Jam KerjaSenin - Sabtu 8:00 AM-4:00PMEMAIL:3dpotret@gmail.com
Sayur-Sehat-untuk-Anak-Instagram-Post.jpg
07/Sep/2024

Manfaat dan tujuan imunisasi bagi anak

Imunisasi adalah proses pembuatan antibodi dalam tubuh setelah pemberian vaksin untuk memperkuat sistem imun.

Ada beberapa manfaat imunisasi, yakni:

  • melindungi anak dari risiko penyakit dan kematian.
  • mencegah penyakit dengan efektif.
  • memberikan perlindungan kepada orang lain.
    Kekebalan kelompok, atau herd immunity, dapat dicapai ketika imunisasi diberikan pada anak.

Ini adalah situasi di mana vaksin tidak hanya melindungi orang yang telah diimunisasi, tetapi juga bermanfaat bagi anak yang tidak diimunisasi. Ketika banyak anak menerima perlindungan vaksin, ini akan melindungi beberapa anak yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi penyebaran penyakit.

Jumlah anak yang divaksinasi mengurangi penyebaran penyakit. Akibatnya, mereka yang tidak divaksinasi juga dapat terlindungi.

Pada dasarnya, vaksinasi adalah kewajiban untuk dilakukan sejak bayi baru lahir jika mereka ingin tetap sehat.

Ini wajib untuk semua bayi karena tiga alasan penting:

  • Sejauh ini, vaksinasi dianggap aman, cepat, dan efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.
  • Setelah anak diberi vaksin, tubuhnya setidaknya telah terlindungi dari penyakit.
  • Jika tidak, anak berisiko lebih tinggi terkena penyakit dan mengalami gejala yang lebih parah.

Selain itu, bayi yang tidak divaksinasi atau yang divaksinasi terlambat dapat memiliki efek fatal pada kesehatannya di kemudian hari.

Peringatan dan larangan imunisasi pada anak

Meskipun vaksinasi umumnya dianggap aman, ada beberapa peringatan dan larangan yang harus diperhatikan, terutama ketika diberikan kepada anak-anak.

Beberapa peringatan di bawah ini harus diperhatikan sebelum anak divaksinasi.

  • Alergi: Anak-anak yang pernah alergi terhadap salah satu bagian vaksin harus berbicara dengan dokter mereka sebelum menerima vaksin.
  • Reaksi sebelumnya: Anak harus melaporkan kepada dokter jika mereka pernah mengalami reaksi serius setelah vaksinasi sebelumnya. Beberapa pengobatan mungkin perlu diubah atau dihindari.
  • Penyakit jangka panjang atau imunosupresi: Anak-anak dengan penyakit jangka panjang atau sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin memerlukan penilaian khusus sebelum menerima vaksin tertentu

Selain itu, ambil perhatian pada beberapa larangan di bawah ini untuk memastikan bahwa pemberian vaksinasi aman untuk anak Anda.

  • Kontraindikasi medis: Anak-anak mungkin tidak boleh menerima vaksin tertentu jika mereka memiliki kondisi medis tertentu. Misalnya, anak-anak yang memiliki masalah kekebalan tubuh yang serius mungkin perlu menunda atau menghindari beberapa vaksinasi.
  • Alergi berat atau reaksi sebelumnya: Anak-anak yang pernah mengalami alergi berat atau reaksi vaksinasi yang parah mungkin tidak boleh menerima vaksin tertentu.
  • Kondisi medis saat ini Anak-anak yang saat ini menderita penyakit seperti demam tinggi atau penyakit akut lainnya mungkin tidak dapat divaksinasi sampai mereka lebih baik.
  • Usia yang tidak sesuai Ada batas usia untuk menerima vaksin tertentu. Misalnya, bayi yang belum mencapai usia tertentu mungkin tidak menerima vaksin tertentu.

Persiapan sebelum imunisasi pada anak

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum merencanakan untuk divaksinasi.

Beritahu dokter tentang riwayat kesehatan anak Anda, termasuk alergi atau reaksi terhadap vaksin sebelumnya.

Dokter akan memberi tahu Anda jenis vaksin yang dibutuhkan dan menjawab pertanyaan Anda.

Sebelum memberikan vaksinasi, pastikan anak sehat. Sebaiknya tidak memberikan vaksinasi kepada anak sampai mereka sembuh jika mereka sakit atau menderita demam.

Beri anak makanan dan minuman sebelum melihat dokter. Anak-anak yang cukup makan dan minum biasanya lebih nyaman selama dan setelah divaksinasi.

Jenis dan efek samping imunisasi untuk bayi

Kementerian Kesehatan RI menetapkan jenis vaksinasi untuk anak yang harus diberikan beberapa kali sepanjang hidup si Kecil.

Berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017, ada beberapa vaksinasi dasar atau wajib untuk bayi baru lahir sampai sebelum berusia 1 tahun.

Vaksinasi ini biasanya diberikan secara gratis oleh layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah, seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit.

Berikut adalah daftar jenis imunisasi beserta KIPI-nya masing-masing. Penuhi jenis-jenis vaksinasi di bawah ini sesuai jadwal imunisasi bayi dan anak:

  1. Hepatitis B

Untuk mencegah infeksi virus Hepatitis B (HBV), vaksin hepatitis B diberikan. Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin meliputi hal-hal berikut.

  • Nyeri atau pembengkakan di tempat suntikan
  • Demam ringan
  • kelelahan atau kelelahan
  • sakit kepala
  • Mual atau masalah pencernaan ringan.
  1. Polio

Ada dua jenis vaksin polio: vaksin polio oral (VPO) dan vaksin polio inaktif (VPI). Tujuan vaksin polio adalah untuk melindungi orang dari infeksi virus poliovirus, yang menyebabkan polio.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menerima vaksinasi polio adalah sebagai berikut:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Muntah atau diare.
  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit atau gatal.
  • Sakit kepala.
  1. BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) diberikan untuk mencegah tuberkulosis (TB), terutama pada anak-anak. Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin BCG adalah sebagai berikut:

  • Reaksi lokal seperti kemerahan, pembengkakan, atau nyeri di tempat suntikan.
  • Abses, atau benjolan nanah di tempat suntikan.
  1. Tifoid

Vaksin tifoid melindungi Anda dari penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Jika Anda diberi vaksin ini, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping berikut:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Demam ringan. • Kelelahan atau kelelahan.
  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal.
  1. Rotavirus

Imunisasi rotavirus melindungi Anda dari infeksi rotavirus yang dapat menyebabkan gastroenteritis atau peradangan saluran pencernaan.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menerima vaksin rotavirus adalah sebagai berikut:

  • Masalah pencernaan ringan, seperti muntah, diare, atau kembung.
  • Demam ringan.
  1. PCV

Untuk melindungi dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, vaksin Pneumokokus (PCV) diberikan.

Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin ini termasuk:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Demam ringan.
  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal-gatal.
  • Kejang demam.
  1. Campak

Untuk mencegah infeksi virus campak, orang diberi vaksin campak.
Efek samping yang mungkin terjadi setelah anak diberi vaksin campak adalah sebagai berikut:

  • Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan.
  • Demam ringan.
  • Reaksi alergi, seperti ruam dan gatal.
  • Demam tinggi.
  • Kejang demam (konvulsi febril).

Apakah vaksinasi pasti membuat anak kebal?

Anak-anak yang sudah divaksinasi memiliki sistem kekebalan yang kuat berkat obat-obatan ini, jadi mereka hampir tidak pernah sakit. Orangtua harus menyadari bahwa kemungkinan anak terkena penyakit tersebut tetap kecil setelah anak divaksinasi.

Studi epidemiologi di Indonesia dan negara lain telah menunjukkan manfaat perlindungan vaksinasi, menurut laman IDAI. Anak-anak yang telah mendapat vaksinasi lengkap sangat jarang tertular campak, difteri, atau polio saat wabah terjadi.

Anak-anak yang tidak divaksinasi secara wajib biasanya mengalami sakit yang lebih parah, komplikasi, atau bahkan kematian. Sebaliknya, kondisi anak yang tertular penyakit biasanya tidak akan terlalu parah sampai membahayakan nyawa.

Kesimpulan

Untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang serius dan berbahaya, imunisasi sangat penting. Penyebaran penyakit dapat dicegah dengan vaksinasi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan melindungi individu yang belum divaksinasi melalui kekebalan kelompok. Meskipun vaksinasi umumnya aman, ada beberapa peringatan dan kontraindikasi yang perlu diperhatikan sebelum diberikan, terutama untuk anak-anak yang memiliki kondisi medis tertentu. Efek samping dapat dikurangi dengan persiapan yang tepat, seperti konsultasi dengan dokter dan memastikan kesehatan anak sebelum divaksinasi. Risiko anak terkena penyakit serius dapat dikurangi secara signifikan jika vaksinasi diberikan secara lengkap dan sesuai dengan jadwal yang dianjurkan.


Orange-Pink-Ilustrasi-Hari-Menyusui-Instagram-Post-4.jpg
07/Sep/2024

Apa aitu Alergi Umum?

Alergi umum pada anak-anak dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang besar dan berdampak pada kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Sangat penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memahami penyebab, gejala, dan metode pengobatan alergi ini. Sistem kekebalan tubuh anak bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang biasanya tidak berbahaya, seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, tungau debu, makanan tertentu, atau gigitan serangga. Sistem kekebalan tubuh menganggap zat-zat ini sebagai ancaman dan melepaskan bahan kimia, seperti histamin, untuk melawan mereka. Respon imun ini menghasilkan berbagai gejala. Sangat penting untuk memulai pengobatan dan perawatan yang tepat jika anak-anak menunjukkan gejala alergi.

Bersin, batuk, gatal, mata berair, hidung tersumbat, ruam kulit, gatal-gatal, atau masalah bernapas adalah beberapa gejala yang dapat terjadi dari ringan hingga berat. Alergi dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari anak, pola tidur, dan kesejahteraan secara keseluruhan jika tidak diobati. Untungnya, gejala alergi anak dapat dikurangi dengan beberapa metode pengobatan. Ini mungkin termasuk menghindari alergen, mengonsumsi obat-obatan, melakukan imunoterapi, dan mengubah gaya hidup. Untuk merawat anak dengan baik, identifikasi alergen yang menyebabkan gejalanya sangat penting. Ini dapat dicapai melalui tes alergi, yang mungkin termasuk tes tusukan kulit atau tes darah.

Setelah alergen ditemukan, langkah-langkah yang tepat dapat diambil untuk mengurangi paparan dan mencegah reaksi alergi. Orang tua dan pengasuh yang mengalami alergi anak-anak dapat memberikan perawatan dan dukungan yang diperlukan untuk anak-anak mereka dengan memahami penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan yang tersedia untuk mereka. Dengan mengelola alergi secara proaktif, orang tua dan pengasuh dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan lebih memuaskan.

Jenis Alergi Umum pada Anak-Anak

Anak-anak dapat mengembangkan alergi terhadap berbagai zat, dan penting bagi orang tua untuk menyadari berbagai jenis alergi yang biasanya mempengaruhi mereka. Berikut adalah tiga jenis alergi umum yang terlihat pada anak-anak:

  • Alergi Makanan

Sistem kekebalan tubuh anak bereaksi terhadap protein tertentu yang ada dalam makanan tertentu. Anak-anak sering mengalami alergi makanan karena susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, kedelai, gandum, ikan, dan kerang. Alergi makanan dapat menyebabkan gejala yang berkisar dari ringan hingga berat, yang dapat mencakup gatal-gatal, bengkak, muntah, diare, dan masalah bernapas. Untuk mencegah reaksi alergi, orang tua harus menemukan dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan alergi.

  • Alergi Lingkungan

Zat-zat di lingkungan anak menyebabkan alergi. Serbuk sari, tungau debu, bulu hewan peliharaan, spora jamur, dan bahan kimia tertentu adalah beberapa contoh alergen lingkungan yang umum. Alergi seperti bersin, pilek, mata gatal, batuk, dan mengi dapat disebabkan oleh alergen ini. Orang tua dapat membantu anak mereka menghindari paparan alergen dengan menjaga kamar tidur anak mereka bersih, menggunakan pembersih udara, dan menghindari pemicu yang diketahui.

  • Alergi Sengatan Serangga

Beberapa anak mungkin alergi terhadap sengatan serangga, seperti lebah, tawon, lebah, atau semut api. Jika mereka tersengat serangga, mereka mungkin mengalami reaksi parah, seperti pembengkakan, gatal, gatal, masalah bernapas, dan kadang-kadang anafilaksis. Jika terjadi reaksi alergi yang parah, orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka untuk menghindari serangga dan membawa obat darurat, seperti injektor otomatis epinefrin.

Orang tua harus bekerja sama dengan dokter anak mereka untuk mendiagnosis dan mengendalikan alergi secara efektif. Tes alergi mungkin disarankan untuk mengidentifikasi penyebab spesifik. Pengobatan mungkin mencakup menghindari alergen, mengonsumsi obat-obatan, dan, dalam beberapa kasus, imunoterapi.

Penyebab Alergi Umum pada Anak

Alergi umum pada anak-anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, pemicu lingkungan, dan peran sistem kekebalan tubuh.

  • Faktor genetik:

Genetika memainkan peran penting dalam perkembangan alergi. Jika salah satu atau kedua orang tua seseorang memiliki alergi, ada kemungkinan besar bahwa anak-anak mereka juga akan mengembangkan alergi. Namun, alergi tertentu mungkin tidak diwariskan secara langsung, kecenderungan untuk mengembangkan alergi dapat diturunkan dari generasi ke generasi.

  • Pemicu Lingkungan:

Anak-anak dapat mengalami alergi karena banyak pemicu lingkungan seperti serbuk sari, tungau debu, bulu hewan peliharaan, spora jamur, makanan tertentu, dan sengatan serangga. Jika Anda memakan alergen ini, sistem kekebalan tubuh Anda dapat bereaksi terlalu keras, yang dapat menyebabkan reaksi alergi.

  • Peran Sistem Kekebalan Tubuh:

Sistem kekebalan tubuh melindungi tubuh terhadap zat berbahaya. Pada anak-anak yang mengalami alergi, sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi zat yang tidak berbahaya sebagai ancaman, sehingga sistem imun merespons. Dalam respons ini, histamin dan bahan kimia lainnya dilepaskan, yang menyebabkan gejala alergi.

Sangat penting untuk diingat bahwa penyebab pasti dari alergi anak-anak masih belum sepenuhnya dipahami. kecenderungan genetik dan paparan faktor lingkungan yang dapat menyebabkan alergi Alergi pada anak-anak dapat diobati dengan lebih baik dengan memahami penyebabnya.

Gejala alergi umum pada anak-anak

Ketika anak-anak memiliki reaksi alergi, mereka mungkin mengalami berbagai gejala. Gejala-gejala ini dapat bervariasi tergantung pada jenis alergi dan tingkat keparahan reaksi.

Berikut adalah beberapa gejala khas yang mungkin dialami anak-anak ketika mereka memiliki alergi umum:

  • Gatal: Anak-anak sering mengalami gatal pada kulit mereka dan menggaruk terus-menerus, terutama di tempat alergen bersentuhan.
  • Hives: Hives adalah benjolan di kulit yang terangkat, merah, dan gatal. Mereka bervariasi dalam ukuran dan bentuk, dan dapat menyebabkan reaksi alergi.
  • Hidung tersumbat: Anak-anak mungkin mengalami hidung tersumbat atau hidung tersumbat karena alergi. Mereka mungkin mengalami kesulitan bernapas melalui hidung mereka, serta bersin dan pilek.
  • Mengi: Saat anak bernapas, mereka membuat suara siulan. Ini mungkin merupakan gejala dari asma alergi, suatu kondisi di mana reaksi alergi menyebabkan peradangan pada saluran udara
  • Masalah Pencernaan: Beberapa anak mungkin mengalami masalah pencernaan seperti diare, muntah, atau masalah alergi. Alergi makanan menyebabkan gejala ini.

Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini dapat berbeda dari anak ke anak dan mungkin bergantung pada alergen tertentu. Jika Anda yakin anak Anda mengalami alergi, konsultasikan dengan dokter anak untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Diagnosis Alergi Umum pada Anak-Anak

Memeriksa riwayat medis anak-anak, pemeriksaan fisik, dan berbagai tes alergi adalah bagian dari diagnosis alergi umum pada anak-anak.

Untuk mulai, penyedia layanan kesehatan akan mengevaluasi riwayat medis pasien secara menyeluruh. Mengumpulkan informasi tentang gejala anak, termasuk frekuensi, durasi, dan pemicu atau pola potensial termasuk dalam hal ini. Karena kecenderungan alergi sering terjadi, dokter mungkin juga bertanya tentang riwayat keluarga Anda tentang alergi.

Setelah riwayat medis diperiksa, pemeriksaan fisik menyeluruh dilakukan. Dokter akan memeriksa kulit anak, sistem pernapasan, dan area lainnya untuk menemukan gejala alergi.

Tes alergi adalah bagian penting dari diagnosis alergi pada anak-anak. Dua metode utama yang digunakan adalah tes tusukan kulit dan tes darah.

Untuk memungkinkan alergen menembus, sejumlah kecil alergen umum ditempatkan di lengan bawah atau punggung anak. Kemudian, alergen ditusuk atau digores pada kulit dengan lembut. Anak-anak dapat mengalami reaksi alergi lokal seperti kemerahan, bengkak, atau gatal jika terkena salah satu zat.

Tes IgE spesifik, misalnya, mengukur jumlah antibodi imunoglobulin E (IgE) dalam darah anak. Antibodi IgE dibuat sebagai tanggapan terhadap alergen dan peningkatan jumlah ini menunjukkan reaksi alergi terhadap zat tertentu.

Dalam beberapa kasus, tes tambahan mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi atau memeriksa lebih lanjut alergi tertentu, seperti masalah dengan makanan oral atau diet.

Penting untuk diingat bahwa tes alergi harus selalu dilakukan di bawah pengawasan profesional kesehatan yang berkualifikasi. Profesional ini memiliki kemampuan untuk menafsirkan hasil secara akurat dan memberikan panduan yang tepat tentang cara mengendalikan alergi pada anak-anak.

Pilihan pengobatan untuk alergi umum pada anak-anak

Ketika datang untuk mengelola alergi umum pada anak-anak, ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia. Pilihan pengobatan tergantung pada alergi spesifik, tingkat keparahannya, dan usia anak. Berikut adalah beberapa pilihan perawatan umum:

  • Penghindaran Alergen: Mengidentifikasi dan menghindari alergen yang menyebabkan reaksi adalah langkah pertama dalam mengelola alergi. Ini mungkin termasuk mengubah apa yang ada di sekitar anak Anda, seperti membuang tungau debu, jamur, atau bulu hewan peliharaan, atau menghindari makanan tertentu.
  • Obat-obatan: Beberapa obat dapat membantu mengurangi gejala alergi. Untuk meredakan bersin, pilek, dan gatal, antihistamin biasanya digunakan. Seperti kortikosteroid, semprotan hidung dapat mengurangi kemacetan dan peradangan di hidung.
  • Imunoterapi: Imunoterapi mungkin disarankan dalam kasus di mana penghindaran alergen dan pengobatan tidak cukup. Ekspos berkala terhadap alergen desensitizes sistem kekebalan tubuh anak melalui perawatan ini. Alergi dapat diobati dengan suntikan atau tablet sublingual.

Untuk menentukan pengobatan alergi anak yang paling efektif, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Mereka juga dapat membantu menemukan pemicu dan menawarkan cara untuk menghindari alergen. Mereka juga dapat memberi saran tentang obat yang tepat, dosis, dan potensi efek samping. Anak-anak dengan alergi umum dapat sehat dan bebas gejala jika dirawat dengan benar.

Kesimpulan

Sistem kekebalan mengreaksi terhadap zat-zat yang biasanya tidak berbahaya, seperti makanan, serbuk sari, atau gigitan serangga, yang menyebabkan alergi umum pada anak-anak. Ada banyak gejala alergi, mulai dari ruam dan gatal hingga masalah pernapasan yang serius. Alergi dapat disebabkan oleh genetik, lingkungan, dan reaksi sistem kekebalan yang tidak normal. Untuk menangani alergi pada anak-anak, diagnosis yang tepat melalui tes alergi, menghindari alergen, penggunaan obat, dan imunoterapi jika diperlukan adalah langkah penting. Orang tua dan pengasuh dapat membantu anak-anak menjalani kehidupan yang lebih sehat dan nyaman dengan memahami penyebab, gejala, dan perawatan alergi.


Desain-tanpa-judul9.png
07/Sep/2024

Apa itu morning sickness

Mual dan muntah yang terjadi selama kehamilan dikenal sebagai morning sickness, juga dikenal sebagai emesis gravidarum.

Kondisi ini disebut morning, tetapi dapat terjadi kapan saja sepanjang hari, terutama selama trimester pertama kehamilan.

Setelah enam minggu kehamilan, banyak ibu hamil mulai mengalami rasa sakit yang sering dan mencapai puncaknya pada minggu kesembilan.

Lebih dari 70% ibu hamil mengalami eksis gravidarum, yang merupakan hal yang wajar.

Kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan dan tidak akan membahayakan janin. Saat memasuki trimester kedua kehamilan, kebanyakan ibu hamil akan berhenti mengalami muntah dan mual.

Tanda dan gejala morning sickness

Berikut adalah gejala umum emesis gravidarum:

    • Mual
    • Kehilangan nafsu makan
    • Muntah
    • Efek psikologis seperti cemas dan depresi
    • Perasaan seperti ada yang tersangkut di tenggorokan
    • Sulit untuk membedakan mual karena maag dan hamil.

Gejala kehamilan seperti sakit payudara dan berhentinya siklus menstruasi adalah masalah utama yang membutuhkan pengobatan.

Kapan harus periksa ke dokter?

Meskipun morning sickness normal bagi ibu hamil, kunjungi dokter segera jika mereka mengalami gejala lain seperti:

    • Urine berwarna gelap
    • Sulit buang air kecil
    • Berat badan turun dengan cepat
    • Muntah lebih dari tiga kali sehari
    • Dehidrasi
    • Detak jantung tidak beraturan
    • Demam lebih dari 38°C
    • Muntah darah

Kesimpulan

Lebih dari 70% ibu hamil mengalami mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan, yang dikenal sebagai morning sickness atau emesis gravidarum. Kehamilan biasanya mengurangi gejala seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan masalah psikologis. Namun, jika gejala menjadi lebih parah, seperti muntah berlebihan, dehidrasi, atau penurunan berat badan yang cepat, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk perawatan.

 


Orange-Pink-Ilustrasi-Hari-Menyusui-Instagram-Post-2.jpg
07/Sep/2024

Apa Itu Keterlambatan Perkembangan Umum?

Ketidakmampuan seorang anak untuk mencapai dua atau lebih aspek perkembangan yang diharapkan pada usianya dikenal sebagai keterlambatan perkembangan.
Beberapa aspek perkembangan anak biasanya termasuk kemampuan motorik kasar, kemampuan motorik halus, kemampuan berbahasa, dan kemampuan sosial dan emosional.

Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan di satu ranah perkembangan. Misalnya, anak belum bisa berbicara sampai umur dua tahun, tetapi dia sudah bisa berlari, melompat, bersosialisasi, dan menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang memerlukan keterampilan kognitif.

Ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan yang signifikan pada dua atau lebih ranah perkembangan sesuai usianya, dikatakan memiliki keterlambatan perkembangan global. Sebagai contoh, pada usia dua tahun, anak belum bisa berjalan (ranah perkembangan motorik kasar) dan bicara (ranah perkembangan bahasa).

Kapan Anak Dikatakan Terlambat Berkembang?

Masing-masing anak akan belajar dengan cara yang berbeda dan unik saat mencapai setiap milestone perkembangan. Namun, umumnya, anak-anak akan mulai memperoleh kemampuan yang sama pada rentang waktu yang sama. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk mencapai setiap tahap perkembangan biasanya cukup panjang.

Misalnya, bayi yang sehat dapat merangkak pada usia 6 bulan atau 9 bulan dan keduanya normal; mereka dapat mulai berjalan sendiri pada usia 11 hingga 15 bulan; dan mereka paling akhir mencapai kemampuan untuk berjalan sendiri ketika mereka berusia 18 bulan atau 1,5 tahun. Akibatnya, terjadi perbedaan perkembangan yang signifikan antara anak-anak yang seusia itu.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir atau cemas jika perkembangan anak mereka lambat atau lebih lambat dari biasanya. Karena keterlambatan pada skala kecil hanya terjadi secara bertahap atau dalam waktu tertentu

Namun, jika keterlambatan terus-menerus atau dalam jumlah besar, ibu dan ayah harus membawa si Kecil ke dokter tumbuh kembang untuk pemeriksaan tambahan. Ini karena kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah bagi anak di kemudian hari.

Dokter memeriksa kemajuan perkembangan anak melalui kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP), yang dilakukan secara teratur tiap tiga bulan selama dua tahun pertama kehidupannya dan dilanjutkan setiap enam bulan dari usia dua tahun hingga enam tahun.

Apa Penyebab Global Developmental Delay?

Dalam beberapa kasus, keterlambatan perkembangan dapat disebabkan oleh faktor genetik, yaitu perubahan atau kelainan dalam materi genetik anak yang mempengaruhi kemajuannya dalam perkembangan. Sebagai contoh, kelainan genetik atau kelainan pada kromosom tertentu dapat menyebabkan sindrom Down.

Kondisi keterlambatan perkembangan pada anak dapat disebabkan oleh faktor lingkungan selain faktor genetik. Paparan terhadap bahan kimia beracun atau infeksi, misalnya, dapat memengaruhi perkembangan janin dan kemajuan perkembangan.
Setelah kelahiran, kekurangan stimulasi juga dapat menjadi penyebab keterlambatan perkembangan anak.

Selain itu, terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan tersebut, termasuk:

    • Kelahiran prematur.
    • Kondisi kesehatan seperti infeksi telinga dan masalah penglihatan.
    • Tidak cukup oksigen saat lahir.
    • Berat badan lahir rendah.

Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan pada Anak

Tanda keterlambatan perkembangan dapat berbeda pada setiap anak, tergantung pada komponen perkembangan apa yang terpengaruh. Penting untuk melakukan skrining perkembangan atau pemeriksaan deteksi dini untuk mengetahui apakah anak mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Di bawah ini beberapa tanda-tanda keterlambatan perkembangan umum yang mungkin muncul pada anak.

  1. Tanda Keterlambatan Perkembangan Motorik

Kemampuan motorik terdiri dari dua kategori: kemampuan motorik kasar dan kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik kasar mencakup gerakan besar seperti melompat, naik tangga, atau melempar bola, sedangkan kemampuan motorik halus mencakup gerakan kecil seperti menggenggam mainan atau menggunakan krayon.

Tanda-tanda keterlambatan perkembangan motorik pada anak antara lain sebagai berikut.

    • Sulit untuk menggerakkan tangan dan kaki.
    • Tidak mampu duduk tanpa bantuan pada usia 9 bulan.
    • Tidak mampu menahan beban pada kaki pada usia 1 tahun.
    • Dominan menggunakan tangan tertentu sebelum menginjak usia 1 tahun.
    • Pada usia 14 bulan, masih memasukkan benda ke dalam mulut.
    • Tidak bisa menyeimbangkan anggota tubuh kanan dan kiri.
    • Tidak mampu merangkak pada usia 1 tahun.
    • Tidak mampu berdiri saat ditopang pada usia 1 tahun. 10. Tidak
  1. Tanda Keterlambatan Perkembangan Kognitif

Perkembangan kognitif mencakup kemampuan anak untuk mengingat, pembelajaran, eksplorasi, berpikir, dan menyelesaikan masalah.

Berikut adalah tanda-tanda keterlambatan perkembangan kognitif pada anak:

    • Pada usia empat bulan, sulit mengikuti gerak benda menggunakan mata.
    • Pada usia enam bulan, sulit mencari atau menanggapi suara.
    • Pada usia dua tahun, sulit mengikuti instruksi sederhana.
    • Pada usia dua tahun, sulit mengingat sesuatu.
    • Pada usia dua tahun, sulit mengingat sesuatu.
    • Pada usia dua tahun, sulit menghubungkan sebab dan akibat.
  1. Tanda Keterlambatan Perkembangan Sosial dan Emosional

Perkembangan sosial dan emosional anak termasuk proses di mana mereka belajar memahami, menunjukkan, dan mengendalikan perasaan mereka.

Di bawah ini adalah tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan umum dan berisiko mengalami gangguan sosial dan emosional:

    • Pada usia tiga bulan, dia tidak tersenyum atau senang pada orang lain.
    • Pada usia tujuh bulan, dia tidak tertawa atau menjerit.
    • Pada usia enam bulan, dia tidak tertarik bermain cilukba.
    • Pada usia satu tahun, dia tidak menjawab panggilannya atau berinteraksi dengan orang lain.

Cara Mengatasi Keterlambatan Perkembangan Anak

Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan umum kerap kesulitan dalam mengembangkan keterampilan baru sejak usia dini. Ia mungkin menghadapi keterbatasan dalam proses belajar, sehingga butuh waktu lebih lama untuk menguasai keterampilan ini jika dibandingkan dengan teman-teman seusianya.

Karena itulah, anak dengan keterlambatan perkembangan memerlukan stimulasi yang lebih intensif. Tujuannya adalah membantu anak dalam mengembangkan keterampilan baru dan mengatasi keterlambatan yang mungkin dialaminya.

Sejak usia dini, anak-anak dengan keterlambatan perkembangan umum sering menghadapi kesulitan dalam mengembangkan keterampilan baru. Ia mungkin mengalami kesulitan saat belajar, sehingga butuh waktu lebih lama daripada teman-teman seusianya untuk menguasai kemampuan ini.
Akibatnya, anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan membutuhkan stimulasi yang lebih intensif. Tujuannya adalah membantu anak memperoleh keterampilan baru dan mengatasi keterlambatan.

Di bawah ini beberapa cara yang dapat Ibu lakukan untuk mengatasi keterlambatan perkembangan pada anak:

    • Membaca Buku Bersama Anak

Melakukan kegiatan membaca buku bersama anak memiliki dampak positif pada proses keterampilan bahasa dan bicaranya. Semakin banyak kata yang anak dengar selama proses membaca, semakin besar peluang mereka untuk memperkaya dan mengembangkan kosakata mereka.

    • Batasi Penggunaan Gadget

Apakah Anda tahu? Berinteraksi langsung dengan orang lain, bukan menonton televisi atau menggunakan perangkat elektronik, adalah cara terbaik untuk belajar. Oleh karena itu, disarankan agar anak-anak tidak terlalu sering menggunakan gadget tersebut. Sering berinteraksi dan berbicara secara langsung dengan si Kecil.
IDAI menyarankan agar anak di atas usia dua tahun tidak menggunakan perangkat elektronik selama lebih dari dua jam setiap hari. Sebaliknya, anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menggunakannya sama sekali.

    • Bermain Bersama Anak

Bermain sangat penting untuk membantu anak belajar berbagai keterampilan. Anak-anak dapat memperbaiki keterampilan motorik halusnya dengan bermain dengan playdough atau plastisin. Bermain di taman atau ruang terbuka juga dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan fisik dan memberi mereka kesempatan untuk berlatih keterampilan sosial dan emosional mereka dengan berinteraksi dengan teman sebaya dan orang-orang di lingkungan mereka.

    • Berkonsultasi dengan Dokter Anak

Konsultasi rutin dengan dokter anak sangat penting untuk melacak perkembangan anak. Kunjungan rutin ini memungkinkan ibu untuk lebih memahami perkembangan si Kecil dan memberikan saran tentang cara mendukung perkembangan optimal anak sesuai dengan tahap usianya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika Ibu melihat tanda-tanda keterlambatan perkembangan umum pada si Kecil.
Jika anak berusia 15 bulan tampak pendiam, tidak menunjukkan gerakan atau isyarat, atau tidak tertarik untuk berkomunikasi dengan ibu atau teman sebayanya, ini dapat menjadi indikasi keterlambatan perkembangan umum dan perlu diperiksa oleh dokter.
Perlu diingat bahwa stimulasi dan terapi dini dapat digunakan untuk mengobati keterlambatan perkembangan, jadi temui dokter segera. Sebab, jika ditangani dengan cepat, perkembangan anak akan lebih baik.

Kesimpulan

Ketika seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan, mereka tidak mencapai tahapan perkembangan yang sesuai usia mereka dalam satu atau lebih domain, seperti motorik, kognitif, sosial, dan emosional. Keterlambatan dapat disebabkan oleh gen, lingkungan, atau alasan lain, seperti kelahiran prematur dan kekurangan stimulasi. Orang tua harus terus mengamati tanda-tanda keterlambatan perkembangan dan berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan tambahan. Intervensi dini, stimulasi, dan terapi dapat membantu anak mengatasi keterlambatan perkembangan dan mencapai potensi terbaiknya.

 


Desain-tanpa-judul10.png
07/Sep/2024

Setiap ibu hamil ingin memiliki kehamilan yang sehat hingga persalinan. Tidak hanya menjalani pemeriksaan rutin dan mematuhi diet sehat, tetapi kehamilan yang sehat juga mencakup banyak hal lain, seperti mempertahankan kesehatan mental, mengelola stres, berolahraga dengan tepat, dan memahami tanda-tanda bahaya. Memahami prinsip-prinsip kehamilan yang sehat dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan percaya diri selama prosesnya. Dalam artikel ini, akan dijelaskan berbagai hal yang dapat anda lakukan untuk menjaga kehamilan anda tetap sehat dan mempersiapkan persalinan yang lancar dan aman, antara lain:

  1. Jaga pola makan sehat sesuai nutrisi yang dibutuhkan

Ibu hamil harus mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang karena janin yang ada di dalam kandungan menerima nutrisi dari ibu. Jika tidak, janin berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, mengganggu kelancaran kehamilan, dan membahayakan kesehatan ibu sendiri. Beberapa nutrisi alami yang dibutuhkan ibu hamil termasuk asam folat untuk perkembangan otak janin, karbohidrat dan serat sebagai sumber energi untuk beraktivitas, lemak sehat untuk cadangan energi yang dapat membantu perkembangan tubuh janin, mineral untuk menjaga keseimbangan tubuh, dan vitamin untuk memperkuat tubuh.

 

  1. Hindari stres

Apapun yang dilakukan oleh seorang ibu hamil harus menyenangkan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa perkembangan janin akan dipengaruhi oleh banyak atau tidaknya stres yang ibu rasakan. Oleh karena itu, ibu harus sebisa mungkin menghindari stres. Perbanyak berpikir positif dan melakukan hal yang menyenangkan menurut Ibu.

 

  1. Jaga tubuh agar tidak dehidrasi

Ibu yang sedang adalah seperti memiliki dua jiwa dalam satu tubuh. Kebutuhan akan air dan nutrisi pasti akan meningkat dua kali lipat. Pada trimester akhir kehamilan, tekanan rahim atau uterus pada kandung kemih meningkatkan keinginan untuk buang air kecil. Untuk menghindari dehidrasi, minumlah setidaknya dua liter air putih setiap hari.

 

  1. Istirahat yang cukup

Agar ibu hamil tidak mudah lelah, disarankan untuk tidur siang selama 1-2 jam jika ada waktu luang dan tidur 8-12 jam setiap malam.

 

  1. Lakukan olahraga ringan secukupnya

Ibu harus tetap berolahraga untuk mempersiapkan persalinan. Selain itu, ada bukti bahwa olahraga dapat membuat janin yang sedang berkembang menjadi lebih kuat. Namun, jangan lupa untuk menyesuaikan jenis olahraga dengan kemampuan ibu saat hamil. Saat hamil, ibu mungkin dapat memilih untuk melakukan yoga, jalan kaki, berenang dengan intensitas sedang hingga ringan, atau naik turun tangga. Jika ada keraguan, ibu dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

  1. Menjaga kebersihan

Selama kehamilan, infeksi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau bahkan keguguran. Akibatnya, ibu hamil harus sangat memperhatikan kebersihan diri, makanan, dan tempat mereka tinggal. Ibu hamil dapat mencegah berbagai infeksi yang dapat membahayakan kesehatannya dan janinnya dengan mencuci tangan secara teratur, mengonsumsi makanan yang bersih dan matang, dan menjaga kebersihan rumah. Menjaga kebersihan juga dapat membantu ibu hamil meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya, membuatnya lebih siap melawan penyakit.

 

  1. Hindari faktor resiko

Kehamilan yang sehat memerlukan pencegahan paparan faktor risiko. Tubuh ibu sangat rentan terhadap banyak zat dan kondisi selama kehamilan, yang dapat membahayakan janin. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Ibu hamil juga harus menghindari paparan radiasi, bahan kimia, dan makanan mentah. Ibu hamil dapat membuat lingkungan yang aman untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dengan menghindari faktor risiko ini. Sehingga, anda dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan cacat lahir.

 

Perhatian dan kesadaran akan kesehatan fisik dan mental selama kehamilan dan setelah persalinan sangat penting untuk menjalani kehidupan yang sehat. Ibu hamil dapat memastikan kondisi terbaik bagi dirinya dan janinnya dengan mengikuti saran dan tindakan yang telah dibahas diatas., sehingga dapat mempersiapkan diri untuk persalinan yang aman. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat anda dan selalu berkonsultasi dengan dokter anda tentang kondisi kehamilan anda. Ibu hamil dapat menikmati perjalanan kehamilan yang sehat dan menyambut kelahiran bayi dengan bahagia jika mereka menerima perawatan yang tepat dan dukungan yang cukup.


Orange-Pink-Ilustrasi-Hari-Menyusui-Instagram-Post-1.jpg
07/Sep/2024

Apa Manfaat Pola Makan Sehat Bergizi dan Seimbang?

Waktu paling kritis untuk mulai membiasakan pola makan sehat dan bergizi seimbang adalah di dua tahun pertama usia anak. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

  • Dukung Pertumbuhan Fisik

Gizi seimbang berarti berbagai nutrisi diberikan dalam jumlah yang tepat untuk tubuh membutuhkannya agar tumbuh dengan sehat dan sehat. Kelebihan atau kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi pertumbuhannya.

Sebagai contoh, konsumsi protein yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal, sedangkan kekurangan protein meningkatkan risiko stunting pada anak.

Tulang tidak akan tumbuh memanjang jika anak kekurangan kalsium dan protein. Jika asupan mineral pembangun tulang, seperti vitamin D dan magnesium, tidak seimbang, juga akan sulit untuk tumbuh.

  • Optimalkan Perkembangan Otak

Untuk otak anak berkembang, semua nutrisi penting diperlukan untuk membentuk dan mempertahankan strukturnya.

Nutrisi yang sehat adalah penting untuk perkembangan kognitif anak karena nutrisi dari makanan, seperti lemak, protein, dan zat besi, menyediakan energi untuk otak untuk menjalankan fungsinya.

Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup nutrisi selama prasekolah, termasuk omega-3 dan DHA dan EPA, lebih berisiko mengalami gangguan keterampilan kognitif.

  • Memperkuat Sistem Imun

Pola makan yang sehat dan seimbang membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak secara optimal. Selain itu, pola makan yang sehat dan seimbang juga memperkuat sistem kekebalan anak, yang mencegah mereka sakit.

Untuk menjaga kekebalan tubuh, Anda harus mengonsumsi sejumlah nutrisi penting, termasuk vitamin (seperti vitamin A, vitamin C, D, dan E) dan mineral (seperti seng, selenium, dan zat besi).

Sebaliknya, kebiasaan makan yang mengandung banyak gula, garam, berminyak, dan lemak jahat (seperti yang ditemukan dalam makanan kemasan dan restoran fast food) dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan melemahkan pertahanan terhadap infeksi.

  • Mencegah Kebiasaan Snacking dan Picky Eating

Membiasakan anak untuk makan makanan yang sehat sejak kecil akan membantu mereka mengembangkan kebiasaan makan yang sehat hingga mereka dewasa.

Di rumah, makan makanan yang beragam dan bergizi seimbang membantu si Kecil terbiasa dengan variasi makanan dan tidak mengalami kesulitan untuk makan.

  • Menjaga Emotional Intelligence (EQ)

Untuk meningkatkan fungsi kognitif anak dan mempersiapkan mereka untuk belajar di sekolah, sangat penting untuk mereka makan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang.

Penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi anak yang bervariasi dan seimbang juga berpengaruh pada kecerdasan emosional dan kesejahteraan mental mereka.

Anak-anak yang mengikuti diet sehat cenderung lebih jarang mengalami pergeseran mood yang ekstrem yang mengganggu minat mereka dalam bermain dan belajar; sebaliknya, mereka lebih fokus.

Proses sintesis neurotransmitter tertentu yang mengatur suasana hati membutuhkan nutrisi seperti folat, vitamin B6, dan kolin. Kekurangan nutrisi ini sering dikaitkan dengan risiko gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi.

Panduan Pola Makan Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Anak

Anak memerlukan pola makan bergizi seimbang untuk bisa tumbuh dan berkembang optimal. Begini cara menerapkan pola makan bergizi dan seimbang bagi anak:

  • Perbanyak Protein dan Zat Besi

Mengonsumsi protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otot anak. Selain itu, protein mengandung zat besi yang penting untuk otak si Kecil.

Mama dapat memilih protein hewani seperti ayam, daging rendah lemak, ikan, seafood, dan telur, sementara protein nabati seperti tahu, kacang-kacangan, dan tempe.

  • Optimalkan DHA & EPA

Studi menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen anak Indonesia berusia 4 hingga 12 tahun kekurangan DHA. Kekurangan DHA dan omega 3 dapat menyebabkan kesulitan konsentrasi dan fokus, serta potensi masalah belajar lainnya.

Asupan DHA dan EPA bersama-sama dapat meningkatkan kecerdasan dan sistem kekebalan anak.

Anak-anak harus mendapatkan DHA dan EPA dari makanan bergizi seperti makarel, salmon, teri, tahu, dan alpukat karena tubuh mereka tidak dapat membuat DHA dan EPA sendiri.

  • Cukupi Kebutuhan Karbohidrat

Untuk anak-anak, pola makan yang sehat, bergizi, dan seimbang harus termasuk makanan tinggi karbohidrat karena karbohidrat adalah sumber energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas dan berfungsi.

Karbohidrat biasanya ada dalam nasi, kentang, jagung, sagu, roti, oatmeal, dan makanan lain yang membantu pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh.

  • Minum Formula Pertumbuhan yang Tepat

Karena gizi susu lengkap dan bervariasi, susu dapat dimasukkan ke dalam pola makanan sehat dan seimbang.

Susu tidak hanya mengandung kalsium, tetapi juga mengandung karbohidrat, protein, fosfor, dan zat besi, serta vitamin (vitamin D, vitamin A, vitamin B12, vitamin B2, dan vitamin B3) yang baik untuk kesehatan.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, Mama bisa memberinya formula pertumbuhan rendah gula seperti Nutrilon Royal 3, yang memiliki nutrisi penting yang ditambahkan.

Satu-satunya susu pertumbuhan yang diperkaya dengan Double Biotic FOS:GOS 1:9, DHA, dan EPA Nutrilon Royal 3 membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan intelegensi anak.

  • Banyak Minum Air Putih

Anak-anak harus minum air putih jika mereka ingin mendapatkan hidrasi. Hindari jus kemasan, soda, dan minuman berenergi karena mengandung banyak gula dan tidak bergizi.

Selain meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung, minuman tinggi gula akan menyebabkan peningkatan berat badan.

  • Hindari Junk Food

Junk food dan makanan instan olahan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam jika ingin menerapkan pola makan sehat yang seimbang dan bergizi.

Burger, mi instan, ayam goreng, kentang goreng, pizza, keripik kentang, permen, donat, biskuit, dan coklat adalah beberapa contohnya.

  • Batasi Gula dan Garam

Makanan olahan seperti permen, biskuit, soda, jus kemasan, sereal, dan desserts adalah sumber utama gula dan garam yang harus dibatasi untuk anak-anak. Gula alami yang ditemukan dalam buah tidak berbahaya bagi anak-anak.

Menurut Kemenkes, anak-anak tidak boleh mengonsumsi gula tambahan lebih dari 50 gram (4 sdm) atau garam lebih dari 5 gram (1 sdt) setiap hari. Oleh karena itu, sebelum membelinya, pastikan untuk memeriksa label di setiap kemasan makanan anak.

Kesimpulan

Untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, memperkuat sistem kekebalan, dan menjaga kecerdasan emosional (EQ) anak, sangat penting untuk mereka makan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang. Anak-anak akan lebih sehat dan berkembang lebih baik jika mereka mengonsumsi makanan alami yang kaya akan protein, zat besi, DHA, dan EPA, serta karbohidrat, gula, dan garam. Membiasakan anak-anak dengan pola makan sehat sejak kecil juga membantu mereka menghindari kebiasaan makan yang tidak sehat dan mempertahankan gaya hidup sehat hingga dewasa.


Desain-tanpa-judul9.png
07/Sep/2024

Selama kehamilan, memilih posisi tidur yang aman dan nyaman mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi ibu hamil. Saat janin berkembang dan mengubah bentuk tubuhnya, tidur dengan posisi yang tepat sangat penting untuk kesehatan ibu dan kesejahteraan janin. Posisi tidur yang tidak sesuai dapat menyebabkan masalah seperti masalah aliran darah, nyeri punggung, atau bahkan tekanan pada organ penting. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai posisi tidur yang disarankan untuk membuat tidur anda nyaman sepanjang masa kehamilan.

 

Mengapa posisi tidur yang tepat penting untuk ibu hamil?

  • Aliran darah: Posisi tidur yang tepat membantu aliran darah ke plasenta, yang memastikan bahwa janin mendapatkan jumlah oksigen dan nutrisi yang cukup.
  • Tekanan pada organ: Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan ketidaknyamanan karena menekan organ-organ dalam tubuh, seperti vena cava inferior (pembuluh darah besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah ke jantung).
  • Kualitas tidur: Posisi tidur yang nyaman membantu ibu hamil tidur dengan baik, yang memungkinkan tubuhnya beristirahat dan pulih.

 

Posisi tidur yang harus dihindari

  1. Posisi terlentang

Posisi tidur terlentang dapat meningkatkan risiko sakit pinggang, wasir, dan masalah pencernaan, sehingga tidak disarankan untuk ibu hamil.  Selain itu, posisi tidur terlentang, terutama selama trimester pertama, kedua, dan ketiga dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan pusing pada ibu. Posisi tidur terlentang juga membebankan seluruh berat rahim pada bagian belakang, usus, dan vena cava inferior.

  1. Posisi tengkurap

Untuk ibu hamil di trimester pertama, posisi tidur seperti ini cukup aman. Namun, tidur sambil tengkurap dapat membuat ibu merasa tidak nyaman karena pembesaran payudara yang menyebabkan payudara menjadi lebih sensitif. Ketika perut ibu hamil mulai membesar pada awal minggu keempat belas, posisi tidur seperti ini menjadi semakin tidak nyaman baginya. Ibu dapat menggunakan bantal untuk menyokong paha agar tidak menengkurap saat tidur.

 

Posisi tidur yang disarankan

  1. Posisi miring

Selama kehamilan, posisi tidur terbaik untuk ibu hamil adalah miring. Posisi tidur miring juga dikenal sebagai “SOS”, juga dikenal sebagai tidur di sisi atau tidur miring. Posisi tidur miring sangat disarankan untuk ibu hamil sampai kandungan berusia 16 minggu. Jika seorang ibu hamil tidur miring ke kiri atau ke kanan, ia akan menerima lebih banyak darah dan nutrisi yang dapat sampai ke plasenta dan bayinya. Untuk melakukan ini, ketika ibu hamil tidur miring ke kiri, luruskan kaki kirinya, lalu tekuk lutut kanannya, dan letakkan bantal di antara kakinya. Jika ibu hamil tidur miring ke kanan, posisi kaki sebaliknya. Posisi tidur miring memungkinkan aliran darah berjalan lebih lancar dan tidak menekan lambung, yang bisa menyebabkan rasa sakit, posisi ini merupakan posisi tidur yang baik untuk ibu hamil.

Selain itu, posisi tidur ibu hamil ini dapat membantu ginjal mengeluarkan cairan dan sisa dari tubuh, yang dapat mengurangi pembengkakan di tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Pada akhir masa kehamilan, ibu hamil mungkin mengalami kondisi seperti sesak napas saat tidur. Untuk mendapatkan posisi tidur yang lebih nyaman, cobalah berbaring miring ke kiri dengan disangga bantal. Selain itu, Ibu dapat mengatasi kram kaki dengan meluruskan kaki dan menggerakkan kaki ke atas saat berbaring tidur. Jika Ibu mengalami peningkatan asam lambung saat hamil, ini dapat diatasi dengan tidur dengan kepala dan leher diangkat ke atas.

  1. Posisi tidur setengah duduk

Selama trimester pertama kehamilan, posisi tidur ini adalah posisi yang paling nyaman untuk ibu hamil. Posisi tidur yang lebih tinggi dapat membantu mengurangi sakit ulu hati dan membuat tidur lebih nyaman. Posisi tidur ini juga dapat membantu mengurangi mual saat hamil muda.

  1. Posisi tidur dengan mengangkat kaki ke tembok

xSaat hamil, ibu dapat menggunakan posisi tidur ini dengan mengangkat kakinya ke tembok sesekali, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Posisi ini mencegah posisi bayi sungsang karena gravitasi mendorong bayi untuk berputar,dan menenangkan otot pinggang. Ibu dapat melakukan posisi ini dengan berbaring di kasur yang menempel di dinding. Dengan bantuan ganjalan guling, angkat pinggul dua kali sehari selama dua puluh menit sebelum tidur. Silakan meminta bantuan orang lain jika diperlukan. Selain itu, posisi tidur ini memiliki risiko sakit kepala jika terlalu dipaksakan.

  1. Posisi tiga perempat

Coba tidur dengan posisi ini jika anda belum menemukan posisi tidur yang nyaman untuk ibu hamil. Bantal bersalin yang akan membantu ibu menopang kepalanya akan sangat mudah didapat. Untuk memberikan kenyamanan bagi ibu hamil dalam trimester ketiga, posisi tidur ini direkomendasikan karena dapat membantu ibu hamil menghindari sesak napas saat hamil dan meringankan tekanan pada punggungnya.

Untuk posisi tidur ini, ibu hamil harus tidur dengan satu kaki ditekuk dan satu kaki terentang dengan bantal atau bantalan di antara paha. Ini akan mengurangi ketegangan otot dan persendian dan memungkinkan aliran darah yang tepat. Jika anda ingin tidur dengan nyaman di malam hari, jangan ragu untuk mengambil banyak bantal dan meletakkannya di bawah lengan, di bawah perut, di belakang punggung, atau di bawah kepala. Anda juga dapat menggunakan bantal ergonomis di bawah kepala untuk memastikan bahwa leher tertutup dengan baik, sehingga dapat asam lambung tidak naik. Jika anda ingin tidur dengan lebih nyenyak, hindari berolahraga tepat sebelum tidur.

 

Tips tambahan agar tidur nyaman

  • Untuk menciptakan suasana tidur yang nyaman, pastikan kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk.
  • Hindari makan dan minum yang berat sebelum tidur karena dapat menyebabkan masalah pencernaan dan gangguan tidur.
  • Berolahraga secara teratur juga dapat membantu anda tidur lebih baik.
  • Konsultasikan dengan dokter jika anda memiliki keluhan atau kesulitan tidur.

 

Untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, sangat penting untuk menjaga posisi tidur yang tepat selama kehamilan. Ibu hamil dapat meningkatkan kualitas tidurnya dan mendukung perkembangan janin yang optimal dengan memahami posisi tidur yang disarankan untuk mengurangi ketidaknyamanan. Untuk mendapatkan tidur yang lebih tenang, cobalah menggunakan bantal tambahan atau mencoba teknik relaksasi. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat tentang kesehatan kehamilan dan masalah tidur.


Desain-tanpa-judul8.png
07/Sep/2024

Banyak ibu hamil mengalami kontraksi menjelang persalinan yang dapat membuat mereka bertanya-tanya apakah itu tanda persalinan yang sebenarnya atau hanya kontraksi palsu. Dalam trimester ketiga, kontraksi palsu, atau Braxton Hicks, sering terjadi dan dapat menyebabkan kebingungan dan kekhawatiran. Untuk mengetahui bagaimana membedakan kontraksi asli dari palsu, ibu hamil harus tahu kapan tanda-tanda persalinan akan muncul. Untuk membantu ibu hamil lebih siap untuk persalinan dengan tenang, artikel ini akan membahas cara membedakan kontraksi asli dari palsu.

 

Perbedaan kontraksi asli dengan kontraksi palsu

  1. Intensitas dan frekuensi kontraksi

Kontraksi palsu berbeda dari kontraksi yang sebenarnya karena mereka tidak teratur, kurang intens, dan biasanya hilang saat ibu mengubah posisi. Biasanya, kontraksi palsu berlangsung kurang dari tiga puluh detik sampai dua menit. Sementara itu, kontraksi yang asli biasanya terjadi setiap 5-10 menit. Semakin dekat dengan waktu persalinan, jarak antara kontraksi asli akan semakin pendek.

  1. Waktu terjadi

Selama trimester kedua atau ketiga kehamilan, ibu dapat sering mengalami kontraksi palsu di malam hari. Namun, kontraksi pertama biasanya baru dirasakan pada trimester ketiga, tepatnya setelah kandungan berusia 37 minggu. Periksakan diri ke dokter segera jika ibu ragu untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

  1. Lokasi kontraksi

Dalam kebanyakan kasus, rasa kontraksi palsu hanya muncul di daerah sekitar perut bagian bawah dan selangkangan. Sedangkan, kontraksi asli akan lebih luas dan menjalar ke seluruh perut.

  1. Aktivitas

Kontraksi palsu dapat berkurang atau hilang jika berganti posisi atau beraktivitas ringan. Sementara itu, kontraksi asli tidak akan berkurang meskipun sudah berganti posisi.

 

Mengapa kontraksi palsu dapat terjadi?

  • Peningkatan aliran darah ke rahim: aliran darah ke rahim meningkat seiring usia kehamilan. Hal ini mungkin menyebabkan kontraksi otot rahim.
  • Perubahan Hormon: Oksitosin dan prostaglandin adalah hormon kehamilan yang membantu kontraksi rahim.
  • Pertumbuhan janin: Tekanan pada rahim meningkat seiring pertumbuhan janin. Ini dapat menyebabkan kontraksi.
  • Aktivitas fisik: Kontraksi palsu dapat terjadi karena terlalu banyak aktivitas fisik, seperti melakukan aktivitas seksual atau mengangkat benda berat.
  • Dehidrasi: Kontraksi rahim dapat terjadi karena tubuh kekurangan cairan.
  • Kandung kemih penuh: Kandung kemih penuh dapat menekan rahim sehingga menyebabkan kontraksi.

 

Cara mengatasi kontraksi palsu

  1. Perbanyak konsumsi air putih

Dehidrasi yang dapat membuat lebih buruk jika ibu sakit, adalah penyebab umum kontraksi palsu. Untuk tetap terhidrasi, ibu harus minum setidaknya delapan gelas air putih setiap hari.

  1. Istirahat dan hindari aktivitas berat

Karena terlalu banyak beraktivitas dapat menyebabkan kontraksi palsu, ibu harus mengurangi aktivitas fisik. Ibu tetap dapat berolahraga ringan, seperti senam yoga, dan jalan pagi. Cobalah untuk istirahat yang optimal setelah berolahraga.

  1. Mengubah posisi

Terlalu sering menghabiskan waktu yang di sofa atau tempat tidur juga dapat menyebabkan gejala kontraksi palsu. Jika anda mengalami gejala kontraksi palsu, segera ubah posisi anda dengan mencoba bangun lalu lakukan gerakan ringan.

 

Untuk mempersiapkan diri untuk persalinan, ibu hamil harus tahu cara membedakan kontraksi asli dari palsu. Ibu hamil dapat menghindari kepanikan yang tidak perlu dengan mengetahui tanda-tanda kontraksi asli. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika anda memiliki kekhawatiran atau keraguan tentang kontraksi yang anda alami. Ibu hamil yang telah menerima informasi yang tepat dan dukungan yang optimal dapat menjalani masa kehamilan hingga persalinan dengan lebih tenang dan siap untuk menyambut kelahiran buah hati mereka.


Desain-tanpa-judul7.png
07/Sep/2024

Kehamilan adalah masa yang penuh dengan harapan dan kegembiraan, jadi diperlukan perhatian ekstra untuk kesehatan ibu dan janin. Meskipun kebanyakan kehamilan berjalan lancar, ada beberapa gejala bahaya yang harus diwaspadai karena dapat menunjukkan komplikasi yang serius. Sangat penting bagi ibu hamil untuk mengetahui tanda-tanda bahaya ini sejak dini agar mereka segera mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tanda bahaya kehamilan yang harus diperhatikan dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga ibu dan bayi agar tetap aman.

 

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

  1. Mual dan muntah terlalu sering

Salah satu gejala kehamilan yang paling umum di trimester pertama adalah muntah dan mual. Namun, jika gejala ini muncul terlalu sering, dalam jangka waktu yang lama atau dalam jumlah yang signifikan, atau jika jumlahnya sangat besar saat hamil muda, ini harus menjadi perhatian khusus. Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang menyebabkan mual dan muntah yang berlebihan selama trimester pertama kehamilan. Beberapa gejala hiperemesis gravidarum termasuk mual dan muntah yang parah dan berlangsung lama:

  • Jantung berdebar-debar.
  • Konstipasi, atau sembelit.
  • Keluarnya air liur yang berlebihan
  • Kepala sakit dan pusing.
  • Sangat sensitif terhadap bau.

Aktivitas sehari-hari pasti akan terganggu oleh muntah dan mual. Muntah dan mual dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan yang signifikan, yang tentu saja berbahaya bagi ibu dan janinnya.

  1. Demam yang tinggi

Jika demam lebih dari 38,3 derajat Celcius, itu merupakan tanda yang perlu diwaspadai karena dapat disebabkan oleh infeksi yang dapat membahayakan janin. Infeksi seperti toxoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit di hewan seperti kucing dan babi, dapat menyebabkan demam saat hamil, ruam, dan nyeri sendi.

  1. Pendarahan

Perdarahan memiliki arti yang berbeda selama kehamilan. Jika perdarahan yang sangat banyak disertai dengan gejala kram perut dan gejala seperti ingin pingsan pada trimester pertama, maka perdarahan tersebut dapat menunjukkan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berada di luar rahim. Hal ini dapat membahayakan ibu hamil. Selain itu, perdarahan adalah salah satu tanda dari keguguran. Jika anda mengalami perdarahan, segera hubungi dokter.

  1. Kurangnya gerakan janin

Jika gerakan janin berkurang selama trimester ketiga, itu adalah tanda bahaya kehamilan lain yang harus diwaspadai oleh ibu. Kekurangan oksigen atau kekurangan gizi janin dapat menyebabkan kondisi ini. Untuk “memancing” pergerakan janin, anda bisa memberinya sesuatu yang dingin atau mengelus perut secara perlahan, kemudian berbaring dan melihat apakah dia bergerak atau tidak. Jika dalam dua jam, janin tidak bergerak lebih dari sepuluh kali, ibu harus khawatir. Anda dapat segera berkonsultasi dan cek ke dokter jika hal ini terjadi.

  1. Bengkak pada tangan dan wajah

Sebenarnya, mengalami kenaikan berat badan dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh adalah hal yang normal bagi ibu hamil. Namun, jika pembengkakan disertai dengan gejala seperti kejang, pandangan kabur, sakit kepala parah, atau nyeri ulu hati, anda harus waspada. Ini bisa saja menjadi pertanda bahwa anda mengalami preeklampsia. Komplikasi kehamilan yang berbahaya yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah yang signifikan dikenal sebagai preeklampsia. Di Indonesia, penyebab kematian ibu hamil terbanyak disebabkan oleh hipertensi atau preeklampsia.

  1. Pecahnya air ketuban sebelum waktunya

Salah satu tanda bahaya kehamilan adalah air ketuban pecah sebelum waktunya. Hal ini dapat membahayakan ibu dan janin karena mempermudah penyebaran infeksi dan bahkan dapat menyebabkan persalinan prematur. Sangat mungkin sulit untuk membedakan cairan ketuban dari urin. Karena itu, agar bisa mendapatkan informasi yang lebih pasti, anda dapat langsung mengunjungi bidan atau dokter segera.

 

Cara menghindari risiko pada kehamilan

  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi

Selama kehamilan, selalu makan makanan yang sehat dan seimbang. Jangan makan makanan yang dapat membahayakan janin anda. Pastikan untuk mencuci dan memasak sayuran hingga matang, masak daging sampai benar-benar matang, dan hindari telur setengah matang. Hindari juga susu dan keju yang tidak dipasteurisasi.

  • Kurangi stres

Salah satu penyebab komplikasi kehamilan adalah pola makan yang tidak sehat dan tingkat stres yang tinggi. Oleh karena itu, cobalah untuk mengurangi tingkat stres anda dengan melakukan lebih banyak istirahat selama kehamilan dan berolahraga ringan seperti yoga hamil atau jalan pagi.

  • Rutin melakukan pemeriksaan

Periksa kondisi kehamilan anda secara rutin ke bidan atau dokter untuk melihat detak jantung, pertumbuhan, dan kesehatan janin. Pemeriksaan selama kehamilan ini juga bertujuan untuk memberi tahu anda tentang masalah medis atau tanda-tanda bahaya kehamilan.

  • Jauhi asap rokok

Asap rokok dapat membahayakan janin dalam kandungan, jadi ibu hamil harus menghindari asap merokok. Karena rokok mengandung karbon monoksida, yang dapat mengganggu pasokan hemoglobin ke seluruh tubuh, janin mungkin kekurangan oksigen, yang dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak.

 

Untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Jika anda menemukan gejala yang tidak biasa, anda dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dengan konsultasi kedokter, jalani pola hidup sehat, dan menghindari hal-hal yang sudah dijelaskan diatas. Selalu perhatikan kesehatan anda, dan selalu lakukan pemeriksaan kehamilan. Ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman dan tenang jika mereka menerima perawatan dan perhatian yang tepat. Ini akan menjamin keselamatan mereka dan bayi yang sedang dikandung.


Desain-tanpa-judul6.png
07/Sep/2024

Untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin, berat badan yang ideal selama kehamilan sangat penting. Saat hamil, berat badan yang terlalu rendah dapat membahayakan kesehatan ibu dan pertumbuhan dan kesehatan janin. Kekurangan berat badan meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi berat rendah, dan komplikasi persalinan lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa berat badan yang terlalu rendah selama kehamilan dapat membahayakan ibu dan janin, serta tindakan yang dapat diambil untuk mencapai berat badan yang ideal dan sehat.

 

Mengapa berat badan ideal penting selama kehamilan?

  • Cadangan energi: Berat badan yang ideal memberikan cadangan energi bagi ibu selama kehamilan dan persalinan.
  • Pertumbuhan janin: Tubuh ibu akan menyerap nutrisi yang cukup dari makanan, dan janin akan menerimanya untuk pertumbuhan dan perkembangan.
  • Kesehatan ibu: Memiliki berat badan yang ideal dapat membantu anda menghindari anemia, pre-eklamsia, dan persalinan prematur.

 

Penyebab berat badan terlalu rendah selama kehamilan

  • Malnutrisi: adalah ketika seseorang kehilangan jumlah nutrisi yang cukup sebelum dan selama kehamilan.
  • Mual dan muntah yang parah: Ibu dengan kondisi ini mengalami kesulitan untuk makan dan minum.
  • Penyakit kronis: Berat badan dapat dipengaruhi oleh penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan masalah pencernaan.

 

Cara mengatasi dan mencegah

  • Konsultasikan dengan dokter: Jika anda merasa kesulitan untuk menambah berat badan selama kehamilan.
  • Atur pola makan anda: Konsumsi makanan bergizi dengan porsi yang cukup dan seimbang.
  • Perbanyak makanan bergizi: Beri prioritas pada makanan yang mengandung protein, zat besi, kalsium, dan vitamin.
  • Olahraga Ringan: Selalu ikuti latihan ringan di bawah pengawasan dokter.
  • Istirahat yang cukup: Mendapatkan tidur yang cukup dapat membantu untuk memulihkan energi tubuh anda.

 

Bahaya berat badan yang terlalu rendah

  1. Bahaya bagi ibu:

  • Anemia: Kekurangan zat besi dapat terjadi karena asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Anda dapat mengalami kelelahan, pusing, dan risiko komplikasi saat persalinan meningkat sebagai akibat dari kondisi ini.
  • Kelelahan: Ibu hamil sering merasa lelah dan kurang bertenaga karena asupan kalori yang kurang.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah: Nutrisi yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat lebih rentan terkena penyakit.
  • Risiko komplikasi persalinan: Ibu hamil dengan berat badan rendah berisiko mengalami perdarahan, persalinan caesar, dan persalinan yang lama.

 

  1. Bahaya bagi janin:

  • Berat badan lahir rendah (BBLR): Bayi dengan berat badan rendah lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti masalah bernapas, suhu tubuh tidak stabil, dan gula darah rendah.
  • Pertumbuhan janin terhambat: Kekurangan nutrisi dapat menghambat perkembangan organ-organ penting janin seperti otak, jantung, dan paru-paru.
  • Cacat lahir: Kekurangan nutrisi jangka panjang dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.
  • Kelahiran prematur: Bayi yang lahir sebelum waktunya berisiko mengalami masalah kesehatan jangka panjang seperti masalah pernapasan, gangguan penglihatan, dan masalah belajar.

 

Untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan optimal janin, penting untuk menjaga berat badan yang sehat selama kehamilan. Berat badan yang kurang dapat menimbulkan berbagai risiko bagi ibu dan bayi, termasuk kelahiran prematur. Akibatnya, sangat penting bagi ibu hamil untuk memantau kenaikan berat badan mereka, dan makan makanan yang sehat. Untuk mendapatkan panduan yang tepat untuk kehamilan yang aman dan sehat hingga proses persalinan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter.


3DPotret 2025. All rights reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Tanya saja kak