Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-10.png
03/Dec/2022

Memiliki bayi yang susah tidur tentu bisa membuat para orang tua kewalahan, terlebih bila hal ini terjadi di malam hari. Begadang semalaman untuk menjaga Si Kecil bisa membuat Bunda dan Ayah jadi mengantuk keesokan harinya.

Kamar yang terlalu dingin dan panas

Sebagian bayi baru lahir sangat peka terhadap suhu. Mereka bisa saja menjadi sulit tidur karena merasa terlalu dingin atau kepanasan. Bila Bunda melengkapi kamar tidur Si Kecil dengan AC, atur suhunya antara 23-26O Celsius. Bila menggunakan kipas angin, pastikan angin tidak mengarahkan langsung ke Si Kecil. Usahakan juga untuk menyediakan ventilasi agar perputaran udara di kamar Si Kecil baik.

Belum bisa membedakan siang dan malam

Bila orang dewasa lebih banyak beristirahat di malam hari, bayi baru lahir mungkin justru kebalikannya. Hal ini karena bayi baru lahir belum bisa membedakan antara siang dan malam, sehingga jam tidurnya juga masih belum teratur.

Mengalami gangguan kesehatan

Bayi baru lahir juga bisa susah tidur karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak sehat. Nah, untuk alasan yang satu ini, Bunda harus waspada. Selain susah tidur, bayi juga biasanya akan lebih rewel dan menunjukkan gejala lain, misalnya demam.

Merasa lapar atau terlalu kenyang

Bayi baru lahir umumnya terbiasa bangun setiap beberapa jam untuk menyusu. Bayi yang diberikan ASI biasanya butuh menyusu setiap 2-3 jam sekali, sedangkan bayi yang diberikan susu formula sekitar 3-4 jam sekali. Agar pertumbuhan Si Kecil optimal, meski di malam hari, Bunda memang harus bangun untuk menyusuinya.

Untuk membuat Si Kecil lebih mudah tidur dan bisa tidur nyenyak sepanjang malam, ciptakanlah suasana dan kondisi kamar yang nyaman. Apabila ia tetap susah tidur, rewel, sering menangis, atau menunjukkan gejala lain, sebaiknya Bunda segera membawanya ke dokter ya.


Desain-tanpa-judul-8.png
02/Dec/2022

Cokelat
Makan cokelat saat hamil dapat menjaga kesehatan pembuluh darah, sehingga membantu menurunkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi dan preeklamsia.

Bumil tidak dianjurkan makan camilan ini terlalu banyak karena di dalamnya terkandung kafein.

Jus jeruk
Jus jeruk yang segar bisa jadi camilan sehat disela-sela waktu istirahat Bumil. Kandungan asam folat dan kalium di dalamnya berperan dalam perkembangan sistem saraf janin serta menjaga fungsi otot dan metabolisme Bumil.

Ubi
Ubi mengandung vitamin B, vitamin C, beta karoten, zat besi, kalium, dan tembaga. Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang janin, termasuk pekembangan mata, tulang, dan kulit. Ubi bisa diolah dengan cara dikukus, dipanggang, atau digoreng.

Yoghurt
Kandungan kalsium pada yoghurt baik untuk kesehatan tulang dan gigi Bumil serta janin. Selain itu, yoghurt juga mengandung prebiotik, yaitu bakteri baik yang berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa prebiotik akan membantu menekan pertumbuhan bakteri jahat penyebab infeksi.

Kacang edamame
Kacang edamame kaya akan asam folat dan mengandung beragam mineral, seperti zat besi, tembaga, zinc, dan magnesium.

Popcorn
Popcorn bisa dijadikan camilan sehat dan lezat karena mengandung serat. Mencukupi kebutuhan serat akan mencegah Bumil dari sembelit.


Desain-tanpa-judul-5.png
01/Dec/2022

Pada trimester pertama kehamilan misalnya, jumlah kalori yang dikonsumsi umumnya tidak perlu ada penambahan. Namun saat memasuki trimester kedua dan ketiga, asupan kalori yang dibutuhkan dapat bertambah mencapai 340-450 kalori per hari.

Ibu hamil perlu untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti:

Bayam
Bayam baik dikonsumsi selama masa kehamilan, khususnya untuk ibu hamil muda, karena mengandung asam folat. Asam folat merupakan nutrisi penting yang diperlukan pada awal kehamilan karena dapat membantu mencegah cacat lahir seperti anensepali dan spina bifida.

Brokoli

Makanan bergizi tinggi pertama yang bisa menjadi pilihan adalah brokoli. Sayuran hijau ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, seperti kalsium, asam folat, lutein, zeaxanthin, dan karatenoid yang baik untuk kesehatan mata.

Alpukat
Saat usia kehamilan memasuki trimester kedua, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat. Alpukat kaya sumber serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin B6, dan tinggi asam lemak baik.

Asam lemak baik pada alpukat bermanfaat dalam membantu perkembangan otak, sistem saraf, jaringan, dan kulit janin.

Mangga
Buah lain yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil adalah mangga. Mangga mengandung kalium, vitamin C, dan vitamin A yang tinggi. Kalium dalam buah mangga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh.

Sementara vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu menunjang perkembangan sistem kekebalan tubuh, penglihatan, dan sistem saraf bayi.

Mangga
Buah lain yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil adalah mangga. Mangga mengandung kalium, vitamin C, dan vitamin A yang tinggi. Kalium dalam buah mangga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh.

Sementara vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu menunjang perkembangan sistem kekebalan tubuh, penglihatan, dan sistem saraf bayi.

Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang polong, dan kacang kedelai adalah jenis kacang-kacangan yang bisa dijadikan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang diperlukan selama kehamilan.

Daging tanpa lemak
Daging sapi, daging ayam, dan daging ikan merupakan kelompok makanan yang kaya kandungan protein. Selain itu, terdapat pula kandungan zat besi sebagai mineral penting yang berguna dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berperan penting untuk mengantarkan oksigen ke semua sel dalam tubuh.

Produk olahan susu
Saat hamil, konsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein dan kalsium diwajibkan guna menunjang tumbuh kembang janin. Susu dan produk olahannya seperti yoghurt dan keju baik untuk dikonsumsi karena mengandung protein dan kalsium yang cukup tinggi.

Buah kering
Buah kering mengandung serat, kalori, dan berbagai vitamin serta mineral yang tinggi. Satu buah kering biasanya mengandung jumlah nutrisi setara dengan buah segar, meski tanpa kandungan air dan bentuk yang lebih kecil.


Desain-tanpa-judul-3.png
30/Nov/2022

1. Cuci tangan terlebih dahulu
Sebelum menyentuh Si Kecil dan mengganti popoknya, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir terlebih dahulu. Jika tidak tersedia air atau sabun, Bunda atau Ayah juga bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau tisu basah.

2. Buka popok bayi yang kotor
Letakkan Si Kecil di atas permukaan yang sudah dilapisi alas bersih, lalu buka perekat popok yang kotor secara perlahan dan usahakan agar perekatnya tidak rusak. Setelah itu, tarik bagian depan popok yang kotor dan turunkan ke bawah.

Jika Si Kecil berjenis kelamin laki-laki, tutup area kemaluannya dengan kain bersih agar saat ia pipis, aliran urinenya tidak mengenai Bunda atau Ayah dan dirinya sendiri.

Selanjutnya, angkat bokong Si Kecil dengan memegang kedua pergelangan kakinya ke atas secara perlahan. Segera ambil bagian depan popok, lipat hingga menutupi bagian yang kotor, dan letakkan ke dalam kantung plastik yang telah disediakan, lalu buang ke dalam tempat sampah.

3. Bersihkan kulit bayi
Bersihkan alat kelamin, anus, dan lipatan paha Si Kecil, serta area kulit di sekitarnya dari sisa kotoran atau urine yang masih menempel dengan tisu basah atau kapas basah hingga bersih.

Bersihkan kotoran dari arah depan ke belakang untuk mengurangi risiko infeksi pada saluran kencingnya, terutama pada bayi perempuan. Setelah itu, biarkan kulit Si Kecil mengering dengan sendirinya atau usap menggunakan lap atau handuk bersih yang kering dan berbahan lembut.

Bunda atau Ayah dapat mengoleskan krim khusus sesuai anjuran dokter pada kulit Si Kecil, jika terdapat ruam popok.

4. Pakaikan popok bersih
Selipkan bagian belakang popok bersih ke bawah bokong Si Kecil dan geser ke arah pinggang. Pastikan posisi perekat berada di sekitar pinggang, kemudian tarik bagian depan popok ke arah perut Si Kecil.

Buka perekat di bagian belakang popok dan tarik ke arah perut untuk direkatkan. Namun, jangan terlalu kencang saat merekatkannya agar Si Kecil tetap merasa nyaman. Jika tali pusar Si Kecil belum puput, usahakan agar popok tidak menutupi area tali pusar.

5. Buang popok dan tisu kotor
Buang popok kotor dan tisu basah atau kapas basah yang kotor ke dalam kantong plastik. Ikat kantong dan buang ke tempat sampah. Jangan lupa untuk kembali mencuci tangan setelah Bunda atau Ayah selesai mengganti popok bayi.

Agar tidak kewalahan, Bunda dapat bergantian dengan Ayah saat mengganti popok Si Kecil. Jika Bunda atau Ayah memiliki pertanyaan seputar Si Kecil, seperti bagaimana BAB bayi yang sehat atau jika Si Kecil tampak mengalami ruam popok, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.


Desain-tanpa-judul-1.png
29/Nov/2022

1. Tidak Boleh Meninggalkan Bayi Di Dalam Ember Mandinya
Hal paling penting dan tak boleh Bunda lupakan ketika memandikan si kecil adalah Bunda tidak boleh meninggalkan si kecil tanpa pengawasan di dalam ember mandinya. Hal tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan pada si bayi.

2. Menyiapkan Semua Peralatan Mandinya
Sebelum mulai memandikan si kecil, sebaiknya Bunda siapkan semua peralatan mandinya, seperti sabun, shampo, handuk kecil, terlebih dahulu. Jika Bunda masih melupakan perlengkapannya di saat memandikan si kecil dan ingin mengambilnya, bawa si kecil bersama Bunda.

3. Selalu Hati-Hati Saat Memandikan Bayi
Selalu hati-hati ketika memandikan si kecil ya Bunda. Gunakan kain untuk menutup keran air yang ada di atas kepala si kecil agar ia tidak terbentur.

4. Menempelkan Alas Anti Selip Di Dasar Ember Mandi Si Kecil
Saat memandikan bayi, sebaiknya Bunda juga menempelkan alas anti selip di dasar ember mandi si kecil, agar embernya tidak licin dan si kecil aman dari bahaya tergelincir.

5. Pastikan Suhu Air Yang Di Gunakan Pas Untuk Memandikan Si Kecil
Pastikan suhu air yang Bunda gunakan untuk memandikan si kecil tidak terlalu panas atau pun tidak terlalu dingin. Air yang hangat, atau pada suhu sekitar 400C bisa memberikan rasa nyaman pada si kecil ketika ia mandi. Setelah mandi pun si kecil tidak akan merasa kedinginan.

6. Jangan Memandikan Si Kecil Jika Ia Baru Selesai Makan
Sebisa mungkin, jangan memandikan si kecil jika ia baru saja selesai makan. Biasanya, bayi baru lahir akan muntah setiap kali selesai makan. Jika Bunda memandikannya selepas makan, bukan tidak mungkin si kecil akan muntah di dalam ember mandinya. Bunda jadi harus memandikannya ulang dengan air hangat yang baru.

7. Memandikan Bayi Baru Lahir Dengan Baby Bather
Cara memandikan bayi baru lahir dengan baby bather merupakan pilihan lain yang bisa Bunda gunakan ketika memandikan si kecil. Baby bather adalah ember mandi alternatif untuk si kecil yang terbuat dari besi yang berlapis kain sebagai alasnya. Menggunakan baby bather jelas akan lebih mudah, karena si kecil akan terbebas dari bahaya tergelincir akibat dasar ember mandi yang licin.

8. Gunakanlah Sabun Khusus Untuk Bayi
Agar kulit si kecil tetap lembut dan wangi, gunakan sabun yang khusus diciptakan untuk kulit bayi yang sensitif ya, Bunda. Apabila si kecil baru saja lahir, Bunda bisa menggunakan Zwitsal Baby Bath Classic.atau Zwitsal Baby Bath 2 in 1. Jika rambut si kecil sudah mulai tumbuh Bunda bisa mulai menggunakan Zwitsal Shampoo Aloe Vera, Kemiri, Seledri agar rambutnya tumbuh sehat dan tebal.

9. Menjemur Si Kecil
Setelah mandi, Bunda bisa mengajak si kecil ke luar. Sinar matahari pagi sangat bagus untuk kulit si kecil, sehingga Bunda bisa menjemur si kecil selama 5 menit.


Desain-tanpa-judul.png
28/Nov/2022

Asma adalah suatu penyakit saluran napas yang bisa menyerang siapapun, termasuk anak-anak. Kondisi ini ditandai oleh tiga hal, yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan.

Gejala asma pada anak
Perbedaan asma yang dialami oleh anak-anak dan dewasa adalah dari konsistensi gejala yang dirasakannya. Biasanya, orang dewasa akan mengalami gejala asma lebih konsisten sehingga terkadang memerlukan pengobatan harian untuk meredakannya.

Sementara itu, gejala asma yang dialami oleh anak cenderung tidak teratur. Namun, baik pada orang dewasa maupun anak, asma dapat memicu sesak.

Penyebab utama asma pada anak biasanya karena faktor genetik yang terjadi ketika dalam keluarga ada beberapa anggota keluarga yang menderita asma. Selain faktor genetik, ada hal-hal lain yang bisa menjadi pemicu asma pada anak, yaitu:

Faktor bawaan lahir
Infeksi saluran napas yang terjadi berulang dan parah, termasuk pilek, pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus.
Anak terkena pemicu alergi tertentu (alergen), seperti tungau, debu, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.
Terkena paparan polusi udara, bahan kimia, udara dingin, bau, atau asap dapat mengganggu saluran udara anak.
Olahraga atau aktivitas fisik yang dijalani anak yang berat.

Asma dapat sembuh jika gejalanya dapat mengendalikan asma agar tidak timbul. Bahkan, penelitian menyebutkan bahwa 80% asma pada anak tidak menimbulkan gejala lagi ketika mereka berlanjut usia remaja. Sayangnya, 20% penyakit asma yang dialami anak, anak berlanjut sampai mereka dewasa.

Asma pada anak lebih sering berbentuk intermiten dan persisten ringan. Untuk mengetahui derajat keparahannya, Sahabat MIKA perlu melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang seperti rontgen dada.

Jika anak berusia 6 tahun atau lebih, dokter juga mungkin menjalani tes paru sederhana yang disebut spirometri. Tes ini bertujuan untuk mengukur jumlah udara di paru-paru anak dan seberapa cepat ia bisa mengeluarkannya.

Ketika sudah dipastikan bahwa anak menderita asma, maka pemberian pengobatan dilanjutkan. Pengobatan asma bertujuan melebarkan saluran napas, mengurangi pembengkakan, dan mengencerkan serta mengeluarkan lendir.

Ada dua jenis obat asma untuk anak, yaitu controller untuk mencegah kambuhnya gejala asma dan reliever untuk meredakan gejala asma dengan cepat ketika kambuh.

Jika anak Anda menunjukan tanda-tanda asma, maka sebaiknya menghindari faktor pemicu atau pencetus asma, seperti:

Tungau debu rumah
Lumut, yang biasanya ada di dapur atau kamar mandi
Binatang peliharaan terutama yang berbulu
Asap, baik itu asap rokok, asap pabrik, asap kendaraan bermotor
Kecoa atau serangga
Bahan kimia semprot
Tepung sari bunga
Infeksi virus
Makanan tertentu: coklat, es, jajanan anak dengan zat pengawet, pewarna
Jaga selalu kondisi anak dari stres dan faktor psikologis lainnya

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat membuat gejala asma semakin buruk. Bahkan, obesitas pada anak bisa memicu masalah kesehatan lainnya yang tentu berbahaya bagi si Kecil.

Untuk itulah, selalu jaga berat badan anak. Pastikan anak hanya mengonsumsi makanan sehat dan menjalani gaya hidup sehat agar berat badan selalu ideal.


Desain-tanpa-judul-13.png
26/Nov/2022

kependekan dari influenza, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan. Penyakit ini berbeda dengan pilek biasa atau common cold (selesma). Flu terjadi karena infeksi virus influenza, sedangkan pilek biasa disebabkan oleh infeksi virus rhinovirus. Bukan sekadar perbedaan penyebab, nyatanya flu lebih berbahaya daripada pilek biasa, termasuk bila terjadi pada anak. Berikut penjelasan lengkap mengenai influenza pada anak serta cara mengatasinya.

Ketika seseorang yang sedang flu mengalami batuk atau bersin, virus influenza terbang ke udara. Orang-orang di dekatnya, termasuk anak-anak, dapat menghirup udara yang sudah tercampur virus ini.

Anak kemudian menempatkan tangan atau jari di hidung, mulut, atau menggosok mata sehingga virus masuk ke tubuhnya. Flu, kependekan dari influenza, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan. Penyakit ini berbeda dengan pilek biasa atau common cold (selesma). Flu terjadi karena infeksi virus influenza, sedangkan pilek biasa disebabkan oleh infeksi virus rhinovirus. Bukan sekadar perbedaan penyebab, nyatanya flu lebih berbahaya daripada pilek biasa, termasuk bila terjadi pada anak. Berikut penjelasan lengkap mengenai influenza pada anak serta cara mengatasinya.

Bagaimana influenza bisa terjadi pada anak?
mencegah flu anak
Flu (influenza) adalah penyakit pernapasan akibat infeksi virus influenza yang dapat menular. Virus ini dapat menyebar dengan cepat karena penularannya dari orang ke orang.

Ketika seseorang yang sedang flu mengalami batuk atau bersin, virus influenza terbang ke udara. Orang-orang di dekatnya, termasuk anak-anak, dapat menghirup udara yang sudah tercampur virus ini.

Selain itu, virus ini dapat menyebar ketika anak menyentuh permukaan yang keras, seperti pegangan pintu, yang sudah terpapar virus.

Anak kemudian menempatkan tangan atau jari di hidung, mulut, atau menggosok mata sehingga virus masuk ke tubuhnya.

Adapun penularan penyakit pernapasan pada anak ini paling sering terjadi pada anak usia prasekolah dan anak usia sekolah, terutama saat musim hujan (dingin) atau epidemi terjadi.

Melansir John Hopkins Medicine, virus bisa ditularkan pada 24 jam sebelum gejala mulai dan berlanjut saat gejala aktif.

Risiko penularan umumnya akan berhenti sekitar tujuh hari setelah penyakit muncul.

Apa saja gejala flu pada anak?
benjolan di leher anak
Meski terjadi pada pernapasan, flu bisa memengaruhi seluruh badan. Berikut adalah beberapa gejala flu yang sering terjadi pada anak.

  • Anak demam mendadak (biasanya di atas 38°C).
  • Menggigil dan tubuh gemetar.
  • Anak sakit kepala atau pusing, nyeri otot, dan lebih lelah dari biasanya.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk pada anak.
  • Pilek dan hidung tersumbat.
  • Pada beberapa kasus, flu juga bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare pada anak. Adapun gejala-gejala ini bisa bertahan selama
  • seminggu atau bahkan lebih lama.

Namun, komplikasi flu bisa terjadi yang bisa menimbulkan gejala parah, bahkan pada kasus yang jarang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat flu, yaitu:

  • infeksi paru-paru atau pneumonia pada anak,
  • dehidrasi,
  • gangguan pada otak,
  • masalah sinus, dan ‘
  • infeksi telinga pada anak.

dapun kondisi medis kronis yang dimaksud, yakni:

 

  • anak yang memiliki penyakit jantung,
  • paru-paru,penyakit ginjal,
  • masalah sistem kekebalan tubuh,
  • diabetes melitus,
  • beberapa penyakit darah,
  • masalah otot, hingga
  • gangguan saraf pada anak.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebaiknya segera bawa anak Anda ke rumah sakit jika memiliki kondisi medis di atas dan mengalami gejala flu yang parah.

Sebagai contoh, gejala yang tidak membaik dalam beberapa minggu, sulit bernapas, nyeri dada, atau kejang pada anak.


Desain-tanpa-judul-7-1.png
25/Nov/2022

Telur setengah matang jadi salah satu makanan favorit banyak orang, meski tak sedikit juga yang menghindarinya. Beberapa orang menyebut makan telur setengah matang memiliki manfaat yang lebih banyak, yakni mengandung vitamin yang lebih utuh.

Ada banyak kandungan gizi telur yang bermanfaat untuk tubuh, mulai dari protein, vitamin, dan mineral. Makan telur setengah matang dinilai lebih sehat dan lebih direkomendasikan karena memiliki banyak manfaat, khususnya menjaga nilai gizinya jadi lebih utuh.

Manfaat makan telur setengah matang berkaitan erat dengan proses pengolahannya. Sebab, proses pengolahan telur yang dimasak suhu tinggi mungkin membuat kandungan gizi telur tidak setinggi saat mentah ataupun setengah matang.

Beberapa nutrisi telur yang berkurang adalah vitamin A, vitamin B5, fosfor, dan kalium.

Semua zat tersebut biasanya terkonsentrasi pada kuning telur. Inilah sebabnya kuning telur setengah matang dianggap lebih bernutrisi ketimbang kuning telur yang direbus hingga matang sempurna. Meski demikian, sebagai makanan tinggi protein, telur setengah matang tidak membawa manfaat lebih untuk kesehatan, khususnya dalam penyerapan protein. Pasalnya, Anda harus memasak telur sampai matang untuk mendapatkan kandungan protein utuh pada telur.

Sebuah penelitian menyebutkan, semakin matang telur yang dikonsumsi, semakin baik juga penyerapan nutrisinya di dalam tubuh.

Risiko bahaya makan telur setengah matang

Meski kandungan nutrisinya dinilai lebih tinggi, risiko bahaya makan telur setengah matang juga perlu dipertimbangkan. Salah satu risiko bahaya kesehatan akibat makan telur setengah matang adalah adanya kontaminasi bakteri Salmonella.

Ibu hamil adalah kelompok orang yang tidak dianjurkan makan makanan mentah, termasuk telur setengah matang. Hal ini karena bakteri Salmonella yang mungkin berada di telur setengah matang berisiko membahayakan janin di dalam kandungan.

Beberapa bahaya konsumsi telur setengah matang yang terkontaminasi bakteri Salmonella, antara lain:

  • Diare
  • Muntah
  • Demam
  • Kram perut

Jika Anda senang mengonsumsi telur yang belum terlalu matang, pastikan memilih telur yang sudah dipasteurisasi. Anda baiknya, bersihkan dulu telur sebab terkadang kotoran yang menempel di cangkang telur juga bisa membawa bakteri Salmonella.


Desain-tanpa-judul-5-2.png
24/Nov/2022

Alergen pada tiap penderita alergi belum tentu sama dan bisa sangat beragam, mulai dari makanan, suhu panas atau dingin, debu, bulu hewan, polusi, obat-obatan, hingga bahan kimia pada sabun atau produk perawatan tubuh lainnya.

Saat seorang yang memiliki alergi terpapar alergen, tubuhnya akan bereaksi dengan menghasilkan respons perlawanan yang kemudian menimbulkan gejala alergi, seperti bersin, batuk, kulit merah dan gatal, diare, atau bengkak di bagian tubuh tertentu.

Sebenarnya, jika salah satu atau bahkan kedua orang tua menderita alergi, bukan berarti anaknya pasti juga akan menderita alergi. Namun, peluangnya memang lebih besar daripada anak yang tidak ada riwayat alergi dalam keluarga. Riwayat alergi keluarga bisa meningkatkan risiko kemungkinan anak mengalami alergi hingga 80%.

Reaksi alergi yang timbul bisa berbeda dari waktu ke waktu. Mama atau Papa mungkin tidak sadar bahwa selama ini menderita alergi dan ternyata berpotensi menularkannya pada Si Kecil.

Misalnya jika selama ini Mama atau Papa sering batuk di malam hari tanpa disertai demam dan dahak tidak berwarna, kemungkinan kondisi ini merupakan gejala alergi.

Beberapa gejala alergi yang dapat muncul ketika Mama atau Papa terpapar alergen meliputi:

  • Mata gatal, kemerahan, berair, atau bengkak.
  • Hidung berair, gatal, bersin-bersin, dan pilek.
  • Bibir dan lidah gatal, kemerahan, dan bengkak.
  • Nyeri di tenggorokan.
  • Sesak napas atau napas pendek.
  • Kulit gatal, merah, serta bentol-bentol.
  • Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, diare, sembelit, dan mual muntah.
  • Sakit kepala.
  • Pada kasus tertentu, reaksi alergi bisa cukup berat hingga menimbulkan kondisi yang disebut syok anafilaktik. Gejalanya berupa sulit
  • bernapas, denyut jantung meningkat, pucat, hingga pingsan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Penyakit alergi belum dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dicegah dengan mengenali dan menghindari zat-zat pemicu alergi.


Desain-tanpa-judul-3-1.png
23/Nov/2022

Bagaimana anak bisa mendapat pelajaran dari bermain? Jawabannya simpel: bermain memungkinkan anak-anak meniru apa yang mereka lihat dan melatih keterampilannya. Selain mengembangkan diri sendiri, bermain juga membantu Si Kecil berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Manfaat Bermain untuk Anak

Bermain membantu anak memiliki perkembangan yang sehat serta kemampuan berpikir kritis. Bermain dapat memperkuat ingatan, membantu anak-anak memahami sebab akibat, serta mengarahkan mereka untuk menjelajahi dunia dan peran mereka di dalamnya.

Bermain juga mendorong imajinasi Si Kecil. Permainan yang kreatif membantu anak-anak membuat konsep, bertukar pikiran dan melatih kemampuan kritis.

Secara fisik, bermain dapat bermanfaat bagi Si Kecil dalam beberapa hal—termasuk perkembangan motorik halus dan kasarnya.

Bermain juga melatih stamina, fleksibilitas dan meningkatkan kesadaran anak terkait tubuhnya. Otot dan tulang Si Kecil menjadi lebbih kuat. Ia pun mendapat banyak manfaat kesehatan, bahkan membantunya hingga dewasa kelak.

Berpengaruh pada hubungan sosial anak

Bermain juga penting bagi perkembangan sosial karena membantu anak belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Melalui permainan, anak-anak mengembangkan pemahaman tentang ekspektasi dan aturan sosial. Bermain juga memberi kesempatan untuk berbagi pemikiran dan gagasan serta berkompromi.

Manfaat bagi perkembangan emosional

Selain ketiga hal di atas, bermain juga membantu anak mengenal dan memproses emosi mereka. “Anak-anak memproses emosi dan konsep baru melalui bermain,” ujar Kim Wheeler Poitevien, terapis anak asal Philadelphia.

Sebagai contoh, ketika anak-anak kalah dalam permainan, mereka memproses rasa sedih, marah, dan duka. Itu menumbuhkan kemampuan anak untuk berdamai dengan perubahan. Bermain juga membantu Si Kecil membangun rasa percaya diri dan mendorong perkembangan identitasnya. Dengan bermain, anak-anak dapat menghadapi tantangan hidup dalam cara yang bisa mereka pahami dan proses.

Sebaiknya, Peran Bunda saat bermain bersama anak adalah menunjukkan minat serta memberikan dorongan dan persetujuan untuknya. Namun, jika Si Kecil melakukan kesalahan saat bermain, penting untuk memberi tahu dan mengajatinya agar tidak melakukan hal yang sama. Selamat bermain bersama Si Kecil ya, Bunda!


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak