Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
artikel-2024-04-30T084952.189.png
30/Apr/2024

Beberapa Tips yang dapat menjaga Kesehatan Kandungan :

1. Memakan Makanan Yang Bergizi :

Kesehatan ibu hamil sangat bergantung pada gaya hidup yang sehat. Untuk mendukung kesehatan Anda sendiri dan janin dalam kandungan, isi piring Anda dengan berbagai makanan sehat dan bergizi tinggi. Makan makanan yang sehat dapat membantu ibu hamil merasa lebih segar, mengurangi
risiko komplikasi kehamilan, dan mengontrol berat badan saat hamil tetap sehat. Dengan menerapkan pola makan yang sehat, kesehatan ibu hamil akan lebih baik.

Makanan mengandung nutrisi yang Disarankan agar kesehatan ibu hamil terjaga adalah :

  • Makanan dan minuman yang mengandung kalsium, seperti susu yang dipasteurisasi dan sayuran berwarna hijau; makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, jambu biji, dan stroberi; dan gandum utuh, seperti roti gandum dan beras merah.
  • Makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan dan brokoli, makanan yang mengandung lemak sehat, seperti salmon (dimasak matang) dan buah alpukat, dan makanan yang mengandung asam folat, seperti bayam dan kuning telur.

2. Meminum Vitamin Prenatal :
Asam folat dari vitamin B adalah komponen utama dari vitamin hamil, yang memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan mengurangi risiko bayi lahir cacat.Sangat disarankan untuk mengonsumsi vitamin ini sejak sebelum hamil. Jika Anda ingin tahu jenis vitamin yang benar-benar diperlukan untuk hamil, konsultasikan dengan dokter Anda. Jika ibu merasa mual saat minum vitamin hamil, coba minumnya di malam hari atau kunyah permen karet ketika mulai merasa mual.

3. Rajin Berolahraga :
Olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen, memperkuat otot, dan mengurangi stres selama kehamilan. Olahraga juga membantu perkembangan kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Untuk menjaga kesehatan ibu hamil, usahakan untuk berolahraga selama 30 menit setiap hari. Untuk ibu hamil, ada banyak pilihan olahraga yang aman untuk dilakukan.

4. Tidak Merokok dan meminum minuman beralkohol :
Saat hamil, merokok dan minum alkohol dapat meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, mati, cacat, atau dengan berat badan rendah. Jadi, jika Anda sedang hamil, pastikan untuk menjalani gaya hidup yang sehat dan menghindari konsumsi alkohol dan rokok.

5. Menjaga berat badan supaya tetap ideal :
Ibu yang punya berat badan normal sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan selama hamil hingga 11,5–16 kg; sebaliknya, jika Anda sangat kurus sebelum hamil, berat badan Anda harus meningkat antara 13 dan 18 kg. Kesehatan ibu hamil dan bayi sangat dipengaruhi oleh kenaikan berat badan. Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa pertambahan berat badan menunjukkan status gizi ibu hamil yang
baik dan perkembangan janin.

6. Hindari stress :
Salah satu alasan mengapa tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil adalah karena salah satu manfaat pentingnya adalah meredakan stres. Jika stres yang signifikan mengganggu pikiran dan tubuh ibu hamil, perkembangan bayi yang sedang dikandung dapat terpengaruh.

7. Mencukupi Kebutuhan Air Putih :
Sangat penting bagi ibu hamil untuk minum cukup air putih setiap hari untuk tetap sehat. Ini membantu melancarkan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh, termasuk ke rahim, untuk menerima janin. Selain itu, minum air putih secara teratur membantu ibu hamil menjaga sistem imunnya tetap sehat.

8. Tidur yang cukup :
Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidur lebih lama dari biasanya dan banyak tidur untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan menjaga kesehatannya. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya.

9. Biasakan Mencuci Tangan :

Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidur lebih lama dari biasanya dan banyak tidur untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar dan menjaga kesehatannya. Menurut American Pregnancy Association, ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mendapatkan jumlah tidur yang cukup untuk menjaga kesehatannya.


artikel-2024-04-27T121223.699.png
27/Apr/2024

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  1. Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  2. Pada usia 6-12 bulan, orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  3. Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  4. Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  5. Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  1. Gigi berlubang.

Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.

  1. Radang gusi

Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.

  1. Infeksi Gusi

Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.

4) Sariawan

Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.

  1. Gigi Patah

Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.


artikel-2024-03-27T143130.525.png
27/Mar/2024

Imunisasi adalah suatu metode pencegahan penyakit menular dengan pemberian “vaksin” yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang membuatnya kebal terhadap penyakit tertentu. Imunisasi pada bayi/anak memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Melindungi terhadap penyakit bakteri/virus dan mencegah tertularnya.
  • Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan kesehatan bayi dan anak, mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

Dengan melakukan imunisasi, maka anak-anak akan terhindar dari penyakit berbahaya. Imunisasi dapat mencegah beberapa penyakit, termasuk Hepatitis B, Tuberkulosis, DPT (difteri, pertusis, tetanus), Poliomielitis, dan Campak. Pemerintah mewajibkan imunisasi pada bayi baru lahir dan anak, dan imunisasi tersebut adalah :

  1. Imunisasi BCG digunakan untuk mencegah penyakit TBC berat.
  2. Imunisasi Hepatitis B melindungi bayi dengan memberi kekebalan dalam tubuhnya terhadap penyakit Hepatitis B.
  3. Imunisasi polio adalah vaksinasi yang digunakan untuk mencegah penyakit poliomielitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.
  4. Vaksinasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).
  5. Imunisasi campak secara rutin.

Setiap bayi/anak menerima vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk memastikan perlindungan dan kekebalan maksimal. Jadwal imunisasi pada bayi baru lahir dibagi menjadi dua tahap, yang meliputi:

  • Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 1
    Tahap imunisasi ini terjadi saat bayi berusia antara 0 hingga 6 bulan.
  • Imunisasi Bayi Baru Lahir Tahap 2
    Tahap imunisasi yang diberikan kepada anak antara 6 dan 12 bulan.

Banyak anak/bayi yang mengalami efek samping setelah imunisasi, dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Berikut cara mengurangi dampak buruk imunisasi tersebut adalah

  1. Jika bayi masih menyusu, ibu dapat mempraktikkan pemberian ASI langsung agar bayi lebih nyaman.
  2. Berikan obat anti nyeri sesuai dosis dan petunjuk dokter.
  3. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, ibu dapat mengompres bekas suntikan dengan air hangat.
  4. Biarkan anak berendam sebentar di air hangat.
  5. Memenuhi syarat istirahat anak.
  6. Berikan makanan bergizi seimbang. Jika gejalanya menetap selama beberapa hari, sebaiknya bawa anak ke rumah sakit sesegera mungkin.

 

Tiga alasan mengapa Imunisasi pada bayi/anak sangat penting

  1. Bayi yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindungi dari berbagai penyakit mematikan. Imunisasi akan meningkatkan kekebalan bayi, sehingga memungkinkannya melawan infeksi yang dapat dicegah dengan vaksinasi.
  2. Imunisasi melindungi dan mencegah bayi baru lahir dari berbagai penyakit. Bayi tidak akan menularkan infeksi ke lingkungannya. Hal ini mengartikan bahwa imunisasi tidak hanya baik bagi Anda, namun juga membantu mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  3. Hanya karena bayi telah diimunisasi tidak menjadikan mereka kebal terhadap penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir masih mempunyai risiko terkena atau tertular kuman penyakit, namun imunisasi membuat penyakit ini jauh lebih ringan dan tidak berbahaya dibandingkan dengan anak yang tidak atau belum diimunisasi.

artikel-2024-02-26T105258.243.png
26/Feb/2024

Pentingnya menjaga kesehatan mulut pada anak sejak dini. Terkadang kita lengah dan percaya bahwa gigi anak kita masih berupa gigi susu dan tidak memerlukan perawatan. Tumbuh gigi atau tumbuh gigi dimulai sejak dalam kandungan dan berlanjut hingga gigi anak keluar dari gusinya. Usia tumbuh gigi pertama kali pada umumnya adalah enam bulan, namun kecepatan perkembangan setiap bayi berbeda-beda.

Banyak orang tua yang percaya bahwa tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kesehatan gigi susu anaknya. Gigi susu mempengaruhi pembentukan gigi permanen pada anak. Gigi pertama pada bayi baru lahir biasanya tumbuh antara usia 6 dan 8 bulan; gigi anak akan terus tumbuh hingga ia berumur tiga tahun, dan jumlahnya akan menjadi 20 buah.

Ada berbagai teknik membersihkan gigi dan rongga mulut anak tergantung usianya, antara lain:

  • Usia 0-6 bulan: Sekalipun gigi bayi belum terbentuk, orang tua dapat membersihkan rongga mulut dan lidah setiap habis menyusu dengan membalut jari telunjuk dengan kain kasa, mencelupkannya ke dalam air hangat, dan menggosokkannya secara lembut dan perlahan. seluruh permukaan gusi dan lidah. Usahakan untuk melakukannya secara sering agar tidak membuat plak putih pada gusi atau lidah bayi yang dapat memicu penyakit jamur.
  • Pada usia 6-12 bulan, orang tua dapat mulai menyikat gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi berbulu halus dengan kepala sikat gigi yang kecil. Selain itu, gunakan pasta gigi berfluoride selapis tipis. Anak-anak pada usia ini mungkin akan dianjurkan untuk memeriksakan gigi dan mulutnya secara rutin ke dokter gigi.
  • Usia 1-3 tahun: Anak dapat dilatih untuk mencuci gigi minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride selapis kecil, seukuran butir beras.
  • Usia 3-6 tahun: Anak dapat diajarkan mencuci gigi dengan benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong.
  • Anak usia 6 tahun ke atas dapat diajarkan cara mencuci gigi yang benar minimal dua kali sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Sikat gigi yang digunakan memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride setiap hari, dengan bulu sepanjang sikat gigi anak-anak.

 

Penyakit Gigi yang Bisa Menyerang Anak

Jika kesehatan gigi dan mulut anak tidak diperhatikan sejak dini, maka ia akan terserang berbagai macam penyakit seperti:

  • Gigi berlubang
    Karies gigi merupakan nama lain dari gigi berlubang. Anak harus diajarkan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan giginya agar mengurangi kemungkinan berkembangnya gigi berlubang.
  • Radang gusi
    Masalah gusi bisa berkembang akibat kebersihan mulut dan gigi yang buruk. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak yang kekurangan vitamin C dan perawatan gigi yang tidak memadai. Radang gusi sering kali ditandai dengan gusi berdarah dan sariawan.
  • Infeksi Gusi
    Infeksi gusi bisa bertambah parah, terutama jika anak tidak terbiasa membersihkan gigi dengan benar dan memiliki kebersihan mulut yang buruk, seperti periodontitis. Infeksi gusi parah yang merusak jaringan lunak, menyebabkan gigi kendor dan tanggal. Gejala periodontitis antara lain gusi bengkak, warna merah kehitaman, dan rasa tidak nyaman saat mengunyah.
  • Sariawan
    Ketika seorang anak belum mempunyai gigi susu, orang tuanya akan memberinya makanan cair. Hal ini sering kali disertai dengan anggapan orang tua bahwa membersihkan rongga mulut anak tidak diperlukan. Padahal hal ini penting dilakukan karena gusi dan lidah anak rentan menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan jamur. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan masalah mulut seperti sariawan, yang dapat mengganggu anak.
  • Gigi Patah
    Sebagai orang tua, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anak Anda, bukan? Namun, gigi anak kecil pun bisa patah. Jika hal ini terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter gigi untuk memastikan apakah gigi yang patah sudah mencapai saraf.

Pemeriksaan dini dapat membantu menjaga gigi anak dan mencegah kerusakan gigi. Orang tua harus memperhatikannya karena gangguan gigi dan mulut bisa sangat mengganggu. Selain itu, perawatan di rumah juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Sikat gigi anak Anda dua kali sehari, sekali di pagi hari setelah sarapan dan sekali lagi sebelum tidur. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi anak setiap 3-4 bulan sekali. Pasalnya sikat gigi bisa saja penuh dengan bakteri sehingga dapat membahayakan gigi anak.


artikel-2024-02-23T131327.006.png
23/Feb/2024

Permainan sensorik merupakan kegiatan yang dapat memperkuat panca indera bayi di usia muda, terutama sentuhan (kulit), rasa (mulut), penglihatan (mata), pendengaran (telinga), dan penciuman (hidung). Namun, permainan sensorik dapat membantu anak mengembangkan dua indera lagi: sensitivitas vestibular (keseimbangan) dan proprioseptif (gerakan). Permainan sensorik untuk bayi terbukti memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Meningkatkan fungsi motorik
    Aktivitas sensorik merangsang dua sistem: sistem proprioseptif dan vestibular. Sistem proprioseptif adalah sensasi yang ada pada otot dan persendian manusia. Sistem ini memengaruhi kepekaan tubuh anak Anda terhadap keberadaannya di dalam ruangan dan bagaimana berbagai bagian tubuhnya berinteraksi satu sama lain.
    Sedangkan sistem vestibular memberikan sensasi keseimbangan dan pergerakan. Hasilnya, saat melakukan berbagai aktivitas, anak Anda menunjukkan keseimbangan dan koordinasi yang baik. Setelah mengembangkan keterampilan proprioseptif dan vestibular ini, anak Anda akan mampu mengelola kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya secara efektif.
  • Meningkatkan fungsi kognitif
    Pada fase eksplorasi ini, anak Anda akan dihadapkan pada beragam pengalaman baru, seperti mempelajari tekstur kain yang lembut dan kasar, memahami dinginnya suhu es, mendengarkan suara-suara indah binatang dari buku suara, dan lain sebagainya.
  • Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
    Saat bermain sensorik, ibu secara tidak langsung akan mendorong Si Kecil untuk memecahkan berbagai jenis permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar, menjelaskan cara kerja suatu benda, melakukan eksperimen singkat, dan menganalisis keadaan.
  • Meningkatkan perhatian anak
    Ibu dapat membantu anak mengendalikan emosinya dengan memberikan kesempatan bermain sensorik. Karena anak Anda akan “sibuk” dengan rangsangan sensorik baru, ia akan belajar fokus pada satu tugas. Demikian pula, permainan sensorik dapat digunakan untuk memotivasi anak-anak yang terlihat tidak tertarik dalam menyelesaikan tugas.
    Permainan sensorik dibedakan menjadi lima kategori tergantung pada kepekaan panca indera yang akan dikembangkan, yaitu:

    • Tacticle
      Permainan taktil adalah aktivitas sensorik yang membantu anak Anda mengembangkan indera perabanya. Para ibu dapat mendorong anak-anak mereka untuk mengeksplorasi berbagai benda dengan tangan mereka. Permainan taktil mengajarkan anak-anak tentang beragam tekstur, tekanan, suhu, dan getaran suatu benda.
    • Auditory
      Meski bersuara keras, permainan sensorik pendengaran sangat penting untuk mengembangkan kemampuan pendengaran anak dalam membedakan suara yang berbeda. Ketika bakat pendengaran anak tumbuh, ia dapat membedakan suara keras dan pelan, suara televisi, suara Ibu, mobil Ayah, suara orang asing, dan lain sebagainya.
    • Visual Play
      Permainan sensorik visual adalah stimulasi yang mengenalkan anak pada berbagai warna, tingkat kecerahan cahaya, pergerakan benda, dan rangsangan visual lainnya. Hasilnya, penglihatan anak membaik.
    • Vestibular
      Dimanfaatkan untuk meningkatkan keseimbangan anak. Sistem vestibular adalah mekanisme berbasis telinga bagian dalam untuk mengoordinasikan gerakan tubuh. Untuk membuatnya lebih kuat dan sensitif, sebaiknya ibu merencanakan berbagai aktivitas fisik yang mengharuskan anak menggerakkan kepalanya dalam berbagai posisi. Tummy time, misalnya, melibatkan mendorong anak-anak untuk berguling.
    • Proprioseptif
      Proprioception, atau kesadaran tubuh Permainan sensorik membantu anak Anda mengembangkan kepekaan terhadap lingkungannya serta kekuatan fisik yang diperlukan untuk tugas-tugas seperti mendorong, menarik, dan mengangkat benda.

Ada beberapa pilihan latihan sensorik untuk bayi baru lahir berdasarkan usia dan keuntungan melakukannya. Bakat sensorik penting untuk perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Selain menyediakan nutrisi yang tepat, meningkatkan kapasitas ini juga penting dalam meningkatkan kehidupan anak-anak.


artikel-2024-02-22T140620.923.png
22/Feb/2024

Melahirkan adalah pengalaman terpenting dalam hidup. Metode melahirkan juga merupakan keputusan pribadi yang dibuat oleh seorang wanita berdasarkan apa yang terbaik bagi dirinya dan bayinya. Seiring berjalannya waktu, banyak metode alternatif  melahirkan yang tersedia untuk di pilih oleh ibu hamil.

Namun, apapun cara kelahirannya, persiapan persalinan yang matang harus dimulai jauh hari sebelumnya. Nah, berikut beragam pilihan persalinan bagi ibu hamil menjelang melahirkan:

  • Lotus Birth
    Lotusbirth adalah cara melahirkan yang melibatkan membiarkan tali pusar bayi menempel pada plasenta. Strategi ini disebut dapat meningkatkan imunitas bayi secara alami. Bayi sudah melekat pada plasenta selama 9 bulan, dan melepasnya hanya akan menimbulkan stres. Lebih baik membiarkan plasenta pecah dengan sendirinya; Hal ini memungkinkan bayi bertransisi dari dalam perut ibu ke memasuki dunia luar.
  • Water Birth
    Sesuai dengan namanya, waterbirth adalah proses melahirkan di dalam air. Prosedur ini disebut dapat menghilangkan trauma bayi baru lahir yang baru saja dikeluarkan dari rahim ibu. Prosedurnya juga dilakukan di dalam air, yang dikatakan dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit ibu selama proses persalinan. Namun penelitian menunjukkan bahwa masih ada 5% kemungkinan proses persalinan terhambat. Hal ini terjadi ketika bayi baru lahir menghirup air atau tali pusar putus secara tidak sengaja sehingga menyebabkan bayi kehilangan oksigen.
  • Vaginal Birth
    Persalinan ini sering juga disebut dengan persalinan normal yaitu, proses melahirkan melalui vagina ibu. Jenis kelahiran ini biasanya disarankan karena fase pemulihannya cepat. Selain itu, metode persalinan ini tidak terlalu sulit karena ibu bisa langsung menggendong dan menyusui bayinya.
  • Gentle Birth
    Metode persalinan ini mengasumsikan bahwa bayi akan menemukan jalan keluarnya sendiri. Sebenarnya, melahirkan tidak ada bedanya dengan harus buang air besar atau kecil tanpa bantuan medis. Tanggung jawab ibu adalah membantu bayi menemukan jalan keluar yang tidak memerlukan kekerasan. Wanita hamil tidak harus melahirkan sambil tidur; sebaliknya, mereka dapat berdiri, jongkok, atau duduk sebagian senyaman yang mereka pilih.
  • Caesar
    Metode persalinan ini sering digunakan ketika ada masalah yang menghalangi bayi untuk keluar secara normal. Pendekatan ini melibatkan pemotongan perut ibu untuk memberikan jalan keluar bagi bayinya. Jumlah maksimal operasi caesar adalah tiga kali. Lebih dari jumlah tersebut menimbulkan risiko bagi ibu. Wanita yang pernah menjalani operasi caesar sebaiknya tidak melahirkan secara normal karena alasan yang sama.

 

Ibu dapat mempraktikkan metode pernapasan selama proses persalinan sebagai bagian dari persiapan prenatal mereka. Jika diperlukan, para ibu dapat melakukan berbagai aktivitas yang mendorong induksi persalinan alami atau mengonsumsi makanan agar dapat melahirkan dengan cepat. Jangan lupa untuk mengunjungi dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan saran terbaik bagi ibu dan bayi dalam kandungan.


artikel.png
15/Feb/2024

MPASI merupakan makanan yang mudah ditelan dan dicerna bayi. MPASI harus memberikan lebih banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang tumbuh. ASI dapat memberikan nutrisi pada bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Namun, ketika bayi sudah berkembang, hanya mengonsumsi asi saja tidak cukup. Pada usia enam bulan, bayi kerap mendapat makanan tambahan berupa ASI atau disebut juga MPASI. Jadi MPASI diberikan pada saat bayi sedang dalam masa peralihan dari asi atau susu formula ke makanan padat. MPASI diperlukan karena bayi baru lahir membutuhkan lebih banyak kalori, protein, dan zat besi.

Dan hal ini tidak bisa diperoleh dengan meminum asi. Ketertarikan bayi untuk makan ditunjukkan dengan rasa penasarannya terhadap orang yang makan dan membuka bibir saat ditawari makanan. MPASI asli memiliki rasa yang sangat ringan, sehingga bayi baru lahir yang belum memiliki gigi boleh memakannya.

 

Tujuan Pemberian MPASI

Dan tujuan penawaran MPASI adalah:

  1. Mengenalkan tekstur makanan pada bayi agar kemampuan makannya dapat berkembang.
  2. Meningkatkan imunitas bayi karena MPASI mengandung antioksidan, vitamin A, yang banyak terdapat pada hati ayam, bayam ikan, brokoli, dan makanan lainnya.
  3. Meningkatkan pertumbuhan tulang

MPASI harus mencakup protein dan kalsium. Pemberian MPASI pada bayi baru lahir melibatkan banyak langkah, yang pertama adalah menggunakan tekstur yang sangat lembut. Sehingga bayi baru lahir yang belum memiliki gigi bisa lekas mengonsumsi makanan lunak dan menggumpal. Selanjutnya, kami memperkenalkan makanan ringan. Finger food adalah makanan padat yang dirancang sesuai dengan tangan bayi. Makanan ini bisa berupa kue, buah-buahan, atau sayuran yang bisa dimakan sendiri oleh anak Anda. Ini harus diberikan kepada bayi berusia 8 sampai 9 bulan.

Ada beberapa jenis makanan yang bisa dijadikan finger food untuk anak Anda:

  1. Sayuran rebus: Untuk kentang, wortel, kembang kol, brokoli, dan ubi, kukus atau panggang terlebih dahulu hingga empuk.
  2. Buah: apel matang, pir, mangga, atau pepaya; alpukat matang; pisang.
  3. Sajikan sereal sebagai camilan untuk anak Anda. Beri sereal yang mudah dia pegang, dan pilih sereal yang rendah gula dan tidak mengandung bahan kimia pewarna tambahan.
  4. Telur kaya akan protein, vitamin B2 dan B12, serta asam folat yang semuanya bermanfaat untuk pertumbuhan bayi baru lahir.
  5. Daging merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk pembangunan. Disarankan untuk memberi makan daging yang telah dimasak hingga empuk, empuk, dan suwir.

Jika bayi belum berusia 4 bulan, ia mungkin belum siap menyerap nutrisi dari ASI dan berisiko mengalami obesitas. Jika bayi berusia di atas 6 bulan, ia mungkin kekurangan nutrisi, terutama zinc dan zat besi. Hindari makanan yang dapat menyebabkan tersedak, seperti anggur utuh atau wortel mentah, dan hindari minuman dengan nilai gizi rendah, seperti teh, kopi, dan minuman manis bersoda sebagai menu pertama MPASI.

 


artikel-2024-01-30T105828.087.png
30/Jan/2024

ASI merupakan sumber nutrisi utama bayi. ASI berkualitas baik menyuplai sebagian besar energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi selama bulan pertama kehidupannya dan terus menyediakan setengah atau lebih kebutuhan nutrisi anak sepanjang paruh kedua tahun pertama hingga sepertiga kebutuhan nutrisi anak. selama tahun kedua kehidupan.

ASI adalah makanan bersih dan sehat yang mengandung antibodi yang membantu mencegah anak-anak dari penyakit umum. Anak-anak yang mendapat cukup ASI memiliki kecerdasan lebih tinggi, kecil kemungkinannya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan kecil kemungkinannya terkena diabetes di kemudian hari.

 

Apa Saja Ciri-ciri ASI yang Sehat

Warna, rasa, tekstur, wangi, volume, dan perkembangan bayi selama masa pertumbuhan dan perkembangannya merupakan indikator kualitas ASI yang tinggi. Ciri-ciri ASI yang berkualitas dapat kita lihat dengan melihatnya:

  • ASI yang berwarna kuning
    ASI dengan rona kuning keemasan dan kekentalan kental menandakan adanya susu kolostrum. Kolostrum adalah ASI bernutrisi tinggi yang awalnya dihasilkan oleh kelenjar susu.
    ASI kolostrum yang berwarna kuning biasanya dihasilkan pada trimester kedua kehamilan dan berlangsung hingga bayi lahir pada hari kedua hingga kelima.
  • ASI bewarna putih
    Tubuh ibu akan mulai memproduksi ASI matang tiga hingga empat minggu setelah bayi lahir. Warna ASI matang berbeda-beda tergantung kandungan lemaknya. ASI matang akan berwarna putih atau agak biru dengan tekstur encer saat pertama kali keluar atau sering disebut dengan foremilk.
    Bahkan ASI yang matang pun akan berkembang seiring perkembangan bayi. ASI matur yang dihasilkan pada bulan pertama menyusui mungkin berbeda dengan ASI yang diproduksi pada bulan kelima. Jumlah protein, lemak, dan laktosa berfluktuasi sepanjang hari. ASI yang berwarna kuning akhirnya berubah menjadi putih.
  • ASI yang Bewarna Berbeda-beda
    Dalam beberapa situasi, kita akan melihat bahwa warna ASI berbeda dari biasanya. Seperti hijau, kemerahan, atau bahkan merah muda. Hal ini terjadi karena pola makan ibu mempengaruhi warna ASI. Apakah ASI berkualitas baik jika berwarna kehijauan atau merah?
    Boleh, asalkan warnanya berasal dari makanan bergizi. Hal ini menandakan ASI menyediakan seluruh vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh bayi.
  • Aroma susu sapi
    ASI kualitas bagus baunya mirip dengan susu sapi. Saat dibekukan dan dicairkan, ASI berbau asam. Namun jika ASI berbau terlalu asam, berarti ASI tersebut sudah tidak sehat dan menyehatkan. ASI yang berbau sabun menandakan ASI banyak mengandung lipase (enzim yang membantu memecah lemak).
  • Rasa manis
    ASI yang berkualitas tinggi rasanya seperti susu sapi. Namun, susu ini bisa lebih lembut dan manis, seperti susu almond. Hal ini juga dapat diubah oleh pola makan ibu.
  • Teksturnya lebih cair.
    ASI memiliki tekstur yang lebih kental karena mengandung lebih banyak lemak dan laktosa. Hindmilk adalah salah satu bentuk ASI yang seringkali berwarna putih bersih.

artikel.png
29/Dec/2023

Jika Anda dan pasangan sedang merencanakan program kehamilan, ada baiknya Anda mempertimbangkan ciri-ciri wanita yang subur dan mudah hamil sehingga memiliki kemungkinan terjadinya pembuahan yang lebih tinggi.

Selain seringnya melakukan hubungan seksual antara suami dan istri, waktu yang tepat juga merupakan peluang untuk hamil. Salah satunya adalah melakukan interaksi seksual pada masa reproduksi wanita. Wanita dalam fase reproduksinya dapat ditandai dengan sejumlah perubahan fisik.

 

Apa Sajakah Ciri-cirinya

  • Siklus menstruasi normal
    Siklus menstruasi yang teratur merupakan salah satu tanda bahwa seorang wanita sedang subur. Alasannya adalah karena siklus menstruasi normal seorang wanita berlangsung selama 21 – 35 hari, sehingga menandakan bahwa ovulasi terjadi setiap bulan. Ovulasi menyiratkan bahwa sistem reproduksi wanita beroperasi cukup efektif untuk menghasilkan sel telur setiap bulan. Sedangkan siklus menstruasi tidak teratur diartikan sebagai siklus yang berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari. Meski begitu, siklus menstruasi setiap wanita itu unik. Jika Anda ingin mengetahui apakah siklus menstruasi Anda teratur atau tidak, catatlah hari mulai menstruasi Anda.
  • Masa ovulasi mudah diketahui
    Jika siklus ovulasi seorang wanita mudah diketahui atau diantisipasi, maka ia dianggap subur. Proses pelepasan sel telur dari ovarium ke saluran tuba disebut ovulasi. Hari ke-12 hingga ke-14 sebelum siklus haid berikutnya terjadi masa ovulasi seorang wanita. Untuk mengetahui kapan dimulainya siklus subur seorang wanita, maka harus diketahui hari pertama menstruasi. Karena fase ovulasi merupakan masa reproduksi wanita, maka merupakan saat yang tepat bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki keturunan.
  • Tidak ada fibroid di rahim
    Fibroid rahim, yang biasa dikenal dengan mioma, adalah pertumbuhan jaringan otot di dalam rahim. Meski begitu, mioma tidak bersifat ganas. Namun, tahukah Anda kalau miom bisa menyebabkan kemandulan pada wanita? Kuantitas dan lokasinya juga bervariasi. Miom bisa hilang dengan sendirinya, namun tidak menutup kemungkinan akan kembali lagi. Jadi, sebelum memulai program kehamilan, ada baiknya melakukan pemeriksaan.
  • Tidak memiliki Endometriosis
    Endometriosis adalah salah satu penyebab wanita sulit hamil. Endometriosis didefinisikan sebagai perluasan jaringan endometrium di luar rahim. Kelainan ini seringkali menyebabkan seorang wanita mengalami ketidaknyamanan menstruasi selama menstruasi. Gangguan ini bisa membuat sulit untuk hamil. Alasannya adalah karena endometriosis terbentuk di saluran tuba, yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut sehingga menyebabkan rusaknya ovarium.

artikel-2023-11-28T211215.939.png
28/Nov/2023

Saat hamil, salah satu perawatan normal yang harus dilakukan ibu hamil adalah pemantauan laboratorium kehamilan. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin timbul selama atau setelah kehamilan. Temuan tes laboratorium dapat memberikan informasi tentang bahaya kesehatan yang mungkin dialami ibu hamil selama kehamilannya. Hal ini juga membantu dokter dalam merencanakan terapi dan aktivitas yang sesuai untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

 

Jenis Cek Lab Ibu Hamil

Berikut berbagai jenis cek lab kehamilan beserta manfaatnya yang perlu kamu tahu:

  • Tes darah komprehensif
    Tes darah komprehensif dapat membantu menilai jumlah sel darah wanita hamil. Wanita hamil dapat menggunakan tes ini untuk mengetahui apakah jumlah sel darah merah ibunya normal atau rendah secara tidak normal. Jumlah sel darah merah yang rendah mungkin merupakan tanda awal anemia. Tes darah lengkap juga akan mengungkapkan jumlah sel darah putih dan trombosit dalam tubuh. Jika jumlah sel tersebut bertambah, besar kemungkinan sang ibu terinfeksi. Tes ini juga dapat mengidentifikasi jumlah zat besi dan nutrisi lain dalam tubuh, sehingga dokter dapat menilai apakah ibu mengalami kekurangan gizi atau tidak.
  • Kadar gula dalam darah
    Ibu hamil juga harus memantau kadar gula darahnya secara rutin. Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk mencegah timbulnya penyakit diabetes. Beberapa wanita hamil menderita diabetes gestasional. Penyakit ini menyerang sekitar 10-15% ibu hamil. Masalah kesehatan ini dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada janin.
  • Golongan darah
    Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui apakah ibu memiliki golongan darah A, B, AB, atau O. Tes golongan darah dilakukan satu kali saja. Mengetahui golongan darah Anda mungkin membantu Anda mendapatkan bantuan cepat jika ibu membutuhkan sumbangan. Misalnya saja jika seorang wanita mengalami pendarahan hebat saat hamil atau melahirkan. Selain itu, golongan darah juga diperiksa antibodi rhesusnya. Tes ini akan mengidentifikasi keberadaan antibodi rhesus yang dapat berdampak pada janin.
  • Skrining untuk infeksi
    Tes darah di awal kehamilan akan menyaring banyak penyakit yang mungkin berdampak pada bayi Anda yang belum lahir. Selama pemeriksaan antenatal awal, para ibu biasanya melakukan tes skrining untuk mengidentifikasi penyakit menular ini.
  • Deteksi kelainan genetik
    Ada beberapa kelainan genetik yang perlu diwaspadai Moms sebelum melahirkan. Oleh karena itu, jika ibu dan pasangan memiliki riwayat masalah genetik dalam keluarga, dokter mungkin merekomendasikan tes genetik selama kehamilan.
  • Skrining untuk Alfa-Fetoprotein (AFP)
    Tes laboratorium prenatal penting lainnya untuk wanita hamil adalah pemeriksaan AFP, yang mengukur protein dalam darah. AFP adalah protein yang ditemukan dalam cairan ketuban yang biasanya dihasilkan oleh hati janin.
  • Analisis hemoglobin
    Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil. Masalah kesehatan ini muncul akibat peningkatan volume darah. Anemia tidak hanya menyebabkan ibu kelelahan, tetapi juga berisiko mengalami pendarahan saat hamil atau melahirkan karena kekurangan zat besi. Jadi, saat ibu hamil diperiksa laboratorium, dia bisa melakukan tes hemoglobin untuk mengetahui anemia.
  • pemeriksaan TORCH
    Pemeriksaan TORCH juga merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang disarankan bagi ibu hamil. Tes ini merupakan kumpulan tes darah yang digunakan untuk mendiagnosis toksoplasmosis, rubella, CMV, herpes simplex, dan HIV.
  • Pemeriksaan oleh VDRL (Laboratorium Penelitian Penyakit Kelamin)
    Tes VDRL adalah sejenis tes yang digunakan untuk mengidentifikasi ada tidaknya sifilis di dalam tubuh. Untuk menghindari penularan kondisi ini ke janin, sebaiknya ibu hamil menjalani tes VDRL.
  • Tes Prenatal Non-Invasif (NIPT)
    Tujuan dari tes ini adalah untuk memastikan salinan kromosom pada janin sudah lengkap. Dokter akan menyelidiki dan menentukan kemungkinan terjadinya sindrom Down berdasarkan jumlah kromosom janin dengan mengumpulkan sampel darah.
  • Tes urin atau sering disebut dengan urinalisis
    Tes urine pada ibu hamil dapat digunakan untuk menilai masalah kesehatan dan perkembangan penyakit selain untuk menentukan kehamilan. Dokter atau ahli medis dapat menggunakan urinalisis untuk mendeteksi timbulnya diabetes, infeksi ginjal, atau indikasi penyakit hati. Itulah penjelasan mengenai pemeriksaan darah saat hamil; pastikan wanita tersebut melakukan semua pemeriksaan yang dianjurkan oleh dokter ya. Ketahui juga kapan waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan.
  • Pengujian BTA (Bakteri Tahan Asam)
    Pemeriksaan BTA dilakukan untuk mendeteksi apakah ibu mengidap TBC atau tidak. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mendiagnosis dan mencegah penyakit paling serius pada ibu, tetapi juga untuk melindungi janin dalam kehamilan.
  • Tes darah malaria
    Pemeriksaan semacam ini terutama dilakukan pada ibu-ibu yang tinggal di daerah rawan malaria. Sebaliknya, ibu hamil yang tidak tinggal di daerah endemis sebaiknya menjalani tes darah malaria jika ada tanda-tandanya.

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak