Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-63.png
26/Dec/2022

Dengan bantuan teknologi, misalnya. Kini, Moms bisa menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dengan cepat dan masih memiliki waktu untuk melakukan hal lain.

Kira-kira, apa saja cara menjadi ibu rumah tangga yang baik, terutama di era modern seperti ini? Yuk, kita simak!

Menyiapkan Makanan yang Sehat dan Bergizi

Memasak sepertinya memang menjadi salah satu rutinitas wajib di rumah ya, Moms.
Selain menyajikan masakan lezat yang disukai keluarga, Moms juga harus memastikan makanan tersebut bergizi seimbang sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna.
Jika Moms masih belum mahir, jangan takut untuk mencoba berbagai resep yang ada di buku atau internet.
Mulailah dengan resep makanan yang Moms sukai, agar memasak menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Bertanggung Jawab pada Kondisi Rumah dan Keluarga

Karena itu, menjadi ibu rumah tangga ternyata memerlukan kemampuan khusus lho, Moms!
Jika Moms sudah memiliki time management yang baik sebelum menikah, maka menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang sulit.
Karena akan ada banyak rutinitas Moms untuk rumah dan keluarga yang harus disesuaikan waktunya. Salah perhitungan, bisa jadi satu rumah kebingungan!
Hampir keseluruhan aktivitas di rumah, waktunya dikendalikan oleh ibu rumah tangga.
Moms bisa membuat perencanaan time management dengan sistem yang sudah Moms sesuaikan dengan berbagai keperluan keluarga, seperti:

  • Kapan suami berangkat bekerja?
  • Jam berapa mulai membangunkan anak untuk sarapan dan sekolah?
  • Jam berapa keluarga mulai berkumpul untuk makan malam bersama?
Menghabiskan Waktu dengan Suami

Suami yang sudah lelah bekerja dan istri yang lelah mengurus rumah, biasanya membuat hubungan suami istri menjadi kurang mesra.
Ketika bertemu pada sore atau malam hari, tidak ada komunikasi yang terjalin dan bisa jadi menyulut konflik yang sebenarnya tidak diperlukan.
Dibadingkan bicara dengan satu sama lain, Moms dan suami pasti akan sibuk dengan gadget masing-masing.
Nah Moms, sebagai ibu rumah tangga, usahakan untuk tetap memiliki waktu luang bersama suami, begitu pula sebaliknya.
Maka usahakan untuk menyingkirkan gadget dan mulai awali obrolan.

Meluangkan Waktu untuk Anak

Tidak peduli era dahulu atau modern, kewajiban satu ini sudah pasti ada di top list seorang ibu.

Aktivitas mengurus anak berarti memastikan semua keperluan dan kebutuhannya terpenuhi, antara lain:

  • Makanan bergizi secara tepat waktu
  • Mandi
  • Menyikat gigi
  • Menyisir dan mengikat rambut
  • Mengatur mereka berpakaian
  • Memastikan Si Kecil memiliki aktivitas terstruktur sepanjang hari

Ketika anak-anak di usia sekolah, seorang ibu rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk:

  • Membuat makan siang
  • Memastikan bahwa mereka siap untuk sekolah
  • Mengikuti ekstrakurikuler
  • Mengantar serta menjemput mereka dari sekolah atau kegiatan lainnya

Moms, salah satu tantangan untuk menahan diri dari boros di era modern ini sudah pasti adalah belanja online.

Hanya dengan menggunakan ponsel, barang yang diinginkan akan tiba di rumah. Sangat mudah dan cepat.

Dibandingkan menghabiskan uang untuk belanja online, Moms bisa memanfaatkan situs tersebut untuk menambah penghasilan, lho!

Tidak perlu bekerja di kantoran dan hanya cukup di rumah saja. Moms bisa berjualan kue, masakan rumahan, kerajinan tangan, bahkan sebagai dropshipper.


Desain-tanpa-judul-61.png
24/Dec/2022

Dengarkan, tetapi tidak dimasukkan ke dalam hati
Kapan pun dan di mana pun, Bunda pasti akan mendengar orang lain berkomentar tentang apa yang kurang atau salah mengenai cara Bunda membesarkan anak. Komentar-komentar tersebut bisa menyakitkan dan membuat Bunda meragukan kemampuan diri sendiri dalam mengasuh anak.

  • Tidak semua saran orang harus dilakukan
    Melengkapi diri dengan berbagai informasi memang penting. Namun, kalau terlalu banyak mendengar dan menyerap pendapat orang, hal tersebut justru bisa membuat Bunda jadi tidak percaya pada pilihan dan keputusan sendiri, lho.
  • Fleksibel dengan aturan
    Fleksibel dengan aturan ternyata dapat membawa kesenangan bagi orang tua dan anak. Bunda dapat memberi perlakuan khusus agar Si Kecil merasa nyaman di waktu tertentu. Misalnya, Si Kecil boleh tidur di atas jam 9 malam di akhir pekan atau mendapat ekstra waktu main game jika sudah membantu menyapu rumah.
  • Ibu sibuk, anak mandiri
    Bagi ibu pekerja, meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh atau anggota keluarga lain, tentu bisa membuat Bunda jadi merasa bersalah. Sebenarnya, hal ini adalah normal dan jangan terlalu merasa bersalah, ya. Bagaimana pun, keputusan untuk bekerja juga bertujuan memberikan yang terbaik bagi buah hati.
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri
    Bunda tidak perlu takut atau sungkan untuk meminta bantuan pengasuh anak, kerabat, pasangan, atau teman untuk menjaga Si Kecil saat Bunda perlu pergi keluar. Percaya deh, menghabiskan waktu sejenak untuk diri sendiri dapat membuat Bunda merasa segar, sehat, dan lebih siap untuk kembali merawat Si Kecil.
  • Tata ulang prioritas
    Menata kembali daftar prioritas juga bisa membuat Bunda bahagia. Misalnya, daripada menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyetrika pakaian, bagaimana jika sesekali menyerahkannya pada jasa laundry, sehingga Bunda bisa pergi nonton film anak bersama Si Kecil?

Nah, itulah beragam tips yang bisa Bunda lakukan agar jadi sosok yang lebih bahagia. Selain cara di atas, mulai sekarang Bunda bisa membiasakan untuk mengatakan hal-hal yang positif pada diri sendiri, bukannya terus mengkritik dan menyalahkan diri, ya. Ingat, jika Bunda bahagia, Si Kecil dan keluarga juga akan bahagia.


Desain-tanpa-judul-59.png
23/Dec/2022

Tak ada satupun nutrisi yang lebih baik daripada Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi. ASI kaya berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan bayi. Sebut saja protein, lemak, karbohidrat, dan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya. Ringkasnya, ASI mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya.

Nah, masalahnya ada berbagai kendala untuk memberikan ASI pada buah hati. Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu menyusui yang juga sibuk bekerja. Hal yang perlu ibu menyusui pahami, ASI bukan cuma menyoal kuantitas saja, tapi ibu juga harus memperhatikan kualitasnya. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kesehatan dan asupan gizi ibu.

Memilih Makanan yang Bergizi Seimbang
Mau tahu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan ibu menyusui dan bekerja? Mudah saja, bijaklah dalam memilih makanan. Ringkasnya, ibu tak boleh asal-asalan dalam mengasup makanan, makanan yang dikonsumsi mesti bergizi seimbang.
Di samping itu, ibu menyusui juga membutuhkan sumber zat besi dan kalsium di samping cairan yang cukup. Kesimpulannya, ada dua faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui, yaitu jumlah makanan dan jenis makanan.

  • Penuhi Cairan Tubuh
    Pekerjaan yang menumpuk terkadang membuat ibu lupa akan pentingnya kebutuhan cairan tubuh. Padahal, ibu menyusui harus memenuhi asupan cairan tubuhnya agar senantiasa sehat dan ASI tetap berkualitas.
  • Rutin Berolahraga
    Asupan makanan bergizi tak akan cukup dijadikan cara untuk menjaga kesehatan ibu menyusui yang juga sibuk bekerja. Makanan bergizi seimbang harus divariasikan dengan gerak atau olah tubuh. Sayangnya, banyak ibu yang baru melahirkan takut melakukan olahraga.
  • Cukupi Waktu Istirahat
    Merawat Si Kecil sambil bekerja tentunya akan menguras tenaga ibu sehingga bisa membuat ibu kelelahan. Oleh sebab itu, cobalah di tengah kesibukan untuk tetap mencukupi waktu istirahat.
  • Hindari Kafein, Rokok, dan Alkohol
    Cara menjaga kesehatan ibu menyusui dan bekerja juga bisa dengan menghindari asupan kafein, rokok, dan alkohol. Menurut NIH, sebenarnya asupan kafein dalam jumlah sedikit (satu cangkir/240 mililiter per hari) tak akan membahayakan ibu dan bayi. Namun, cobalah kurangi asupan kafein selama menyusui.
  • Jangan Menumpuk Pekerjaan
    Pekerjaan yang menumpuk bisa membuat fisik dan psikis ibu menjadi terkuras. Oleh sebab itu, berusaha agar tidak menumpuk pekerjaan sehingga ibu tidak stres. Cobalah diskusikan masalah yang dialami dengan ibu bekerja lainnya, atau dengan atasan agar dapat mencari jalan keluar.

Nah, bagaimana tertarik untuk mencoba cara-cara di atas? Ingat, bekerja bukanlah hambatan dalam memberikan ASI eksklusif. Menyusui dapat menyehatkan ibu dan bayi, serta membantu membentuk ikatan tali kasih yang kuat.


Desain-tanpa-judul-57.png
22/Dec/2022

Anggapan bahwa anak perempuan cenderung lebih dekat dengan ibunya bukanlah mitos belaka. Terdapat sebuah penelitian yang bisa memperkuat klaim tersebut.
Orangtua memiliki pengaruh genetik dan lingkungan yang besar terhadap kognisi, perilaku, maupun otak anak.
Asosiasi antara ibu dan anak perempuan ini lebih besar jika dibandingkan dengan asosiasi yang dimiliki ibu dan anak laki-laki, ayah dan anak perempuan, serta ayah dan anak laki-laki.Dengan kata lain, hubungan ibu dengan anak perempuan lebih terikat secara emosional dan memahami satu sama lain.
Selain itu, anak perempuan umumnya menjadikan ibunya sebagai panutan. Mereka dapat melihat dan meniru apa yang ibunya lakukan.
Walaupun begitu, tak dapat dipungkiri jika mungkin timbul konflik-konflik di antara keduanya seiring berjalannya waktu. Supaya dapat diantisipasi, kenali lebih jauh seputar kemungkinan penyebab rusaknya hubungan anak dengan ibu.

Penyebab rusaknya ikatan ibu dan anak perempuan
Ikatan ibu dan anak perempuan memberi dampak yang besar pada kehidupannya. Jika ikatan tersebut dipenuhi perhatian, kasih sayang, cinta, dan batasan yang sesuai

Namun, ikatan ibu dan anak perempuan bisa rusak karena beberapa faktor, seperti:

  • Mengendalikan anak secara berlebihan
  • Tidak ada saat anak membutuhkan
  • Selalu mengkritik apa yang dilakukan anak
  • Melakukan kekerasan pada anak
  • Bermusuhan dengan anak
  • idak merasa dekat dengan anak.

Cara membangun ikatan ibu dan anak perempuan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikatan batin ibu dan bayi sudah terjalin bahkan sejak masih di dalam kandungan.

  • Menjalin komunikasi yang terbuka
    Anak sering kali merasa takut ketika ingin menyampaikan hal yang tak disukai dari ibunya. Jika hanya dipendam, masalah ini bisa menimbulkan konflik berkepanjangan.
    Biarkan anak mengatakan apa yang mereka tidak suka dari Anda. Misalnya, anak mengatakan bahwa mereka tidak menyukai sifat protektif Anda. Beri penjelasan kepadanya mengapa Anda melakukan hal tersebut dan cobalah introspeksi diri.
  • Mendengarkan ketika anak berbicara

Alih-alih selalu merasa benar, cobalah dengarkan baik-baik ketika anak berbicara.
Mereka mungkin akan mengungkapan apa yang dirasakan atau dipikirkannya. Ibu pun dapat mengajukan pertanyaan pada anak untuk menghindari kesalahpahaman.
Hal ini dapat membuat anak merasa didengar dan dihargai sehingga ikatan antara ibu dan anak perempuan dapat semakin kuat.

  • Ada ketika anak membutuhkan

Berbicara dengan nada lembut
Menghadapi remaja perempuan dinilai sangat rentan bersinggungan dengan konflik.
Sebagai ibu, jangan merespons konflik dan percakapan yang memanas dengan nada bicara keras. Gunakan nada bicara lembut untuk menghindari konflik.
Penelitian pun mendukung hal ini dengan menyatakan bahwa berteriak sama berbahayanya dengan memukul anak.

  • Saling memaafkan

Untuk menjaga ikatan ibu dan anak perempuan, penting untuk saling memaafkan saat mengalami konflik. Sebagai seorang ibu, Anda sebaiknya tidak berperilaku egois ketika berkonflik dengan anak.
Setelah saling memaafkan, Anda dapat menasehati anak jika mereka membuat kesalahan agar tidak diulangi lagi.
Selain itu, biarkan anak memberikan saran atau teguran jika memang Anda membuat kesalahan kepadanya.

  • Ada ketika anak membutuhkan

Ketika anak membutuhkan Anda, pastikan Anda ada untuknya. Misalnya, jika mereka ada masalah dengan temannya, cobalah dengarkan curhatannya dan berikan solusi yang tepat.

  • Menghabiskan waktu bersama sambil bersenang-senang

Baik anak maupun orangtua, tentunya memiliki kesibukan masing-masing. Namun, jangan biarkan kesibukan ini merusak hubungan orangtua dan anak perempuannya.
Cobalah untuk menjadwalkan 1-2 hari di mana Anda dan anak memiliki waktu bebas untuk jalan-jalan.
Ajak anak perempuan Anda untuk ke salon atau spa bersama. Hal ini dipercaya dapat membuat hubungan anak dan ibu menjadi lebih erat.

  • Bersikap hormat terhadap anak

Ibu dan anak harus saling menghormati. Meski usia anak jauh di bawah Anda, tetap disarankan untuk menghargai dan bersikap hormat terhadapnya.
Jangan berteriak atau menggunakan kekerasan saat berusaha untuk mendisiplinkan anak. Hal tersebut bisa membuatnya merasa semakin jauh dari Anda dan memberontak.

Walaupun ikatan ibu dan anak perempuan begitu kuat, batasan tertentu antara orangtua dan anak tetap harus ada. Hal ini dapat membantu memelihara hubungan yang saling menghormati sehingga anak tidak bersikap kurang ajar.


Desain-tanpa-judul-42.png
21/Dec/2022

Ketika anak-anak merasa jenuh, mereka cenderung akan kehilangan kosentrasinya saat belajar dan bahkan dapat membuat mereka kehilangan semangat untuk belajar.

Pada saat anak-anak sedang menghadapi siatuasi tersebut, Moms dapat dapat membantu anak tetap konsentrasi ketika belajar. Melansir komodomath.com berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua.

Istirahat
Tidur yang cukup dapat memudahkan anak berkonsentrasi. Anak-anak bisa tidur 10-12 jam untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Menetapkan rutinitas waktu tidur membantu anak lebih konsentrasi saat belajar di pagi hari.

Membuat jadwal
Moms bisa membantu anak membuatkan jadwal pribadinya. Mulai dari jadwalnya bangun tidur, sekolah, mengerjakan PR,bermain, hingga kembali tidur. Setelah jadwal sudah tersusun dengan baik, Moms dapat mengajari sang anak untuk dapat memprioritaskan hal-hal yang terpenting dahulu untuk dilakukan.

Olahraga
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat bermanfaat bagi konsentrasi anak pada saat belajar maupun sekolah. Studi dari Denmark bahkan menyarankan berjalan ke sekolah dapat meningkatkan konsentrasi dan efeknya bertahan sepanjang pagi. Namun pada situasi pandemi yang terjadi saat ini, Moms bisa mengajaknya sang anak untuk melakukan kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah.

Makanan Bergizi Seimbang
Jika Si Kecil kurang asupan nutrisi dapat menyebabkan gangguan konsentrasi. Makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh juga dapat mempengaruhi konsentrasi. Makanya, sebagai salah satu cara melatih fokus anak adalah Mama sebaiknya memilih sumber makanan bergizi seimbang seperti susu, telur, makanan yang mengandung asam lemak Omega-3 seperti ikan salmon dan minyak ikan.

Pahami Metode Belajar Anak
Ada beberapa metode belajar yang biasa dilakukan oleh anak-anak. Beberapa di antaranya adalah metode belajar auditori, sensori, visual, kinestetik. Jadi, sebaiknya Mama pahami terlebih dahulu metode belajar yang disukai anak. Pasalnya, bisa saja anak sulit fokus karena belajar dengan metode yang tidak disukainya

Makanan tinggi protein yang dikonsumsi setiap hari dapat meningkatkan hormon yang menyebabkan anak sulit fokus. Makanan seperti ikan salmon dan tuna memang baik untuk kecerdasan otak anak. Namun, perlu diperhatikan pula jumlah asupan yang masuk dalam tubuh.


Desain-tanpa-judul-40.png
20/Dec/2022

Temperamen anak adalah gaya perilaku yang terjadi pada anak. Gaya perilaku ini akan menentukan reaksi mereka terhadap situasi tertentu serta bagaimana anak mengekspresikan dan mengatur emosi mereka. Tak hanya itu, temperamen bahkan sudah terbentuk sejak sang anak lahir.

Temperamen easy child

Anak dengan temperamen ini biasanya sangat mudah merasa aman sehingga mereka mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Untuk anak dengan tipe temperamen ini, ada baiknya jika Moms mengenalkan berbagai batasan kepada sang anak atau hal apa saja yang harus sang anak hindari ketika dihadapkan dengan orang asing

Temperamen difficult child

Difficulut Child merupakan tipe temperamen anak yang kerap bereaksi secara negatif terhadap suatu hal. Anak dengan temperamen ini dapat terbilang sangat lambat dalam menerima perubahan. Tak hanya itu, anak yang memiliki temperamen ini tidak dapat mengatur emosinya dengan baik. Sehingga ia cenderung akan meledak-ledak saat suasana hatinya sedang enggak baik.

Temperamen easy child

Anak dengan temperamen ini biasanya sangat mudah merasa aman sehingga mereka mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Untuk anak dengan tipe temperamen ini, ada baiknya jika Moms mengenalkan berbagai batasan kepada sang anak atau hal apa saja yang harus sang anak hindari ketika dihadapkan dengan orang asing

Temperamen slow to warm up

Anak dengan tipe temperamen slow to warm up merupakan anak yang membutuhkan waktu untuk mengenal lingkungannya terlebih dahulu. Saat anak sudah merasa nyaman, ia akan dapat beradaptasi. Bagi para Moms yang memiliki anak dengan temperamen seperti ini, ada baiknya jika Moms memberikan sedikit waktu dan bersabar sampai anak merasa nyaman dan bisa beradaptasi dengan sendirinya.

Temperamen adalah kombinasi keturunan dan lingkungan sehingga bisa berbeda pada tiap individu. Sementara temperamental adalah sifat mudah marah dalam menghadapi berbagai hal. Sifat ini berbahaya bagi kehidupan pribadi, sosial, bahkan kesehatan Anda.

Orang dengan temperamen yang buruk akan lebih dulu ngomel dibanding dengan duduk mendengat. Seseorang seperti ini biasanya kesulitan untuk kompromi dan cenderung impulsive. Kalau kamu termasuk cepat bertindak tanpa berpikir, bisa jadi kamu termasuk memiliki temperamen yang buruk.


Desain-tanpa-judul-38.png
19/Dec/2022

Tak hanya itu, anak juga mulai tak ingin orang tuanya tahu apa yang ia lakukan. Bahkan tak jarang anak mengunci pintu kamarnya karena tak mau ada yang mengganggu. Pada dasarnya perilaku anak yang seperti ini masih terbilang wajar sehingga Moms tak perlu khawatir atau takut akan tindakannya.

Berikan batasan privasi

Memberikan privasi memang penting, tetapi jangan sampai terlalu bebas, ya. Terutama saat anak sering menggunakan internet. Lebih baik jangan berikan anak bermain internet sendirian di dalam kamarnya. Letakkan gadget atau berikan aturan pada anak untuk tak bermain internet di dalam kamar.

Berikan ruang untuknya sendiri

Memasuki usia remaja penting memberikan mereka ruang untuk mereka sendiri. Mereka bisa menjadi lebih bebas berekspresi tanpa dilihat oleh orang lain. Perlu diingat, jika anak menutup pintunya, Moms jangan langsung membuka pintu. Ketuklah terlebih dahulu dan tunggu sejenak sebelum membuka pintu

Sering mengobrol

Jika Moms khawatir dan takut dengan kondisi anak, cobalah tanya padanya secara pelan-pelan. Perlu diingat, jangan menuntut apalagi memaksanya untuk menceritakan segalanya. Moms harus menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi yang terbaik bagi anak. Sering-seringlah berkomunikasi bersama agar anak dapat menjadi lebih terbuka dan dekat dengan orang tua

Hormati keputusan anak

Semakin bertambah umur anak mulai dapat mengutarakan apa yang ia suka dan apa yang enggak mereka sukai. Misalnya saja saat mandi atau ganti baju, anak enggak suka dilihat dalam keadaan telanjang. Untuk itu, Moms harus memberikan mereka privasi dan jangan berpikir bahwa ia masih anak bayi.

Jika Moms khawatir dan takut dengan kondisi anak, cobalah tanya padanya secara pelan-pelan. Perlu diingat, jangan menuntut apalagi memaksanya untuk menceritakan segalanya. Moms harus menjadi pendengar yang baik dan memberikan solusi yang terbaik bagi anak. Sering-seringlah berkomunikasi bersama agar anak dapat menjadi lebih terbuka dan dekat dengan orang tua.
Nah bagi orang tua, periode waktu ini juga bisa menjadi penyesuaian besar. Namun, ibu perlu ingat bahwa saat anak menginginkan lebih banyak privasi tidak selalu berarti anak menyembunyikan sesuatu. Hanya jika ada kerahasiaan yang ekstrem, barulah ibu perlu curiga. Namun, memberikan dan menghargai privasi anak adalah hal yang penting. Dengan begini, Ibu dapat membesarkan remaja yang sehat, dapat dipercaya, dan mandiri.


Desain-tanpa-judul-36.png
17/Dec/2022

 

Percaya atau enggak, rupanya gak semua anak suka dipeluk. Tentu saja, ada banyak alasan mengapa anak enggan dipeluk oleh orang tuanya. Tetapi penting bagi orang tua untuk tak berkecil hati jika anak mereka tak suka dipeluk. Jangan tersinggung ya moms! berikut ini adalah sederet kemungkinan mengapa anak tak suka dipeluk:

Posisi Pelukan yang Salah

Percaya atau enggak, terkadang bayi menjadi rewel karena posisi orang tuanya saat memeluk tak ditempat yang benar. Mereka mungkin tak keberatan dengan pelukan, tetapi mungkin mereka enggak menyukai posisi atau lokasi tempat yang dipeluk.

Beberapa bayi suka digendong sambil berlutut, sementara bayi yang lain lebih suka duduk diam di pelukan orang tua mereka. Beberapa anak bahkan suka dipeluk di kamar tidur, tetapi begitu mereka meninggalkan kamar, inilah waktunya untuk bermain.

Suasana Hati yang Tak Baik

Seperti orang dewasa, anak juga dapat mengalami hari yang buruk. Menurut Thriving Relationships, anak rentan mengalami hari-hari buruk seperti halnya orang dewasa.

Hal ini umum terjadi jika sang ibu tengah mengalami hari yang kurang menyenangkan. Anak-anak sangat pandai menangkap stres dan emosi yang dirasakan ibu. Jika ibu sedang mengalami hari yang buruk, maka anak mungkin juga mengalami hal yang sama

Terlalu Sering Dilakukan

Alasan terakhir yang mungkin menjadi alasan anak enggan dipeluk karena orang tua terlalu sering melakukannya. Menurut Raising Children, anak bisa merasa terbebani jika dipeluk oleh terlalu banyak orang dan dalam waktu yang terlalu lama.

Merasa Sakit

Mengapa anak saat masih bayi kadang-kadang menendang, menjerit dan menangis? Itulah satu-satunya bentuk komunikasi mereka sampai bisa belajar berbicara. Sama seperti bagaimana orang dewasa merengek dan mengeluh ketika mereka tak nyaman atau sakit, seorang bayi melakukan hal yang persis sama dengan caranya sendiri.

Pastikan untuk membaca tanda-tanda bayi rewel dan waspadai pergerakan usus dan suhu tubuhnya. Ini bisa jadi mengapa mereka terlalu sensitif untuk dipeluk.


Desain-tanpa-judul-35.png
16/Dec/2022

Setiap pasangan yang sudah menikah pasti ingin cepat-cepat mendapatkan momongan. Ternyata, memiliki banyak anak berpengaruh pada usia orangtua, lho.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa berkat dukungan dari anak-anak yang orangtua miliki, stres dari orangtua lanjut usia cenderung lebih rendah. Nah, karena alasan itulah orangtua jadi memiliki potensi panjang umur

Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam BMJ, Journal of Epidemiology & Community Health menemukan bahwa memiliki anak berhubungan erat dengan umur panjang orangtua.

bahwa orangtua yang memiliki dua anak biologis mampu hidup lebih lama dibandingkan yang enggak memiliki anak atau hanya satu anak.

Panjang umur enggak hanya dirasakan oleh ibu, tapi ayah juga memiliki hidup yang lebih panjang. Hal tersebut juga dibuktikan dalam penelitian yang sama.

Perempuan yang mengadopsi dua anak memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan ibu kandung.

Ketika membandingkan jumlah anak angkat dan umur panjang, orang tua dengan dua anak selalu berkembang dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki satu atau mereka yang memiliki 4 anak angkat.

Kesimpulan lain yang cukup menarik adalah bahwa mengadopsi anak tampaknya menambah 3 tahun harapan hidup seorang ibu.

Mengadopsi 2 atau 3 anak menambah 5 tahun tambahan dalam hidup mereka.

Hal ini juga dapat dijelaskan dengan dukungan yang diberikan anak-anak kepada orang tua di hari tua.

Jadi, kalau Bunda dan pasangan sudah menikah dan berencana memiliki anak, mungkin memiliki anak lebih dari satu bisa dipertimbangka


Desain-tanpa-judul-33.png
15/Dec/2022

Acapkali menghargai harus dilakukan pada orang yang lebih tua, padahal siapapun berhak untuk dihargai meskipun usianya masih belia.

1. Berikan Apresiasi
TerkKadang seiring berjalannya usia ada saja orang tua yang jadi gengsi untuk mengekspresikan perasaannya. Tunjukkan saja Moms, jangan sungkan.

2. Berempati terhadap Perasaannya
Empati merupakan proses psikis untuk mengenali dan berbagi emosi. Misalnya, tak melarang anak untuk bersedih karena perasaan itu adalah wajar.

3. Berhenti Membandingkannya
Alih-alih ingin memberikannya motivasi, membandingkannya dengan orang lain justru bisa menurunkan kepercayaan diri serta tak menghargai perasaannya.

Jangan meralat kesalahan yang ia lakukan, apresiasi apa yang ia lakukan dan koreksi dengan bijak tanpa menyakiti perasaannya.

4. Dengarkan dan Hormati Pilihannya
Moms, orang tua hanya mengarahkan bukan menuntutnya. Ia berhak untuk memilih dan memutuskan apa yang ia sukai dan ia inginkan.

5. Menjaga Mulut
Melihat si kecil melakukan kesalahan memang kerap memancing emosi sampai ingin memarahinya. Tapi, pada beberapa fase akan sangat wajar ia banyak melakukan kesalahan karena ia baru memulai menjalani kehidupan ini.

Mengndari mengkritik si kecil dan ubahlah kalimat negatif tersebut menjadi kalimat positif dan mengganti ancaman dengan dorongan semangat.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak