Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-7.png
12/Nov/2022

Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak. Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat penting (severety stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS tahun 2006.

Sebelum membicarakan lebih jauh tentang upaya pencegahan stunting yang dapat kita lakukan, sebaiknya kita juga mengetahui tentang penyebab stunting itu sendiri. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Beberapa penyebab stunting sebagai berikut :

  • Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
  • Masih kurangnya akses rumah tangga/ keluarga pada makanan bergizi
  • Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum, pada masa kehamilan dan setelah melahirkan.
  • Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (ante natal care) atau pelayanan kesehatan ibu selama masa kehamilan, post natal care atau pelayanan setelah melahirkan dan pembelajaran dini yang berkualitas.

Stunting tahap awal dan pencegahan

Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Ibu yang sedang mengandung agar selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter.

Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat.

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Selalu jaga kebersihan lingkungan

Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, termasuk diare terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Terus memantau tumbuh kembang anak

Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.


Desain-tanpa-judul-5-1.png
11/Nov/2022

Salah satu jenis makanan yang sering ditolak justru sayuran, padahal sayuran sangat penting manfaatnya bagi kesehatan si Buah Hati, terutama yang baru beralih ke MPASI atau usia 1-3 tahun. Dampaknya, Bunda harus putar otak untuk mengatasi hal ini

Menjadikan si Buah Hati lebih cerdas

pola makan sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan pada balita. Sebab dalam makanan banyak mengandung gizi yang sangat penting dalam pertumbuhan. Gizi cukup untuk toddler akan mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya sehingga mempengaruhi baik kesehatan maupun kecerdasannya.

Menekan nafsu makan

Banyak mengonsumsi sayuran membuat Si Buah Hati mengurangi konsumsi makanan dan camilan kemasan yang tidak sehat. Ketika perutnya sudah penuh dan kenyang dengan sayuran segar, tentu ia tidak akan merasa lapar dan mencari camilan tambahan yang kurang sehat.

Mengurangi risiko obesitas

Si Buah Hati yang obesitas juga dapat menikmati manfaat sayuran hijau dan berserat. Wisarani Sevita Utami pada penelitian berjudul Hubungan Antara Aktivitas Fisik, Kebiasaan Konsumsi Serat dan Faktor Lain dengan Kejadian Obesitas mengatakan bahwa serat hanya menyumbangkan beberapa kalori per unit dari makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, ia akan merasa lebih cepat kenyang dengan konsumsi kalori yang lebih rendah. Jadi, ia tidak akan meminta camilan yang dapat membuatnya kegemukan.

Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Manfaat sayuran lainnya adalah menjaga saluran cerna tetap sehat. Kandungan serat tinggi pada sayuran membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Risiko konstipasi pun berkurang dengan signifikan.

Menjaga kekebalan tubuh

Vitamin dalam sayuran mampu menjaga kekebalan tubuhnya. Apabila ia kekurangan vitamin, maka dapat berakibat menurunnya daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang penyakit seperti batuk, diare, demam. Sebab, defisiensi vitamin berperan pada rendahnya resistensi terhadap infeksi, kemudian akan menurunkan tingkat imunitas seseorang. Hal ini memberikan dampak negatif dalam penyerapan zat gizi sehingga meningkatkan risiko penyakit.

Bunda, sudah tahu kan, manfaat sayuran untuk pertumbuhan Si Buah Hati? Jadi, selalu sajikan buah serta sayuran secara rutin di setiap waktu makannya agar ia bisa tumbuh sehat serta cerdas.


Desain-tanpa-judul-3.png
10/Nov/2022

Anda perlu memastikan si kecil makan cukup buah. Apalagi untuk saat ini, anak mama mungkin sedang mencoba memahami apa itu puasa Ramadhan. Mungkin anak semakin penasaran dengan kegiatan puasa sehari-hari yang dilakukan orang tuanya, sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan si kecil dengan cara yang alami.

Membantu Kesehatan Pencernaan Anak

Manfaat pertama makan buah untuk kesehatan anak adalah buah dapat membantu pencernaan sehingga usus dan seluruh organ pencernaan anak menjadi lebih sehat dibandingkan anak yang tidak makan buah. Jangan sampai anak Anda mengalami sembelit saat berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Buah-buahan ini juga mudah ditemukan, seperti di supermarket atau pasar terdekat. Untuk itu, pastikan pencernaan si kecil selalu terjaga, karena pencernaan yang sehat akan meningkatkan penyerapan nutrisi sehingga lebih optimal. Jadi tumbuh dengan baik.

Meningkatkan daya ingat anak

buah tidak hanya bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan si kecil. Tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuan dan kesuksesan mereka ketika mereka pergi ke sekolah di masa depan.

Buah Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Secara Alami

Seperti yang Anda ketahui, buah-buahan kaya akan serat dan vitamin. Vitamin yang terdapat dalam buah-buahan seperti: Vitamin C (natrium askorbat), Vitamin B3 (nicotinamida), Vitamin B5 (dexpanthenol), Vitamin B6 (piridoksin hcl), Vitamin E (alfa tokoferil), Seng picolinate, Natrium selenit.

Semua zat tersebut mampu meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh anak Anda dalam melawan virus dan infeksi.

Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil

Buah-buahan mengandung banyak hal yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda tidak dapat menjamin bahwa kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi dari konsumsi sehari-hari. Buah-buahan perlu ditambahkan untuk melengkapi nutrisinya.

Itulah manfaat makan buah untuk kesehatan anak. Usahakan agar si kecil makan buah setiap hari. Mama bisa memberikan banyak pilihan buah yang bervariasi namun tetap memiliki manfaat dan kebaikan yang sama.


Desain-tanpa-judul-4.png
09/Nov/2022

Gigi pertama bayi umumnya akan tumbuh saat memasuki usia 4–6 bulan. Gigi pertama yang muncul biasanya adalah dua gigi depan atau gigi seri di gusi bagian bawah.

Mengenali Ciri Bayi Tumbuh Gigi dengan Mudah
Agar tidak bingung apakah Si Kecil rewel akibat tumbuh gigi atau karena penyebab lain, berikut ini adalah ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang perlu Bunda ketahui:

1. Gusi bengkak

Untuk mencari tahu apakah Si Kecil memang sedang mengalami tumbuh gigi, cobalah membuka mulutnya secara perlahan. Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak dan kemerahan.

Terkadang, Bunda juga dapat melihat adanya gigi yang muncul secara samar di dalam gusi Si Kecil yang sedang meradang tersebut.

2.Banyak mengeluarkan air liur

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa tumbuh gigi bisa menyebabkan produksi air liur berlebih pada bayi. Namun, kondisi ini diduga terjadi karena adanya peningkatan gerak otot di mulut bayi selama proses tumbuh gigi sehingga memicu kinerja kelenjar ludah menjadi lebih aktif yang berdampak pada meningkatnya produksi air liur.

3.Gusi gatal Menggigit dan mengisap barang di sekitarnya

Saat tumbuh gigi, Si Kecil akan merasa gusinya terasa gatal. Sebagai respons dari rasa gatal tersebut, ia akan menggigit benda yang ada di sekitarnya, baik mainan atau pakaiannya.

4.Tidak nafsu makan
Ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya adalah mengalami penurunan nafsu makan. Pada sebagian bayi, kondisi ini bahkan membuat bayi menolak untuk makan dan minum sama sekali. Ini biasanya dipicu oleh peradangan gusi yang umumnya terjadi saat gigi tumbuh.

5. Rewel pada malam hari
Bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung menjadi lebih rewel atau sulit tidur di malam hari. Ini karena rasa nyeri yang ditimbulkan pada gusi.


Desain-tanpa-judul-2.png
08/Nov/2022

memelihara hewan memiliki sejumlah manfaat untuk anak-anak dalam tumbuh kembangnya, yakni membantu perkembangan emosional, kognitif, sosial, dan fisik.

Anak-anak mulai boleh dikenalkan dengan hewan peliharaan saat umur mereka 3-5 tahun. Setiap hewan yang dipilih pun, harus disesuaikan dengan usia anak.

Namun, ini semua harus selalu berada dalam pengawasan Anda. Untuk membantu Anda menentukan hewan peliharaan apa yang aman dipelihara anak, dilansir dari Pet Circle, berikut 6 di antaranya.

Ikan Hias

Ikan hias adalah salah satu hewan yang paling muda dipelihara untuk anak-anak balita berusia 3 tahun ke atas. Ikan cukup sederhana, mudah dirawat, dan menghibur untuk anak kecil saat menontonnya. Ada banyak jenis ikan hias yang bisa dipelihara. Anda bisa memilih ikan-ikan berukuran kecil, seperti ikan cupang atau ikan mas koki yang paling umum.

Guinea Pig

Hewan pengerat cukup ideal untuk dipelihara oleh anak-anak yang lembut. Hewan seperti guinea pig bisa menjadi pilihan karena mereka sangat manis dan jinak. Ukurannya juga sekecil seperti hamster, sehingga mudah ditangani oleh anak-anak. Guinea pig senang dibelai dan mungkin juga suka digendong.

Beberapa Jenis Burung

Hewan peliharaan burung juga termasuk aman dipelihara oleh anak-anak. Ada beberapa jenis burung yang jinak seperti parkit, kenari, atau kesturi. Mereka dapat dijinakkan dan mungkin dapat diajarkan beberapa trik untuk mengajak anak Anda bermain.

Anjing

Selain orang dewasa, anjing juga aman dipelihara oleh anak-anak berusia 6 tahun ke atas. Ini bisa menjadi hewan peliharaan yang loyal untuk menemaninya tumbuh dewasa. Maka, ada baiknya untuk memelihara anjing sejak usianya masih muda, sehingga mereka akan tumbuh bersama. Bagaimana pun, Anda tetap harus mempertimbangkan pilihan anjing karena perawatannya lebih banyak daripada hewan-hewan peliharaan sebelumnya, seperti fasilitas kesehatan, makanan tambahan, waktu bermain, dan pelatihan.

Kucing

Sama seperti anjing, kucing juga bisa menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan untuk anak-anak. Meski umumnya kucing suka bermain, tetapi mereka harus ditangani dengan tepat karena terkadang mereka mendesis atau menggigit saat tidak suka.

Kelinci

Kelinci adalah hewan umum lainnya yang aman dipelihara oleh anak-anak. Terutama bagi anak perempuan karena kelinci sangat manis dan terkesan lembut. Namun, tubuh kelinci cukup rentan, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati oleh anak yang lebih besar, yakni usia 8 tahun ke atas.

Kelinci dapat dipelihara di dalam kendang, meski di keluarkan, mereka tidak butuh banyak ruang. Terpenting adalah memberinya makan dan membersihkan kandangnya.


Desain-tanpa-judul-56.png
07/Nov/2022

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah menu makanan yang lengkap dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Masing-masing zat gizi ini terkandung dalam berbagai jenis makanan yang berbeda

Makanan 4 sehat 5 sempurna sudah menjadi kampanye kesehatan sejak dahulu. Tujuannya adalahuntuk meningkatkan nutrisi dan mewujudkan masyarakat yang kuat dan sehat. Makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi penuh ini harus dikonsumsi siapa saja tidak, mengenal usia.

Pengertian makanan 4 sehat 5 sempurna

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang memiliki kandungan gizi lengkap mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral.

Sayur-Mayur

Sayur adalah semua jenis tanaman yang dapat dikonsumsi baik yang diambil dari akar, batang, daun, biji, bunga atau bagian lain yang digunakan untuk diolah menjadi masakan.

Buah

Ketika kita mengonsumsi buah, suplai energi dapat bertambah dengan cepat. Tambahan tenaga ini sangat urgen untuk menghadapi jadwal yang padat.

Lauk-Pauk

Lauk pauk adalah segala macam makanan yang disajikan sebagai peneman utama hidangan nasi, umumnya banyak mengandung protein, baik hewani maupun nabati. Lauk pauk hewani, antara lain daging, unggas, ikan, dll. Sedangkan lauk pauk nabati berupa tahu, tempe, dll.

Susu dan produk olahannya

Minum susu usahakan dilazimi sejak kecil. Susu memiliki tidak sedikit manfaat untuk anak-anak. Bukan melulu menjaga tulang tetap sehat dan kuat, tetapi susu pun membantu perkembangan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Hal ini paling membantu saat gigi anak barangkali terkena asam muncul di mulut.Susu sapi adalah sumber


Desain-tanpa-judul-54.png
05/Nov/2022

Bukan hanya jadwal makan, ibu juga perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi oleh Sikecil. Dengan begitu, asupan nutrisi dan gizi dapat dipenuhi sehingga proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan optimal. Ibu, tidak ada salahnya simak ulasan mengenai pentingnya jadwal makan agar balita makan dengan teratur

Jadwal Makan Penting Bagi Sikecil

Sama seperti orang dewasa, Sikecil pun membutuhkan jadwal makan yang teratur untuk mengenali waktu makan yang tepat. Tidak hanya mengenali waktu makan, jadwal makan juga dinilai cukup penting untuk mengajarkan balita mengenai rasa lapar dan kenyang.

Nyatanya, kondisi lapar yang dirasakan oleh anak juga berkaitan langsung dengan proses pengosongan lambung. Saat lambung telah memproses makanan dan kosong, kondisi ini menandakan anak dalam keadaan lapar. Dengan begitu, ibu akan lebih mudah memberikan makanan pada Sikecil.

Berikut ini adalah Saran jadwal makan bagi Sikecil:
  • Pukul 08.00: Sarapan pagi/ Makan utama 1
  • Pukul 10.00: Makanan Selingan 1
  • Pukul 12.00: Makan siang/ Makan utama 2
  • Pukul 14.00: Susu UHT/ Formula/ ASI
  • Pukul 16.00: Makanan Selingan 2
  • Pukul 18.00: Makan Malam/ Makan utama 3

Namun, jadwal makan ini tidak bisa disamakan pada tiap balita. Ibu bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan balita. Misalnya, saat balita memiliki kebiasaan tidur pukul 19.00, sebaiknya berikan makan malam 2 jam sebelum tidur.

Membuat Jadwal Makan Menyenangkan

Memang bukanlah hal mudah dalam memberikan makan untuk balita. Terkadang, balita juga kerap menolak makan sehingga jadwal makan bisa berakhir berantakan. Namun, jangan putus asa dulu, ibu bisa lakukan beberapa tips ini agar jadwal makan berjalan dengan menyenangkan.

Hindari Gangguan

Hindari berbagai gangguan yang kerap datang saat jadwal makan. Mulai dari televisi, gadget, hingga mainan anak. Bahkan, ibu juga perlu fokus saat sedang menemani anak makan. Hindari bermain gadget atau melakukan aktivitas lain saat menemani anak makan.

Berikan Alat Makan yang Aman

Saat anak menginjak usia 1 tahun ke atas, tidak ada salahnya ajarkan mereka menggunakan sendok atau gelas. Namun, pastikan ibu memberikan alat makan yang aman untuk Sikecil.

Duduklah Bersama dengan Anak di Meja Makan

Sebaiknya ajarkan anak sejak dini untuk makan di meja makan. Duduklah bersama anak. Pastikan keamanan dan kenyamanan kursi anak.

Berikan Anak Waktu untuk Mengonsumsi Makanannya

Saat anak makan, temani dan biarkan anak mengonsumsi makanannya secara mandiri. Berikan anak beberapa makanan sehat agar anak bisa memilih makanan yang akan mereka konsumsi.

Biarkan memutuskan seberapa banyak makanan yang akan mereka konsumsi. Hal yang perlu diperhatikan, anak tidak harus menghabiskan makanan yang disajikan, tetapi ibu harus paham tanda yang diberikan anak saat lapar atau kenyang.


Desain-tanpa-judul-52.png
04/Nov/2022

risiko anak mengalami gangguan pencernaan cenderung meningkat setelah ia berkenalan dengan makanan padat pertama. Bukan saja karena reaksi alergi, melainkan karena paparan virus atau bakteri dari alat makan yang tak terjaga kebersihannya.

Menyimpan aman

Setelah langkah sterilisasi dilakukan angkat alat makan dan tengkurapkan di atas lap bersih. Pisahkan jauh dari alat makan lain. Biarkan kering secara natural.
Setelah kering, masukkan alat makan ke dalam lemari atau wadah tertutup rapat agar terhindar dari debu, simpan alat makan dengan posisi siap pakai (tidak tengkurap). Ingatlah untuk selalu mencuci tangan hingga bersih, sebelum menyentuh alat makan si kecil.

mencuci

Cuci setiap alat makan bayi yang baru Anda beli, dan setiap kali akan digunakan.
Gunakan sabun cair, jika mungkin beli sabun khusus untuk mencuci peralatan bayi yang tidak mengandung bahan kimia dan terjamin tidak berbahaya bagi bayi
Bilas dengan air bersuhu panas, jika mungkin gunakan air panas dari keran yang mengalir. Pastikan tidak ada residu sabun yang tersisa dengan cara menggosok ulang setiap sisi alat makan
Lakukan langkah sterilisasi dengan menggunakan electric sterilizer atau bisa menggunakan metode tradisional dengan cara merebus semua alat makan itu hingga air rebusan mendidih.

Setiap hari akan menjadi petualangan seru bagi Anda dan si kecil. Nikmati kesempatan ini, dengan menyiapkan alat makan yang bersih untuk meminimalkan gangguan pencernaan, sehingga periode ini dapat menjadi landasan yang kuat dan indah untuk proses tumbuh kembangnya.


Desain-tanpa-judul-5.png
03/Nov/2022

hal yang perlu diperhatikan saat memberikan makanan sehat untuk bayi ialah faktor kesiapan bayi dalam menerima makanan padat. Secara umum, anak memiliki kesiapan untuk makan ketika usianya telah mencapai 4-6 bulan. Beberapa makanan bergizi seperti buah, sayur, dan daging dianjurkan para ahli untuk dikonsumsi secara rutin.

Selain memberi ASI pada usia 4-6 bulan, anak juga memerlukan asupan tambahan berupa makanan anak yang bergizi. Berbagai jenis makanan bergizi dapat diberikan apabila anak telah memiliki kesiapan untuk menerima makanan padat.

Bayam

Bayam merupakan salah satu makanan bergizi untuk anak dengan harga terjangkau. Jenis sayuran ini memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, magnesium, hingga folat yang berperan penting dalam menjaga sistem imunitas tubuh.

Telur

Kandungan omega-3 dan protein dalam telur berperan penting dalam fungsi dan perkembangan otak anak. Lemak omega-3 ini juga bisa membantu membangun membran sel di seluruh tubuh dan otak anak.

Ikan Salmon

Mengonsumsi ikan salmon secara rutin dan teratur dapat memenuhi kebutuhan asam omega 3 yang berfungsi menjaga kesehatan tubuh. Di samping itu, masih banyak manfaat lainnya yang dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Sehingga, jenis ikan ini sangat cocok dikonsumsi untuk anak karena mampu meningkatkan perkembangan otak.

Brokoli

Melansir dari American Institute For Cancer Research, kandungan glukosinolat dalam brokoli berfungsi menggagalkan perkembangan kanker prostat. Selain itu, brokoli juga mengandung banyak serat yang membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.

Daging

Daging merupakan salah satu makanan bergizi untuk anak yang cocok untuk meningkatkan kecerdasan otak. Mengonsumsi daging sapi secara rutin dan teratur dapat menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Selain itu, daging sapi juga kaya akan vitamin B12 hingga zat besi, yang berfungsi efektif memperkuat imunitas tubuh.

Ubi Jalar

Salah satu makanan bergizi untuk anak yang berperan penting untuk perkembangan otak adalah ubi jalar. Kandungan zat kolin pada ubi jalar berfungsi efektif membantu proses kimiawi dalam sel saraf. Sehingga, hal ini mampu meningkatkan kinerja otak menjadi lebih baik.

Selain itu, ubi jalur juga mengandung vitamin A, vitamin E dan vitamin C yang berperan penting untuk mempertahankan membran sel, meningkatkan memori, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pepaya

Buah pepaya juga mengandung zat besi dan asam folat yang berperan penting dalam membantu proses perkembangan otak. Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, konsumsi buah pepaya secara rutin dan teratur.

Makanan berbahan dasar oat ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Dalam 100 gram oat mengandung 9,9 hingga 14,9 gram total serat. Sehingga makanan bergizi ini berfungsi efektif untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sangat cocok dijadikan menu diet.


Desain-tanpa-judul-58.png
02/Nov/2022

Mendukung pertumbuhan anak merupakan tanggung jawab para orang tua. Salah satu hal yang harus diperhatikan ialah menjaga kesehatan mata anak. Penglihatan memiliki peran penting untuk perkembangan fisik, sosial, dan kognitif bagi setiap anak.

Penuhi nutrisi untuk mata

Cara pertama menjaga kesehatan mata anak Anda adalah memberi asupan nutrisi yang baik dengan makanan yang bergizi. Memenuhi nutrisi yang baik untuk mata bisa Anda berikan dengan sayur dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan, vitamin C, vitamin A, seng, dan omega-3

Menstimulasi indra penglihatan

Penting bagi orang tua untuk membantu perkembangan visual anak sejak bayi hingga usia 8 tahun. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menstimulasi penglihatan si kecil, misalnya dengan memberikan mainan dengan berbagai bentuk dan warna.

Memeriksakan kesehatan mata anak

Periksakan kesehatan mata anak Anda sedari dini sejak mereka menginjak usia enam bulan. Kemudian lakukanlah pemeriksaan secara rutin setiap dua tahun sekali.

Pakaikan topi saat bermain di luar ruangan

Memakai pelindung seperti topi saat beraktivitas di siang hari dapat melindungi mata anak dari bahaya sinar UV. Usahakan tidak mengajak anak beraktivitas di luar ruangan pada saat sinar matahari sedang terik.

Membatasi penggunaan gadget

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mata anak. Untuk itu, batasi waktu berada di depan layar atau bermain gadget bagi kesehatan mata anak Anda. Anda dapat mengajarkan anak untuk melepaskan pandangan dari layar setelah 20 menit dan melihat ke kejauhan selama paling tidak 20 detik untuk mengistirahatkan mata.

Selalu Jaga Kesehatan Mata Anak Anda

3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak