalami beragam penyakit, termasuk pilek. Sistem imunitas pada Si Kecil yang belum sempurna membuatnya lebih rentan terserang penyakit. Terlebih jika cuaca sedang tidak menentu membuat berbagai virus maupun bakteri mudah berkembang biak.

 

Ingus yang keluar ketika Si Kecil terserang pilek adalah salah satu cara untuk menyingkirkan kuman pada tubuh. Namun, apabila ingus yang keluar terlalu banyak hingga menyumbat hidung, keadaan tersebut dapat mengganggu pernapasan Si Kecil. Menurut Kids Health, pilek pada Si Kecil akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan medis khusus.

 

Pemberian obat tidak bisa menyembuhkan pilek, tetapi mampu meredakan gejala seperti sakit otot, sakit kepala, dan demam. Adapun sejumlah perawatan yang bisa ibu lakukan untuk meringankan gejala pilek dan membuat Si Kecil lebih nyaman.

 

Berikut tips perawatan untuk meringankan gejala pilek Si Kecil, yaitu:

 

1.Banyak Istirahat

 

Perawatan utama mengatasi pilek pada Si Kecil adalah dengan memastikannya untuk banyak beristirahat atau tidur yang cukup. Seseorang yang kekurangan istirahat, terutama pada Si Kecil, dapat membuat tubuhnya semakin lemah, sehingga mudah terserang penyakit. Selalu pastikan Si Kecil ibu mendapatkan lebih banyak istirahat ketika pilek.

 

  1. Tempatkan si kecul di ruangan ber Ac

 

Tempatkan bayi di ruangan tanpa AC untuk mengurangi hidung tersumbat. Bila bayi lebih nyaman dalam ruangan AC, gunakan mesin pelembap udara atau manfaatkan uap air panas.  Anda dapat menambahkan minyak esensial seperti mentol.

 

3.Perbanyak Cairan

 

Air akan mengencerkan lendir di hidung, sekaligus mencegah dehidrasi. Untuk bayi berusia di atas 6 bulan, Anda dapat mencukupi cairan si Kecil dengan memberinya banyak air putih dan kandungan air lainnya dari buah dan sayur sebagai makanan pendamping ASI.

Sedangkan untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, perbanyak asupan ASI atau susu formulanya untuk mencukupi cairan si Kecil saat pilek. Selain itu, hindari jus atau air soda yang mengandung banyak gula. Perhatikan juga warna urine untuk memastikan asupan air untuk bayi saat pilek sudah lebih dari cukup.

 

  1. Sedot Lendir

 

Bayi pilek akan mengalami kesulitan bernafas jika hidung tersumbat. Siasati dengan alat sedot ingus khusus bayi yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotik atau toko bayi. Pastikan alat dan tangan Anda sudah bersih serta gunakan alat tersebut dengan hati-hati sesuai aturan.

 

  1. Madu

 

Jika anak sudah berusia lebih dari 1 tahun, madu bisa menjadi cara untuk meredakan batuk di malam hari. Studi menunjukkan kalau 1 sendok teh madu sebelum tidur bisa membuat anak tidur tanpa dirundung batuk. Pastikan anak sudah melewati usia 1 tahun untuk menghindari penyakit botulisme. Selain madu, Anda juga bisa menggunakan bahan alami lainnya seperti jeruk nipis hingga lemon untuk anak yang telah berusia 1 tahun ke atas.

 

  1. Bantuan Alat Humidifier

Kadar kelembaban ruangan akan membantu mengatasi pilek pada bayi, termasuk batuk dan hidung tersumbat. Untuk melembapkan ruangan, Anda dapat menggunakan alat pelembap udara atau humidifier. Udara yang lembap dan tidak kering akan membantu melegakan pernapasan si Kecil dan membuatnya tidur lebih nyenyak. Saat menggunakan alat ini, pastikan alat humidifier bersih dan jauh dari jangkauan bayi.

 

  1. Atur Posisi Tidur

Web MD menjelaskan bahwa posisi tidur bisa jadi cara meredakan pilek pada bayi. Anda bisa mengatur posisi kepala lebih tinggi dari badan bayi saat tidur. Posisi ini akan membuat tidurnya jadi lebih nyenyak karena terhindar dari gangguan ingus.

Anda bisa menggunakan tumpukan buku yang dibalut dengan handuk sebagai pengganti bantal. Web MD melarang Anda menggunakan bantal sebagai cara meredakan pilek pada bayi karena bisa menyebabkan sudden infanth death syndrome atau SIDS.


Tips-Menjaga-Suhu-Tubuh-Bayi-1200x791.png
27/Feb/2021

Tubuh bayi yang baru lahir masih sangat rentan dengan perubahan suhu. Hal tersebut berbeda dengan kondisi saat ia masih di dalam kandungan yang masih mendapatkan kehangatan.

Bayi baru lahir umumnya memiliki suhu tubuh di sekitar angka 36,7 – 37,5 derajat Celcius. Karena masih berada dalam tahapan adaptasi dengan dunia di luar rahim sang ibu, bayi baru lahir perlu dijaga kehangatan tubuhnya.

 

Tips untuk menjaga suhu tubuh bayi yang baru dilahirkan tetap hangat antara lain :

 

1.Taruh bayi di kamar yang bersuhu ideal

 

Suhu ideal untuk kamar bayi Anda adalah suhu yang tidak membuatnya terlalu kepanasan atau kedinginan. Idealnya Anda harus menjaga suhu kamar bayi antara 18 dan 22 derajat Celsius. Jika Anda sendiri merasa kepanasan atau kedinginan saat berada di kamar Si Kecil, kemungkinan besar suhu kamar tersebut tidak sesuai untuk bayi Anda.Untuk mengetahui apakah Si Kecil kedinginan atau tidak. Selain memeriksa tengkuk dan telinga bayi, Moms bisa menyentuh tangan dan kakinya. Meski tangan dan kaki bayi baru lahir biasanya lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya, saat tangan dan kaki bayi sangat dingin, ini bisa menjadi indikator bahwa bayi Anda merasa kedinginan. Saat Si Kecil kedinginan, kulitnya juga mungkin akan terlihat lebih pucat daripada biasanya dan muncul bintik-bintik.

 

  1. Berusaha melakukan skin to skin

 

Menghangatkan tubuh si Kecil dari udara dingin bisa dilakukan dengan melakukan kontak skin to skin.

 

Untuk moms yang belum mengetahui istilah ini, kontak skin to skin adalah kondisi di mana si Kecil akan bersentuhan kulit secara langsung bersama orangtuanya. Skin to skin contact ini bisa dilakukan si Kecil bersama moms  atau papa.

 

Kontak kulit ini terjadi dengan sama-sama bertelanjang dada agar sentuhan kulit bisa secara langsung. Peluk dirinya, sehingga suhu tubuh moms yang hangat bisa mengalir ke si Kecil. Dengan memberikan kehangatan ini, suhu tubuhnya pun akan meningkat.

 

Namun, saat melakukan skin to skin contact perlu sekali menggunakan selimut tipis. Ini berguna untuk menutupi bagian atas agar si Kecil tidak merasa kedinginan saat proses skin to skin contact berlangsung.

 

Selain membantu menghangatkan suhu tubuh si Kecil yang kedinginan, skin to skin contact dapat memiliki manfaat lain seperti:

 

– mengurangi stres,

– meningkatkan bonding,

– membantu proses menyusui,

–  menyesuaikan kinerja tubuh,

– meningkatkan kualitas tidur,

– mempercepat perkembangan otak,

menjaga pengaturan terhadap suhu tubuh.

 

  1. Jangan tempatkan bayi di ruangan ber Ac

 

Sebagian besar moms akan meletakan bayinya pada ruangan ber-AC karena dianggap lebih sejuk dan nyaman. Namun tidaklah demikian, karena kulit bayi masih cukup sensitif pada suhu yang cukup ekstrem.

 

  1. Selimut

 

Saat berada di cuaca yang cukup dingin untuk bayi, dengan menggunakan selimut yang lembut cukup untuk menjaga tubuh bayi agar tetap hangat. Tutup tubuh bayi sebagian dengan selimut seperti dari ujung kaki hingga dadanya.

 

  1. Menghangatkan tubuh

 

Cara menghangatkan tubuh bayi bisa dengan memakaikan tutup kepala seperti kupluk, kemudian sebisa mungkin tempatkan bayi berada di antara kedua sisi payudara sang ibu. Kemudian palingkan wajah bayi ke salah satu sisi payudara ibu. Penting diketahui bahwa posisi perlu diperhatikan agar bayi tetap dapat bernafas dengan optimal.

 

Pastikan juga bayi hanya memakai popok, kaus kaki dan kupluk. Sederhananya, agar bayi dapat berkontak kulit langsung kepada ibunya dan dapat merasakan kehangatan langsung dari ibunya. Dan menghangatkan tubuh ala kangguru ini hanya boleh dilakukan minimal 60 menit karena bayi dapat merasa stres akibat perubahan posisi yang cepat.


Tips-Bayi-Tidur-Nyenyakk-1200x791.png
27/Feb/2021

Setelah si kecil lahir, kehidupan Bunda pun berubah, termasuk rutinitas harian, terutama waktu tidur. Ibu yang baru memiliki bayi mungkin merasa kesulitan mencari cara agar bayi tidur nyenyak sepanjang malam.

Bayi baru lahir belum memiliki pola tidur teratur. Seringkali di tengah malam, mereka terbangun karena popok yang basah atau kelaparan.

 

ada beberapa trik yang bisa Bunda terapkan untuk membuat Si Kecil terlelap sepanjang malam antara lain :

 

1.Menyusui bayi

 

“Salah satu penyebab bayi tidur gelisah di malam hari adalah dia lapar. Untuk itu, Bunda disarankan memberinya dream feed. Ini istilah untuk ibu menyusui bayinya di antara jam 10 malam sampai tengah malam. Cara membuat bayi tidur ini bisa dicoba karena dream feed dapat membuat bayi tidur lebih lama,” papar Young.

 

Saat menyusui bayi, bila dia ada di boks, tetap redupkan lampu dan angkat dia pelan-pelan dari boksnya. Lalu, posisikan dengan tepat sehingga bayi bisa melakukan pelekatan dengan baik. Dalam kondisi setengah mengantuk, Bunda bisa memastikan mulut bayi berada di puting, kemudian susui. Setelah itu, taruh bayi pelan-pelan di boksnya. Ini bisa jadi cara menidurkan bayi setelah menyusu di malam hari yang efektif buat Bunda.

 

  1. Atur waktu tidur

 

Bayi yang baru lahir membutuhkan pengasuhan dan sentuhan lembut. Bayi yang baru berusia sekitar 6-12 minggu diketahui memiliki waktu tidur malam hari yang lebih banyak, durasinya 8-10 jam.

 

Biasanya, bayi yang berusia sekitar 8 minggu tidur selama 6 jam di malam hari tanpa harus diberi makan. Fakta ini harus jadi panduan Mama untuk mengatur jam tidur si Kecil. Jadi, jika Mama ingin memiliki kualitas tidur yang cukup, kondisikan bayi mama untuk tidur pukul 22.00 berbarengan dengan Mama tidur. Ia akan tidur nyenyak sampai kira-kira jam 4 pagi.

 

Bagaimana cara menahan bayi untuk tidak tidur sebelum jam 22.00? Ajaklah ia beraktivitas, misalnya dengan mengajaknya mengobrol, membacakan cerita, atau mendengarkan musik. Dengan kegiatan-kegiatan itu, bonding berkualitas akan tercipta.

 

  1. Kenalkan rutinitas tidur yang baik

 

Mitos membiarkan bayi tidur sendiri dan mengabaikannya waktu ia menangis, akan membuat tidurnya nyenyak, adalah salah. Ada cara yang lebih lembut dibandingkan cara itu.

 

Mulailah dengan mengenalkan rutinitas tidur yang konsisten kira-kira dimulai sekitar 1 jam sebelum waktu tidurnya tiba. Gunakan ritual sederhana, seperti mengganti bajunya, mengelap tubuhnya, meredupkan lampu, dan menyanyikan lagu atau membacakan doa. Baiknya, lagu dan doa ini isinya sama setiap malam, untuk menandakan tibanya waktu tidur. Tetaplah di samping tempat tidurnya sambil menepuk-nepuk punggungnya hingga si Kecil lelap.

 

  1. Beri si bayi teman tidur

 

Selain mengantarkan tidur dengan nyanyian atau dongeng, mainan teman tidur bisa membantu si Kecil lebih nyenyak. Teman tidur ini membuatnya merasa lebih aman saat terbangun tanpa ada Mama di sisinya. Secara tidak langsung, ini juga menanamkan kemandirian pada anak.

 

Tapi, hati-hati ya Ma. Pilih teman tidur untuk si Kecil yang tetap aman untuknya. Jangan benda yang terlalu lembut, besar, dan berpotensi menghalangi jalan napas bayi jika tertutup benda itu.

 

  1. Gendong si kecil sebelum tidur

 

Bunda juga bisa membantu menidurkan Si Kecil dengan cara menggendongnya terlebih dahulu. Ketika sudah terlihat mulai mengantuk, segera letakkan Si Kecil di tempat tidur dan biarkan dia tidur dengan sendirinya. Hindari membiarkan Si Kecil terlelap di gendongan Bunda, karena bisa membuatnya terbiasa tidur saat digendong, dan akan membuat Si Kecil lebih sulit untuk tidur sendiri.

 

  1. Buatlah kebiasaan tidur yang membuat bayi nyaman

 

Setiap ibu memiliki cara dan teknik yang berbeda untuk membuat bayi nyaman sebelum tidur, misalnya memandikan bayi sebelum tidur lalu memakaikan baju tidur yang nyaman. Cara lain yang bisa Bunda coba adalah memberikan pijatan yang lembut pada punggung, lengan, dan tungkai Si Kecil.

 

Lakukanlah kebiasaan ini secara konsisten, meski pada akhir pekan. Menurut penelitian, bayi yang selalu menjalani kegiatan yang sama sebelum tidur akan lebih jarang menangis di malam hari, lebih mudah terlelap, dan tidurnya lebih nyenyak.


idealnya-bayi-minum-air-putih.jpg
26/Feb/2021

Bayi yang masih terlalu kecil belum boleh minum air putih?Minum air putih memang baik untuk kesehatan, bahkan sangat dianjurkan. Namun, anjuran ini tidak berlaku untuk bayi..jadi kapan bayi boleh minum air putih?

 

Walau air putih memiliki segudang manfaat, nyatanya pemberian air putih pada bayi ada aturannya. Sejak lahir hingga berusia 6 bulan, bayi hanya boleh mendapatkan pasokan cairan yang berasal dari ASI atau susu formula.

 

Kapan waktu terbaik minum air putih untuk bayi?

 

  • Memberikan air putih atau menambahkan air putih pada ASI atau susu formula kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan bisa menimbulkan risiko pada kesehatannya, meliputi perut kembung, kurangnya minat untuk menyusu, kekurangan gizi, diare, hingga hiponatremia.

jumlah air putih yang boleh diminum masih perlu diperhatikan ya moms , Takaran air putih untuk bayi berusia 6 bulan ke atas adalah sekitar 60 ml, sedangkan bayi berusia 12 bulan ke atas diperbolehkan minum air putih sebanyak 450 ml per hari. Takaran ini akan meningkat, seiring bertambahnya usia bayi.

Oleh karena itu, Bunda baru boleh memberikan air putih kepada Si Kecil jika ia sudah berusia 6 bulan atau sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Sejak usia ini, bayi memang sudah membutuhkan lebih banyak energi dan cairan dari makanan atau minuman selain ASI.Moms juga tidak dianjurkan terlalu banyak memberikan air. Hal ini dikarenakan badan bayi yang kecil lebih berisiko mengalami kelebihan air dan ketidakseimbangan elektrolit

Gejala yang timbul bila bayi mengalami keracunan air adalah muntah tanpa mual, kejang, penurunan kesadaran, mengantuk, dan kebingungan. Tanda-tanda ini disertai dengan lebih sering buang air kecil (> 8 kali), warna urine putih seperti air saja, dan pembengkakan pada wajah, lengan, atau kaki.

Memberikan air putih kepada bayi boleh-boleh saja, tapi pastikan moms memperhatikan takarannya yaa..


Penyebab-Diare-Pada-Bayi-dan-Cara-Mengatasinya-2-1200x791.png
26/Feb/2021

kenaikan berat badan pada bayi bukanlah satu-satunya patokan dari kondisi bayi sehat.

Bayi yang gemuk memang tampak menggemaskan, dan sering menjadi patokan bayi sehat, padahal belum tentu. Kondisi bayi sehat bisa diukur dari berbagai macam hal. Mulai dari kenaikan berat badan bayi, hingga kemampuan sosial dalam berinteraksi dengan orang lain.

 

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mengenali ciri-ciri bayi sehat :

 

  1. Bayi dapat menahan berat badannya sendiri

 

Pada usia 1 bulan, umumnya bayi sehat sudah bisa menahan kepalanya sendiri,lalu bayi usia 3 bulan, kemampuan mengangkat kepala akan semakin berkembang.  Saat ini sudah bisa dilakukan, otot-otot bayi sebenarnya sedang mengalami peregangan untuk berkembang. Tahap ini merupakan tahap perkembangan bayi sebelum bisa tengkurap, berguling, duduk dan juga berdiri.

 

  1. Bisa berinteraksi dengan orang lain

 

Bayi usia 1 bulan, sudah bisa melakukan kontak mata dengan orang lain, termasuk meniru beberapa gerakan yang Anda lakukan. Kemampuan bayi sehat ini akan terus berkembang. Kemudian pada bayi usia 2 bulan, ia mulai tersenyum saat diajak berbicara atau bercanda. Pada usia 4 bulan, perkembangan bayi sudah sampai tahap merespons dengan ekspresi tertawa. Lalu ketika ia menginjak 7 bulan, Anda akan mendapati Si Kecil sudah bisa berinteraksi dengan bayi lain, seperti merebut sesuatu yang dipegang atau meniru suara bayi lainnya. Semua interaksi yang dilakukan bayi tersebut merupakan tanda bayi sehat dan sudah lebih mengenal akan kondisi lingkungan sekitarnya.

 

  1. Mengalami kenaikan berat badan

 

Kenaikan berat badan memang menjadi pertanda bayi tumbuh sehat. Secara bertahap, berat badan bayi akan terus bertambah seiring dengan pertambahan usia. Anda harus rutin memeriksakan kesehatan ke dokter guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik, termasuk informasi kenaikan berat badannya. Sejak dilahirkan hingga berusia 6 bulan, kenaikan berat badan bayi yang diharapkan berkisar 150-200 gram per minggu, dan 85-140 gram per minggu untuk bayi usia 6-12 bulan.

 

  1. Tenang saat berada di dekat orangtua

 

Intensitas menangis bayi baru lahir terbilang sering, karena menangis merupakan salah satu cara komunikasi paling mudah bagi bayi. Saat bayi menangis, berikan sentuhan lembut dan ajak bayi untuk berbicara layaknya saat masih berada di dalam kandungan. Hal ini dapat membuat bayi merasa lebih tenang karena mengetahui ada Anda di sampingnya.

 

  1. Menyimak / mendengarkan suara yang didengar

 

Sebenarnya bayi sehat sudah bisa mendengar sejak lahir, namun butuh beberapa minggu baginya untuk menyaring suara yang didengarnya. Saat pendengarannya sudah mulai berkembang, bayi akan mulai memilih mana suara yang menarik perhatiannya dan tidak. Suara kakak atau ayah yang tertawa riang dan suara musik, kemungkinan suara yang dapat menarik perhatian bayi. Jika Anda melihat bayi bereaksi terhadap suara tertentu dan mencari sumber suaranya, ini pertanda bahwa pendengarannya bekerja dengan baik.

 

  1. Tertarik dengan dunia sekelilingnya

 

Saat bayi baru lahir, setidaknya 16 jam waktunya hanya dihabiskan untuk tidur dan 2 jam sekali untuk menyusu. Kebiasaan ini akan berubah seiring bertambahnya usia. Saat memasuki usia 1 bulan, bayi sudah mulai sering terbangun dan mulai tertarik dengan apa yang ada di sekitarnya. Ia akan terlihat diam dan mulai memperhatikan wajah ataupun benda yang sedang Anda pegang. Sebenarnya bayi sedang mencoba untuk mengenal dunia baru dan mencerna informasi baru yang dilihatnya. Ketertarikan bayi ini terjadi saat otot matanya mulai dapat terkontrol dan melihat sesuatu dengan lebih jelas.


Penyebab-Diare-Pada-Bayi-dan-Cara-Mengatasinya-1-1200x791.png
25/Feb/2021

Salah satu gangguan pencernaan pada anak adalah diare. Hal tersebut kerap terjadi karena usus pada anak lebih lemah dan sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Tidak semua jenis makanan dapat masuk ke perut dan dicerna oleh usus. Akibatnya, anak-anak rentan terkena diare. Kondisi ini dapat terjadi selama beberapa hari dan akan menghilang dengan sendirinya. Selain itu, kondisi ini juga dapat diatasi dengan konsumsi obat-obatan.

 

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Sebagian kasus diare pada bayi juga berisiko mengalami komplikasi yang berbahaya, jika diare yang dialaminya tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

 

Penyebab diare pada bayi antara lain :

 

– Gastroenteritis dan infeksi usus akibat virus, bakteri, dan parasit

– Keracunan makanan, khususnya pada bayi yang sudah – mengonsumsi MPASI

Terlalu banyak – mengonsumsi jus buah

Alergi terhadap makanan atau obat-obatan tertentu

– Intoleransi susu sapi

(Bayi yang sudah mulai mengonsumsi MPASI dan sedang mengalami diare, disarankan untuk menghindari makanan berminyak, berserat tinggi, mengandung banyak gula, dan susu sapi .)

 

Diare bisa menyebabkan tubuh bayi banyak kehilangan cairan dan elektrolit, sehingga dapat memicu dehidrasi. Jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa membahayakan nyawa bayi.

 

Oleh karena itu, moms perlu lebih waspada dan segera membawa Si Kecil ke dokter jika ia mengalami diare beserta tanda dan gejala dehidrasi pada bayi berikut ini:

 

– Mulut kering

– Tidak mengeluarkan air mata saat menangis

– Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau justru tidak berkemih sama sekali

– Kulit terlihat lebih kering

– Terlihat sangat lemas dan sering mengantuk

 

Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan diare pada bayi yang dapat moms lakukan di rumah :

 

  1. Memberikan probiotik

 

Beberapa riset menunjukkan bahwa pemberian probiotik bisa mendukung proses penyembuhan dan mempercepat pemulihan bayi yang mengalami diare. Oleh karena itu, moms dapat memberikan Si Kecil suplemen atau makanan yang mengandung probiotik saat ia terkena diare.

 

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, moms perlu melakukan tindakan pencegahan diare pada bayi dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mencuci tangan sebelum menyiapkan susu dan makanan bayi serta setelah mengganti popoknya
  • Mencuci tangan Si Kecil, terutama setelah ia bermain, menyentuh benda kotor, atau setelah buang air kecil dan buang air besar
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, termasuk mainan dan benda lain yang sering disentuh Si Kecil
  • Memberikan ASI eksklusif secara rutin

Memastikan kebersihan dan kesterilan botol susu yang digunakan, jika Si Kecil mengonsumsi ASI perah atau susu formula

 

  1. Memberikan suplemen zinc

 

Suplemen zinc dapat diberikan untuk mengatasi diare pada balita. Menurut WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi yang mengalami diare akut dapat diberikan suplemen zinc selama 10–14 hari.

 

Dosis pemberian suplemen zinc pada bayi berusia di bawah 6 bulan adalah sekitar 10 mg per hari, sedangkan pada balita 20 mg per hari. Untuk menentukan dosis dan cara pemberian suplemen yang benar, moms bisa berkonsultasi ke dokter anak.

 

  1. Memberikan ASI dan cairan elektrolit

 

Bayi berusia di bawah 6 bulan yang mengalami diare dapat diatasi dengan pemberian ASI lebih sering. Hal ini karena ASI mengandung nutrisi yang diperlukan untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama BAB.

 

Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi melawan bakteri atau virus penyebab diare. Pada bayi berusia di atas 6 bulan, pemberian ASI boleh dilanjutkan sambil diselingi pemberian cairan rehidrasi oral, seperti oralit atau pedialit, setiap kali ia BAB dan muntah.


Cara-Memijat-Bayi-yang-Benar-1-1200x791.png
25/Feb/2021

Pijatan dari tangan moms yang lembut dapat memberikan banyak manfaat untuk bayi.Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memijat bayi agar tidak menyakiti tubuh mungil nya .

 

Memijat bayi harus dilakukan dengan penuh kelembutan. Sembari memijat, moms juga dapat mengajak si bayi berbicara atau bernyanyi agar dia lebih menikmati masa-masa berdua dengan moms.

 

Waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi adalah ketika dia sedang terbangun atau tidak sedang dalam kondisi tidur , namun dengan kondisi yang tenang.  Pastikan bayi tidak dalam kondisi terlalu lapar atau kenyang saat moms memberinya pijatan.

 

Hindari memijatnya sewaktu dia akan terlelap di waktu tidur siang. Moms boleh memijatnya dan menjadikannya kegiatan rutin sebelum tidur pada malam hari. Hal ini berguna untuk membuatnya tidur lebih pulas. Menjadwalkan memijat bayi usai mandi juga bisa di coba.

 

Agar si bayi menikmati kegiatan pijat bayi ini dengan maksimal, perhatikan segala isyarat yang dikeluarkan olehnya. Isyarat ini bisa menjadi sinyal apakah dia suka dengan pijatan moms atau tidak. Segera hentikan pijatan jika si bayi mulai menangis karena itu pertanda bahwa dia sudah merasa cukup dengan pijatannya .

 

Jika moms ragu atau tidak biss untuk memijat si bayi moms bisa mengikuti kelas khusus pijat bayi untuk mengetahui cara memberikan pijatan yang bermanfaat bagi bayi lebih jauh. Tanyakan pada perawat anak atau bidan moms mengenai lokasi klinik terdekat yang memiliki jadwal kelas pijat bayi yang bisa moms ikuti.

 

  • Persiapan Sebelum Memijat Bayi

 

Pastikan moms menyediakan ruangan bersuhu hangat (sekitar 24 derajat Celcius), dengan suasana tenang dan nyaman. Lalu siapkan segala perangkat yang moms butuhkan saat memijat bayi, seperti handuk atau alas bayi (kain bedong atau perlak), minyak untuk memijat. (disarankan memakai baby oil atau minyak zaitun), pakaian bersih, dan popok. Cuci tangan sebelum melakukan pijat bayi.

 

Setelah semua perlengkapan siap ,moms bisa mulai memijat bayi dimulai dari :

 

Pertama : Kaki

Mulailah memberi pijatan dari tungkai, yaitu pangkal paha hingga ke bawah. Area ini dianggap kurang sensitif sehingga bagus untuk memulai sebuah pijatan. Tuang sedikit minyak ke telapak tangan, lalu gosok-gosok hingga terasa hangat di tangan moms. Setelah itu mulai pijat lembut bagian paha ke arah bawah dan turun ke area betis.

 

Setelahnya moms bisa mulai memijat punggung kakinya dengan gerakan memutar. Moms dapat memberi sedikit usapan saat memijat bagian pergelangan kaki sampai ke jari kaki. Kemudian beralihlah ke bagian telapak kakinya. Gunakan ibu jari moms saat memijat area ini, lakukan gerakan memutar untuk memijat.

 

Selanjutnya moms  bisa memijat jari-jemarinya. Ambil tiap jari memakai ibu jari dan jari telunjuk moms, lalu tarik dengan lembut. Lakukan pada kesepuluh jarinya.

 

Kedua : Lengan

Usai memijat bagian tungkai, beralihlah ke bagian lengan. Mulai pijatan dari lengan bagian atas hingga ke pergelangan tangannya. Sesampainya di pergelangan tangan, putar lembut bagian ini beberapa kali.

 

Lalu pijat telapak tangannya memakai ibu jari moms. Akhiri sesi ini dengan memijat lembut jari-jemarinya.

 

Ketiga : Dada

Letakkan kedua tangan moms di atas dada si bayi. Lalu pijat lembut ke arah luar dengan menekan lembut dadanya menggunakan telapak tangan moms. Ulangi gerakan ini beberapa kali. Kemudian, letakkan satu tangan moms di bagian atas dadanya, lalu pijat lembut ke arah paha.

 

Keempat : Punggung

Posisikan Si Kecil dalam keadaan tengkurap, kemudian pijat area tulang belakang, dari leher hingga pantat, memakai ujung jari moms. Akhiri pijat bayi ini dengan pijatan panjang dari bahu hingga kakinya.

 

Setelah selesai, moms bisa memakaikan popok dan baju, serta memeluknya. Moms juga bisa melanjutkan dengan memberinya makan. Usai dipijat, si bayi mungkin akan terlelap dengan cepat.

 

Pijatan demi pijatan yang moms berikan tidak hanya mendekatkan ikatan  dengan buah hati. Ada banyak manfaat pijat bayi yang dapat dirasakan oleh si bayi, seperti:

 

– Membantunya tidur pulas.

– Dapat membuatnya rileks. Efek ini juga bisa dirasakan oleh moms.

– Membuat bayi jarang menangis dan meredakan tangisan bayi.

– Mengurangi rasa sakit gigi saat gigi si Kecil tumbuh.

– Meningkatkan sirkulasi darah.

– Meningkatkan berat badan.

– Melancarkan pencernaan.

– Mendukung kekuatan otot dan tulang si Kecil.

– Mendukung perkembangan mental, fisik, dan sosial.

– Jika si Kecil terlahir dengan penyakit kuning, pijatan mungkin dapat membuatnya pulih lebih cepat.


Tips-Merawat-Bayi-Baru-Lahir-2-1200x791.png
24/Feb/2021

pijat bayi memang memberikan beragam manfaat. Manfaat pijat bayi tidak hanya bisa didapatkan dari pemijatan oleh tenaga profesional di pusat perawatan bayi atau spa bayi, tapi juga bisa diperoleh dari pemijatan yang Anda lakukan sendiri di rumah.

Cara memijat bayi harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati.

Memijat bayi bisa memperbaiki mood Ibu dan membantu mengatasi depresi postnatal/ baby blues. Gerakan memijat menstimulasi Ibu dan si Kecil mengeluarkan hormon oksitoksin yang memberikan perasaan hangat dan bahagia, sehingga membuat Ibu dan buah hati lebih tenang dan jauh dari stres.

 

berikut manfaat pijat bayi :

 

  1. Membuat Bayi Merasa Lebih Tenang

 

Tidak ada salahnya ibu mencoba melakukan pijatan sederhana di rumah pada bayi. Proses pijat yang dilakukan ibu bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ikatan kedekatan antara ibu dan anak. Gunakan minyak yang aman untuk kulit bayi, lakukan pijatan saat ibu dalam keadaan nyaman dan tenang. Sentuhan dari ibu bisa membuat otak bayi meningkatkan hormon endorfin dan serotonin. Kedua hormon ini dapat membuat bayi lebih tenang, bahagia, dan nyaman.

 

  1. Membuat tidur lebih nyenyak

Penelitian menunjukkan bahwa pijatan pada bayi dapat membuat siklus tidurnya lebih teratur. Ini artinya bayi akan tidur lebih banyak di malam hari dan lebih aktif di siang hari.

Bayi yang rutin dipijat diketahui memiliki kadar melatonin yang lebih tinggi. Secara alami, tubuh akan memproduksi hormon melatonin ketika hari mulai gelap. Melatonin inilah yang membuat tubuh mengantuk. Semakin nyenyak tidur di malam hari, semakin banyak melatonin yang dilepaskan.

Selain itu, pijat bayi juga bermanfaat membuat tubuh bayi rileks, sehingga ia lebih mudah tidur nyenyak.

 

  1. Meningkatkan sistem imunitas bayi

“Ketika dipijat bayi jadi lebih tenang karena produksi hormon-hormon negatif ditekan dan ini membuat metabolisme tubuh bekerja lebih baik. Alhasil, sistem kerja imun bayi pun jadi lebih optimal,” kata dr. Bernie.

 

  1. Melancarkan pencernaan

 

Pijat bayi bisa membuat sistem pencernaannya menjadi lebih nyaman dan bergerak lebih lancar. Ketika bayi rewel karena gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sembelit, atau mengalami kolik, ia akan merasa lebih nyaman setelah mendapatkan pijatan.

Membantu kerja sistem pencernaan dalam melakukan penyerapan nutrisi. “Pada bayi yang diberikan pijatan, penelitian menunjukkan terjadi peningkatan berat badan, karena ternyata ini menstimulasi enzim dalam pencernaan,” jelas dr. Bernie yang merupakan spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

 

  1. Mengurangi kadar bilirubin

Beberapa hari setelah lahir, bayi bisa menjadi kuning. Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kadar bilirubin.

Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa bayi kuning yang mendapatkan pijatan selama 15-20 menit dan fototerapi terlihat mengalami perbaikan yang lebih cepat daripada bayi yang hanya mendapatkan fofoterapi. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pijat pada bayi juga turut berpengaruh pada penurunan kadar bilirubinnya.

 

  1. Menambah berat badan

Pijat menstimulasi saraf vagus yang menghubungkan otak dengan bagian penting tubuh. Stimulasi yang diberikan ke saraf tersebut dapat memperlancar pencernaan, membantu bayi untuk menambah berat badan.

 

  1. Memperkuat hubungan antara orang tua dan bayi

Memijat bayi merupakan cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan bayi. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa pijat bayi dapat mengurangi gejala  depresi pascamelahirkan dan meningkatkan kepekaan orang tua terhadap kebutuhan bayinya.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak