Apa Itu Keterlambatan Perkembangan Umum?
Ketidakmampuan seorang anak untuk mencapai dua atau lebih aspek perkembangan yang diharapkan pada usianya dikenal sebagai keterlambatan perkembangan.
Beberapa aspek perkembangan anak biasanya termasuk kemampuan motorik kasar, kemampuan motorik halus, kemampuan berbahasa, dan kemampuan sosial dan emosional.
Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan di satu ranah perkembangan. Misalnya, anak belum bisa berbicara sampai umur dua tahun, tetapi dia sudah bisa berlari, melompat, bersosialisasi, dan menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang memerlukan keterampilan kognitif.
Ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan yang signifikan pada dua atau lebih ranah perkembangan sesuai usianya, dikatakan memiliki keterlambatan perkembangan global. Sebagai contoh, pada usia dua tahun, anak belum bisa berjalan (ranah perkembangan motorik kasar) dan bicara (ranah perkembangan bahasa).
Kapan Anak Dikatakan Terlambat Berkembang?
Masing-masing anak akan belajar dengan cara yang berbeda dan unik saat mencapai setiap milestone perkembangan. Namun, umumnya, anak-anak akan mulai memperoleh kemampuan yang sama pada rentang waktu yang sama. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk mencapai setiap tahap perkembangan biasanya cukup panjang.
Misalnya, bayi yang sehat dapat merangkak pada usia 6 bulan atau 9 bulan dan keduanya normal; mereka dapat mulai berjalan sendiri pada usia 11 hingga 15 bulan; dan mereka paling akhir mencapai kemampuan untuk berjalan sendiri ketika mereka berusia 18 bulan atau 1,5 tahun. Akibatnya, terjadi perbedaan perkembangan yang signifikan antara anak-anak yang seusia itu.
Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir atau cemas jika perkembangan anak mereka lambat atau lebih lambat dari biasanya. Karena keterlambatan pada skala kecil hanya terjadi secara bertahap atau dalam waktu tertentu
Namun, jika keterlambatan terus-menerus atau dalam jumlah besar, ibu dan ayah harus membawa si Kecil ke dokter tumbuh kembang untuk pemeriksaan tambahan. Ini karena kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah bagi anak di kemudian hari.
Dokter memeriksa kemajuan perkembangan anak melalui kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP), yang dilakukan secara teratur tiap tiga bulan selama dua tahun pertama kehidupannya dan dilanjutkan setiap enam bulan dari usia dua tahun hingga enam tahun.
Apa Penyebab Global Developmental Delay?
Dalam beberapa kasus, keterlambatan perkembangan dapat disebabkan oleh faktor genetik, yaitu perubahan atau kelainan dalam materi genetik anak yang mempengaruhi kemajuannya dalam perkembangan. Sebagai contoh, kelainan genetik atau kelainan pada kromosom tertentu dapat menyebabkan sindrom Down.
Kondisi keterlambatan perkembangan pada anak dapat disebabkan oleh faktor lingkungan selain faktor genetik. Paparan terhadap bahan kimia beracun atau infeksi, misalnya, dapat memengaruhi perkembangan janin dan kemajuan perkembangan.
Setelah kelahiran, kekurangan stimulasi juga dapat menjadi penyebab keterlambatan perkembangan anak.
Selain itu, terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan tersebut, termasuk:
-
- Kelahiran prematur.
- Kondisi kesehatan seperti infeksi telinga dan masalah penglihatan.
- Tidak cukup oksigen saat lahir.
- Berat badan lahir rendah.
Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan pada Anak
Tanda keterlambatan perkembangan dapat berbeda pada setiap anak, tergantung pada komponen perkembangan apa yang terpengaruh. Penting untuk melakukan skrining perkembangan atau pemeriksaan deteksi dini untuk mengetahui apakah anak mengalami keterlambatan perkembangan umum.
Di bawah ini beberapa tanda-tanda keterlambatan perkembangan umum yang mungkin muncul pada anak.
- Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik
Kemampuan motorik terdiri dari dua kategori: kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik kasar mencakup gerakan besar seperti melompat, naik tangga, atau melempar bola, sedangkan kemampuan motorik halus mencakup gerakan kecil seperti menggenggam mainan atau menggunakan krayon.
Tanda-tanda keterlambatan perkembangan motorik pada anak antara lain sebagai berikut.
-
- Sulit untuk menggerakkan tangan dan kaki.
- Tidak mampu duduk tanpa bantuan pada usia 9 bulan.
- Tidak mampu menahan beban pada kaki pada usia 1 tahun.
- Dominan menggunakan tangan tertentu sebelum menginjak usia 1 tahun.
- Pada usia 14 bulan, masih memasukkan benda ke dalam mulut.
- Tidak bisa menyeimbangkan anggota tubuh kanan dan kiri.
- Tidak mampu merangkak pada usia 1 tahun.
- Tidak mampu berdiri saat ditopang pada usia 1 tahun. 10. Tidak
- Tanda Keterlambatan Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif mencakup kemampuan anak untuk mengingat, pembelajaran, eksplorasi, berpikir, dan menyelesaikan masalah.
Berikut adalah tanda-tanda keterlambatan perkembangan kognitif pada anak:
-
- Pada usia empat bulan, sulit mengikuti gerak benda menggunakan mata.
- Pada usia enam bulan, sulit mencari atau menanggapi suara.
- Pada usia dua tahun, sulit mengikuti instruksi sederhana.
- Pada usia dua tahun, sulit mengingat sesuatu.
- Pada usia dua tahun, sulit mengingat sesuatu.
- Pada usia dua tahun, sulit menghubungkan sebab dan akibat.
- Tanda Keterlambatan Perkembangan Sosial dan Emosional
Perkembangan sosial dan emosional anak termasuk proses di mana mereka belajar memahami, menunjukkan, dan mengendalikan perasaan mereka.
Di bawah ini adalah tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan umum dan berisiko mengalami gangguan sosial dan emosional:
-
- Pada usia tiga bulan, dia tidak tersenyum atau senang pada orang lain.
- Pada usia tujuh bulan, dia tidak tertawa atau menjerit.
- Pada usia enam bulan, dia tidak tertarik bermain cilukba.
- Pada usia satu tahun, dia tidak menjawab panggilannya atau berinteraksi dengan orang lain.
Cara Mengatasi Keterlambatan Perkembangan Anak
Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan umum kerap kesulitan dalam mengembangkan keterampilan baru sejak usia dini. Ia mungkin menghadapi keterbatasan dalam proses belajar, sehingga butuh waktu lebih lama untuk menguasai keterampilan ini jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya.
Karena itulah, anak dengan keterlambatan perkembangan memerlukan stimulasi yang lebih intensif. Tujuannya adalah membantu anak dalam mengembangkan keterampilan baru dan mengatasi keterlambatan yang mungkin dialaminya.
Sejak usia dini, anak-anak dengan keterlambatan perkembangan umum sering menghadapi kesulitan dalam mengembangkan keterampilan baru. Ia mungkin mengalami kesulitan saat belajar, sehingga butuh waktu lebih lama daripada teman-teman seusianya untuk menguasai kemampuan ini.
Akibatnya, anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan membutuhkan stimulasi yang lebih intensif. Tujuannya adalah membantu anak memperoleh keterampilan baru dan mengatasi keterlambatan.
Di bawah ini beberapa cara yang dapat Ibu lakukan untuk mengatasi keterlambatan perkembangan pada anak:
-
-
Membaca Buku Bersama Anak
-
Melakukan kegiatan membaca buku bersama anak memiliki dampak positif pada proses keterampilan bahasa dan bicaranya. Semakin banyak kata yang anak dengar selama proses membaca, semakin besar peluang mereka untuk memperkaya dan mengembangkan kosakata mereka.
-
- Batasi Penggunaan Gadget
Apakah Anda tahu? Berinteraksi langsung dengan orang lain, bukan menonton televisi atau menggunakan perangkat elektronik, adalah cara terbaik untuk belajar. Oleh karena itu, disarankan agar anak-anak tidak terlalu sering menggunakan gadget tersebut. Sering berinteraksi dan berbicara secara langsung dengan si Kecil.
IDAI menyarankan agar anak di atas usia dua tahun tidak menggunakan perangkat elektronik selama lebih dari dua jam setiap hari. Sebaliknya, anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menggunakannya sama sekali.
-
-
Bermain Bersama Anak
-
Bermain sangat penting untuk membantu anak belajar berbagai keterampilan. Anak-anak dapat memperbaiki keterampilan motorik halusnya dengan bermain dengan playdough atau plastisin. Bermain di taman atau ruang terbuka juga dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan fisik dan memberi mereka kesempatan untuk berlatih keterampilan sosial dan emosional mereka dengan berinteraksi dengan teman sebaya dan orang-orang di lingkungan mereka.
-
-
Berkonsultasi dengan Dokter Anak
-
Konsultasi rutin dengan dokter anak sangat penting untuk melacak perkembangan anak. Kunjungan rutin ini memungkinkan ibu untuk lebih memahami perkembangan si Kecil dan memberikan saran tentang cara mendukung perkembangan optimal anak sesuai dengan tahap usianya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Ibu melihat tanda-tanda keterlambatan perkembangan umum pada si Kecil.
Jika anak berusia 15 bulan tampak pendiam, tidak menunjukkan gerakan atau isyarat, atau tidak tertarik untuk berkomunikasi dengan ibu atau teman sebayanya, ini dapat menjadi indikasi keterlambatan perkembangan umum dan perlu diperiksa oleh dokter.
Perlu diingat bahwa stimulasi dan terapi dini dapat digunakan untuk mengobati keterlambatan perkembangan, jadi temui dokter segera. Sebab, jika ditangani dengan cepat, perkembangan anak akan lebih baik.
Kesimpulan
Ketika seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan, mereka tidak mencapai tahapan perkembangan yang sesuai usia mereka dalam satu atau lebih domain, seperti motorik, kognitif, sosial, dan emosional. Keterlambatan dapat disebabkan oleh gen, lingkungan, atau alasan lain, seperti kelahiran prematur dan kekurangan stimulasi. Orang tua harus terus mengamati tanda-tanda keterlambatan perkembangan dan berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan tambahan. Intervensi dini, stimulasi, dan terapi dapat membantu anak mengatasi keterlambatan perkembangan dan mencapai potensi terbaiknya.











