Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Untitled-design.png
22/Nov/2022

Hal pertama yang terjadi pada kondisi psikologis anak kurang kasih sayang adalah kemungkinan anak akan kesulitan untuk mengidentifikasikan emosi mereka.

Ini disebabkan oleh kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua, sehingga orang tua tidak pernah mengajari cara menangani perasaan yang dimiliki anak secara sehat. Akibatnya, anak pun tidak dapat mengenali kelemahan dan kelebihan mereka.

Memiliki kekurangan dalam keterampilan

Kurangnya afeksi dan kepekaan emosional orang tua dalam mengasuh anak memungkinkan mereka mengalami kesulitan saat membentuk keterikatan di kemudian hari dalam hidup.

Kurangnya keterlibatan orang tua dalam membimbing anak di rumah akan mempersulit anak untuk mempelajari beberapa perilaku yang didapat di sekolah, sehingga membuat kemungkinan besar bagi mereka untuk memiliki pribadi yang bermasalah di kemudian hari.

Anak kurang kasih sayang cenderung sulit percaya diri

Kurangnya kasih sayang dari orang tua menyebabkan hubungan anak dengan diri sendiri menjadi hubungan yang sulit. Yang paling buruk adalah ketika mereka merasa bahwa diri mereka sendiri adalah musuh terbesar yang mereka miliki.

Kurang percaya diri dapat dirasakan oleh anak karena merasa bahwa hidup ini merupakan pertempuran dengan diri sendiri. Mereka dikelilingi dengan standar yang mereka anggap tinggi yang mereka rasa tidak bisa diraih karena tidak adanya dorongan dari orang tua.

Kepercayaan diri sangat penting dibangun sejak dini, bantuan orang tua juga sangat berpengaruh dalam proses ini. Meski ini adalah perjalanan yang panjang, namun sangat penting untuk menekankan pada anak bahwa mereka memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan.

Anak kurang kasih sayang cenderung mengisolasi diri

Isolasi diri ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dalam membentuk hubungan sosial yang baik. Kerenggangan hubungan dengan orang tua bisa menjadi salah satu alasan mengapa anak cenderung menutup diri.

Maka dari itu, sebagai orang tua sudah sepatutnya memberikan afeksi yang bisa dirasakan secara fisik dan juga mendukung pertumbuhan mental anak.

Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak adalah prioritas. Mereka berhak menerima cinta dan perhatian yang mereka butuhkan dari orang tua. Ada hubungan antara kasih sayang yang diberikan orang tua di masa kecil dan kesehatan mental serta kebahagiaan di masa dewasa.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan penuh cinta untuk anak-anak, sehingga membuat anak-anak merasa mereka ada untuk membimbing dan mendukung anak-anaknya.


Desain-tanpa-judul-1.png
21/Nov/2022

Anak agar gemar membaca patut menjadi perhatian para orang tua. Pasalnya, di zaman teknologi pesat seperti sekarang, anak-anak cenderung tidak lagi tertarik untuk membaca dan lebih menyukai bermain media sosial atau game online.

Padahal, seperti diketahui, membaca memiliki segudang manfaat. Pepatah ‘membaca adalah jendela dunia’ masih sangat relevan. Ya, dengan membaca, wawasan seorang akan bertambah. Cara berpikir seseorang juga akan makin luas.

 

Membaca Bersama sebelum Tidur

Dapatkan waktu berkualitas bersama di pengujung hari. Membaca dengan suara keras membantu anak-anak menghidupkan cerita. Bicarakan tentang apa yang Anda baca bersamanya.

Ajukan pertanyaan seperti, “Menurut kamu apa yang akan terjadi selanjutnya?” Dalam beberapa malam selanjutnya, Anda dapat mengubah kebiasaan dengan bergantian meminta anak Anda untuk membacakan cerita buat Anda.

Beri Contoh

Jika anak-anak melihat Anda membaca, mereka akan cenderung meniru dan mereka akan ikut membaca buku yang mereka sukai.

Miliki Kartu Perpustakaan

Sebagian besar komunitas menawarkan akses perpustakaan gratis. Beberapa perpustakaan memiliki program membaca dengan permainan dan hadiah untuk membuat anak-anak tetap sibuk saat sekolah libur.

Selingi dengan Kegiatan

Anda bisa memberikan waktu untuk anak membaca buku melalui e-book atau membaca cerita secara virtual. Hal ini untuk menghindari kejenuhan membaca buku dengan cara yang sama berulang-ulang.

Baca Apa yang Mereka Baca

Ikuti minat mereka dengan mengikuti apa yang dibaca anak-anak Anda. Hal ini membuatnya lebih menyenangkan dan memberi Anda sesuatu yang menyenangkan untuk dibicarakan bersama.

Ciptakan sudut baca

Area nyaman dan nyaman di rumah Anda dapat diubah menjadi “zona membaca” keluarga. Cukup tambahkan selimut, bantal, kursi yang nyaman, dan jendela atau lampu!

Semua Bacaan adalah Bacaan yang Baik

Biarkan anak-anak tahu bahwa membaca itu bagus, apa pun yang mereka minati. Apa pun bisa: fiksi, biografi, majalah anak-anak, buku komik, atau bahkan membaca buku masak di dapur!

Teman dan keluarga dapat memberikan hadiah buku untuk ulang tahun atau liburan. Saat memberikan hadiah tersebut, mintalah si pemberi untuk menulis pesan di dalam sampul buku. Anak Anda dapat menghargai buku dan pesan dari orang yang dicintai selama bertahun-tahun yang akan datang.


Desain-tanpa-judul-4-2.png
19/Nov/2022

 

Penyebab mata bayi kuning dikarenakan adanya penumpukan bilirubin di dalam darah bayi. Bilirubin adalah zat kuning yang secara alami dihasilkan setelah sel darah merah dihancurkan.

Nah, bayi memiliki bilirubin sejak di dalam kandungan. Bilirubin berfungsi mengatur kadar zat besi beragam jenis protein. Namun, jika kadarnya berlebihan bisa bikin mata bayi menguning.

Minimnya asupan ASI dapat menyebabkan mata bayi menguning. Pasalnya, kekurangan ASI membuat bilirubin sulit dikeluarkan dari tubuh bayi.

Meski begitu, ketika asupan ASI bayi kembali terpenuhi, mata bayi akan kembali normal.

Nah, untuk mengatasi penyebab mata bayi kuning akibat kekurangan ASI, IDAI menganjurkan agar kamu memberikan ASI minimal delapan kali sehari.

Kandungan nutrisi tertentu pada ASI bisa membuat usus bayi menahan bilirubin.

Kondisi ini menyebabkan zat kuning tidak dapat dikeluarkan lewat feses. Akibatnya, mata bayi menguning.

Sistem kekebalan ibu bisa menyerang sel darah merah janin ketika berada di kandungan. Hal ini terjadi ketika bayi dan ibu memiliki golongan darah berbeda.

Kondisi ini menyebabkan sel darah merah bayi pecah sebelum dia dilahirkan. Akibatnya, produksi bilirubin meningkat. Bayi pun bisa mengalami mata kuning sejak usia satu hari setelah dilahirkan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, kamu bisa melakukan transfusi tukar. Cara menurunkan kuning bayi dengan cepat ini dilakukan dengan mengeluarkan darah bayi.

Bayi prematur berisiko lebih besar mengalami pendarahan internal. Soalnya, lonjakan sel darah merah di dalam tubuh bayi menyebabkan penumpukan kadar bilirubin.

Kondisi ini membuat mata bayi menguning.

Mata bayi baru lahir yang berwarna kuning bisa jadi disebabkan oleh kondisi normal. Kondisi ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya ketika bayi memasuki usia dua minggu.

Ketika berusia dua pekan, fungsi hati bayi sudah berkembang lebih optimal dalam menyaring bilirubin.

Meski begitu, menurut dr. Atika, mata kuning pada bayi tetap harus diwaspadai. Terutama, jika warna kuning terlihat begitu pekat di seluruh tubuh dan tidak berkurang walaupun bayi telah berusia lebih dari dua minggu.


Desain-tanpa-judul-2-2.png
18/Nov/2022

Penyakit ini menyebar melalui udara dengan tetesan hasil pernafasan yang dihasilkan dari batuk atau bersin.
Gejala campak tidak muncul hingga 10 sampai 14 hari setelah paparan. Gejala tersebut termasuk batuk, pilek, mata meradang, sakit tenggorokan, demam, dan ruam kulit berbercak kemerahan.
Tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan infeksi campak yang sudah terjadi, tetapi penurun demam atau vitamin A yang dijual bebas dapat meringankan gejala.

Campak dapat menjadi masalah serius untuk semua kelompok umur. Akan tetapi anak berusia di bawah 5 tahun dan dewasa lebih dari 20 tahun lebih sering mengalami komplikasi. Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, serta diare (1 dari 10 anak). Beberapa dapat mengalami komplikasi berat berupa pneumonia (1 dari 20 anak) yang merupakan penyebab kematian tersering pada campak, dan ensefalitis (1 dari 1000 anak) yang dapat berakhir dengan kematian. Setiap 1000 anak yang menderita campak, 1 atau 2 di antaranya meninggal dunia.

Gejala campak :

1. Gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.

2. Tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik’s spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.

3. Demam dengan suhu badan biasanya >380C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10

12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair

Keberhasilan Imunisasi Campak

Sebelum vaksin campak dikenalkan pada tahun 1963 dan digunakan secara luas, infeksi virus campak hampir universal selama masa kanak-kanak, dan hampir 90% kebal saat berusia 15 tahun. Campak masih merupakan penyakit fatal di negara berkembang. Walaupun vaksin yang aman dan cost-effective telah tersedia, terdapat 110.000 kematian global akibat campak pada tahun 2017, sebagian besar mengenai anak berusia di bawah 5 tahun. Vaksinasi berhasil menurunkan 80% kematian akibat campak di seluruh dunia antara tahun 2000 sampai 2017.

Mengapa Kasus Campak Mengalami Peningkatan?

Sebelum dilaksanakan program imunisasi campak, epidemi terjadi setiap beberapa tahun, namun dengan suksesnya pemberian vaksinasi campak, kasus menjadi sangat jarang ditemui di banyak tempat. Vaksin campak digunakan hampir di seluruh negara di dunia pada 1980-an, dan berdampak kasus menurun secara signifikan, sehingga beberapa negara menyatakan bahwa vaksin itu telah dieliminasi.

Apa yang Terjadi dengan Kekebalan terhadap Campak?

Adanya kesenjangan kekebalan terbukti pada anak dan dewasa muda di Meksiko, Prancis dan Madagaskar yang hampir tidak memiliki titer kekebalan terhadap campak. Ketidakberhasilan mencapai cakupan 95%, juta menyebabkan makin banyaknya individu yang tidak kebal.


Desain-tanpa-judul.png
17/Nov/2022

ASI adalah Air Susu Ibu yang merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang belum bisa mengonsumsi makanan padat. Pemberian ASI untuk bayi disarankan hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Setelah menginjak usia 6 bulan, biasanya bayi diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Meski demikian, pemberian ASI disarankan terus berlanjut hingga usia 2 tahun

Manfaat ASI

Asupan yang paling baik untuk diberikan kepada si kecil adalah ASI. Selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, ibu tidak perlu memberikan tambahan asupan apa pun lagi, karena air susu ibu sudah memenuhi nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Contohnya seperti vitamin, protein, dan lemak

Sebagai Antibodi Bayi

Air susu ibu mengandung zat antibodi yang membuat sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat dan bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Bayi akan terhindar dari risiko terserang diare, sembelit, infeksi telinga, dan infeksi saluran pernapasan.

Penting untuk Tulang

ASI sangat penting untuk diberikan kepada si kecil selama tiga bulan hingga lebih, karena dapat menguatkan tulang leher dan tulang belakangnya.

Berat Badan Bayi Tetap Seimbang

ASI tidak akan membuat bayi terlalu gemuk, melainkan dapat menjaga berat badannya tetap seimbang. Para ahli mengungkapkan bahwa kandungan insulin yang terdapat pada ASI lebih sedikit daripada yang ditemukan pada susu formula. Insulin adalah kandungan yang dapat memicu pembentukan lemak.

Mencerdaskan Bayi

Ibu tentu ingin bayinya tumbuh menjadi anak yang cerdas. Memberikan ASI eksklusif adalah kuncinya. Para ahli berpendapat bahwa kandungan asam lemak pada air susu ibu dapat mencerdaskan otak bayi.

Manfaat Memberikan ASI untuk Ibu

Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan bayi, memberikan ASI eksklusif juga dapat mendatangkan sejumlah keuntungan untuk ibu,

Membantu Ibu Menurunkan Berat Badan

Tidak hanya olahraga saja lho, yang bisa membakar kalori, menyusui juga bisa. Dengan menyusui, kalori yang dikeluarkan dapat mencapai 500 kalori per harinya.

Menyusui Bisa Menjadi KB Alami

Memberikan ASI eksklusif dapat menghambat ovulasi, sehingga mencegah kehamilan. Metode KB alami dengan cara menyusui dapat berhasil jika ibu siap menyusui kapan pun bayi membutuhkan.

Membangun Keintiman dengan Si Kecil

Waktu menyusui adalah saat dimana ibu dapat membangun jalinan emosi yang intim dengan bayi. Si kecil dapat merasakan kehangatan dan aroma tubuh ibu, dan ibu pun bersentuhan kulit dan memandangi si kecil.

ASI berubah menjadi ASI matang pada saat bayi berusia sekitar dua minggu. Dibandingkan dengan kolostrum, ASI matang lebih rendah protein tapi lebih tinggi lemak dan karbohidratnya. ASI matang mengandung sekitar 90 persen air untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi.


Desain-tanpa-judul-6.png
16/Nov/2022

Memenuhi Fasilitas Penunjang

Cara agar anak betah di rumah di masa pandemi selanjutnya yang dapat diterapkan yaitu dengan memenuhi fasilitas penting yang dapat menunjang minat serta bakatnya. Tak perlu fasilitas megah dan mewah, tetapi setidaknya sediakan apa yang disukai anak. Misalnya buku cerita, mainan sensori, alat musik, dan alat olahraga. Apa pun itu, berikan fasilitas penunjang secara bijak sesuai kemampuan.

Berikan Anak Kasih Sayang dan Perhatian yang Tulus

Sebagai orang tua sudah seharusnya jika Anda memperhatikan anak dengan kasih sayang yang tulus. Tunjukkan perhatian kepada anak dengan beberapa cara yang lembut. Misalnya saja dengan cara merangkul, memegang tangan, memeluk, dan cara lainnya yang mewakilkan perasaan Anda sebagai orang bahwa sangat menyayangi mereka.

Cara orang tua mengekspresikan cinta akan membantu anak merasa nyaman dan terbuka pada saat sedang ada masalah atau sakit. Penting menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak ketika mereka sedang terluka atau butuh bantuan. Dengan begitu, Anda akan meyakinkan anak bahwa sebagai orang tua tidak akan berhenti menyayangi mereka apapun kondisinya.

Melakukan Kegiatan Bersama

Tak kalah pentingnya menjadi orang tua, Anda juga perlu melakukan berbagai kegiatan bersama dengan anak. Pasalnya, Anda akan merasakan nyaman dan senang jika orang tua turut melibatkan dirinya saat melakukan aktivitas bersama ketika berada di rumah. Di waktu inilah, Anda bisa mengajak anak lebih nyaman jika berada di rumah. Tak harus melakukan aktivitas yang sulit, ada banyak kegiatan yang bisa Anda pilih untuk melakukan berbagai kegiatan sederhana tersebut. Misalnya saja berolahraga bersama, bernyanyi, sampai dengan membersihkan rumah bersamaan. Dengan begitu, tercipta kedekatan antara anak dan orang tua yang membuat nyaman.

Berikan Lingkungan yang Positif

Lingkungan yang positif akan mempengaruhi sikap anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Sebagai orang tua, Anda perlu menciptakan lingkungan yang positif dengan cara mengontrol gaya berbicara. Suara yang Anda gunakan di depan anak anak akan selalu diingat olehnya. Sebab, apa yang Anda ucapkan akan mempengaruhi rasa percaya terhadap orang tua. Sebaiknya, Anda selalu menggunakan suara yang penuh dengan keyakinan, kesabaran, cinta dan dukungan.

Berikan Ruang Privasi untuk Anak

Sebagai orang tua, tentu membutuhkan usaha lebih untuk membuat anak betah di dalam rumah. Sebab, rumah menjadi awal mula anak belajar menjalin hubungan sosial yang baik Untuk itu, Anda perlu menciptakan lingkungan positif, berikan kasih sayang yang cukup, dan melakukan kegiatan bersama. Jangan lupa juga memberinya ruang privasi agar lebih nyaman jika di rumah.

Sama halnya orang dewasa, anak anak juga membutuhkan waktu sendiri atau me time. Hal ini penting diperhatikan, terutama jika anak sudah memasuki usia remaja. Tidak ada salahnya jika Anda memberikan waktu untuk anak agar menghabiskan waktu sendiri di ruangannya. Dengan menerapkan cara agar anak betah di rumah ini, maka Anda bisa mengawasi anak dengan baik.


Desain-tanpa-judul-4-1.png
15/Nov/2022

Pendidikan anak memang sangat penting. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran yang diajarkan, namun yang terpenting yaitu cara belajar yang terstruktur dan baik.

Sistem pendidikan tentunya berdampak pada kesiapan anak didiknya untuk menghadapi tantangan di masa depan nanti yang rupanya akan semakin berat. Sebagai orang tua, kita perlu membantu anak mengarahkan cita-citanya dengan terlebih dahulu mengenal sistem pendidikan yang diterapkan di sekolahnya.

Jenjang pendidikan anak dimulai dari pra-TK hingga sekolah menengah. Berikut akan dijelaskan satu persatu:

Pra-TK

Jenjang pendidikan anak bisa dimulai dari pra-TK, pada usia 1-3 tahun meski ini sifatnya tidaklah wajib. Ibu bisa memilih memasukkan anak ke daycare atau baby gym class. Daycare juga bisa jadi solusi bagi ibu pekerja, karena biasanya ada sistem full day. Ibu tinggal mengantar Si Kecil di pagi hari dan menjemputnya sore hari ketika selesai bekerja.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Setelah pra-TK, jenjang pendidikan anak selanjutnya adalah PAUD atau pendidikan anak usia dini. Beberapa orang menyebutnya sebagai kelompok belajar. Jenjang pendidikan ini biasanya dijalani saat anak berusia 3-5 tahun. PAUD yang berupa lembaga profesional biasanya memiliki kurikulum yang terencana, dengan tenaga pendidik yang sudah terlatih.

Taman Kanak-Kanak (TK)

Memasuki usia 5-6 tahun, anak sudah bisa berlanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu taman kanak-kanak (TK). Kurikulum belajar di TK biasanya sudah lebih jelas dan sistematis. Cara belajarnya pun mulai dibuat mirip seperti di sekolah dasar (SD), yaitu duduk di bangku dan meja masing-masing, serta menggunakan seragam sekolah.

Sekolah Dasar (SD)

Setelah mendapatkan bekal ilmu dan keterampilan di TK, anak bisa melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu sekolah dasar (SD). Di Indonesia, usia minimal untuk bisa masuk SD adalah 7 tahun. Di usia ini, anak yang sudah menempuh pendidikan di TK biasanya sudah siap dan terbiasa dengan suasana dan peraturan yang ada di sekolah.

Sekolah Menengah (SMP dan SMA/SMK)

Sama seperti SD, jenjang SMP dan SMA/SMK juga memiliki kurikulum pembelajaran yang terstandar, dan lebih berat, guna menyiapkan anak memasuki tingkat pendidikan tinggi atau dunia kerja. Hanya saja, di SMK agak berbeda, karena biasanya anak juga diajarkan beberapa pelajaran yang sifatnya keterampilan, sebagai bekal untuk masuk ke dunia kerja.

Sekolah menengah atau sekolah lanjutan adalah jenjang pendidikan yang perlu ditempuh anak setelah lulus dari SD. Di Indonesia, sekolah menengah ada 2, yaitu sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK). Keduanya memiliki masa belajar selama 3 tahun.


Desain-tanpa-judul-2-1.png
14/Nov/2022

Pakaian yang nyaman adalah yang terbuat dari bahan yang lembut. Untuk itu periksalah dengan teliti bahan dari baju anak yang akan Ibu beli. Pastikan bahannya terasa lembut saat menyentuh kulit. Bahan yang terasa kasar tentunya tidak akan membuat anak merasa nyaman dan biasanya terasa panas di kulit, sehingga ia tidak betah saat memakainya.

Aksesoris

memang membuat anak terlihat lucu, tapi kalau terlalu banyak juga jadi kurang bagus dipandang, bukan? Ibu boleh saja memilih baju anak yang memiliki aksesoris, tapi jangan yang berlebihan. Di samping kurang nyaman dilihat, pakaian beraksesoris yang berlebihan juga bisa membuat anak merasa terganggu. Saat mencuci dan menyetrikanya pun bakal sangat merepotkan. Ibu pasti tidak mau hal tersebut terjadi, kan?1

ukuran

Para Ibu biasanya memilih untuk membelikan baju anaknya dengan ukuran yang lebih besar dengan alasan supaya awet dipakai. Alasan tersebut tidak salah kok, Bu, asalkan tidak terlalu kebesaran. Pilih saja satu ukuran di atas ukuran yang pas untuk anak. Baju yang kebesaran bisa terasa kedodoran di badan dan terlihat kurang enak dipandang.

Memilih ukuran baju juga sebaiknya jangan yang kekecilan ya, Bu. Baju yang kekecilan akan terasa sesak di badan anak sehingga bisa memberikan rasa kurang nyaman. Jika tidak bisa mengukur badan anak secara langsung, Ibu bisa menyiasatinya dengan membawa contoh pakaian yang pas di badan anak dari rumah. Dengan begitu Ibu akan mendapatkan ukuran pakaian yang tepat.

Sesuai Kebutuhan

Iklim tropis di Indonesia membuat cuaca cenderung terasa panas. Mempertimbangkan hal tersebut, Ibu sebaiknya memilih baju anak yang terbuat dari bahan yang tidak panas dan dapat menyerap keringat. Jadi saat cuaca panas anak tidak akan terlalu berkeringat dan kalaupun berkeringat dapat terserap dengan baik sehingga menyebabkan biang keringat pada kulitnya. Biasanya baju yang memenuhi kriteria tersebut adalah yang berbahan katun, Bu.

Kebutuhan anak juga perlu dijadikan bahan pertimbangan saat memilihkannya baju. Misalnya saja anak sedang membutuhkan baju santai untuk di rumah, maka jangan malah tergiur ingin membelikannya baju untuk bepergian. Di usianya ini anak sangat cepat bertambah besar. Jadi Ibu tak perlu membelikannya baju terlalu banyak baju karena jika sudah tidak terpakai akan menumpuk di lemari dan menjadi mubazir.

Mudah Digunakan

Anak juga harus diajari untuk bisa memakai dan melepas sendiri pakaiannya. Oleh karenanya pilihlah baju anak yang mudah dipakai dan dilepas oleh anak. Pakaian seperti ini juga akan mempercepat dan mempermudah anak saat berpakaian, akan mandi, atau buang air. Pakaian yang terlihat rumit pemakaiannya terkadang memang cenderung memiliki desain menarik, tapi kalau merepotkan sebaiknya dihindari saja, ya.

PIlih Sesuai Kesukaan Anak

Baju untuk anak tentu modelnya pun harus pas dipakai oleh anak. Hindarilah memilih model yang terkesan dewasa dan kurang sesuai dengan usia anak. Pilihlah model baju yang simpel dengan motif atau gambar yang lucu, seperti tokoh kartun atau gambar hewan. Kalau ada tokoh kartun yang ia sukai maka akan lebih pas lagi dan anak tentu senang memakainya.

Pilih Warna Yang Cerah

Untuk warna baju, warna cerah akan lebih pas dikenakan oleh anak. Warna cerah memberikan kesan ceria dan sangat mencerminkan anak-anak, seperti merah, kuning, orange, atau hijau. Apalagi kalau ada warna tertentu yang ia favoritkan, maka Ibu bisa langsung memilihnya untuk anak.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa Ibu terapkan saat akan membelikan baju anak untuk menghindari kesalahan dalam memilih baju. Hal terakhir yang juga patut dipertimbangkan tentunya adalah


Desain-tanpa-judul-7.png
12/Nov/2022

Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak. Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat penting (severety stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan (TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS tahun 2006.

Sebelum membicarakan lebih jauh tentang upaya pencegahan stunting yang dapat kita lakukan, sebaiknya kita juga mengetahui tentang penyebab stunting itu sendiri. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Beberapa penyebab stunting sebagai berikut :

  • Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
  • Masih kurangnya akses rumah tangga/ keluarga pada makanan bergizi
  • Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum, pada masa kehamilan dan setelah melahirkan.
  • Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (ante natal care) atau pelayanan kesehatan ibu selama masa kehamilan, post natal care atau pelayanan setelah melahirkan dan pembelajaran dini yang berkualitas.

Stunting tahap awal dan pencegahan

Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Ibu yang sedang mengandung agar selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter.

Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat.

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Selalu jaga kebersihan lingkungan

Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, termasuk diare terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Terus memantau tumbuh kembang anak

Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.


Desain-tanpa-judul-5-1.png
11/Nov/2022

Salah satu jenis makanan yang sering ditolak justru sayuran, padahal sayuran sangat penting manfaatnya bagi kesehatan si Buah Hati, terutama yang baru beralih ke MPASI atau usia 1-3 tahun. Dampaknya, Bunda harus putar otak untuk mengatasi hal ini

Menjadikan si Buah Hati lebih cerdas

pola makan sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan pada balita. Sebab dalam makanan banyak mengandung gizi yang sangat penting dalam pertumbuhan. Gizi cukup untuk toddler akan mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya sehingga mempengaruhi baik kesehatan maupun kecerdasannya.

Menekan nafsu makan

Banyak mengonsumsi sayuran membuat Si Buah Hati mengurangi konsumsi makanan dan camilan kemasan yang tidak sehat. Ketika perutnya sudah penuh dan kenyang dengan sayuran segar, tentu ia tidak akan merasa lapar dan mencari camilan tambahan yang kurang sehat.

Mengurangi risiko obesitas

Si Buah Hati yang obesitas juga dapat menikmati manfaat sayuran hijau dan berserat. Wisarani Sevita Utami pada penelitian berjudul Hubungan Antara Aktivitas Fisik, Kebiasaan Konsumsi Serat dan Faktor Lain dengan Kejadian Obesitas mengatakan bahwa serat hanya menyumbangkan beberapa kalori per unit dari makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, ia akan merasa lebih cepat kenyang dengan konsumsi kalori yang lebih rendah. Jadi, ia tidak akan meminta camilan yang dapat membuatnya kegemukan.

Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Manfaat sayuran lainnya adalah menjaga saluran cerna tetap sehat. Kandungan serat tinggi pada sayuran membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Risiko konstipasi pun berkurang dengan signifikan.

Menjaga kekebalan tubuh

Vitamin dalam sayuran mampu menjaga kekebalan tubuhnya. Apabila ia kekurangan vitamin, maka dapat berakibat menurunnya daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang penyakit seperti batuk, diare, demam. Sebab, defisiensi vitamin berperan pada rendahnya resistensi terhadap infeksi, kemudian akan menurunkan tingkat imunitas seseorang. Hal ini memberikan dampak negatif dalam penyerapan zat gizi sehingga meningkatkan risiko penyakit.

Bunda, sudah tahu kan, manfaat sayuran untuk pertumbuhan Si Buah Hati? Jadi, selalu sajikan buah serta sayuran secara rutin di setiap waktu makannya agar ia bisa tumbuh sehat serta cerdas.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak