Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Orange-Pink-Ilustrasi-Hari-Menyusui-Instagram-Post.jpg
07/Sep/2024

Mengatasi Masalah Tidur pada Bayi Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal

Bayi seringkali mengalami kesulitan tidur sendiri. Sangat penting bagi perkembangan anak untuk tidur yang nyenyak dan tenang, tetapi beberapa bayi sering mengalami masalah tidur. Ketidaknyamanan tidur bayi ini bahkan bisa berdampak pada kesehatan ibu dan bapak.

Tanda-tanda Bayi Susah Tidur.

Bayi maupun balita yang mengalami masalah tidur biasanya menunjukkan beberapa tanda yang bisa terlihat oleh orang tua di rumah. Berikut ini tanda-tanda bayi dan balita tidur tidak tenang:

      • Menangis Terlalu Banyak di Malam Hari: Bayi mungkin menangis terlalu banyak di malam hari karena mereka mengalami kesulitan tidur.
      • Orang tua sering khawatir karena bayi mereka sering menangis malam ini. Bayi yang tidak tidur dengan nyenyak sering terbangun di malam hari dan sulit untuk kembali tidur. Si kecil akan mudah lelah di siang hari karena kondisi ini.
      • Bayi yang tidak tenang juga mungkin gelisah dan rewel saat tidur. Ketika ia bangun di malam hari, ia sering menangis bahkan setelah menyusui atau digendong.
      • Salah satu tanda masalah tidur adalah bayi tidur kurang lama atau sering terbangun sebelum waktu tidurnya selesai.

Penyebab Susah Tidur pada Bayi dan Balita.

Beberapa penyebab umum bayi susah tidur antara lain:

      • Lapar atau haus: Bayi yang lapar atau haus akan sulit tidur nyenyak di malam hari.
      • Bayi dapat mengalami kesulitan tidur jika tempat tidurnya tidak nyaman. Suasana yang terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu bising juga dapat menyebabkan bayi tidak nyaman dan sulit tidur.
      • Pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu bayi.
      • Bayi mungkin susah tidur karena masalah kesehatan seperti kolik, alergi, atau infeksi.
      • Stimulus yang berlebihan Bayi yang melakukan terlalu banyak aktivitas sebelum tidur dapat menjadi terlalu terstimulasi dan sulit untuk menenangkan diri.

Dampak Buruk Tidur Tidak Nyenyak dan Nyaman pada Bayi.

Tidur yang tidak nyenyak dan nyaman pada bayi dan juga balita dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang si kecil, berbagai aspek, berikut ini sejumlah dampak si kecil kesayangan susah tidur nyenyak:

      • Kurang tidur akan menghambat perkembangan otak bayi. Ini karena bayi tidak dapat memproses pengalaman dan informasi yang mereka kumpulkan menjadi memori jangka panjang. Selain itu, produksi hormon pertumbuhan terhambat, dan kemampuan otak untuk mengatur gerakan tubuh, serta perkembangan keterampilan motorik halus dan kasar.
      • Penurunan Sistem Kekebalan Tubuh: Kekurangan tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi. yang mirip dengan batuk dan pilek. Karena tubuh dan kondisi emosional yang sehat diperlukan untuk perkembangan otak, masalah kesehatan fisik dapat berdampak langsung pada perkembangan otak.
      • Gangguan Pertumbuhan: Hormon pertumbuhan dibuat saat bayi tidur, jadi kekurangan tidur dapat menghambat proses pertumbuhan fisik bayi.
      • Masalah Perilaku dan Emosional Bayi yang kurang tidur seringkali lebih rewel, marah, dan mengalami masalah perilaku di kemudian hari.

Cara Mengatasi Masalah Susah Tidur pada Bayi dan Balita.

Mengatasi masalah tidur pada bayi memerlukan pendekatan yang komprehensif dan konsisten. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

      • Jadikan tempat tidur Anda nyaman.
        Untuk menciptakan suasana tidur yang baik, pastikan ruangan memiliki suhu yang nyaman, suara yang tenang, dan pencahayaan yang redup. Moms dapat menggunakan penutup jendela untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Tubuh menghasilkan hormon melatonin saat cahaya kamar semakin redup, yang dapat membuat orang merasa lelah dan tertidur.
      • Tetap Tidur dengan Rutin.
        Bayi dapat belajar merasakan ketenangan saat mereka tertidur dengan membuat kebiasaan seperti mandi dengan air hangat, membaca cerita, atau mendengarkan musik yang tenang. Selain itu, orang tua harus mengatur jadwal tidur anak mereka, mulai dari kapan mereka tidur hingga kapan mereka bangun setiap hari. Sejak dini, mengatur pola tidur anak akan membantu mengatur jam biologis tubuhnya.
      • Perhatikan Pola Makan Anak Anda.
        Bayi yang menyusui pada malam hari menghasilkan ASI dengan kandungan nukleotida yang dapat membantu mengurangi rasa kantuk, jadi pastikan mereka makan dan minum cukup sebelum tidur untuk mencegah mereka lapar atau haus di malam hari. Menyusui akan membuat si kecil nyaman dan tenang, dan mereka akan tidur dengan baik.
      • Berikan Sentuhan dan Kehangatan: Menenangkan bayi dengan pelukan atau sentuhan lembut sebelum mereka tidur dapat membantu mereka merasa aman dan nyaman.
        Konsultasikan dengan Dokter Anak karena kualitas tidur memengaruhi tumbuh kembang anak. Orang tua harus selalu mengawasi pola tidur anak dan kondisi kesehatannya.
      • Konsultasikan dengan dokter anak di rumah sakit Surabaya segera jika masalah tidur bayi Anda terus terjadi.

Waktu Tidur Bayi dan Balita Berdasarkan Umur.

Tidur bukan hanya tentang kualitas, tetapi juga kuantitasnya. Bayi dan balita memerlukan durasi tidur yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal mereka. Berikut adalah panduan durasi tidur yang disarankan berdasarkan usia:

      • Bayi Baru Lahir (0-3 Bulan) Bayi membutuhkan 14-17 jam tidur per hari, dan tidur yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan otak dan fisik mereka.
      • Bayi (4-11 Bulan) Disarankan untuk tidur 12-15 jam per hari. Mereka mendapat manfaat dari tidur yang cukup dalam proses belajar dan pembentukan memori.
      • Batita (1-2 Tahun) membutuhkan 11-14 jam tidur setiap hari, dan tidur yang baik sangat penting untuk perkembangan motorik dan kognitif mereka.
      • Balita (3-5 Tahun) memerlukan 10-13 jam tidur setiap hari. Mereka yang memiliki jumlah tidur yang cukup mendapatkan energi yang cukup untuk bermain dan belajar, serta mendukung pertumbuhan emosional dan sosial mereka.

Menjaga Tumbuh Kembang Anak.

Memberikan bayi dan balita jumlah tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan mereka. Pastikan anak-anak Anda mendapatkan jumlah tidur yang mereka butuhkan untuk berkembang menjadi anak yang sehat dan pintar. Memang tidak selalu mudah untuk mengatasi masalah tidur bayi dan balita. Namun, dengan bekerja sama dengan Moms and Dads dan memahami tanda-tanda, penyebab, dan cara mengatasi masalah tersebut, Moms and Dads dapat membantu si kecil tidur dengan lebih nyenyak dan tenang. Waron Hospital, yang terletak di Jalan Kaliwaron No 106-114 Surabaya, berkomitmen untuk mendukung kesehatan keluarga Anda dengan menyediakan dokter anak yang ahli. Moms and Dads dapat berbicara tentang masalah tidur bayi dan balita yang tidak nyenyak, serta berbagai masalah kesehatan lainnya.

Kesimpulan

Bayi dan balita yang mengalami masalah tidur dapat mengalami dampak negatif pada pertumbuhan fisik, mental, dan emosional mereka. Tanda-tanda bayi yang mengalami kesulitan tidur termasuk sering menangis di malam hari, gelisah, dan kesulitan untuk kembali tidur. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari rasa lapar hingga masalah kesehatan. Untuk mengatasi masalah ini, sangat penting untuk membuat tempat tidur Anda nyaman, membuat kebiasaan tidur yang konsisten, mengawasi pola makan Anda, memberikan kehangatan, dan berkonsultasi dengan dokter anak jika diperlukan. Untuk mendukung pertumbuhan optimal anak, tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting.


Desain-tanpa-judul4.png
07/Sep/2024

Ibu hamil sering mengalami masalah seperti kesulitan tidur atau insomnia, terutama seiring bertambahnya usia kehamilan. Gangguan tidur dapat disebabkan oleh perubahan fisik, hormon, serta berbagai ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, sering buang air kecil, dan kecemasan tentang persalinan. Untuk mengatasi masalah ini, ibu hamil harus memahami faktor-faktor yang menyebabkan susah tidur dan menemukan solusi yang tepat untuk masing-masing kasus. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai alasan mengapa ibu hamil mengalami kesulitan tidur, serta beberapa teknik ampuh untuk mengatasi masalah ini untuk mendapatkan istirahat yang lebih baik.

 

Mengapa ibu hamil susah tidur?

  • Perubahan hormonal: Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat memengaruhi cara anda tidur.
  • Berat badan bertambah: Jika anda memiliki perut yang membesar dan nyeri punggung, mungkin sulit untuk menemukan posisi tidur yang nyaman.
  • Sering terbangun untuk buang air kecil: Ibu hamil sering terbangun saat buang air kecil.
  • Mual dan muntah: Ini biasanya terjadi selama trimester pertama.
  • Kram kaki: Kram kaki dapat mengganggu tidur anda di malam hari.
  • Cemas dan khawatir: Kecemasan karena hamil atau perubahan dalam hidup dapat mengganggu tidur.

 

Cara mengatasi susah tidur sesuai penyebabnya

  1. Sakit punggung

Sakit punggung menjadi masalah umum bagi ibu hamil di trimester ketiga kehamilan, yang sering membuatnya sulit tidur. Untuk membuatnya lebih nyaman, Bumil bisa mencoba tidur dengan posisi menyamping ke kiri dengan kaki merangkul guling. Cara ini dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung bumil, yang pada gilirannya dapat mengurangi nyeri punggung. Selain itu, aliran darah dan oksigen ke rahim dan janin dapat ditingkatkan dengan tidur menyamping ke arah kiri. Anda juga bisa mengatasi nyeri punggung yang membuatnya sulit tidur dengan berolahraga atau melakukan stretching secara teratur. Beberapa olahraga yang bisa dia pilih antara lain berenang, yoga kehamilan, menari, atau senam hamil.

  1. Kram kaki

Ibu hamil sering mengalami kram kaki karena berbagai alasan, tetapi salah satu yang paling umum adalah rendahnya tingkat kalsium dan magnesium dalam tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan magnesium anda dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan kedua nutrisi ini atau gunakan suplemen.

Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar dapat mengetahui jenis makanan dan suplemen yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kehamilan Bumil. Jika ibu mengalami kram kaki, cobalah untuk meluruskan kaki dan menggerakkan jari-jari kaki. Kemudian pijatlah betis secara lembut dan perlahan. Anda juga dapat melakukan peregangan otot sebelum tidur.

  1. Mual

Ibu hamil biasanya mengalami mual dan muntah di pagi hari, yang juga dikenal sebagai morning sickness. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan saat tidur. Makan camilan yang terasa tawar sebelum tidur membantu ibu mengatasi masalah ini. Ini mencegah perut kosong dan mual. Jika anda terbangun karena mual, makan lagi camilan tersebut untuk meredakannya.

  1. Sering buang air kecil

Sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil di malam hari adalah hal yang normal terjadi. Bertambahnya ukuran janin dan rahim saat hamil menekan kandung kemih ibu hamil, yang menyebabkan lebih sering ingin buang air kecil. Untuk mengatasi keluhan ini, cobalah untuk menghindari minum air 2 jam sebelum tidur. Sebaliknya, cobalah untuk minum lebih banyak air saat anda beraktivitas dan usahakan untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum tidur.

  1. Hidung tersumbat

Pada masa awal kehamilan, ibu hamil mungkin mengalami berbagai keluhan, salah satunya adalah hidung tersumbat, yang dapat menyebabkan kesulitan tidur. Untuk mengatasi kesulitan tidur yang disebabkan oleh hidung tersumbat, ibu dapat mengikuti beberapa saran berikut:

  • Jauhi debu, asap rokok, dan polusi.
  • Meneteskan air garam steril atau cairan saline ke hidung.
  • Mandi dengan air hangat sebelum tidur.
  • Minum banyak air putih
  • Dengan tumpukan bantal, tinggikan kepala Anda saat tidur.
  • Gunakan pelembab untuk ruangan di kamar tidur.
  1. Insomnia

Gejala yang ditunjukkan oleh ibu hamil yang menderita insomnia adalah kesulitan tidur, sering terbangun pada malam hari, kesulitan tertidur saat terbangun, dan merasa lesu dan tidak segar saat bangun pagi. Anda dapat menggunakan metode berikut untuk mengatasi insomnia:

  • Lakukan hal-hal yang membuat tenang sebelum tidur, seperti mandi dengan air hangat, atau mendengarkan musik yang disukai.
  • Tutup telepon seluler dan alat elektronik lainnya sebelum tidur.
  • Hindari mengonsumsi kafein setelah makan siang.
  • Pastikan kamar tidurnya nyaman.
  • Jika setelah dua puluh hingga tiga puluh menit, anda tetap tidak bisa tidur, bangunlah dan pindah ke tempat lain. Coba dengarkan musik yang anda suka, baca buku yang belum selesai, atau minum susu.
  • Coba lakukan latihan pernapasan atau meditasi untuk menenangkan diri.
  1. Heartburn

Saat memasuki trimester ketiga kehamilan, ibu hamil sering mengeluh tentang perih di ulu hari dan tenggorokan saat tidur, yang juga dikenal sebagai heartburn. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan hormon serta semakin besarnya ukuran rahim dan janin. Untuk mengatasi masalah ini, anda bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi sering dan perlahan-lahan.
  • Menghindari makanan berminyak, pedas, asam, dan berlemak. Untuk membantu mengurangi nyeri ulu hati, Bumil juga disarankan untuk menghindari minuman beralkohol dan kafein.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan. Sebaiknya tunggu setidaknya satu jam sebelum berbaring.
  • Anda dapat mencoba untuk minum susu jika terjadi heartburn dimalam hari.

 

Untuk mengatasi masalah tidur selama kehamilan, pendekatan yang tepat harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Ibu hamil dapat mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan dan mendapatkan cukup tidur dengan memahami perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang memengaruhi kualitas tidur. Ibu hamil akan lebih mudah tidur dengan mengatur posisi tidur mereka, makan makanan yang sehat, dan mengendalikan stres dan kecemasan. Jika masalah tidur terus terjadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.


Desain-tanpa-judul2.png
07/Sep/2024

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa pilihan makanan bergizi yang direkomendasikan untuk ibu hamil sehingga dapat mendukung dan memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan yang dibutuhkan selama kehamilan, memberikan energi, dan mencegah berbagai masalah kesehatan pada ibu dan janin.

 

Mengapa nutrisi penting selama kehamilan?

  • Pertumbuhan janin: Nutrisi yang cukup dibutuhkan untuk membangun organ dan jaringan tubuh janin.
  • Kesehatan ibu: Nutrisi dari makanan yang bergizi baik untuk membantu menjaga kesehatan ibu selama kehamilan dan mempersiapkan tubuh untuk persalinan.
  • Pencegahan Komplikasi: Mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu mengurangi anemia, diabetes gestasional, dan pre-eklamsia.

 

Nutrisi yang Dibutuhkan Selama Kehamilan

  • Asam folat: Membantu janin menghindari cacat tabung saraf. Sayuran berdaun hijau gelap, jeruk, dan kacang-kacangan adalah sumbernya.
  • Zat besi berfungsi untuk mencegah anemia. Anda dapat mendapatinya pada kacang-kacangan, dan daging merah tanpa lemak.
  • Kalsium berfungsi untuk membangun tulang dan gigi janin dan dapat diperoleh dari susu, yoghurt, keju, dan sayuran hijau berdaun gelap.
  • Protein : Diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel, dan dapat diperoleh dari daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan tahu.
  • Vitamin D: Membantu penyerapan kalsium. Vitamin D dapat ditemukan dalam ikan berlemak, telur, dan susu.

 

Makanan bergizi yang perlu dikonsumsi selama kehamilan

  1. Brokoli

Brokoli adalah pilihan makanan bergizi tinggi pertama. Sayuran hijau ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, termasuk kalsium, asam folat, zeaxanthin, lutein, dan karatenoid yang baik untuk kesehatan mata. Selain itu, brokoli mengandung vitamin C, yang membantu tubuh menyerap zat besi, yang membantu menghilangkan sembelit dan mencegah kelahiran bayi dengan berat badan rendah.

  1. Pisang

Untuk ibu hamil pada trimester pertama, pisang yang mengandung vitamin B6 dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, pisang kaya kalium, yang membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit selama kehamilan.

  1. Bayam

Bayam mengandung asam folat, yang membuatnya baik untuk dikonsumsi selama kehamilan, terutama ibu hamil muda. Asam folat adalah nutrisi penting selama awal kehamilan yang membantu mencegah cacat lahir seperti spina bifida dan anensepali. Asam folat juga membantu mengurangi risiko persalinan prematur dan preeklamsia.

  1. Jeruk

Buah jeruk, yang kaya akan vitamin C, asam folat, dan serat, adalah makanan berikutnya yang disarankan agar dikonsumsi ibu hamil. Ini karena hampir 90% kandungannya adalah air, sehingga membantu mencegah kehamilan anda kehilangan banyak air. Kandungan folat tinggi jeruk juga dapat membantu perkembangan janin dari otak dan saraf tulang belakang, serta mencegah kelahiran janin yang cacat.

  1. Kacang-kacangan

Kacang tanah, kacang polong, dan kacang kedelai dapat digunakan untuk mendapatkan asam folat, serat, protein, kalsium, dan zat besi yang diperlukan ibu hamil. Nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin, terutama selama trimester pertama. Produk susu yang dibuat dari kacang, seperti susu almond dan susu kedelai, juga baik untuk ibu hamil.

  1. Daging tanpa lemak

Daging sapi, daging ayam, dan daging ikan sangat kaya protein. Selain itu, ada zat besi, mineral penting yang membantu dalam pembentukan sel darah merah, yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke semua sel dalam tubuh. Oleh karena itu, volume darah ibu hamil meningkat selama periode kehamilan, terutama pada trimester ketiga. Kekurangan zat besi pada awal dan pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia. Jika ini terjadi, ibu hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau prematur.

  1. Ikan salmon

Salah satu sumber vitamin hewani yang paling penting untuk ibu hamil adalah salmon, karena mengandung asam lemak omega-3, yang penting untuk perkembangan mata dan otak janin. Ikan salmon mengandung vitamin D yang baik untuk ibu dan janin, tetapi ibu hamil disarankan untuk makan salmon yang telah dimasak. Jangan makan salmon mentah, seperti sushi atau sashimi, karena dapat membahayakan pertumbuhan janin.

  1. Produk olahan susu

Saat hamil, anda harus mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein dan kalsium untuk membantu janin berkembang. Susu dan produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, mengandung banyak protein dan kalsium, jadi sangat baik untuk dikonsumsi.

  1. Minum air putih yang cukup

Selama hamil, volume darah ibu akan meningkat sebesar 45 persen dibandingkan sebelumnya, jadi penting bagi ibu untuk banyak minum air putih setiap hari. Ini penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tidak dehidrasi. Ibu hamil dapat menghindari sembelit dan infeksi saluran kemih dengan minum air putih yang cukup.

  1. Ubi

Mencukupi kebutuhan vitamin A selama hamil sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin, dan ubi adalah salah satu makanan bergizi tinggi yang mengandung banyak vitamin A. Selain ubi, vitamin A dapat ditemukan dalam makanan seperti kangkung, labu, mangga, labu kuning, susu tanpa lemak, dan labu bayam. Jika anda mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan anda untuk memastikan bahwa Anda tidak mengonsumsi terlalu banyak vitamin A karena dapat menyebabkan kecacatan janin.

  1. Alpukat

Ibu hamil disarankan untuk makan alpukat saat kehamilan memasuki trimester kedua karena alpukat memiliki banyak asam lemak baik, kalium, vitamin B6, asam folat, vitamin K, dan serat. Alpukat memiliki kandungan kalium yang tinggi, yang dapat mengurangi kram kaki ibu hamil. Selain itu, asam lemaknya yang baik membantu perkembangan jaringan, sistem saraf, otak, dan kulit janin.

  1. Buah kering

Buah kering mengandung lebih banyak serat, kalori, dan berbagai vitamin dan mineral daripada buah segar, meskipun bentuknya lebih kecil dan kurang air. Kismis, kurma, nanas, dan jujube, adalah beberapa buah kering yang baik untuk kesehatan. Kurma, yang mengandung serat, potasium, dan zat besi, adalah makanan yang mudah didapat dan baik untuk ibu hamil. Di trimester ketiga, mengonsumsi kurma secara teratur membantu pelebaran serviks dan menurunkan risiko hamil saat persalinan. Namun, karena kandungan gula tinggi buah kering, ibu hamil tidak boleh makan lebih dari satu sajian setiap hari.

 

Untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan bayi yang ideal, sangat penting untuk memilih makanan yang bergizi selama kehamilan. Ibu hamil dapat menjaga kesehatannya, mendapatkan energi yang cukup, dan mencegah berbagai masalah kesehatan dengan memastikan asupan nutrisi yang seimbang, termasuk protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan vitamin dan mineral penting.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter anda untuk memastikan bahwa anda menerima asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan kondisi anda dan tahap kehamilan anda. Ini akan memastikan bahwa ibu dan bayi akan menjalani kehamilan mereka dengan aman dan sehat.


Desain-tanpa-judul1.png
07/Sep/2024

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai manfaat olahraga bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi, serta jenis olahraga yang disarankan untuk ibu hamil. Kita juga akan membahas jenis olahraga apa yang baik untuk ibu hamil, bagaimana agar bisa tetap menjaga kebugaran saat hamil, mengurangi risiko komplikasi kehamilan, dan mempersiapkan diri untuk persalinan yang lebih lancar.

 

Fakta seputar olahraga untuk ibu hamil dan janin

Menurut beberapa penelitian, anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang berolahraga ringan selama masa kehamilan menunjukkan tingkat kecerdasan (IQ) dan prestasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak dari ibu hamil yang tidak berolahraga.

Hal ini disebabkan fakta bahwa olahraga semasa hamil dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan otak janin dengan lebih baik. Oleh karena itu, para ahli menyarankan ibu hamil untuk berolahraga selama 30 menit atau bahkan tiga hingga lima kali seminggu. Ibu hamil yang berolahraga juga dapat mengurangi risiko mengalami persalinan prematur.

 

Mengapa olahraga penting selama kehamilan?

  • Meningkatkan energi

Ibu hamil akan merasa lebih berenergi dan tidak mudah lelah karena olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenasi tubuh.

  • Mengurangi keluhan umum kehamilan

Olahraga dapat membantu mengurangi nyeri punggung, sembelit, dan bengkak.

  • Mempersiapkan tubuh untuk persalinan

Olahraga memperkuat otot-otot yang terlibat dalam proses persalinan, sehingga persalinan berjalan lebih lancar.

  • Menjaga berat badan ideal

Olahraga dapat membantu ibu hamil untuk mempertahankan berat badan ideal, yang mengurangi risiko diabetes gestasional dan hipertensi.

  • Meningkatkan mood

Dengan berolahraga, hormon yang disebut endorfin dapat dilepaskan sehingga dapat meningkatkan mood dan mengurangi stres.

  • Meningkatkan kualitas tidur

Ibu hamil dapat tidur dengan lebih nyenyak jika mereka berolahraga secara teratur.

 

Jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil

  1. Jalan kaki

Jalan kaki adalah latihan kardio yang bagus dengan risiko cedera kaki yang rendah. Selain itu, jalan kaki mudah dilakukan dan dapat dilakukan di mana saja.

 

  1. Berenang

Olahraga yang juga dianggap paling aman untuk ibu hamil adalah renang. Berenang membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, melatih otot-otot besar tungkai, dan mengurangi pembengkakan. Jika ibu hamil mengalami sakit punggung bawah, olahraga air ini adalah pilihan yang ideal.

 

  1. Latihan aerobik low impact

Latihan aerobik low impact akan memberi manfaat untuk semua otot tubuh anda, termasuk jantung. Beberapa gerakan dalam jenis aerobik ini juga disesuaikan untuk ibu hamil. Ibu hamil juga dapat menikmati latihan aerobik dengan teman atau ibu hamil lainnya.

 

  1. Yoga prenatal

Yoga prenatal dibuat untuk memenuhi kebutuhan khusus tubuh ibu hamil. Selain meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan relaksasi, yoga prenatal juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti melatih pernapasan, meningkatkan keseimbangan tubuh, membantu mengurangi stres dan kecemasan yang sering dialami ibu hamil. Yoga juga dapat membuat ibu merasakan koneksi yang lebih dengan janinnya.

 

Tips aman berolahraga saat hamil

  • Konsultasikan dengan dokter: Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan fisik agar dapat mengetahui jenis olahraga yang aman dan sesuai apa saja.
  • Dengarkan tubuh anda: Jika anda merasa lelah atau sakit, segera berhenti bergerak.
  • Hindari olahraga yang melibatkan risiko tinggi: Hindari olahraga yang melibatkan kontak fisik, gerakan cepat, atau suhu tubuh yang terlalu panas.
  • Tetap terhidrasi dengan minum banyak air sebelum, selama, dan setelah latihan.

Orange-Pink-Ilustrasi-Hari-Menyusui-Instagram-Post.png
07/Sep/2024

Manfaat ASI bagi Ibu dan Bayi

Air susu ibu yang pertama kali keluar disebut dengan kolostrum yang warna kuning tua. Susu ini sangat kaya nutrisi dan termasuk antibodi untuk melindungi bayi dari infeksi. Kolostrum juga membantu sistem pencernaan bayi yang baru lahir untuk tumbuh dan berfungsi baik.

Kolostrum akan berubah menjadi susu matang pada hari ketiga atau hari kelima setelah melahirkan. Susu matang ini memiliki komposisi lemak, gula, air, dan protein dalam jumlah yang tepat untuk membantu bayi terus tumbuh. Air susu ibu ini terlihat lebih encer dari kolostrum, tetapi memiliki nutrisi dan antibodi yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan yang sehat.

Lihatlah, bahwa ada banyak sekali zat gizi penting yang terkandung dalam ASI: Kandungan ASI (Air Susu Ibu) yang Menjadikannya Istimewa.

Manfaat ASI Eksklusif Pada Bayi:

  • Karena zat-zat kekebalan ibu terkandung dalam ASI eksklusif bayi, mereka akan lebih tahan terhadap penyakit infeksi.
  • Sejak awal perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi sangat penting.
  • ASI mengurangi risiko infeksi telinga atau congekan.
  • Penurunan risiko diare dan sindrom kematian tiba bayi (SIDS).
  • Bayi jarang dirawat di rumah sakit karena penyakit serius.

Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu Menyusui:

  • Rahim kembali ke ukuran normal lebih cepat dan ibu mengurangi pendarahan dan kehilangan darah setelah melahirkan.
  • ASI eksklusif juga menunda kembalinya kesuburan pada kebanyakan wanita dan mengurangi kebutuhan insulin pada ibu diabetes.
  • Manfaat psikologis: ibu memiliki kepercayaan diri yang lebih besar dan ikatan emosional yang lebih kuat dengan bayi mereka.
  • ASI eksklusif juga membantu ibu mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Manfaat ASI Jangka Panjang Bagi Bayi:

  • Mengurangi obesitas pada anak akan mengurangi risiko beberapa penyakit kronis yang berkembang selama masa kanak-kanak, seperti diabetes pada anak, kanker pada anak, penyakit alergi/asma, dan perkembangan saraf yang lebih cepat, yang dapat menyebabkan IQ yang lebih tinggi dan penglihatan yang lebih baik.
  • Menyusui di payudara ibu juga akan mendorong perkembangan rahang yang baik dan pertumbuhan gigi yang sehat dan lurus untuk bayi.

Itulah sederet manfaat penggunaan ASI eksklusif secara dini, hal ini bisa dilakukan dengan baik menggunakan metode Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Bayi Baru Lahir.

Manfaat ASI Jangka panjang Bagi Ibu:

  • Berat badan ibu akan segera kembali ke ukuran sebelum hamil.
  • Menurunkan risiko kanker payudara, ovarium, dan rahim, serta osteoporosis dan patah tulang.

Manfaat Sosial dan Ekonomi:

  • Dibandingkan dengan harus selalu membeli susu formula yang semakin mahal, membeli susu ibu atau ASI akan menghemat uang.
  • Anak-anak yang diberikan ASI eksklusif biasanya jarang sakit, jadi anak-anak yang sekolah atau anak-anak yang sudah tumbuh dewasa dan bekerja jarang absen karena kesehatannya yang baik, yang mengurangi biaya perawatan kesehatan.
  • Karena ASI selalu tersedia pada suhu yang tepat, tidak perlu melakukan persiapan yang rumit, merebus atau menghangatkan air, atau mencuci botol susu, penggunaannya praktis dan menyenangkan bagi bayi.

Kesimpulan

ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi. ASI tidak hanya memberikan nutrisi penting dan antibodi yang melindungi bayi dari infeksi, tetapi juga mendukung perkembangan optimal bayi, mengurangi risiko penyakit jangka panjang, dan membantu pertumbuhan gigi dan rahang yang sehat. Bagi ibu, ASI mempercepat pemulihan pasca-melahirkan, membantu mengatur kesuburan, dan menurunkan risiko beberapa penyakit serius. ASI praktis digunakan, mengurangi biaya, dan mengurangi risiko absensi akibat sakit secara sosial dan ekonomi. ASI adalah pilihan terbaik untuk kesehatan ibu dan anak karena banyak manfaatnya


Desain-tanpa-judul.png
07/Sep/2024

Sangat penting untuk melindungi ibu dan bayi dalam kandungan dari bahaya infeksi selama kehamilan. Sistem kekebalan tubuh ibu dapat berubah selama kehamilan, sehingga dapat membuatnya lebih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, salah satu metode yang efektif untuk menghindari infeksi yang dapat membahayakan ibu dan janin adalah imunisasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis imunisasi yang direkomendasikan untuk ibu hamil, manfaatnya.

 

Mengapa imunisasi penting selama kehamilan?

  • Perlindungan ganda: melindungi ibu dari penyakit infeksi dan memberikan antibodi kepada janin.
  • Mencegah komplikasi: Ibu hamil dan bayi baru lahir dapat mengalami komplikasi serius akibat beberapa penyakit infeksi.
  • Meningkatkan kesehatan bayi: Antibodi yang diberikan ibu ke bayi akan melindunginya dari penyakit sampai sistem kekebalannya sendiri berkembang.

 

Jangan takut terhadap efek imunisasi

Saat hamil, anda harus menyadari potensi efek samping dari vaksinasi apa pun. Efek samping ini biasanya disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang menunjukkan bahwa tubuh terdorong oleh patogen yang sudah mati atau lemah yang ada di vaksin. Singkatnya, KIPI adalah respons tubuh yang normal dan tanda bahwa vaksin bekerja. KIPI biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Namun, jika ada keluhan yang terlalu parah atau tidak wajar, anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan anda dan janinnya.

 

Jenis imunisasi pada ibu hamil

  1. Vaksin Influenza

Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza, dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, dan kelelahan.

  1. Tetanus/difteri/pertussis

Penyakit tetanus ini menyerang saraf otot, dan menyebabkan kejang. Difteri adalah penyakit yang menyerang selaput lendir dan tidak selalu menunjukkan gejala, tetapi dapat sangat berbahaya. Peradangan saluran nafas yang dikenal sebagai pertusis atau batuk rejan dapat menyebabkan komplikasi berbahaya atau bahkan kematian.

  1. Imunisasi untuk Hepatitis B

Virus ini menyerang organ hati dan dapat menyebar melalui kontak darah dengan individu yang telah terinfeksi sebelumnya. Jenis imunisasi ini diperlukan untuk ibu hamil karena risiko kematian.

  1. Vaksin untuk Meningitis

Peradangan yang disebut meningitis terjadi di otak, saraf tulang belakang, dan dapat mengancam kehidupan.

  1. Vaksin Pneumokokus

Vaksin ini penting, karena penyakit ini sering menyerang balita dan dapat menyebabkan kematian.

  1. Vaksin untuk Hepatitis A

Jika virus hepatitis B menyerang organ hati, hepatitis A ini dapat menular melalui makanan yang mengandung hepatitis A. Penyakit ini tidak lebih parah dari hepatitis B karena dapat sembuh sendiri, tetapi jangan jadikan ini alasan untuk tidak menerima vaksin hepatitis A.

 

Manfaat imunisasi bagi ibu hamil dan janin

Manfaat untuk ibu hamil:

  • Mencegah penyakit yang berbahaya
  • Mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan kehamilan
  • Meningkatkan kualitas hidup selama kehamilan.

Manfaat untuk janin:

  • Melindungi bayi dari penyakit infeksi sejak lahir
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi
  • Mengurangi risiko kematian bayi.

bayi.png
05/Sep/2024

Diskusi tentang kesehatan mental sering kali terfokus pada remaja dan orang dewasa, sehingga kesehatan mental bayi dan anak kecil jarang diperhatikan. Padahal, banyak masalah kesehatan mental memiliki akar sejak masa bayi, dan intervensi dini penting untuk mencegah gangguan di masa depan.

Kesehatan mental bayi mencakup kesejahteraan emosional dan sosial anak hingga usia 3 tahun. Banyak pengasuh baru, seperti orang tua dan kakek-nenek, menghadapi tantangan yang wajar. Namun, ketika tantangan ini menjadi terus-menerus, mereka bisa merasa cemas dan frustrasi. Mendapatkan dukungan dari pakar perkembangan anak dapat membantu mengurangi stres.

Tanda-tanda peringatan masalah kesehatan mental bayi meliputi:

  •  Pola tidur buruk
  • Kesulitan menyusui
  • Tangisan terus-menerus
  • Gelisah
  • Gangguan pencernaan
  • Kecemasan dan ketegangan
  • Tidak ada peningkatan berat badan atau gagal tumbuh
  • Gagal mencapai tonggak perkembangan yang diharapkan

Hubungan antara bayi dan pengasuh sangat penting. Bayi lahir dengan sistem saraf yang peka dan bergantung pada pengasuh untuk mengatur kondisi fisik dan emosional mereka. Melalui perawatan yang responsif, bayi belajar mengatur diri dan merasa aman. Kesejahteraan ini membentuk keterikatan yang aman, yang menjadi dasar pembelajaran sosial dan emosional bayi.

Pertumbuhan sosial dan emosional yang sehat pada bayi mencakup kemampuan mengenali emosi diri sendiri, memahami emosi orang lain, mengelola emosi yang kuat, dan mengembangkan empati. Semua kemampuan ini memengaruhi masa depan anak dalam belajar, beradaptasi, membangun hubungan, serta mengelola emosi seperti marah dan cemas. Jika kemampuan ini tidak berkembang, masalah kesehatan mental bisa muncul.

  • Hambatan untuk pengasuh dalam memberikan perawatan yang responsif bisa meliputi:
  • Penyakit mental seperti depresi atau kecemasan
  • Riwayat pengabaian dan kekerasan
  • Kurangnya dukungan sosial
  • Stres finansial atau konflik hubungan
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba

Meski menghadapi tantangan tersebut, pengasuh tetap bisa menciptakan lingkungan yang mendukung. Bantuan dari profesional yang terlatih dapat membantu pengasuh memperbaiki respons mereka terhadap bayi, memahami isyarat bayi, dan memperkuat ikatan sosial serta emosional.


nifas.png
05/Sep/2024

Masa nifas merupakan periode pemulihan setelah melahirkan hingga organ reproduksi wanita kembali normal sebelum kehamilan berikutnya. Masa ini berlangsung sekitar 6-8 minggu setelah persalinan. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan selama masa nifas meliputi suhu tubuh, pengeluaran lochea, kondisi payudara, fungsi traktur urinarius, serta sistem kardiovaskuler. Selain kesehatan fisik, kondisi psikologis ibu pasca melahirkan juga harus dipantau dan didukung. Kondisi mental seringkali diabaikan, padahal ini bisa memengaruhi kesehatan ibu dan berujung pada risiko fatal seperti kematian, yang terjadi pada RA Kartini. Di Indonesia, pada tahun 2015, tercatat 305 ibu meninggal dalam masa nifas dari setiap 100.000 kelahiran. Upaya dari Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan dan pelatihan perawatan masa nifas diharapkan dapat secara bertahap menurunkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.

Penurunan AKI masih menjadi salah satu prioritas kesehatan nasional. Pada tahun 2015, AKI mencapai 305 kematian per 100.000 kelahiran, jauh di atas target yang seharusnya 102 kematian per 100.000 kelahiran. Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam menurunkan angka ini. Di Indonesia, 68,6% persalinan dibantu oleh bidan, 18,5% oleh dokter, 11,8% oleh tenaga non-medis seperti dukun bayi, dan 0,8% tanpa bantuan.

Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, yang sering terjadi selama masa nifas. Masa nifas adalah periode penting untuk pemulihan organ reproduksi ibu dan kesehatan bayi. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama masa nifas:

  • Melakukan kontrol setidaknya 4 kali: 6 jam, 6 hari, 2 minggu, dan 6 minggu setelah persalinan.
  • Memeriksa tekanan darah, perdarahan pervaginam, kondisi perineum, tanda-tanda infeksi, kontraksi rahim, tinggi fundus, dan suhu tubuh secara rutin.
  • Mengevaluasi fungsi berkemih, pencernaan, penyembuhan luka, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri punggung.
  • Memastikan kondisi psikologis ibu baik, dengan dukungan dari keluarga, pasangan, dan masyarakat.
  • Mendapatkan vaksin tetanus jika diperlukan.
  • Memberikan edukasi untuk segera menemui dokter jika mengalami perdarahan berlebihan, sekret vagina yang berbau, demam, nyeri perut hebat, kelelahan atau sesak napas, bengkak di wajah dan anggota gerak, atau payudara terasa nyeri atau bengkak.

Secara klinis, suhu tubuh ibu selama masa nifas harus dipantau dan tidak boleh melebihi 38°C. Jika suhu tinggi berlangsung selama 2 hari berturut-turut, kemungkinan infeksi harus dicurigai, dan ibu disarankan segera berkonsultasi ke dokter. Perubahan pada payudara, seperti nyeri, kencang, atau bengkak meskipun sudah menyusui, juga perlu ditangani segera di fasilitas kesehatan. Selain itu, kesulitan buang air kecil sering terjadi dalam 24 jam pertama karena tekanan antara kepala bayi dan tulang pubis ibu selama persalinan. Fluktuasi kadar Hb, hematokrit, dan eritrosit biasanya terjadi pada 1-2 minggu pasca persalinan, namun penurunan signifikan setelah beberapa hari melahirkan harus segera dikonsultasikan dengan dokter.

Selain aspek klinis dan psikologis, kebersihan diri, istirahat yang cukup, olahraga ringan khususnya pada otot perut, asupan gizi, serta cara menyusui dan merawat payudara juga penting selama masa nifas. Edukasi tentang kapan aman melakukan hubungan seksual setelah melahirkan, perencanaan kehamilan berikutnya, serta penggunaan kontrasepsi juga perlu diberikan.


ibuhamil.png
05/Sep/2024

Banyak ibu merasa bahwa kehamilan adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Selain menjaga kesehatan diri sendiri, ibu hamil juga perlu memperhatikan kesehatan janin yang sedang dikandung. Namun, selama kebutuhan nutrisi ibu hamil terpenuhi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bagaimana caranya? Selama kehamilan, ibu sering kali merasa lapar, terutama di trimester pertama, yang kadang disertai dengan keinginan khusus terhadap makanan. Namun, hal ini tidak berarti ibu hamil dapat makan sembarangan atau berlebihan tanpa mempertimbangkan komposisi dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil, Selain kebutuhan nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, ibu hamil juga memerlukan zat gizi mikro seperti vitamin dan suplemen untuk mendukung kesehatan ibu dan janin. Berikut adalah zat gizi penting yang harus ada dalam diet ibu hamil:

  • Asam Folat
    Penting untuk pertumbuhan sel dan organ janin serta membantu mengontrol tekanan darah ibu hamil. Kekurangan asam folat dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin dan masalah kehamilan seperti preeklamsia. Ibu hamil memerlukan 600-800 mcg asam folat setiap hari, yang bisa diperoleh dari kacang-kacangan, hati, telur, dan sayuran hijau.
  • Kalsium
    Diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi janin serta menjaga kesehatan tulang ibu. Kalsium juga dapat mengurangi risiko gangguan kehamilan seperti hipertensi dan kelahiran prematur. Sumber kalsium termasuk susu, produk susu, ikan, tahu, dan sayuran hijau.
  • Protein
    Penting untuk kalori, pembentukan darah, dan jaringan tubuh janin. Sumber protein hewani seperti ikan, ayam, dan telur sangat diperlukan, dengan perhatian khusus untuk memastikan ikan dan telur dimasak dengan baik.
  • Lemak
    Lemak sehat, seperti asam lemak omega-3 dan DHA, mendukung perkembangan mata dan otak janin. Lemak sehat bisa diperoleh dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan berlemak seperti salmon dan sarden.
  • Zat Besi
    Diperlukan untuk pembentukan sel darah merah karena meningkatnya volume darah selama kehamilan. Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan depresi pasca melahirkan. Zat besi bisa didapat dari daging merah, ikan, unggas, sayuran, dan kacang-kacangan, serta suplemen tablet tambah darah.
  • Vitamin
    Vitamin B dan D sangat penting. Vitamin B diperlukan untuk energi dan kesehatan plasenta, sedangkan vitamin D mendukung pertumbuhan tulang janin. Vitamin B dapat ditemukan dalam daging ayam, pisang, kacang-kacangan, gandum utuh, dan roti, sedangkan vitamin D bisa diperoleh dari susu, jeruk, ikan, dan paparan sinar matahari pagi.

Nutrisi Ibu Hamil Saat Puasa, Kehamilan tidak menghalangi ibu untuk berpuasa, asalkan tidak ada masalah kesehatan yang serius. Pastikan ibu dalam kondisi sehat dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum berpuasa. Berikut adalah tips untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil selama puasa:

  • Makanan Sumber Energi Saat Sahur
    Pilih makanan yang kaya energi seperti nasi, roti gandum, atau sereal berserat tinggi. Camilan sehat seperti pisang dan kurma juga penting.
  • Makan Sedikit tapi Sering
    Mulailah makan saat adzan maghrib, sebelum shalat tarawih, sebelum tidur, dan saat sahur. Hindari porsi besar dan makanan tinggi gula saat berbuka puasa. Sebaiknya mulai dengan camilan ringan seperti kurma atau protein nabati seperti tahu dan tempe, dan kemudian konsumsi makanan berat dengan gizi seimbang.
  • Minum Susu
    Konsumsi susu saat berbuka dan sahur untuk mendapatkan protein, kalsium, dan vitamin yang penting untuk pertumbuhan janin.
  • Kurangi Minuman Berkafein
    Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi. Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi, serta konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak cairan seperti semangka.
  • Minum Vitamin dan Suplemen
    Pastikan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen sesuai anjuran dokter atau bidan selama berpuasa, termasuk tablet tambah darah jika diperlukan.

suntik.png
05/Sep/2024

Imunisasi yang melibatkan lebih dari satu jenis antigen dalam satu kunjungan tidak mengakibatkan kematian langsung pada anak. Proses ini, dikenal sebagai imunisasi ganda, justru memberikan perlindungan tambahan. Menurut rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), imunisasi ganda aman dan sangat bermanfaat karena membuat proses imunisasi menjadi lebih efisien, dengan melindungi anak dari beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dalam satu kunjungan. Dr. Prima Yosephine, M.K.M, Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan bahwa imunisasi ganda telah diterapkan di lebih dari 160 negara, bukan hanya di Indonesia. “Imunisasi ganda tidak menyebabkan kematian. Miliaran dosis vaksin telah diberikan secara ganda di seluruh dunia,” ungkap Prima di Jakarta pada hari Sabtu (29/6). “Lebih dari 160 negara memberikan minimal dua suntikan dalam satu sesi imunisasi, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Kanada. Di Indonesia, imunisasi ganda telah diterapkan di Provinsi Yogyakarta sejak tahun 2007. ”Secara nasional, Indonesia mulai memperkenalkan imunisasi ganda pada tahun 2017, dengan kombinasi DPT-HB-Hib-3 dan vaksin polio suntik Inactivated Poliovirus Vaccine/IPV pada bayi usia 4 bulan.

Jadwal imunisasi ganda juga mencakup imunisasi lanjutan, seperti campak rubella-2 dan DPT-HB-Hib-4 pada anak usia 18 bulan. Vaksin DPT-HB-Hib melindungi dari enam penyakit: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis yang disebabkan oleh infeksi kuman Hib. Kasus kematian pasca-imunisasi sangat jarang terjadi. Jika terjadi, setiap kasus harus dianalisis secara menyeluruh untuk menentukan hubungan sebab-akibat. Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.Trop.Paed, menegaskan bahwa imunisasi tidak menyebabkan kematian dan sudah direkomendasikan sejak tahun 2003. “Sebagian besar vaksin dapat diberikan secara ganda. Pemberian lebih dari tiga jenis antigen tidak akan menyebabkan kematian,” tegasnya.  “Kombinasi apapun umumnya aman, dengan efek samping yang biasanya ringan, sementara efek berat seperti syok anafilaktik sangat jarang.” Syok anafilaktik, jika terjadi, adalah reaksi berat yang sangat jarang dan memerlukan penanganan cepat. Prima menambahkan bahwa syok anafilaktik setelah imunisasi sangat jarang dan biasanya terjadi dalam 30 menit setelah vaksinasi. Namun, kasus ini harus dipastikan melalui investigasi mendalam.

Untuk imunisasi ganda, anak harus dalam kondisi sehat. Sebelum vaksinasi, tenaga kesehatan melakukan skrining kesehatan. Tidak ada perbedaan dalam persyaratan kesehatan untuk pemberian imunisasi satu atau lebih antigen. Setelah vaksinasi, anak harus menunggu selama 30 menit untuk pemantauan kemungkinan efek samping. Orang tua diberikan informasi tentang cara menangani efek samping dan diminta melapor jika ada reaksi setelah pulang. Imunisasi ganda dapat dilakukan di fasilitas kesehatan seperti klinik, rumah sakit, Puskesmas, atau posyandu.

Berikut adalah panduan pelaksanaan imunisasi ganda menurut Kemenkes RI:

  • Persiapan Ruang Penyuntikan: Ruang harus bersih dan hanya ada vaksinator, anak, dan pendamping.
  • Konseling: Jelaskan manfaat dan kemungkinan efek samping seperti demam atau nyeri, serta langkah yang harus diambil jika reaksi terjadi.
  • Lokasi Penyuntikan: Pada anak yang sudah bisa berjalan, suntikan sebaiknya di lengan. Untuk bayi, suntikan biasanya dilakukan di paha untuk mengurangi rasa sakit. Suntikan kedua bisa dilakukan di lokasi yang sama atau berbeda sesuai rekomendasi dokter.

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak