Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-98.png
09/Jan/2023

sebagian orang, minuman berkafein adalah minuman yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Beberapa orang seolah tak bisa hidup tanpa memulai hari dengan minum secangkir kopi atau teh. Lantas, bagaimana dengan ibu hamil? Apakah ia tetap diperbolehkan konsumsi minuman berkafein selama hamil?

konsumsi minuman berkafein terutama kopi memiliki dampak negatif bagi tubuh Mom pun janin. Penelitian menemukan jika konsumsi kafein selama kehamilan apalagi berlebihan, ini bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Penelitian terbaru bahkan menemukan jika ibu hamil yang konsumsi kafein selama kehamilan, bisa meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan tubuh lebih pendek. Risiko ini bisa terjadi hingga anak tumbuh dewasa.

Ketika dikonsumsi dalam porsi tepat, minuman berkafein memang memiliki segudang manfaat. Tapi, jika ini dilakukan secara berlebihan dan berkelanjutan, ini justru berbahaya buat kesehatan.

tetapi ada perbedaannya. Anak-anak dari orang tua yang konsumsi kopi umumnya memiliki tubuh pendek di usia 4 sampai 8 tahun dibandingkan anak-anak dari orang tua yang tidam konsumsi kopi. Efek samping kopi atau minuman berkafein saat hamil ada banyak. Antaranya risiko keguguran yang lebih tinggi. Mal nutrisi pada janin dan kelahiran prematur.”

membatasi konsumsi kafein bagi ibu hamil. Sebaiknya ibu hamil tak mengonsumsi kafein lebih dari 200 miligram per hari saat hamil.

Itu artinya, ibu hamil sebenarnya boleh konsumsi kafein selama hamil. Tapi, alangkah lebih baik lagi jika ibu hamil tidak minum minuman berkafein terutama kopi. Kalau memang ibu hamil tak bisa meninggalkan kafein, harus ada batasan yang jelas. Bila perlu, konsultasikan hal ini dengan dokter atau ahli terkait.

Meski dalam penelitian di atas ditemukan anak berpotensi bertubuh pendek karena ibu hamil mengonsumsi kafein,

pendek seseorang bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari gen, asupan nutrisk sehari-hari, stres dan lingkungan.


Desain-tanpa-judul-96.png
07/Jan/2023

Saat hamil, tidak jarang tubuh terasa lebib berat dari biasanya. Tubuh juga rentan mengalami pegal-pegal, kaku dan terasa linu. Agar tubuh lebih rileks saat hamil, banyak ibu hamil yang memilih untuk melakukan pijat. Namun, apakah melakukan pijat selama kehamilan diperbolehkan? Apakah pijat tidak berbahaya buat tumbuh kembang serta keselamatan janin di kandungan?

ubuh terasa kaku dan tegang adalah hal yang wajar terjadi selama kehamilan. Untuk mengatasinya, pijat adalah alternatif yang diperbolehkan. Ibu hamil boleh saja melakukan pijat dengan catatan, ibu hamil dalam kondisi sehat dan tidak berisiko apapun. Area tubuh yang dipijat pun harus diperhatikan. Ada beberapa area tubuh yang boleh dipijat, ada pula yang sebaiknya dihindari.

Ibu hamil diperbolehkan melakukan pijat kapan pun ia mau. Akan tetapi, pijat yang dilakukan di trimester pertama harus benar-benar diperhatikan.

pijat di trimester pertama kehamilan lebih berisiko meningkatkan keguguran. Apalagi jika pijat dilakukan tanpa kehati-hatian dan bukan dilakukan ahlinya.

Ada beberapa kondisi kesehatan di kehamilan yang sebaiknya menghindari aktivitas pijat. Memaksa diri untuk pijat dengan kondisi kesehatan ini sangat berisiko tinggi pada keguguran dan masalah kehamilan lainnya. Berikut beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari pijat selama hamil.

  • Ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Ibu hamil berisiko tinggi pada pre-eklampsia.
  • Mengalami komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi.
  • Beberapa bagian tubuh seperti kaki dan tangan mengalami pembengkakan selama hamil.
  • Ibu hamil mengalami sakir kepala atau sakit lain yang menimbulkan ketidaknyamanan.
  • Itulah sekilas informasi mengenai pijat selama kehamilan. Jika Mom tetap ingin melakukan pijat selama hamil, sebaiknya konsultasikan dulu hal ini dengan dokter atau
  • bidan ahlinya. Pastikan juga memilih ahli pijat yang profesional. Hindari juga untuk meminta area tubuh yang berisiko selama kehamilan termasuk area perut dan sekitarnya.

Akan tetapi, tidak semua bagian tubuh Mamy semua dipijat yaa. Berikut ini Poko bagikan info tentang bagian tubuh mana sajakah yang tidak boleh menerima pijatan. Simak penjelasan nya dibawah ini yuk!

1. Dada

Memijat pada bagian dada, apa lagi pada usia kandungan yang masih muda dapat memicu persalinan prematur.

2. Perut

Sebaiknya tidak melakukan pijatan pada area perut, karena bisa memicu kontraksi dini hingga persalinan secara prematur.

3. Pinggang

Memijat area ini ternyata dilarang karena bagian ini sangat dekat dengan janin, sehingga bisa membahayakan janin dalam kandungan.

4. Pinggul

Area ini selain dekat dengan janin, area ini juga dekat dengan jalan lahir si Kecil. Sehingga apabila memijat bagian ini bisa meningkatkan risiko keguguran.

Nah, itu dia bagian-bagian pada tubuh Mamy yang tidak diperbolehkan untuk di pijat ya. Mamy juga bisa request pada sang pemijat untuk dilakukan secara perlahan dan pastikan bahwa pemijat tahu jika Mamy sedang mengandung.


Desain-tanpa-judul-87.png
06/Jan/2023

Pada dasarnya, kecerdasan anak sudah bisa dilihat sejak usia dini. Namun, indikator kecerdasannya akan berbeda-beda pada masing-masing anak.

Anak usia 7 tahun dapat dikatakan cerdas jika mereka dapat mengikuti pelajaran di sekolah, bisa membaca, menulis, hingga mengikuti perintah. Sementara itu, anak usia 3 tahun bisa saja memiliki potensi yang cerdas, namun mereka belum bisa berbicara dan tidak bisa fokus pada sesuatu hal.

Kecerdasan pada anak akan terlihat ketika anak tengah bermain. Misalnya ketika anak bernyanyi dan bisa mengikuti nada, kemungkinan kecerdasan musikalnya baik.

Tak hanya itu, jika anak pandai menghafal lirik atau bahkan dapat membuat lirik lagu dengan kata-kata yang baik, itu tandanya anak memiliki kecerdasan linguistik yang baik. Ketika anak menggerak-gerakkan tubuhnya dengan menari dan melompat, kemungkinan kecerdasan kinestetiknya juga baik.

Sebenarnya, Bunda tidak perlu melakukan tes untuk mengetahui kecerdasan pada anak. Jika Bunda ingin melakukan tes, Bunda bisa masukkan mereka ke berbagai les satu per satu untuk mengetahui minatnya. Namun, hal ini tentunya perlu disesuaikan dengan kemampuan orang tua masing-masing.

Kecerdasan anak umumnya diwakili oleh IQ. Tes IQ dapat dilakukan ketika anak menginjak usia 4-5 tahun. Pada anak berusia di bawah 3 tahun, tes IQ belum bisa dilakukan. Mungkin anak tersebut cerdas, tetapi belum bisa berbicara dan fokus kepada satu hal. Bagi yang berusia 7 tahun, mereka dikatakan cerdas jika mampu mengikuti pelajaran di sekolah, bisa membaca, menulis, dan mengikuti perintah.

1. Kecerdasan logika

Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak menggunakan logika untuk menyelesaikan tugas-tugas matematika. Anak lebih unggul menggunakan logika untuk menyelesaikan beragam masalah.

2. Kecerdasan interpersonal

Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak berhubungan dengan orang lain. Anak tahu cara bersikap dan menempatkan diri dalam situasi sosial sesuai dengan milestone-nya.

3. Kecerdasan intrapersonal

Jenis kecerdasan ini berhubungan dengan diri anak itu sendiri. Anak mampu mengelola pikiran, perasaan, dan memahami hal-hal yang terjadi kepada dirinya.

4. Kecerdasan linguistik

Jenis kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan berbahasa anak dalam merangkai kata-kata. Anak dapat menggunakan perbendaharaan kata yang pas. Tidak hanya merangkai kata, anak juga suka berbicara dan mendengarkan dengan baik.

5. Kecerdasan musikal

Jenis kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan anak memahami nada dan tempo. Anak mampu mempelajari musik dengan cepat dan tertarik dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan nada.


Desain-tanpa-judul-85.png
05/Jan/2023

Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mengajak anak berkunjung ke sekolah lebih awal. Dikatakan dalam laman Parents, kunjungan ke sekolah lebih awal seperti ini akan membantu mereka mengatasi ketakutan yang berlebihan. Jadi, ini bukanlah sesuatu yang sepele.

Saat mengajak mereka berkeliling ke sekolah, orang tua bisa memperkenalkan lokasi-lokasi yang penting seperti area antar dan jemput, ruang kelas mereka, toilet, dan lainnya.

Secara umum, anak mulai masuk SD pada usia 6 atau 7 tahun. Hal ini bisa berbeda bergantung pada perkembangan individu anak

Tips Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah
1. Beri contoh berkenalan
Anak-anak memiliki karakter peniru yang baik. Supaya dia mampu bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain, orang tua bisa mencontohkan melalui berkenalan dengan orang tua lain.
2. Siapkan bekal kesukaannya
Makan siang dan bekal adalah hal yang paling disukai anak saat di sekolah. Oleh sebab itu, orang tua dapat membawakan mereka bekal makanan dan minuman favorit agar lebih bersemangat.
3. Mengajak mempersiapkan alat sekolah bersama-sama
Disebutkan dalam Indian Express, anak-anak biasanya lebih semangat apabila dilibatkan mempersiapkan sekolah bersama-sama. Sehingga, orang tua bisa mengajak mereka untuk ikut beli peralatan sekolah.
4. Berikan apresiasi
Ketika anak sudah menjalani hari pertamanya dengan lancar, orang tua perlu memberikannya apresiasi atas usahanya. Sehingga, mereka akan merasa dihargai dan semangat pergi ke sekolah pada hari-hari berikutnya.
5. Ingatkan soal protokol kesehatan
Disebabkan saat ini masih dalam kondisi pandemi, orang tua perlu mengingatkan anak untuk tetap memakai masker dan menjaga protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan, jaga jarak, atau memakai hand sanitizer. Di samping itu, beri juga masker cadangan dan hand sanitizer di dalam tasnya.

Desain-tanpa-judul-76.png
04/Jan/2023

Bermain juga membantu anak berinteraksi dengan baik bersama teman-temannya. Tak hanya itu mereka juga mengasah kemampuan sosial dan emosional ketika menghadapi teman baru atau situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Lewat bermain anak-anak belajar untuk menguasai bahasa dan berbicara.

Anak usia dini adalah bayi yang baru lahir sampai dengan usia genap 6 tahun. Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal maka diperlukan suatu rangsangan atau stimulus yang tepat. Salah satu rangsangan yang dibutuhkan adalah kegiatan bermain, karena sejatinya bermain adalah dunia anak yaitu dunia yang penuh dengan spontanitas dan menyenangkan. Bermain merupakan sarana belajar bagi anak dan sekaligus menjadi kegiatan pembelajaran untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Manfaat bermain pada anak:
1. Belajar memecahkan masalah.

Saat bermain, ada kalanya anak menghadapi kesulitan. di saat itulah anak terlatih untuk memecahkan masalah dan mencari solusi untuk situasi yang dihadapi bahkan anak bisa terlatih untuk berdiskusi hingga berdebat dengan temannya terkait solusi sebuah masalah.

2. Mengembangkan rentang konsentrasi.

Ketika bermain anak tidak hanya bersenang-senang saja, ia juga tengah belajar sesuatu dari permainan itu seperti mengembangkan kemampuan sensor motorik, logika berfikir, konsentrasi, maupun ketekunannya.

3. Belajar berorganisasi.

Permainan seringkali mengehendaki adanya peran yang berbeda, oleh karena itu dalam permainan anak-anak dapat belajar berorganisasi sehubungan dengan penentuan siapa yang akan menjadi apa. Dengan permainan anak-anak dapt belajar bagaimana membuat peran yang harmonis dan melakukan kompromi.

4. Meningkatkan potensi rasa percaya diri.

Bermain menyediakan kesempatan pada anak-anak mengatasi situasi. Kemampuan ini akan membentuk rasa kompeten dan berhasil. Perasaan mampu ini dapat pula mengembangkan percaya diri anak-anak. selain itu anak-anak dapat membandingkan kemampuan pribadinya dengan temannya sehingga dia dapat memandang dirinya lebih wajar atau (mengembangkan konsep diri yang realistis).

5. Bermain mendorong kreativitas dan mendukung anak untuk berkhayal dan berimajinasi.
6. Bermain memungkinkan anak “mencoba” dan mempraktikan kecakapan baru atau kecakapan yang dibutuhkan agar bisa memenuhi di sekitarnya.
7. Belajar terampil dalam berbahasa dan berkomunikasi

Lewat bermain anak-anak belajar untuk menguasai bahasa dan berbicara. Tahapan ini adalah awal untuk belajar lebih banyak lagi hal lainnya. lewat bermain anak-anak mengenal kosa kata baru dan belajar bagaimana berkomunikasi dengan temannya.

Apa manfaat bermain bagi perkembangan anak?
Aktivitas bermain bermanfaat untuk membuat anak lebih kreatif. Pasalnya, ketika bermain, anak dapat mengembangkan proses berpikirnya serta ide-ide baru sehingga kreativitasnya terbentuk


Desain-tanpa-judul-74.png
03/Jan/2023

Seorang anak identik dengan bermain. Memang karena dunia anak adalah bermain. Namun seringkali orangtua kebablasan dalam mendidik anak. Begitu juga sang anak. Akibat keasyikan bermain dengan teman-teman sebaya sehingga sang anak lupa untuk belajar di waktu-waktu tertentu. Hal itu fenomena yang sering terjadi di masyarakat saat ini.

Sang anak yang dibiarkan terus menerus bermain sampai lupa waktu belajar merupakan hal salah. Orangtua harus menegur sang anak untuk belajar di waktu-waktu tertentu. Memang bermain itu sangat menyenangkan.

Namun sebagai orangtua kita harus memperingatkan anak untuk belajar. Seorang anak sekolah harus memperhatikan waktu yang tepat untuk belajar. Supaya anak dapat mengikuti terus proses belajar di sekolah dan tidak tertinggal dari anak yang lain dari segi kecerdasan.

Pada kali ini, penulis mencoba memberikan informasi kepada pembaca semua tentang waktu belajar anak yang efektif, berapa lama waktu belajar yang efektif bagi anak dan cara mengatur waktu anak belajar dengan baik dan benar. Diharapkan anak anda bisa belajar secara efektif dan efisien.

Otak manusia mempunyai karakteristik tersendiri. Tidak semua informasi yang terdapat dari luar bisa semuanya masuk ke dalam otak manusia. Otak manusia mempunyai titik jenuh dan kelesuan pada kondisi tertentu kalau terus belajar. Kalau dalam soal belajar pilihlah waktu yang tepat saat otak siap menerima pelajaran.

Otak mempunyai kapasitas tersendiri untuk menampung semua informasi. Jika otak dipakai untuk terus menerus berpikir maka ada waktunya saat otak mengalami kejenuhan. Kalaupun dipaksa akan membuat gejala rasa sakit di kepala. Saat inilah waktu untuk memberikan istirahat pada otak dalam beberapa menit sampai otak segar kembali.

Pagi hari

Jam 07.00 hingga 11.00 merupakan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas produktif. Di rentang jam tersebut, otak dan tubuh kita masih fresh, untuk memulai hari. Belum banyak distraksi yang terjadi juga, kemudian ada faktor matahari kuning muda yang memasuki jendela serta aliran udara masih segar. Oleh karena itu, saat masih di sekolah dahulu, rasanya pelajaran-pelajaran pagi yang diajarkan lebih mudah dipahami dan semangat belajarnya masih banyak.

Memang di jam-jam tersebut sangat cocok diisi dengan kegiatan yang santai, tapi memerlukan fokus yang tinggi.

Siang hari

Jam 11.00 hingga 14.30 merupakan rentang waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas-tugas yang lumayan susah, berat, atau menguras energi. Sebab, di rentang waktu ini, keinginan untuk tidur menurun tajam atau simpelnya tubuh kita sudah sedikit mengeluarkan rasa kantuk, seperti di pagi hari.

Namun, hal ini tidak akan berlaku ya, jika tidur larut di malam harinya. Siang hari justru akan menjadi rawan mengantuk jika begitu situasinya. Jadi kalau memang kalian sekiranya paling cocok atau paling fokus belajar di siang hari, usahakan jangan tidur sampai larut malam ya.

Sore hari

Jam 15.00 hingga 17.30 merupakan rentang waktu dimana tubuh dan otak benar-benar berada dalam kondisi yang lelah karena sudah menjalankan berbagai aktivitas dari pagi sampai siang. Meskipun begitu, sore hari tetap dapat digunakan untuk waktu belajar yang optimal, tetapi dengan metode yang berbeda dari rentang waktu pagi atau siang.

Di rentang sore hari ini, aktivitas seperti berdiskusi bersama dengan teman atau kerja kelompok sambil diiringi candaan, baca-baca ringan atau mencicil pekerjaan di area outdoor kampus atau sekolah yang lebih terbuka dan dipenuhi tanaman hijau. Menjadi beberapa metode yang membuat belajar lebih santai dan tidak terlalu tegang.

Malam hari

Jam 18.00 hingga 21.00 merupakan waktu yang terbaik untuk mempelajari kembali atau recall pelajaran yang diajarkan dan mengerjakan tugas pribadi yang diberikan di pagi atau siang hari itu. Sebab, pemikiran kita masih mengingat sebagian besar yang diajarkan, ditambah juga dengan kembali mengulang yang dipelajari akan membantu pemahaman terhadap sebuah materi yang diajarkan tersebut. Selain itu, garis besar materi yang akan dipelajari untuk esok hari juga bisa dicicil sedikit untuk dibaca atau dipelajari.

Namun, jangan lupa dalam rentang malam hari, mengistirahatkan tubuh dan pikiran serta tidak tidur terlalu larut agar keesokan harinya dapat menerima pelajaran dengan maksimal.

Dini hari

Jam 01.00 hingga 04.00 sebenarnya menjadi salah satu metode belajar yang cukup unik. Sebelumnya sudah disinggung sedikit di awal, meskipun tak banyak, ada beberapa mahasiswa atau siswa yang cocok menggunakan metode belajar di rentang waktu dini hari ini.

Rentang waktu belajar ini cocok banget untuk kalian yang ingin belajar dengan suasana yang sunyi, damai, cukup dingin, dan tidak banyak gangguan, sambil dengar musik pengantar yang ringan atau membawa semangat biar tidak ngantuk lagi. Meskipun begitu, cukup beresiko juga metode rentang waktu dini hari ini, karena tidur dahulu di sore atau malam harinya, kemudian baru bangun di dini harinya bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan di awal. Jika belum terbiasa, bisa jadi justru ketiduran hingga pagi dan tugas pribadi tidak selesai.


Desain-tanpa-judul-72.png
02/Jan/2023

Bimbingan belajar atau biasa dikenal dengan bimbel merupakan pilihan bagi orang tua yang hendak memberikan pembelajaran tambahan di luar sekolah. Bimbel dinilai sangatlah efektif menjadi suplemen yang baik dalam pendidikan.

Bimbel selalu diampu dengan tutor yang berpengalaman, sehingga tutor sangat memperhatikan pemahaman dan perkembangan peserta didiknya mengenai materi yang dipelajarinya di sekolah.

Apa itu Bimbingan Belajar (Bimbel)? Bimbel adalah salah kegiatan tambahan di luar sekolah yang dilakukan guna memberikan bantuan kepada para peserta didik agar mendapatkan prestasi atau hasil belajar yang lebih optimal di sekolah. Bimbingan belajar biasanya di luar sistem sekolah.

Dengan mengikuti bimbingan belajar peserta didik akan mendapatkan banyak keuntungan yang meliputi semakin kemampuan pemahamannya terhadap mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit, mengembangkan kemampuan untuk bersosialisasi, dan juga meningkatkan prestasi dari peserta didik itu sendiri.

Pentingnya Bimbel Bagi Anak.

Sudah dijelaskan bahwa bimbel sangatlah bermanfaat bagi kegiatan tambahan di luar sekolah. Berikut adalah sederet alasan pentingnya bimbel bagi anak:

Mempelajari Hal Baru

Mengikuti bimbel tidak hanya akan menambah wawasan, melainkan meningkatkan kreativitas untuk menggunakan metode atau cara menyelesaikan soal yang berbeda dengan yang diberikan guru di sekolah.

Meningkatkan Inteligensi

Kecerdasan atau inteligensi peserta didik yang mengikuti bimbel tentu saja akan meningkat dibandingkan yang tidak mengikutinya. Hal tersebut terjadi karena anak yang ikut bimbel akan memiliki waktu tambahan belajar. Hal ini akan meningkatkan kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotor.

Menjadi Tangguh

Peserta didik dilatih menjadi pribadi yang tangguh dan berprestasi. Jika kawan-kawannya hanya lelah bermain, peserta didik yang mengikuti bimbel akan lebih tangguh dan berprestasi. Karena dengan mengikuti bimbel akan lebih banyak waktu belajar sehingga terlatih dan terasah kemampuannya.

Menambah Waktu Belajar yang Berkualitas

Mengikuti bimbel akan meningkatkan frekuensi belajar pada siswa. Meski sudah belajar full di sekolah, bimbel dapat membantu untuk belajar di rumah dan mengingat kembali pelajaran di sekolah. Waktu bimbel bisa diambil saat hari libur. Inovasi bimbel terbaru dengan membuat aplikasi bimbel online akan membantu peserta didik untuk belajar secara santai di mana pun berada.


Desain-tanpa-judul1.png
01/Jan/2023

Beberapa masalah kesehatan dapat dialami anak akibat paparan asap rokok, seperti iritasi mata, alergi, asma, bronkitis kronis maupun akut, infeksi meningitis, infeksi telinga tengah, pneumonia, limfoma, leukimia, hingga sindrom kematian bayi mendadak.

Tidak hanya itu, bahaya asap rokok ini tidak hanya berbahaya bagi anak-anak saja, tetapi juga janin di dalam kandungan ibu seorang perokok.

Pasalnya, anak-anak dan bayi dalam kandungan dapat mengalami gangguan kesehatan serius, jika mengabaikan bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok.

Selain berbahaya untuk kesehatan anak, asap rokok juga dapat mengganggu tumbuh kembang. Sebab, sedikit saja dapat merusak paru-parunya yang sedang berkembang.

Karenanya, usahakan sebisa mungkin untuk bisa menjauhkan anak kecil dari asap rokok. Kurangi kebiasaan yang erat hubungannya dengan asap rokok, misalkan saja melarang tamu merokok saat di rumah, melarang anggota keluarga merokok saat di mobil maupun ruang rumah.

Bayi atau anak-anak yang terpapar asap rokok yang dihembuskan oleh para perokok bisa menjadi perokok pasif. Akibat seringnya menghirup asap rokok, maka mereka beresiko mengalami SIDS (Sudden Infant Death Sysndrome), yakni kematian bayi secara mendadak.

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia diantaranya banyak zat beracun dan bersifat karsinogenik yang bisa tinggal di suatu permukaan. Bila terpapar dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan meningkatkan resiko kanker, serangan asma, masalah paru – paru, infeksi tenggorokan dan mata.

Tidak hanya pneumonia, ada beberapa risiko gangguan kesehatan lainnya pada anak-anak maupun bayi yang terpapar asap rokok terus-menerus, seperti serangan asma yang lebih sering dan parah, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, iritasi pada bagian mata, penyakit bronkitis atau meningitis

Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa membantu Anda menetralisir asap rokok yang terlanjur masuk ke dalam paru-paru.

1.Terapi uap. …
2. Batuk secara sengaja. …
3. Mengeluarkan lendir dengan postural drainage. …
4. Rutin olahraga. …
5. Minum teh hijau. …

ajanan asap rokok bertahun-tahun mengakibatkan radang berkepanjangan sehingga merusak lapisan pelindung saluran napas dan mengganggu fungsi imunitas. Kondisi ini mengakibatkan zat beracun dan agen infeksius (bakteri, virus, dan lainnya) menembus masuk ke dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran napas seperti pneumonia, tuberkulosis, atau bronkitis. Radang berkepanjangan juga mengakibatkan penebalan dinding saluran napas sehingga terjadi penyempitan saluran napas. Pajanan asap rokok selama masa kandungan dan di luar kandungan mengakibatkan hambatan tumbuh kembang anak dan penurunan penyerapan mikronutrien. Pajanan zat seperti senyawa hidrokarbon polisiklik aromatik dan 4-(methylnitrosamino-) 1-(3, pyridyl)-1-butone akibat asap rokok saat kehamilan juga dapat mengakibatkan lingkar kepala anak menjadi lebih kecil, sehingga mengganggu pertumbuhan otak anak.


Desain-tanpa-judul-70.png
30/Dec/2022

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pembinaan anak dari sejak lahir hingga usia 6 tahun. Pembinaan ini dilakukan sebagai bantuan perkembangan rohani dan jasmani agar anak siap memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pembinaan pendidikan untuk anak usia dini dapat dimulai dengan pendekatan bermain sambil belajar. Selain itu PAUD juga sebagai salah satu cara untuk mengenalkan lingkungan sekolah.

PAUD berperan dalam menanamkan kejujuran, kedisiplinan, dan hal-hal positif lainnya sedari dini. Anak-anak yang mengikuti PAUD juga memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Karena sudah dikenalkan bagaimana cara berinteraksi seperti belajar, bermain, hingga makan dan minum bersama dengan teman sebayanya.

Meningkatkan efektivitas serta kapasitas otak anak
Usia PAUD adalah masa emas perkembangan otak anak hingga 80%. Dengan adanya ransangan pendidikan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan, maka pekembangan otak anak semakin optimal

Mempersiapkan anak ke jenjang pendidikan berikutnya
Bekal pendidikan yang diterima anak dari usia dini akan membuat anak lebih siap menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Karena anak sudah terbiasa belajar serta dapat menerima informasi lebih cepat sehingga membantu anak dalam beradaptasi pula.

Membentuk karakter positif anak
Pembentukan karakter positif dapat diajarkan sedari dini agar anak sukses di masa mendatang. Karakter positif seperti menanamkan kejujuran, disiplin dalam melaksanakan tugas, dan bersosialisasi dengan orang lain.

Hasil pendidikan usia dini memang belum bisa dilihat secara instan. Namun baru dapat terlihat di masa mendatang ketika menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ketika beranjak dewasa.

Manfaat pentingnya pendidikan bagi anak sejak dini yaitu sebagai berikut:

1. Memperlihatkan dunia baru pada anak

Anak-anak di usia dini memiliki rasa keingintahuannya yang tinggi. Mendidik anak sejak dini dapat membantu mereka mengenal dunia dengan lebih baik. Hal ini juga bisa mendukung anak untuk mempersiapkan pendidikan formal di sekolah dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Pendidikan anak usia dini ini dapat berdampak secara holistik pada tumbuh kembang anak mulai dari sisi motorik, kognitif bahasa, dan perkembangan sosialnya.

2. Membentuk karakter yang baik untuk anak

pendidikan anak usia dini
Membimbing anak dengan memberikannya pendidikan yang baik dapat membentuk kepribadian anak secara positif. Mereka juga akan terlatih bagaimana cara bersosialisasi dan mengatasi masalah dengan baik.

Skill problem solving ini sangat penting bagi anak karena pada dasarnya dalam kehidupan kita akan bertualang dalam mengatasi setiap rintangan yang ada. Tentu sebagai orang tua, kita ingin anak dapat mengatasi masalah dengan karakternya yang baik, kan?

3. Membantu perkembangan anak

perkembangan anak usia dini
Perkembangan anak bisa dilihat dari emosional dan intelektualnya. Menurut para ahli, anak yang dididik sejak dini berpeluang mendapat kesuksesan di masa depan. Pada usia dini mereka akan menerima banyak stimulasi penting di usianya.

4. Pembentukan kualitas SDM di masa depan

kualitas sdm
Poin ini sangat penting.Anak-anak berdampak cukup besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu mempersiapkan pendidikan anak usia dini dianjurkan untuk menciptakan generasi penerus dengan kualitas yang baik di masa depan.

Selain melalui pendidikan formal, Anda juga bisa mendidik anak dengan memberikannya kursus sesuai dengan kompetensinya.


Desain-tanpa-judul-68.png
29/Dec/2022

Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering kali dialami saat ini.

Saat tubuh anak terlihat berisi dan subur, mungkin orang tua akan bahagia, namun sebenarnya risiko obesitas pada Si Kecil semakin meningkat.

Gejala Obesitas Anak

Namun, menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek kala itu, hal ini bukan disebabkan oleh perbaikan gizi, melainkan akibat angka stunting yang turun.

Tanda awal obesitas pada anak bisa diketahui dengan mudah, yaitu seperti:

  • Bentuk pipi yang tembem
  • Dagu yang berisi
  • Leher yang tertutup atau pendek
  • Perut buncit
  • Kedua tungkai umumnya berbentuk x
  • Paha dalam saling menempel
  • Jangan pernah ragu untuk konsultasi ke dokter apabila mendapat Si Kecil mengalami kondisi seperti ini, ya, Moms!

Penyebab Obesitas pada Anak
Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang dipakai.

Genetik

Penyebab obesitas pada anak yang pertama adalah genetik. Masyarakat umumnya percaya jika kegemukan menurun dalam keluarga.

Maka, anak-anak yang berasal dari keluarga dengan orang-orang yang kelebihan berat badan, lebih mungkin untuk mengalami kondisi yang sama.

Peranan Orang Tua

Orang tua juga ternyata berperan sebagai penyebab obesitas pada anak. Hal ini karena orang tua bertindak sebagai penyedia dan pembuat makanan dalam lingkungan rumah tangga.

Moms dan Dads memainkan peran penting dalam menentukan tidak hanya makanan apa yang dikonsumsi, tetapi juga seberapa banyak makanan yang dikonsumsi anak.

Pola Makan Buruk

Cara orang tua menawarkan makanan juga berpengaruh terhadap persepsi anak.

Persepsi yang positif terbentuk jika orang tua memberi kesempatan kepada anak untuk memilih makanannya sendiri dengan menyediakan porsi makanan sehat yang cukup.

Pembatasan konsumsi makanan cepat saji yang dipaksakan malah meningkatkan keinginan anak untuk mengonsumsi junkfood, lho.

Konsumsi Makanan Cepat Saji

Konsumsi makanan cepat saji juga merupakan penyebab obesitas pada anak. Makanan cepat saji mengandung kalori tinggi, namun memiliki nilai gizi yang rendah.

Gaya hidup masyarakat urban perlu diwaspadai, di mana sering kali kedua orang tua bekerja sehingga memiliki waktu lebih sedikit untuk mempersiapkan makanan bagi keluarga di rumah.

Ditambah lagi, kemudahan untuk membeli makanan cepat saji melalui layanan ojek daring. Ini jadi salah satu penyebab anak mengalami obesitas.

Konsumsi Minuman Tinggi Gula
Konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi juga jadi penyebab anak obesitas.

Minuman golongan ini tidak hanya minuman bersoda, tetapi juga minuman kemasan, seperti jus buah, yoghurt, bahkan susu.

Pola makan dan minum buruk yang mengandung kadar lemak atau gula yang tinggi dan sedikit nutrisi ini tentu saja dapat menyebabkan berat badan anak bertambah dengan cepat.

Untuk menghindari obesitas pada anak, perhatikan kadar gula di masing-masing kemasan minuman sebelum memberikannya kepada Si Kecil ya, Moms.

Maka, pastikan anak telah mendapatkan tidur yang cukup ya, Moms.

Anak-anak berusia 1-2 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 11-14 jam per hari. Sementara anak 3-5 tahun disarankan untuk tidur sebanyak 10-13 jam per hari.

Sedangkan pada remaja usia 14-17 tahun membutuhkan waktu tidur selama 8-10 jam per hari.

Ingatlah untuk selalu menjadi contoh yang baik bagi anak di rumah ya, Moms.

Terapkanlah gaya hidup yang sehat agar anak bisa menirunya dan terhindar dari obesitas.

Jangan lupa juga untuk berkonsultasi ke dokter gizi anak ya Moms untuk tahu panduan pemberian makan yang sehat.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak