Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Desain-tanpa-judul-3.png
10/Nov/2022

Anda perlu memastikan si kecil makan cukup buah. Apalagi untuk saat ini, anak mama mungkin sedang mencoba memahami apa itu puasa Ramadhan. Mungkin anak semakin penasaran dengan kegiatan puasa sehari-hari yang dilakukan orang tuanya, sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan si kecil dengan cara yang alami.

Membantu Kesehatan Pencernaan Anak

Manfaat pertama makan buah untuk kesehatan anak adalah buah dapat membantu pencernaan sehingga usus dan seluruh organ pencernaan anak menjadi lebih sehat dibandingkan anak yang tidak makan buah. Jangan sampai anak Anda mengalami sembelit saat berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Buah-buahan ini juga mudah ditemukan, seperti di supermarket atau pasar terdekat. Untuk itu, pastikan pencernaan si kecil selalu terjaga, karena pencernaan yang sehat akan meningkatkan penyerapan nutrisi sehingga lebih optimal. Jadi tumbuh dengan baik.

Meningkatkan daya ingat anak

buah tidak hanya bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tubuh dan kesehatan si kecil. Tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kemampuan dan kesuksesan mereka ketika mereka pergi ke sekolah di masa depan.

Buah Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Secara Alami

Seperti yang Anda ketahui, buah-buahan kaya akan serat dan vitamin. Vitamin yang terdapat dalam buah-buahan seperti: Vitamin C (natrium askorbat), Vitamin B3 (nicotinamida), Vitamin B5 (dexpanthenol), Vitamin B6 (piridoksin hcl), Vitamin E (alfa tokoferil), Seng picolinate, Natrium selenit.

Semua zat tersebut mampu meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh anak Anda dalam melawan virus dan infeksi.

Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Si Kecil

Buah-buahan mengandung banyak hal yang dibutuhkan oleh tubuh. Anda tidak dapat menjamin bahwa kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi dari konsumsi sehari-hari. Buah-buahan perlu ditambahkan untuk melengkapi nutrisinya.

Itulah manfaat makan buah untuk kesehatan anak. Usahakan agar si kecil makan buah setiap hari. Mama bisa memberikan banyak pilihan buah yang bervariasi namun tetap memiliki manfaat dan kebaikan yang sama.


Desain-tanpa-judul-4.png
09/Nov/2022

Gigi pertama bayi umumnya akan tumbuh saat memasuki usia 4–6 bulan. Gigi pertama yang muncul biasanya adalah dua gigi depan atau gigi seri di gusi bagian bawah.

Mengenali Ciri Bayi Tumbuh Gigi dengan Mudah
Agar tidak bingung apakah Si Kecil rewel akibat tumbuh gigi atau karena penyebab lain, berikut ini adalah ciri-ciri bayi tumbuh gigi yang perlu Bunda ketahui:

1. Gusi bengkak

Untuk mencari tahu apakah Si Kecil memang sedang mengalami tumbuh gigi, cobalah membuka mulutnya secara perlahan. Bayi yang sedang tumbuh gigi umumnya mengalami gusi bengkak dan kemerahan.

Terkadang, Bunda juga dapat melihat adanya gigi yang muncul secara samar di dalam gusi Si Kecil yang sedang meradang tersebut.

2.Banyak mengeluarkan air liur

Hingga saat ini, belum diketahui mengapa tumbuh gigi bisa menyebabkan produksi air liur berlebih pada bayi. Namun, kondisi ini diduga terjadi karena adanya peningkatan gerak otot di mulut bayi selama proses tumbuh gigi sehingga memicu kinerja kelenjar ludah menjadi lebih aktif yang berdampak pada meningkatnya produksi air liur.

3.Gusi gatal Menggigit dan mengisap barang di sekitarnya

Saat tumbuh gigi, Si Kecil akan merasa gusinya terasa gatal. Sebagai respons dari rasa gatal tersebut, ia akan menggigit benda yang ada di sekitarnya, baik mainan atau pakaiannya.

4.Tidak nafsu makan
Ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya adalah mengalami penurunan nafsu makan. Pada sebagian bayi, kondisi ini bahkan membuat bayi menolak untuk makan dan minum sama sekali. Ini biasanya dipicu oleh peradangan gusi yang umumnya terjadi saat gigi tumbuh.

5. Rewel pada malam hari
Bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung menjadi lebih rewel atau sulit tidur di malam hari. Ini karena rasa nyeri yang ditimbulkan pada gusi.


Desain-tanpa-judul-2.png
08/Nov/2022

memelihara hewan memiliki sejumlah manfaat untuk anak-anak dalam tumbuh kembangnya, yakni membantu perkembangan emosional, kognitif, sosial, dan fisik.

Anak-anak mulai boleh dikenalkan dengan hewan peliharaan saat umur mereka 3-5 tahun. Setiap hewan yang dipilih pun, harus disesuaikan dengan usia anak.

Namun, ini semua harus selalu berada dalam pengawasan Anda. Untuk membantu Anda menentukan hewan peliharaan apa yang aman dipelihara anak, dilansir dari Pet Circle, berikut 6 di antaranya.

Ikan Hias

Ikan hias adalah salah satu hewan yang paling muda dipelihara untuk anak-anak balita berusia 3 tahun ke atas. Ikan cukup sederhana, mudah dirawat, dan menghibur untuk anak kecil saat menontonnya. Ada banyak jenis ikan hias yang bisa dipelihara. Anda bisa memilih ikan-ikan berukuran kecil, seperti ikan cupang atau ikan mas koki yang paling umum.

Guinea Pig

Hewan pengerat cukup ideal untuk dipelihara oleh anak-anak yang lembut. Hewan seperti guinea pig bisa menjadi pilihan karena mereka sangat manis dan jinak. Ukurannya juga sekecil seperti hamster, sehingga mudah ditangani oleh anak-anak. Guinea pig senang dibelai dan mungkin juga suka digendong.

Beberapa Jenis Burung

Hewan peliharaan burung juga termasuk aman dipelihara oleh anak-anak. Ada beberapa jenis burung yang jinak seperti parkit, kenari, atau kesturi. Mereka dapat dijinakkan dan mungkin dapat diajarkan beberapa trik untuk mengajak anak Anda bermain.

Anjing

Selain orang dewasa, anjing juga aman dipelihara oleh anak-anak berusia 6 tahun ke atas. Ini bisa menjadi hewan peliharaan yang loyal untuk menemaninya tumbuh dewasa. Maka, ada baiknya untuk memelihara anjing sejak usianya masih muda, sehingga mereka akan tumbuh bersama. Bagaimana pun, Anda tetap harus mempertimbangkan pilihan anjing karena perawatannya lebih banyak daripada hewan-hewan peliharaan sebelumnya, seperti fasilitas kesehatan, makanan tambahan, waktu bermain, dan pelatihan.

Kucing

Sama seperti anjing, kucing juga bisa menjadi hewan peliharaan yang menyenangkan untuk anak-anak. Meski umumnya kucing suka bermain, tetapi mereka harus ditangani dengan tepat karena terkadang mereka mendesis atau menggigit saat tidak suka.

Kelinci

Kelinci adalah hewan umum lainnya yang aman dipelihara oleh anak-anak. Terutama bagi anak perempuan karena kelinci sangat manis dan terkesan lembut. Namun, tubuh kelinci cukup rentan, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati oleh anak yang lebih besar, yakni usia 8 tahun ke atas.

Kelinci dapat dipelihara di dalam kendang, meski di keluarkan, mereka tidak butuh banyak ruang. Terpenting adalah memberinya makan dan membersihkan kandangnya.


Desain-tanpa-judul-56.png
07/Nov/2022

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah menu makanan yang lengkap dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Masing-masing zat gizi ini terkandung dalam berbagai jenis makanan yang berbeda

Makanan 4 sehat 5 sempurna sudah menjadi kampanye kesehatan sejak dahulu. Tujuannya adalahuntuk meningkatkan nutrisi dan mewujudkan masyarakat yang kuat dan sehat. Makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi penuh ini harus dikonsumsi siapa saja tidak, mengenal usia.

Pengertian makanan 4 sehat 5 sempurna

Makanan 4 sehat 5 sempurna adalah makanan yang memiliki kandungan gizi lengkap mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan mineral.

Sayur-Mayur

Sayur adalah semua jenis tanaman yang dapat dikonsumsi baik yang diambil dari akar, batang, daun, biji, bunga atau bagian lain yang digunakan untuk diolah menjadi masakan.

Buah

Ketika kita mengonsumsi buah, suplai energi dapat bertambah dengan cepat. Tambahan tenaga ini sangat urgen untuk menghadapi jadwal yang padat.

Lauk-Pauk

Lauk pauk adalah segala macam makanan yang disajikan sebagai peneman utama hidangan nasi, umumnya banyak mengandung protein, baik hewani maupun nabati. Lauk pauk hewani, antara lain daging, unggas, ikan, dll. Sedangkan lauk pauk nabati berupa tahu, tempe, dll.

Susu dan produk olahannya

Minum susu usahakan dilazimi sejak kecil. Susu memiliki tidak sedikit manfaat untuk anak-anak. Bukan melulu menjaga tulang tetap sehat dan kuat, tetapi susu pun membantu perkembangan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Hal ini paling membantu saat gigi anak barangkali terkena asam muncul di mulut.Susu sapi adalah sumber


Desain-tanpa-judul-54.png
05/Nov/2022

Bukan hanya jadwal makan, ibu juga perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi oleh Sikecil. Dengan begitu, asupan nutrisi dan gizi dapat dipenuhi sehingga proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan optimal. Ibu, tidak ada salahnya simak ulasan mengenai pentingnya jadwal makan agar balita makan dengan teratur

Jadwal Makan Penting Bagi Sikecil

Sama seperti orang dewasa, Sikecil pun membutuhkan jadwal makan yang teratur untuk mengenali waktu makan yang tepat. Tidak hanya mengenali waktu makan, jadwal makan juga dinilai cukup penting untuk mengajarkan balita mengenai rasa lapar dan kenyang.

Nyatanya, kondisi lapar yang dirasakan oleh anak juga berkaitan langsung dengan proses pengosongan lambung. Saat lambung telah memproses makanan dan kosong, kondisi ini menandakan anak dalam keadaan lapar. Dengan begitu, ibu akan lebih mudah memberikan makanan pada Sikecil.

Berikut ini adalah Saran jadwal makan bagi Sikecil:
  • Pukul 08.00: Sarapan pagi/ Makan utama 1
  • Pukul 10.00: Makanan Selingan 1
  • Pukul 12.00: Makan siang/ Makan utama 2
  • Pukul 14.00: Susu UHT/ Formula/ ASI
  • Pukul 16.00: Makanan Selingan 2
  • Pukul 18.00: Makan Malam/ Makan utama 3

Namun, jadwal makan ini tidak bisa disamakan pada tiap balita. Ibu bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan balita. Misalnya, saat balita memiliki kebiasaan tidur pukul 19.00, sebaiknya berikan makan malam 2 jam sebelum tidur.

Membuat Jadwal Makan Menyenangkan

Memang bukanlah hal mudah dalam memberikan makan untuk balita. Terkadang, balita juga kerap menolak makan sehingga jadwal makan bisa berakhir berantakan. Namun, jangan putus asa dulu, ibu bisa lakukan beberapa tips ini agar jadwal makan berjalan dengan menyenangkan.

Hindari Gangguan

Hindari berbagai gangguan yang kerap datang saat jadwal makan. Mulai dari televisi, gadget, hingga mainan anak. Bahkan, ibu juga perlu fokus saat sedang menemani anak makan. Hindari bermain gadget atau melakukan aktivitas lain saat menemani anak makan.

Berikan Alat Makan yang Aman

Saat anak menginjak usia 1 tahun ke atas, tidak ada salahnya ajarkan mereka menggunakan sendok atau gelas. Namun, pastikan ibu memberikan alat makan yang aman untuk Sikecil.

Duduklah Bersama dengan Anak di Meja Makan

Sebaiknya ajarkan anak sejak dini untuk makan di meja makan. Duduklah bersama anak. Pastikan keamanan dan kenyamanan kursi anak.

Berikan Anak Waktu untuk Mengonsumsi Makanannya

Saat anak makan, temani dan biarkan anak mengonsumsi makanannya secara mandiri. Berikan anak beberapa makanan sehat agar anak bisa memilih makanan yang akan mereka konsumsi.

Biarkan memutuskan seberapa banyak makanan yang akan mereka konsumsi. Hal yang perlu diperhatikan, anak tidak harus menghabiskan makanan yang disajikan, tetapi ibu harus paham tanda yang diberikan anak saat lapar atau kenyang.


Desain-tanpa-judul-52.png
04/Nov/2022

risiko anak mengalami gangguan pencernaan cenderung meningkat setelah ia berkenalan dengan makanan padat pertama. Bukan saja karena reaksi alergi, melainkan karena paparan virus atau bakteri dari alat makan yang tak terjaga kebersihannya.

Menyimpan aman

Setelah langkah sterilisasi dilakukan angkat alat makan dan tengkurapkan di atas lap bersih. Pisahkan jauh dari alat makan lain. Biarkan kering secara natural.
Setelah kering, masukkan alat makan ke dalam lemari atau wadah tertutup rapat agar terhindar dari debu, simpan alat makan dengan posisi siap pakai (tidak tengkurap). Ingatlah untuk selalu mencuci tangan hingga bersih, sebelum menyentuh alat makan si kecil.

mencuci

Cuci setiap alat makan bayi yang baru Anda beli, dan setiap kali akan digunakan.
Gunakan sabun cair, jika mungkin beli sabun khusus untuk mencuci peralatan bayi yang tidak mengandung bahan kimia dan terjamin tidak berbahaya bagi bayi
Bilas dengan air bersuhu panas, jika mungkin gunakan air panas dari keran yang mengalir. Pastikan tidak ada residu sabun yang tersisa dengan cara menggosok ulang setiap sisi alat makan
Lakukan langkah sterilisasi dengan menggunakan electric sterilizer atau bisa menggunakan metode tradisional dengan cara merebus semua alat makan itu hingga air rebusan mendidih.

Setiap hari akan menjadi petualangan seru bagi Anda dan si kecil. Nikmati kesempatan ini, dengan menyiapkan alat makan yang bersih untuk meminimalkan gangguan pencernaan, sehingga periode ini dapat menjadi landasan yang kuat dan indah untuk proses tumbuh kembangnya.


Desain-tanpa-judul-5.png
03/Nov/2022

hal yang perlu diperhatikan saat memberikan makanan sehat untuk bayi ialah faktor kesiapan bayi dalam menerima makanan padat. Secara umum, anak memiliki kesiapan untuk makan ketika usianya telah mencapai 4-6 bulan. Beberapa makanan bergizi seperti buah, sayur, dan daging dianjurkan para ahli untuk dikonsumsi secara rutin.

Selain memberi ASI pada usia 4-6 bulan, anak juga memerlukan asupan tambahan berupa makanan anak yang bergizi. Berbagai jenis makanan bergizi dapat diberikan apabila anak telah memiliki kesiapan untuk menerima makanan padat.

Bayam

Bayam merupakan salah satu makanan bergizi untuk anak dengan harga terjangkau. Jenis sayuran ini memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, magnesium, hingga folat yang berperan penting dalam menjaga sistem imunitas tubuh.

Telur

Kandungan omega-3 dan protein dalam telur berperan penting dalam fungsi dan perkembangan otak anak. Lemak omega-3 ini juga bisa membantu membangun membran sel di seluruh tubuh dan otak anak.

Ikan Salmon

Mengonsumsi ikan salmon secara rutin dan teratur dapat memenuhi kebutuhan asam omega 3 yang berfungsi menjaga kesehatan tubuh. Di samping itu, masih banyak manfaat lainnya yang dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Sehingga, jenis ikan ini sangat cocok dikonsumsi untuk anak karena mampu meningkatkan perkembangan otak.

Brokoli

Melansir dari American Institute For Cancer Research, kandungan glukosinolat dalam brokoli berfungsi menggagalkan perkembangan kanker prostat. Selain itu, brokoli juga mengandung banyak serat yang membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.

Daging

Daging merupakan salah satu makanan bergizi untuk anak yang cocok untuk meningkatkan kecerdasan otak. Mengonsumsi daging sapi secara rutin dan teratur dapat menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Selain itu, daging sapi juga kaya akan vitamin B12 hingga zat besi, yang berfungsi efektif memperkuat imunitas tubuh.

Ubi Jalar

Salah satu makanan bergizi untuk anak yang berperan penting untuk perkembangan otak adalah ubi jalar. Kandungan zat kolin pada ubi jalar berfungsi efektif membantu proses kimiawi dalam sel saraf. Sehingga, hal ini mampu meningkatkan kinerja otak menjadi lebih baik.

Selain itu, ubi jalur juga mengandung vitamin A, vitamin E dan vitamin C yang berperan penting untuk mempertahankan membran sel, meningkatkan memori, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pepaya

Buah pepaya juga mengandung zat besi dan asam folat yang berperan penting dalam membantu proses perkembangan otak. Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, konsumsi buah pepaya secara rutin dan teratur.

Makanan berbahan dasar oat ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan. Dalam 100 gram oat mengandung 9,9 hingga 14,9 gram total serat. Sehingga makanan bergizi ini berfungsi efektif untuk menjaga kesehatan pencernaan dan sangat cocok dijadikan menu diet.


Desain-tanpa-judul-58.png
02/Nov/2022

Mendukung pertumbuhan anak merupakan tanggung jawab para orang tua. Salah satu hal yang harus diperhatikan ialah menjaga kesehatan mata anak. Penglihatan memiliki peran penting untuk perkembangan fisik, sosial, dan kognitif bagi setiap anak.

Penuhi nutrisi untuk mata

Cara pertama menjaga kesehatan mata anak Anda adalah memberi asupan nutrisi yang baik dengan makanan yang bergizi. Memenuhi nutrisi yang baik untuk mata bisa Anda berikan dengan sayur dan buah-buahan yang kaya akan antioksidan, vitamin C, vitamin A, seng, dan omega-3

Menstimulasi indra penglihatan

Penting bagi orang tua untuk membantu perkembangan visual anak sejak bayi hingga usia 8 tahun. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menstimulasi penglihatan si kecil, misalnya dengan memberikan mainan dengan berbagai bentuk dan warna.

Memeriksakan kesehatan mata anak

Periksakan kesehatan mata anak Anda sedari dini sejak mereka menginjak usia enam bulan. Kemudian lakukanlah pemeriksaan secara rutin setiap dua tahun sekali.

Pakaikan topi saat bermain di luar ruangan

Memakai pelindung seperti topi saat beraktivitas di siang hari dapat melindungi mata anak dari bahaya sinar UV. Usahakan tidak mengajak anak beraktivitas di luar ruangan pada saat sinar matahari sedang terik.

Membatasi penggunaan gadget

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mata anak. Untuk itu, batasi waktu berada di depan layar atau bermain gadget bagi kesehatan mata anak Anda. Anda dapat mengajarkan anak untuk melepaskan pandangan dari layar setelah 20 menit dan melihat ke kejauhan selama paling tidak 20 detik untuk mengistirahatkan mata.

Selalu Jaga Kesehatan Mata Anak Anda

Desain-tanpa-judul-43.png
01/Nov/2022

Lewat bermain, kita memberikan anak kesempatan untuk mengasah kompetensinya sekaligus memperoleh keterampilan baru lainnya dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

ada banyak pilihan aktivitas bermain secara virtual yang dijadikan pilihan bagi orang tua. Jangan memusingkan apa pilihan mainannya.

Hal ini menyebabkan keresahan pada orang tua untuk menghadirkan kegiatan yang menghibur sekaligus bermanfaat untuk tumbuh kembang anak

Bermain adalah dunia anak. Jadi jangan salahkan atau jangan larang bila aktivitas mereka yang tampak adalah bermain terus-menerus. Sebab, bermain bukan sekadar aktivitas yang menghibur bagi anak-anak, melainkan juga cara mereka untuk belajar banyak hal di dunia ini. Bahkan, saking pentingnya, bermain juga tak luput dari hak anak yang tertera dalam Konvensi Hak Anak PBB yang harus dipenuhi oleh orang tua.

Kata siapa bayi tidak bisa bermain? Cilukba adalah salah satu permainan yang paling disukai bayi. Di usia ini, orang tua bisa mengajak bayi bermain dengan merangsang inderanya. Misal, dengan memasang gantungan warna-warni yang bisa berbunyi di atas boks bayi. Mainan ini bisa merangsang indera penglihatan serta indera pendengaran bayi.

“Kalau sudah bisa duduk, kasih mainan yang bisa dia pencet. Misal komputer-komputeran yan bisa mengeluarkan bunyi berbeda-beda,” saran Susana. Atau Anda juga bisa memberinya soft book atau buku bertekstur yang juga mengeluarkan suara bila disentuh. Ini akan melatih indera peraba, penglihatan serta pendengarannya.

Menurut Susana, hingga usia dua tahun, permainan yang sangat baik untuk mengoptimalkan perkembangan anak adalah permainan sensori yang dilengkapi dengan stimulasi untuk motorik halus. Melanjutkan dari usia bayi, di usia ini anak bisa diajak bermain menggenggam berbagai tekstur yang berbeda, seperti pasir, tepung, dan beras. Perlahan, ajarkan mereka untuk mengganti menggenggam dengan mencubit atau menjumput atau menggunakan berbagai media seperti sendok. Anak-anak juga bisa diajak membuat air berwarna-warni.

Di usia ini, orang tua bisa memfasilitasi permainan yang mengasah motorik kasar atau kemampuan fisik anak-anak, misal melompat atau berlari. “Kasih mainan yang lebih challenging, misal sepeda roda tiga, atau main melempar bola,” ujar Susana.

3-4 Tahun Di usia ini, rentang perhatian anak-anak sudah meningkat. Mereka sudah bisa bertahan fokus menyelesaikan sesuatu sampai selesai.

>4 Tahun (Usia TK) Orang tua bisa mengajak anak bermain board game sederhana seperti ular tangga atau congklak.

Tak Harus Mahal Menurut Susana, tidak semua mainan anak harus mahal. Bahkan, juga tak harus beli. ”Anak saya main kardus bekas aja happy-nya bukan main,” ceritanya. Memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar kita untuk bermain juga bisa menjadi contoh kreativitas untuk anak.

15 Menit Sehari
Permainan semenarik apa pun atau semahal apa pun akan kurang bila orang tua tidak terlibat. Oleh karenanya, Susana menyarankan agar orang tua punya special time untuk menemani anak bermain. “Nggak perlu lama, komitmen 15 menit sehari, deh, di jam yang sama setiap hari,” sarannya. “Tapi, itu benar-benar jadi waktu buat anak. Gadget taruh dulu. Bermain bersama anak bisa menumbuhkan kedekatan,” tutupnya.


Desain-tanpa-judul-5.png
31/Oct/2022

Meski Indonesia kaya akan buah dan sayur, namun konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia terbilang masih sangat kurang. Dengan kata lain, sebagian besar masyarakat Indonesia kurang akan konsumsi buah dan sayur sesuai dengan yang direkomendasikan. Data lain, seperti studi Diet Total 2014 menyebutkan bahwa kualitas asupan energi total masyarakat indonesia utamanya bersumber dari karbohidrat, seperti nasi yang mencapai 243,9 gram per orang per hari. Sementara konsumsi protein masyarakat Indonesia berada dalam kisaran 61,2 gram per orang per hari.

Hasil dari banyak penelitian mengatakan bahwa kebutuhan anak akan nutrisi yang terdapat pada buah dan sayur harus terpenuhi. Lantas, sebenarnya apa manfaat buah dan sayur bagi anak? Buat Bunda yang belum tahu, berikut manfaatnya buah dan sayur untuk Si Kecil.

Menjaga Kekebalan Tubuh

Tahukan Bunda bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari sangat mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil? Oleh karenanya, makanan sehat yang mengandung nutrisi dan gizi seimbang sangat diperlukan tubuh untuk mendukung proses tumbuh kembang. Salah satu sumber nutrisi terbaik bagi Si Kecil bisa Bunda dapatkan dari buah dan sayuran. Kandungan nutrisi, seperti serat, vitamin dan mineral pada buah dan sayur dapat menjaga kekebalan tubuh anak agar tetap sehat setiap hari.

Menekan Nafsu Makan

Melihat anak gemuk tentu sangat menggemaskan ya Bunda. Namun, dibalik kelucuannya ternyata kondisi tersebut kurang baik bagi Si Kecil lho Bunda. Kok bisa? Lalu apa kaitannya dengan konsumsi buah dan sayur? Berikut penjelasannya Bunda, umumnya anak yang kurang menyukai buah dan sayur cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan atau cemilan yang tidak sehat, seperti “junk food”.

Membuat Si Kecil Lebih Cerdas

Pernah mendengar bahwa mengkonsumsi ikan mentah dapat merangsang perkembang otak dan membuat cerdas? Nah, serupa dengan hal tersebut mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup ternyata dapat membuat anak lebih cerdas.

Menekan Resiko Obesitas

Dalam sebuah penelitian yang berjudul Hubungan antara Aktivitas Fisik, Kebiasaan Konsumsi Serat dan Faktor Lain dengan Kejadian Obesitas, menyebut bahwa kandungan serat di dalam buah dan sayur dapat menekan risiko terjadinya obesitas.

Meningkatkan Daya Ingat

Dari sekian banyak manfaat buah dan sayur, mungkin inilah salah satu manfaat yang tidak banyak orang tua ketahui yaitu meningkatkan daya ingat. Umumnya buah dan sayur banyak mengandung Zat antioksidan yang diyakini mampu melindungi sel-sel otak, membantu meningkatkan daya ingat serta melindungi Si Kecil dari penyakit Alzheimer.

Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Selain susu, nyatanya buah dan sayur seperti bayam, lobak, alpukat dan jeruk merupakan sumber terbaik kalsium yang berfungsi menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Tubuh Lebih Segar dan Bahagia

Buah dan sayur tinggi akan kandungan vitamin dan mineral. Bersama dengan dan enzim ketiganya akan bersatu dalam memperoduksi energi yang dapat membuat

Faktor Penyebab Kurangnya Konsumsi Buah dan Sayur

Sebetulnya, sudah banyak himbauan yang diberikan ke masyarakat terkait rekomendasi dan pentingnya konsumsi buah dan sayur. Namun, faktanya hingga kini konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Bahkan Indonesia menjadi negara dengan konsumsi buah dan sayur paling rendah di kawasan Asia Tenggara. Ada banyak faktor yang menyebabkan konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia jauh dari angka ideal.

Pada orang dewasa, umumnya kurangnya konsumsi buah dan sayur disebabkan oleh kesibukan pekerjaan, faktor pendidikan dan pengetahuan orang tua, hingga faktor ekonomi yang menyebabkan seseorang membatasi konsumsi buah dan sayur.

Dampak Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Kurangnya konsumsi buah dan sayur tentu tidak dapat diabaikan begitu saja. Pasalnya, ada konsekuensi yang merugikan bagi kesehatan jika mengabaikan asupan buah dan sayur

Berikan porsi sesuai dengan usia dan kemampuan adaptasi Si Kecil sehingga ia tertarik dan menyukai makanan tersebut. Bila Si Kecil belum juga mau mengkonsumsi buah dan sayur, jangan pernah memaksanya untuk makan ya Bunda. Paksaan hanya akan membuat Si Kecil trauma dan semakin tidak tertarik dengan buah dan sayuran yang Bunda berikan. Selamat mencoba Bunda!


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak